Rabu, 04 November 2026

Materi Ajar Kelas 5 dan 6

 


PEMBELAJARAN PJOK KELAS V

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Kamis / 05 November 2026

  3. Fase / Kelas : A/V.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mengenal Gerakan Berdiri dengan Tumpuan Kepala serta Prinsip Keselamatan dan Fair Play

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak; merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif; dan menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu mengenal gerakan berdiri dengan tumpuan kepala (headstand), memahami manfaat, unsur keseimbangan, serta prinsip keselamatan dalam aktivitas senam lantai.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu menjelaskan contoh peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas serta menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan fair play selama pembelajaran.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengenal pengertian dan karakteristik gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

    2. Mengidentifikasi unsur keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas senam lantai.

    3. Memahami risiko dan prinsip keselamatan dalam gerakan senam yang membutuhkan keterampilan khusus.

    4. Mengenal peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas agar pembelajaran aman dan inklusif.

    5. Menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, dan fair play melalui kegiatan pengamatan serta diskusi.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq artinya Maha Pencipta yang menciptakan tubuh manusia dengan kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan. Allah Maha Malik artinya Maha Memelihara dan Menguasai, sehingga kita wajib menjaga tubuh serta mengutamakan keselamatan ketika berolahraga. Allah Maha Razaq artinya Maha Pemberi Rezeki, termasuk nikmat kesehatan yang harus kita syukuri.

Hari ini kita akan mengenal gerakan berdiri dengan tumpuan kepala, memahami prinsip keselamatan, dan belajar menghargai teman melalui sikap fair play.

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Discovery Learning: Peserta didik mengamati gambar atau video untuk mengenal karakteristik gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

  • Cooperative Learning: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi prinsip keselamatan dan menyusun aturan aktivitas yang adil serta inklusif.

Metode Pembelajaran:

  • Penjelasan materi.

  • Pengamatan gambar atau video.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Presentasi hasil diskusi.

  • Refleksi pembelajaran.

Catatan Pelaksanaan: Materi gerakan berdiri dengan tumpuan kepala disampaikan melalui pengenalan konsep, gambar, dan video. Peserta didik tidak diminta mencoba gerakan tersebut secara mandiri. Keterampilan ini memiliki risiko cedera pada kepala dan leher sehingga praktik hanya dapat dipertimbangkan dalam pembinaan khusus oleh tenaga yang kompeten, dengan fasilitas dan pengawasan yang sesuai. Pembelajaran dapat menggunakan aktivitas alternatif untuk melatih keseimbangan tanpa memberikan beban pada kepala dan leher.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan anggota tubuh yang memiliki fungsi masing-masing. Tubuh manusia memiliki kemampuan bergerak, menjaga keseimbangan, dan melakukan berbagai aktivitas jasmani. Oleh karena itu, kita harus mengenali kemampuan tubuh dan menggunakannya dengan bijak.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Tubuh merupakan amanah yang harus dijaga. Saat mengikuti aktivitas senam, kita harus memperhatikan keselamatan, menaati arahan guru, menggunakan fasilitas yang sesuai, dan tidak melakukan gerakan berisiko tanpa pendampingan yang kompeten.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk belajar merupakan nikmat dari Allah. Kita dapat mensyukurinya dengan menjaga kesehatan, berolahraga sesuai kemampuan, serta menghargai kemampuan diri sendiri dan orang lain.

B. Mengenal Gerakan Berdiri dengan Tumpuan Kepala

1. Pengertian

Berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand merupakan salah satu keterampilan dalam senam lantai. Gerakan ini dikenal sebagai keterampilan keseimbangan terbalik, yaitu posisi tubuh berada dalam keadaan terbalik dengan kepala dan tangan sebagai bagian dari tumpuan.

Gerakan ini termasuk keterampilan senam yang membutuhkan penguasaan teknik, keseimbangan, kekuatan, koordinasi, dan pengawasan yang tepat.

2. Unsur Kemampuan yang Dibutuhkan

  • Keseimbangan: Kemampuan menjaga posisi tubuh agar tetap stabil.

  • Kekuatan: Kemampuan otot untuk mendukung aktivitas gerak.

  • Koordinasi: Kemampuan mengatur kerja sama antara anggota tubuh.

  • Konsentrasi: Kemampuan memusatkan perhatian saat melakukan aktivitas.

  • Kelenturan: Kemampuan tubuh melakukan gerakan dengan ruang gerak yang baik.

3. Manfaat Mempelajari Konsep Gerakan

  • Mengenal berbagai keterampilan dalam senam lantai.

  • Memahami pentingnya keseimbangan tubuh.

  • Menambah pengetahuan tentang koordinasi gerak.

  • Meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan.

  • Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

4. Prinsip Keselamatan

Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala memiliki risiko terhadap kepala dan leher apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Oleh sebab itu, keselamatan harus menjadi prioritas.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Tidak mencoba gerakan secara mandiri.

  • Tidak memberikan beban tubuh pada kepala dan leher tanpa pembinaan khusus yang kompeten.

  • Mengikuti petunjuk guru dan aturan pembelajaran.

  • Menggunakan fasilitas latihan yang sesuai apabila kegiatan dilakukan dalam pembinaan khusus.

  • Tidak saling mendorong, menarik, atau mengganggu teman.

  • Menghentikan aktivitas apabila merasa sakit atau tidak nyaman.

5. Aktivitas Alternatif untuk Melatih Keseimbangan

Peserta didik dapat melakukan kegiatan yang lebih sederhana dan aman sesuai arahan guru, seperti:

  • Berdiri dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan.

  • Berjalan mengikuti garis lurus di lantai.

  • Berjalan perlahan mengikuti jalur yang telah diberi tanda.

  • Melakukan gerakan peregangan ringan.

  • Melakukan permainan keseimbangan sederhana tanpa bertumpu pada kepala atau leher.

C. Prinsip Fair Play dalam Aktivitas Senam

1. Pengertian Fair Play

Fair play adalah sikap bermain atau beraktivitas secara jujur, adil, sportif, dan menaati aturan yang telah disepakati.

2. Contoh Sikap Fair Play

  • Menaati aturan yang ditetapkan guru.

  • Menghargai kemampuan setiap teman.

  • Tidak mengejek teman yang belum mampu melakukan suatu gerakan.

  • Memberikan semangat kepada teman.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Menerima hasil kegiatan dengan lapang dada.

D. Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

1. Pengertian Peraturan Alternatif

Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau tambahan yang dibuat untuk menyesuaikan aktivitas agar lebih aman, adil, dan dapat diikuti semua peserta.

Contoh:

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta.

  • Menentukan giliran agar kegiatan berjalan tertib.

  • Memberikan pilihan aktivitas sesuai kemampuan.

  • Menghentikan kegiatan apabila kondisi tempat tidak aman.

2. Pengertian Modifikasi Aktivitas

Modifikasi aktivitas adalah perubahan pada alat, tempat, aturan, atau cara melakukan kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta.

Contoh:

  • Mengganti aktivitas berisiko dengan latihan keseimbangan sederhana.

  • Menggunakan garis di lantai sebagai jalur latihan keseimbangan.

  • Menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas.

  • Memberikan waktu latihan yang cukup.

  • Membagi peserta ke dalam kelompok kecil agar kegiatan lebih tertib.

3. Tujuan Modifikasi Aktivitas

  • Menjaga keselamatan peserta.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua teman.

  • Menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan peserta.

  • Meningkatkan kerja sama.

  • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

4. Contoh Kegiatan Kelompok

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta merancang aktivitas sederhana untuk melatih keseimbangan.

Ketentuan kegiatan:

  • Memilih aktivitas yang aman dan sesuai kemampuan.

  • Menentukan aturan secara bersama-sama.

  • Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  • Menghargai pendapat setiap anggota.

  • Menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand termasuk keterampilan dalam ....
    A. Permainan bola besar
    B. Senam lantai
    C. Atletik

  2. Salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam keterampilan headstand adalah ....
    A. Keseimbangan
    B. Kecepatan berlari
    C. Ketepatan menendang

  3. Gerakan headstand merupakan keterampilan yang membutuhkan ....
    A. Kemampuan melempar
    B. Kecepatan berlari
    C. Keseimbangan dan koordinasi tubuh

  4. Hal yang harus diutamakan dalam mempelajari gerakan senam adalah ....
    A. Kecepatan menyelesaikan gerakan
    B. Keselamatan
    C. Keinginan menjadi yang terbaik

  5. Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala tidak boleh dicoba secara mandiri karena ....
    A. Memiliki risiko cedera pada kepala dan leher
    B. Tidak membutuhkan pengawasan
    C. Merupakan permainan beregu

  6. Berjalan mengikuti garis lurus merupakan contoh aktivitas untuk melatih ....
    A. Kecepatan melempar
    B. Kekuatan menendang
    C. Keseimbangan

  7. Sikap fair play ditunjukkan dengan cara ....
    A. Mengejek teman yang belum mampu
    B. Menghargai teman dan menaati aturan
    C. Memaksakan pendapat sendiri

  8. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta merupakan contoh ....
    A. Partisipasi inklusif
    B. Sikap egois
    C. Persaingan tidak sehat

  9. Mengganti aktivitas berisiko dengan latihan keseimbangan sederhana merupakan contoh ....
    A. Pelanggaran aturan
    B. Sikap tidak sportif
    C. Modifikasi aktivitas

  10. Apabila merasa sakit atau tidak nyaman ketika beraktivitas, kita sebaiknya ....
    A. Tetap memaksakan gerakan
    B. Menghentikan aktivitas dan memberi tahu guru
    C. Mengabaikan rasa tidak nyaman

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Berdiri dengan tumpuan kepala dikenal dengan istilah ....

  2. Kemampuan menjaga posisi tubuh agar tetap stabil disebut ....

  3. Sikap bermain secara jujur dan menaati aturan disebut ....

  4. Perubahan aturan, alat, atau cara melakukan aktivitas disebut ....

  5. Ketika melakukan aktivitas senam, hal yang harus diutamakan adalah ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan berdiri dengan tumpuan kepala!

  2. Sebutkan tiga unsur kemampuan yang dibutuhkan dalam keterampilan headstand!

  3. Mengapa gerakan berdiri dengan tumpuan kepala tidak boleh dicoba secara mandiri?

  4. Jelaskan pengertian fair play dan berikan dua contohnya!

  5. Sebutkan tiga contoh aktivitas alternatif yang dapat digunakan untuk melatih keseimbangan dengan aman!

F. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Headstand

  2. Keseimbangan

  3. Fair play

  4. Modifikasi aktivitas

  5. Keselamatan

III. Uraian

  1. Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand adalah salah satu keterampilan senam lantai berupa posisi tubuh terbalik dengan kepala dan tangan sebagai bagian dari tumpuan.

  2. Keseimbangan, kekuatan, dan koordinasi tubuh.

  3. Karena gerakan tersebut memiliki risiko cedera pada kepala dan leher apabila dilakukan tanpa teknik, fasilitas, dan pengawasan yang tepat.

  4. Fair play adalah sikap jujur, adil, dan menaati aturan. Contohnya menghargai teman dan tidak mengejek peserta lain.

  5. Berdiri dengan satu kaki, berjalan mengikuti garis lurus, dan berjalan perlahan mengikuti jalur yang telah diberi tanda.

  6. Alat Peraga :

  • Gambar atau poster gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

  • Video pembelajaran senam lantai.

  • Matras untuk demonstrasi atau aktivitas alternatif yang aman.

  • Garis atau pita penanda jalur keseimbangan.

  • Cone atau kerucut sebagai pembatas area.

  • Peluit.

  • Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil diskusi kelompok.

  1. Kesimpulan :

Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand merupakan salah satu keterampilan senam lantai yang membutuhkan keseimbangan, kekuatan, koordinasi, dan konsentrasi. Keterampilan ini memiliki risiko terhadap kepala dan leher sehingga tidak boleh dilakukan secara mandiri atau tanpa pembinaan khusus dan pengawasan yang kompeten.

Dalam pembelajaran PJOK, keselamatan harus menjadi prioritas. Peserta didik dapat mempelajari konsep gerakan melalui gambar dan video serta melakukan aktivitas alternatif yang lebih aman untuk melatih keseimbangan.

Selain itu, peserta didik perlu menerapkan sikap fair play, bekerja sama, menghargai perbedaan kemampuan, dan memahami pentingnya peraturan alternatif serta modifikasi aktivitas.



PEMBELAJARAN PJOK KELAS VI

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Kamis / 05 November 2026

  3. Fase / Kelas : A/VI.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mengenal Gerakan Meroda serta Cara Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak; merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif; dan menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu memahami dan mempraktikkan tahapan gerak dasar meroda secara bertahap sesuai kemampuan, dengan memperhatikan keseimbangan dan keselamatan.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu bekerja sama merancang peraturan alternatif serta memodifikasi aktivitas sederhana agar semua teman dapat berpartisipasi secara aman, adil, dan menyenangkan.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengingat kembali pengertian dan manfaat gerakan meroda.

    2. Melakukan pemanasan dan latihan gerak pendahuluan untuk melatih keseimbangan serta koordinasi.

    3. Mempraktikkan tahapan gerakan meroda secara bertahap dengan bimbingan guru.

    4. Mendiskusikan contoh peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas.

    5. Melakukan aktivitas kelompok dengan menerapkan kerja sama, fair play, dan keselamatan.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq adalah Maha Pencipta yang menciptakan tubuh kita dengan kemampuan bergerak. Allah Maha Malik adalah Maha Memelihara, sehingga kita wajib menjaga tubuh dan keselamatan saat berolahraga. Allah Maha Razaq adalah Maha Pemberi Rezeki, yang memberikan nikmat kesehatan agar dapat kita syukuri dengan beraktivitas jasmani.

Hari ini kita akan mempraktikkan gerakan meroda secara bertahap serta belajar bekerja sama dan menaati aturan dalam aktivitas jasmani.

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Direct Instruction: Guru memberikan contoh dan membimbing peserta didik melakukan tahapan gerakan meroda.

  • Cooperative Learning: Peserta didik berlatih dan berdiskusi dalam kelompok untuk saling mendukung serta merancang aturan aktivitas sederhana.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi gerakan.

  • Praktik langsung di lapangan.

  • Latihan bertahap.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Pengamatan dan umpan balik.

Pelaksanaan Praktik:

  • Guru memeriksa kesiapan tempat dan matras sebelum kegiatan dimulai.

  • Peserta didik melakukan pemanasan.

  • Guru memperagakan gerakan pendahuluan meroda.

  • Peserta didik mencoba gerakan sesuai kemampuan dengan pengawasan guru.

  • Peserta didik melakukan aktivitas kelompok yang telah dimodifikasi.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan kemampuan bergerak. Tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya memiliki fungsi yang saling bekerja sama. Dalam gerakan meroda, kita menggunakan koordinasi tangan dan kaki serta keseimbangan tubuh.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Tubuh kita merupakan amanah yang harus dijaga. Ketika melakukan aktivitas senam, kita harus menggunakan matras, mengikuti arahan guru, melakukan pemanasan, dan tidak memaksakan gerakan yang belum dikuasai.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk berolahraga merupakan nikmat dari Allah. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan, berlatih secara teratur, dan menghargai kemampuan setiap teman.

B. Persiapan Sebelum Melakukan Gerakan Meroda

Sebelum melakukan gerakan meroda, peserta didik perlu mempersiapkan tubuh dan tempat latihan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Menggunakan pakaian olahraga yang nyaman.

  • Memastikan tempat latihan aman dan tidak licin.

  • Menggunakan matras yang sesuai.

  • Melakukan pemanasan pada bagian tangan, bahu, pinggang, dan kaki.

  • Mendengarkan petunjuk guru.

  • Tidak saling mendorong atau bercanda saat teman sedang berlatih.

C. Tahapan Gerakan Meroda

1. Pengertian Gerakan Meroda

Gerakan meroda merupakan salah satu gerakan senam lantai yang dilakukan dengan memutar tubuh ke arah samping melalui tumpuan kedua tangan secara bergantian, kemudian kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

Gerakan ini membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan kelenturan tubuh.

2. Tahapan Gerakan Meroda

  • Sikap awal: Berdiri menyamping dengan kedua kaki terbuka secukupnya dan kedua tangan diangkat ke atas.

  • Gerakan awal: Condongkan tubuh ke arah samping sambil mengarahkan tangan pertama menuju matras.

  • Tumpuan tangan: Letakkan tangan pertama, kemudian tangan kedua secara bergantian pada matras.

  • Ayunan kaki: Ayunkan kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

  • Sikap akhir: Turunkan kaki satu per satu dan kembali berdiri dengan seimbang.

3. Gerak Pendahuluan Meroda

Bagi peserta didik yang belum menguasai gerakan meroda, latihan dapat dimulai dengan:

  • Berlatih posisi berdiri menyamping dan mengangkat kedua tangan.

  • Berlatih memindahkan berat badan ke samping.

  • Berlatih menempatkan kedua tangan secara bergantian pada matras dengan bantuan guru.

  • Berlatih mengayunkan kaki secara bertahap sesuai kemampuan.

4. Manfaat Gerakan Meroda

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Meningkatkan koordinasi tangan dan kaki.

  • Melatih kekuatan otot lengan dan bahu.

  • Meningkatkan kelenturan tubuh.

  • Melatih keberanian dan rasa percaya diri.

5. Keselamatan Saat Melakukan Gerakan Meroda

  • Lakukan gerakan di atas matras yang aman.

  • Pastikan area latihan tidak terdapat benda yang menghalangi.

  • Ikuti arahan guru.

  • Lakukan gerakan secara bertahap.

  • Jangan memaksakan diri jika belum mampu.

  • Hindari mencoba gerakan meroda tanpa pengawasan guru.

D. Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

1. Pengertian Peraturan Alternatif

Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau tambahan yang dibuat agar suatu aktivitas menjadi lebih aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua peserta.

Contoh:

  • Setiap peserta memperoleh giliran yang sama.

  • Peserta diberi kesempatan mencoba kembali.

  • Kelompok harus saling mendukung dan tidak mengejek.

  • Area latihan ditentukan agar tidak saling bertabrakan.

2. Pengertian Modifikasi Aktivitas

Modifikasi aktivitas adalah perubahan pada alat, tempat, jarak, atau cara melakukan kegiatan agar sesuai dengan kemampuan peserta.

Contoh:

  • Menggunakan matras yang sesuai untuk latihan senam.

  • Menyesuaikan jarak lintasan permainan.

  • Menggunakan bola yang lebih ringan.

  • Memberikan pilihan gerakan yang lebih sederhana.

  • Menyesuaikan waktu latihan berdasarkan kemampuan peserta.

3. Praktik Merancang Aktivitas yang Dimodifikasi

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta merancang aktivitas sederhana dengan ketentuan:

  • Semua anggota memperoleh kesempatan berpartisipasi.

  • Aturan disepakati bersama.

  • Alat dan tempat digunakan dengan aman.

  • Setiap anggota saling membantu.

  • Tidak ada peserta yang diejek karena perbedaan kemampuan.

4. Sikap Fair Play dan Kerja Sama

  • Menaati aturan yang telah disepakati.

  • Menghargai teman yang sedang berlatih.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Memberikan semangat kepada anggota kelompok.

  • Menerima hasil kegiatan dengan lapang dada.

  • Mengutamakan keselamatan bersama.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Gerakan meroda termasuk dalam aktivitas ....
    A. Permainan bola kecil
    B. Senam lantai
    C. Lari jarak pendek

  2. Gerakan meroda dilakukan dengan arah ....
    A. Menyamping
    B. Ke depan
    C. Ke belakang

  3. Salah satu kemampuan utama yang diperlukan dalam gerakan meroda adalah ....
    A. Kecepatan berlari
    B. Ketepatan menendang
    C. Keseimbangan tubuh

  4. Sebelum melakukan gerakan meroda, peserta didik harus ....
    A. Langsung mencoba gerakan
    B. Melakukan pemanasan
    C. Berlari tanpa aturan

  5. Dalam gerakan meroda, kedua tangan menjadi ....
    A. Tumpuan tubuh secara bergantian
    B. Alat untuk menendang
    C. Penghalang gerakan kaki

  6. Tempat yang tepat untuk berlatih gerakan meroda adalah ....
    A. Lantai yang licin
    B. Lapangan berbatu
    C. Matras senam yang aman

  7. Aturan alternatif dibuat agar aktivitas menjadi ....
    A. Lebih sulit diikuti
    B. Lebih aman dan adil
    C. Hanya dapat dilakukan oleh peserta tertentu

  8. Menggunakan bola yang lebih ringan dalam permainan merupakan contoh ....
    A. Modifikasi alat
    B. Pelanggaran aturan
    C. Sikap tidak sportif

  9. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok merupakan sikap ....
    A. Egois
    B. Tidak peduli
    C. Inklusif

  10. Ketika teman sedang melakukan gerakan meroda, sikap yang tepat adalah ....
    A. Mengganggu teman
    B. Memberikan ruang dan menghargai teman
    C. Mendorong teman agar cepat selesai

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Gerakan meroda termasuk salah satu gerakan dalam senam ....

  2. Gerakan meroda dilakukan ke arah ....

  3. Kedua tangan menjadi tumpuan secara ....

  4. Alas yang digunakan untuk latihan senam lantai adalah ....

  5. Perubahan alat, aturan, atau cara melakukan aktivitas disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan meroda!

  2. Sebutkan tiga manfaat gerakan meroda!

  3. Jelaskan tahapan dasar melakukan gerakan meroda!

  4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan dan menggunakan matras sebelum berlatih meroda?

  5. Jelaskan dua contoh modifikasi aktivitas agar semua anggota kelompok dapat berpartisipasi!

F. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Lantai

  2. Samping

  3. Bergantian

  4. Matras

  5. Modifikasi aktivitas

III. Uraian

  1. Gerakan meroda adalah gerakan senam lantai dengan memutar tubuh ke arah samping melalui tumpuan kedua tangan secara bergantian, sementara kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

  2. Melatih keseimbangan, meningkatkan koordinasi tangan dan kaki, serta melatih kekuatan otot lengan.

  3. Berdiri menyamping, mengangkat kedua tangan, meletakkan tangan pada matras secara bergantian, mengayunkan kaki melewati atas tubuh, kemudian kembali berdiri dengan seimbang.

  4. Pemanasan membantu mempersiapkan tubuh sebelum bergerak, sedangkan matras membantu menyediakan alas latihan yang lebih aman.

  5. Menggunakan alat yang lebih ringan dan menyesuaikan jarak atau tingkat kesulitan aktivitas dengan kemampuan peserta.

  6. Alat Peraga :

  • Matras senam lantai.

  • Poster atau gambar tahapan gerakan meroda.

  • Video demonstrasi gerakan meroda.

  • Peluit.

  • Penanda area latihan, seperti kerucut atau cone.

  • Bola dengan ukuran atau berat berbeda untuk contoh modifikasi aktivitas.

  • Papan tulis dan spidol untuk mencatat aturan kelompok.

  1. Kesimpulan :

Gerakan meroda merupakan salah satu keterampilan senam lantai yang membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan kelenturan tubuh. Gerakan ini perlu dipelajari secara bertahap, menggunakan matras, serta dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan guru.

Dalam aktivitas jasmani, peserta didik juga perlu memahami cara merancang peraturan alternatif dan memodifikasi aktivitas. Perubahan aturan, alat, atau cara bermain bertujuan agar kegiatan menjadi lebih aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua peserta.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda