Minggu, 30 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 2,3,4,5

  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : A/II.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Konsep Fair Play dalam Permainan Berkelompok
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal pengertian sederhana tentang fair play atau bermain secara adil dalam permainan berkelompok.

  2. Mengenali contoh sikap jujur, tertib, sportif, dan menghargai teman saat bermain.

  3. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana dalam permainan berkelompok.

  4. Mempraktikkan aturan permainan sederhana dengan mengikuti kesepakatan bersama.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan aturan permainan, mendengarkan arahan guru, dan menyadari tindakan yang dilakukan saat bermain.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan sikap fair play dengan kehidupan sehari-hari, seperti mau bergantian, berkata jujur, dan menghargai teman.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan berkelompok dengan gembira, percaya diri, kompak, dan tidak mengejek teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal arti sederhana fair play dan pentingnya bermain secara adil.

  2. Guru memberikan contoh perilaku fair play dan perilaku yang tidak sesuai dengan fair play.

  3. Peserta didik mengidentifikasi sikap jujur, sportif, tertib, mau berbagi kesempatan, dan menghargai teman dalam permainan.

  4. Peserta didik mengeksplorasi strategi gerak sederhana melalui permainan berkelompok dengan mengikuti aturan.

  5. Peserta didik mempraktikkan permainan sederhana dengan menunjukkan sikap fair play, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik menyampaikan pengalaman bermain dan menyimpulkan pentingnya bermain secara adil dan menyenangkan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman bermain bersama teman dengan pertanyaan sederhana: “Apa yang kalian lakukan jika ingin bermain bersama teman? Bagaimana jika ada teman yang kalah? Apakah kita boleh curang agar menjadi pemenang?” Guru kemudian menjelaskan bahwa dalam permainan kita harus bermain dengan jujur, mengikuti aturan, dan menghargai teman. Sikap tersebut disebut fair play.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Problem Based Learning sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di dalam kelas melalui contoh situasi permainan, gambar atau cerita sederhana, kemudian peserta didik berdiskusi dan menentukan perilaku yang termasuk fair play dan yang tidak termasuk fair play.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Dalam pembelajaran fair play, peserta didik diajak mengenal dan mensyukuri kebesaran Allah melalui tiga hal:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan setiap anak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat bermain kita tidak boleh mengejek teman yang belum bisa melakukan suatu gerakan. Kita harus saling membantu dan menghargai.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara makhluk-Nya. Kita harus menjaga diri dan menjaga teman saat bermain. Bermain dengan tertib, mengikuti aturan, dan tidak menyakiti teman merupakan salah satu cara menjaga keselamatan bersama.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki kepada semua manusia. Kita harus bersyukur atas kesempatan untuk belajar, bermain, bergerak, dan berkumpul bersama teman. Kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan bermain secara jujur, baik, dan menyenangkan.

B. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

Fair play bukan hanya tentang menjadi pemenang. Yang lebih penting adalah bermain sesuai aturan, berusaha dengan baik, dan tetap menghargai teman.

Contoh sederhana:

  • Tidak berbuat curang.

  • Mau mengikuti aturan permainan.

  • Mau bergantian dengan teman.

  • Tidak mengejek teman.

  • Tidak marah ketika kalah.

  • Mengucapkan selamat kepada teman.

  • Mau membantu teman.

  • Bermain dengan tertib.

  • Menghargai keputusan guru.

C. Sikap Fair Play dalam Permainan Berkelompok

Saat bermain bersama kelompok, peserta didik perlu menunjukkan beberapa sikap berikut:

1. Jujur
Mengakui jika melakukan kesalahan dan tidak berbuat curang.

2. Adil
Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk ikut bermain.

3. Sportif
Menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

4. Menghargai Teman
Tidak mengejek, menghina, atau membuat teman sedih.

5. Bekerja Sama
Membantu anggota kelompok agar permainan dapat berjalan dengan baik.

6. Mematuhi Aturan
Mengikuti aturan permainan yang telah disepakati.

D. Contoh Perilaku Fair Play

Contoh perilaku yang baik:

  • Menunggu giliran bermain.

  • Memberikan bola kepada teman yang belum mendapat kesempatan.

  • Mengakui ketika bola keluar.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Mengucapkan “selamat” kepada kelompok yang menang.

  • Tetap tersenyum dan tidak marah ketika kalah.

Contoh perilaku yang tidak baik:

  • Curang agar kelompok menang.

  • Merebut giliran teman.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman yang kalah.

  • Marah kepada teman karena melakukan kesalahan.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

E. Strategi Sederhana dalam Permainan Berkelompok

Dalam permainan berkelompok, peserta didik dapat menggunakan strategi sederhana, seperti:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Menentukan pembagian tugas dengan teman.

  3. Saling membantu dalam kelompok.

  4. Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  5. Berkomunikasi dengan teman.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

F. Aktivitas Pembelajaran

Guru memberikan beberapa situasi sederhana kepada peserta didik.

Situasi 1:
Dua anak ingin mendapatkan giliran pertama. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Bergantian dan mengikuti aturan permainan.

Situasi 2:
Seorang teman melakukan kesalahan saat bermain. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

Situasi 3:
Kelompok kita kalah dalam permainan. Apa yang harus dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai kelompok yang menang.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Fair play
B. Curang
C. Bertengkar

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti ....
A. Keinginan sendiri
B. Aturan permainan
C. Teman yang menang saja

3. Jika teman mendapat giliran bermain, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

4. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Tetap sportif
C. Mengejek pemenang

5. Saat teman melakukan kesalahan, kita sebaiknya ....
A. Mengejeknya
B. Memarahinya
C. Membantunya

6. Salah satu contoh fair play adalah ....
A. Berbuat curang
B. Bermain sesuai aturan
C. Merebut giliran teman

7. Dalam permainan kelompok, kita harus .... dengan teman.
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Saling mengejek

8. Jika teman memenangkan permainan, kita sebaiknya ....
A. Menangis
B. Marah
C. Mengucapkan selamat

9. Saat bermain, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Curang
C. Bergantian

10. Tujuan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

H. Soal Isian

1. Bermain secara jujur dan adil disebut ....

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti .... permainan.

3. Jika teman mendapat giliran, kita harus mau ....

4. Jika kalah dalam permainan, kita harus bersikap ....

5. Dalam permainan berkelompok, kita harus saling ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan fair play?

2. Sebutkan dua contoh sikap fair play dalam permainan!

3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika teman melakukan kesalahan saat bermain?

4. Bagaimana sikap kita jika kalah dalam permainan?

5. Mengapa kita harus bekerja sama dengan teman dalam permainan berkelompok?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. B

  5. C

  6. B

  7. A

  8. C

  9. B

  10. A

Isian:

  1. Fair play

  2. Aturan

  3. Bergantian

  4. Sportif

  5. Membantu / bekerja sama

Uraian:

  1. Fair play adalah bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

  2. Contohnya mengikuti aturan permainan dan tidak berbuat curang.

  3. Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

  4. Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai teman.

  5. Agar permainan dapat berjalan dengan baik, kompak, dan menyenangkan.

13. Kesimpulan :

Fair play adalah sikap jujur, adil, sportif, tertib, dan menghargai teman dalam permainan. Bermain bukan hanya tentang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana kita mengikuti aturan, bekerja sama, mau bergantian, membantu teman, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan aturan dan perilakunya saat bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap jujur, adil, dan menghargai teman juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bahwa permainan akan menjadi lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama-sama dengan sikap sportif dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga memahami bahwa Allah Maha Khaliq telah menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda, Allah Maha Malik memelihara kita sehingga harus saling menjaga, dan Allah Maha Razaq memberikan kesempatan serta rezeki untuk belajar, bermain, dan bersyukur. Oleh karena itu, mari bermain dengan jujur, sportif, kompak, dan menghargai teman.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Penerapan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gerak non-lokomotor.

  2. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan sederhana.

  3. Menyesuaikan strategi gerak non-lokomotor sesuai dengan aturan dan situasi permainan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk dengan benar.

  5. Mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana secara teratur dan aman.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan posisi tubuh, arah gerak, keseimbangan, dan instruksi guru ketika melakukan gerakan.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan merasa senang saat bergerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri gerak non-lokomotor.

  2. Guru memberikan contoh beberapa gerak non-lokomotor, seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba variasi gerak non-lokomotor secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik mengenal penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana sesuai instruksi dan aturan.

  5. Peserta didik melakukan permainan sederhana secara berkelompok dengan mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor.

  6. Peserta didik melakukan refleksi tentang gerakan yang sudah dilakukan dan menyampaikan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, mengayunkan tangan, memutar badan, dan meliukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah saat melakukan gerakan tadi kalian berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru menjelaskan bahwa gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak non-lokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan sederhana, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan singkat di dalam kelas, kemudian peserta didik mempraktikkan penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana di lapangan. Guru memberikan contoh, arahan, dan penguatan selama kegiatan berlangsung.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah sebagai berikut:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, persendian, dan otot sehingga tubuh dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Salah satunya melalui olahraga dan aktivitas gerak yang dilakukan dengan benar, tertib, serta memperhatikan keselamatan.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan tenaga yang diberikan Allah untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan tubuh yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Saat melakukan gerak non-lokomotor, tubuh tetap berada di tempat atau pada posisi yang sama, tetapi bagian tubuh dapat bergerak.

Contohnya:

  • Menekuk tubuh.

  • Meliukkan tubuh.

  • Memutar tubuh.

  • Mengayunkan tangan.

  • Membungkukkan badan.

  • Meregangkan tangan.

C. Macam-Macam Variasi Gerak Non-Lokomotor

1. Gerak Menekuk
Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Contoh:

  • Menekuk lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

2. Gerak Meliuk
Gerakan menggerakkan tubuh ke arah kanan atau kiri tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

3. Gerak Memutar
Gerakan memutar bagian tubuh atau badan tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Memutar badan ke kanan dan kiri.

  • Memutar lengan.

4. Gerak Mengayun
Gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri secara berulang.

Contoh:

  • Mengayunkan kedua tangan.

  • Mengayunkan satu tangan ke depan dan belakang.

5. Gerak Membungkuk
Gerakan menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

D. Penerapan dalam Permainan Sederhana

Gerak non-lokomotor dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana.

Permainan “Ikuti Gerakanku”

Cara bermain:

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh satu gerakan.

  3. Peserta didik mengikuti gerakan guru.

  4. Guru memberikan variasi gerakan, seperti menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun.

  5. Gerakan dapat dilakukan secara berurutan menjadi sebuah rangkaian sederhana.

  6. Peserta didik tetap berada di tempat dan mengikuti aturan permainan.

Permainan “Aba-Aba Gerak”

Guru memberikan aba-aba:

  • “Tekuk!” → peserta didik menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → peserta didik meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → peserta didik meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → peserta didik memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → peserta didik mengayunkan tangan.

Permainan dilakukan dengan tertib dan menyenangkan.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat melakukan variasi gerak non-lokomotor, peserta didik harus:

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan dengan benar.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Tidak memaksakan gerakan.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Tidak saling mendorong atau mengganggu.

  • Melakukan gerakan dengan percaya diri dan sportif.

F. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Non-lokomotor
B. Lokomotor
C. Berpindah

2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Berlari
B. Menekuk lutut
C. Berjalan

3. Saat melakukan gerak meliuk, tubuh dapat diarahkan ke ....
A. Kanan dan kiri
B. Depan saja
C. Belakang saja

4. Gerakan memutar badan sebaiknya dilakukan secara ....
A. Tergesa-gesa
B. Sembarangan
C. Perlahan dan terkendali

5. Salah satu contoh gerak mengayun adalah ....
A. Mengayunkan tangan
B. Berlari ke depan
C. Melompat jauh

6. Saat melakukan permainan gerak bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

7. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

8. Dalam permainan “Aba-Aba Gerak”, jika guru berkata “Liuk kanan”, maka kita ....
A. Berlari ke kanan
B. Melompat ke kanan
C. Meliukkan badan ke kanan

9. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk terus

10. Agar permainan sederhana berjalan dengan baik, kita harus ....
A. Mengabaikan aturan
B. Mengikuti aturan permainan
C. Mengganggu teman

G. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....

3. Meliukkan badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

4. Sebelum melakukan aktivitas olahraga kita sebaiknya melakukan ....

5. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga ....

H. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Jelaskan cara melakukan gerak meliuk ke kanan dan ke kiri!

4. Mengapa kita harus menjaga jarak dengan teman saat melakukan permainan gerak?

5. Sebutkan dua contoh permainan sederhana yang dapat menggunakan gerak non-lokomotor!

I. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. C

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Non-lokomotor

  2. Menekuk

  3. Kiri

  4. Pemanasan

  5. Jarak

Uraian:

  1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

  2. Contohnya menekuk, meliuk, dan memutar.

  3. Berdiri tegak, kemudian meliukkan badan ke kanan tanpa berpindah tempat, kembali ke tengah, lalu meliukkan badan ke kiri.

  4. Agar tidak bertabrakan dan supaya permainan berlangsung dengan aman.

  5. Contohnya permainan “Ikuti Gerakanku” dan “Aba-Aba Gerak”.

13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Beberapa contoh gerak non-lokomotor adalah menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan dan arahan guru.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan instruksi ketika bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan beraktivitas. Dengan demikian, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Variasi Gerak Menekuk
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gerak menekuk dengan menggunakan bahasa sederhana.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk variasi gerak menekuk pada bagian tubuh.

  3. Menyesuaikan strategi gerak menekuk sesuai dengan situasi dan aktivitas yang diberikan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar dan terkendali.

  5. Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerak menekuk dengan aman.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti duduk, mengambil benda, atau melakukan aktivitas olahraga.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan gerak menekuk serta bagian tubuh yang dapat melakukan gerakan tersebut.

  2. Guru memberikan contoh beberapa variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, siku, dan badan.

  3. Peserta didik mengamati kemudian mencoba variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh dan keseimbangan.

  4. Peserta didik mengenal penerapan gerak menekuk dalam berbagai aktivitas gerak sederhana.

  5. Peserta didik melakukan rangkaian gerak dengan mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan pentingnya melakukan gerak menekuk dengan benar dan aman.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana, seperti menekuk lutut, menekuk siku, dan membungkukkan badan. Guru bertanya, “Kapan kalian menggunakan gerakan menekuk dalam kehidupan sehari-hari?” Peserta didik diarahkan untuk menyebutkan contoh, seperti saat duduk, mengambil barang di lantai, atau melakukan aktivitas olahraga. Guru kemudian menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, diskusi, permainan gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran diawali dengan penjelasan dan contoh gerakan di dalam kelas. Peserta didik kemudian mengamati dan mencoba beberapa variasi gerak menekuk secara terarah, baik secara individu maupun kelompok, dengan memperhatikan keselamatan dan kemampuan masing-masing.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak menekuk dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, otot, dan persendian yang memungkinkan kita melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk lutut, siku, dan bagian tubuh lainnya karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, melakukan pemanasan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan gerakan dengan cara yang benar dan aman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan tenaga dan kesehatan untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Gerak menekuk dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Lutut.

  • Siku.

  • Pinggang.

  • Badan.

  • Jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dapat dilakukan tanpa berpindah tempat maupun menjadi bagian dari rangkaian gerak.

C. Variasi Gerak Menekuk

1. Menekuk Lutut

Berdiri tegak, kemudian kedua lutut ditekuk secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi berdiri.

2. Menekuk Siku

Luruskan kedua tangan, kemudian tekuk siku sehingga tangan mendekati bahu. Setelah itu, luruskan kembali.

3. Menekuk Badan ke Depan

Berdiri tegak, kemudian badan ditekuk ke arah depan secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi tegak.

4. Menekuk Badan ke Samping

Badan ditekuk ke arah kanan, kemudian kembali ke tengah dan dilanjutkan ke arah kiri.

5. Menekuk dan Meluruskan

Bagian tubuh ditekuk kemudian diluruskan kembali secara berulang dengan gerakan yang terkendali.

D. Penerapan Gerak Menekuk

Gerak menekuk dapat digunakan dalam berbagai kegiatan, misalnya:

  • Menekuk lutut ketika akan duduk.

  • Menekuk lutut ketika mengambil benda di lantai.

  • Menekuk siku saat menggerakkan tangan.

  • Menekuk badan saat melakukan gerakan olahraga.

  • Menekuk lutut dalam permainan sederhana.

  • Menggabungkan gerak menekuk dengan berjalan, melompat, atau gerakan lainnya.

E. Cara Melakukan Gerak Menekuk dengan Benar

  1. Berdiri atau berada pada posisi awal yang seimbang.

  2. Lakukan gerakan secara perlahan.

  3. Tekuk bagian tubuh sesuai kemampuan.

  4. Jangan memaksakan gerakan.

  5. Pertahankan keseimbangan.

  6. Ikuti arahan guru.

  7. Jaga jarak dengan teman.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Contoh Latihan

Latihan 1:
Berdiri tegak → tekuk kedua lutut → kembali berdiri.

Latihan 2:
Luruskan kedua tangan → tekuk siku → luruskan kembali.

Latihan 3:
Berdiri tegak → tekuk badan ke depan → kembali tegak.

Latihan 4:
Berdiri → tekuk badan ke kanan → kembali ke tengah → tekuk ke kiri.

Latihan 5:
Berjalan beberapa langkah → berhenti → tekuk lutut → berdiri kembali.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

2. Bagian tubuh yang dapat digunakan untuk melakukan gerak menekuk adalah ....
A. Rambut
B. Lutut
C. Kuku

3. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari jauh
C. Berjalan cepat

4. Saat melakukan gerak menekuk, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Sembarangan
B. Dengan dipaksakan
C. Perlahan dan terkendali

5. Ketika akan duduk, kita menggunakan gerak .... pada lutut.
A. Memutar
B. Menekuk
C. Mengayun

6. Gerakan menekuk siku dilakukan dengan cara ....
A. Membengkokkan siku
B. Melompat tinggi
C. Berlari ke depan

7. Saat melakukan gerak menekuk bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

8. Sebelum melakukan aktivitas gerak, sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Makan sambil berlari

9. Setelah menekuk lutut, kita dapat kembali ke posisi ....
A. Berbaring
B. Duduk
C. Berdiri

10. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak ....

3. Saat melakukan gerak menekuk, kita harus menjaga .... tubuh.

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....

5. Gerak menekuk dapat dilakukan secara perlahan dan ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan tiga bagian tubuh yang dapat melakukan gerak menekuk!

3. Jelaskan cara melakukan gerak menekuk lutut dengan benar!

4. Sebutkan dua contoh penggunaan gerak menekuk dalam kehidupan sehari-hari!

5. Mengapa kita tidak boleh memaksakan tubuh saat melakukan gerak menekuk?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. B

  6. A

  7. B

  8. A

  9. C

  10. A

Isian:

  1. Menekuk

  2. Menekuk

  3. Keseimbangan

  4. Pemanasan

  5. Terkendali

Uraian:

  1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

  2. Lutut, siku, dan pinggang/badan.

  3. Berdiri dengan seimbang, kemudian tekuk kedua lutut secara perlahan sesuai kemampuan, lalu kembali berdiri.

  4. Saat duduk dan saat mengambil benda di lantai.

  5. Agar tubuh tetap aman dan terhindar dari rasa sakit atau cedera.

13. Kesimpulan :

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, badan, dan bagian tubuh lainnya. Gerak menekuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikombinasikan dengan gerak dasar lainnya dalam aktivitas olahraga.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerakan dengan benar. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti duduk dan mengambil benda. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat mempraktikkan gerakan dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : C/V.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mentransfer Strategi Gerak Passing Bawah dan Atas dalam Permainan Net
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi passing bawah dan passing atas dalam permainan net, khususnya permainan bola voli.

  2. Mengidentifikasi situasi permainan yang tepat untuk menggunakan passing bawah dan passing atas.

  3. Mentransfer strategi passing bawah dan passing atas yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan yang berbeda.

  4. Mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan teknik yang tepat sesuai arah datangnya bola.

  5. Memilih jenis passing yang sesuai untuk mempertahankan bola dan membangun serangan sederhana.

  6. Mengombinasikan passing bawah dan passing atas dengan kerja sama tim dalam permainan sederhana.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada arah datangnya bola, posisi tubuh, kesiapan tangan, dan keputusan gerak sebelum melakukan passing.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan penggunaan passing bawah dan atas dengan situasi nyata dalam permainan bola voli, terutama saat menerima dan mengarahkan bola kepada teman.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan strategi passing melalui permainan sederhana dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali teknik dasar passing bawah dan passing atas serta fungsi masing-masing dalam permainan net.

  2. Guru memberikan contoh beberapa situasi permainan dan menunjukkan kapan passing bawah atau passing atas lebih tepat digunakan.

  3. Peserta didik mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan variasi arah, jarak, dan ketinggian bola.

  4. Peserta didik mentransfer keterampilan passing yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan sederhana dengan menentukan jenis passing yang sesuai.

  5. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mempertahankan bola dan mengarahkannya kepada teman melalui kombinasi passing bawah dan passing atas.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan mengevaluasi strategi passing yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan permainan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengingatkan kembali pengalaman peserta didik saat melakukan passing bawah dan passing atas. Guru kemudian memberikan pertanyaan, “Jika bola datang rendah ke arah kalian, passing apa yang paling tepat? Bagaimana jika bola datang lebih tinggi?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memilih strategi passing sesuai situasi permainan.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Teaching Games for Understanding (TGFU) dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan teknik, praktik berpasangan, latihan kelompok, permainan sederhana, pemecahan masalah gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di lapangan melalui latihan passing bawah dan passing atas, kemudian peserta didik diberikan situasi permainan yang berbeda untuk memilih dan menerapkan strategi passing yang tepat. Guru memberikan umpan balik terhadap teknik, pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran passing bawah dan passing atas dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta manusia dengan tubuh yang memiliki tangan, lengan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya yang dapat digunakan untuk bergerak. Saat bermain bola voli, kita menggunakan kemampuan tersebut untuk menerima, mengarahkan, dan mengoper bola kepada teman. Kemampuan bergerak merupakan nikmat yang harus kita syukuri.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan, menggunakan teknik yang benar, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi. Energi tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan kemampuan tubuh untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Permainan Net

Permainan net adalah permainan yang menggunakan net sebagai pembatas area permainan. Salah satu contoh permainan net adalah bola voli.

Dalam permainan bola voli, pemain harus bekerja sama agar bola dapat melewati net dan tetap berada dalam permainan.

Passing merupakan salah satu keterampilan penting untuk mengendalikan bola dan bekerja sama dengan anggota tim.

C. Passing Bawah

Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

Hal-hal penting dalam passing bawah:

  1. Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu.

  2. Lutut sedikit ditekuk.

  3. Kedua tangan dirapatkan atau disatukan.

  4. Lengan diluruskan di depan tubuh.

  5. Pandangan mengikuti arah datangnya bola.

  6. Bola mengenai bagian lengan bawah.

  7. Gerakan dilakukan dengan terkontrol.

  8. Arahkan bola kepada teman.

D. Passing Atas

Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

Passing atas biasanya digunakan ketika bola datang lebih tinggi dan pemain memiliki waktu untuk menempatkan posisi tubuh.

Hal-hal penting dalam passing atas:

  1. Berdiri dengan posisi siap.

  2. Kedua kaki dibuka secukupnya.

  3. Lutut sedikit ditekuk.

  4. Kedua tangan berada di depan atau atas wajah.

  5. Jari-jari tangan terbuka dan rileks.

  6. Pandangan mengikuti bola.

  7. Dorong bola menggunakan jari-jari tangan dan gerakan lengan.

  8. Arahkan bola kepada teman.

E. Mentransfer Strategi Passing

Mentransfer strategi berarti menggunakan keterampilan yang sudah dipelajari pada situasi yang berbeda.

Dalam permainan net, peserta didik harus mampu memilih passing sesuai dengan keadaan bola.

Contoh:

  • Bola datang rendah → gunakan passing bawah.

  • Bola datang lebih tinggi → dapat menggunakan passing atas.

  • Bola berada di sisi tubuh → bergerak menyesuaikan posisi sebelum melakukan passing.

  • Teman berada di depan → arahkan passing kepada teman dengan terkontrol.

  • Bola sulit diterima → utamakan keselamatan dan lakukan gerakan sesuai kemampuan.

F. Strategi Passing dalam Permainan

Agar permainan berjalan dengan baik, pemain perlu memperhatikan beberapa strategi:

1. Membaca arah bola
Perhatikan dari mana bola datang dan ke mana bola akan bergerak.

2. Menentukan jenis passing
Pilih passing bawah atau passing atas sesuai posisi dan arah bola.

3. Bergerak mencari posisi
Jangan hanya menunggu bola. Bergeraklah menuju posisi yang tepat untuk menerima bola.

4. Mengarahkan bola
Usahakan bola diarahkan kepada teman agar permainan dapat dilanjutkan.

5. Berkomunikasi
Gunakan komunikasi sederhana seperti “saya” atau “ambil” agar tidak terjadi kesalahpahaman.

6. Bekerja sama
Setiap anggota tim memiliki peran dalam mempertahankan bola.

G. Contoh Latihan di Lapangan

Latihan 1 – Passing Bawah Berpasangan
Peserta didik berpasangan dan melakukan passing bawah secara bergantian dengan jarak yang disesuaikan.

Latihan 2 – Passing Atas Berpasangan
Peserta didik melakukan passing atas kepada pasangan dengan memperhatikan arah dan ketinggian bola.

Latihan 3 – Pilih Passing
Guru memberikan bola dengan variasi ketinggian. Peserta didik menentukan apakah menggunakan passing bawah atau passing atas.

Latihan 4 – Tiga Orang
Tiga peserta didik membentuk kelompok kecil dan berusaha mempertahankan bola dengan kombinasi passing bawah dan passing atas.

Latihan 5 – Permainan Sederhana
Peserta didik bermain dalam kelompok kecil melewati net dengan aturan sederhana. Fokus permainan adalah memilih passing yang tepat, bekerja sama, dan mempertahankan bola tetap dalam permainan.

H. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak memperhatikan arah datangnya bola.

  • Posisi kaki terlalu kaku.

  • Passing bawah menggunakan telapak tangan.

  • Passing atas dilakukan dengan telapak tangan secara tidak terkontrol.

  • Tidak bergerak mencari posisi.

  • Tidak berkomunikasi dengan teman.

  • Terlalu keras memukul atau mengarahkan bola.

  • Tidak memperhatikan keselamatan teman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Passing dalam permainan bola voli digunakan untuk ....
A. Mengendalikan dan mengarahkan bola
B. Menendang bola
C. Menghentikan permainan

2. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang ....
A. Sangat tinggi
B. Rendah atau sedang
C. Di luar lapangan

3. Passing atas dilakukan menggunakan ....
A. Kaki
B. Kepala
C. Kedua tangan

4. Saat melakukan passing bawah, bola mengenai bagian ....
A. Lengan bawah
B. Telapak kaki
C. Punggung

5. Ketika bola datang tinggi di depan tubuh, passing yang dapat digunakan adalah ....
A. Passing bawah saja
B. Passing atas
C. Menendang bola

6. Sebelum melakukan passing, pemain harus memperhatikan ....
A. Arah datangnya bola
B. Warna sepatu teman
C. Penonton

7. Jika ingin mempertahankan bola dalam permainan, pemain harus ....
A. Bekerja sama
B. Bermain sendiri
C. Saling menjauh

8. Ketika teman berada pada posisi yang baik, bola sebaiknya ....
A. Dibuang keluar
B. Diarahkan kepada teman
C. Dibiarkan jatuh

9. Dalam permainan sederhana, memilih passing yang sesuai dengan keadaan bola merupakan contoh ....
A. Strategi gerak
B. Istirahat
C. Permainan bebas

10. Sikap yang baik ketika melakukan permainan bola voli adalah ....
A. Mudah menyerah
B. Saling menyalahkan
C. Sportif dan bekerja sama

J. Soal Isian

1. Teknik menerima bola menggunakan kedua lengan bagian bawah disebut passing ....

2. Teknik mengoper bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala disebut passing ....

3. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang .... atau sedang.

4. Sebelum melakukan passing, kita harus memperhatikan arah datangnya ....

5. Dalam permainan berkelompok, pemain harus saling .... agar permainan berjalan baik.

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan passing bawah dalam permainan bola voli?

2. Apa yang dimaksud dengan passing atas?

3. Kapan sebaiknya kita menggunakan passing bawah?

4. Mengapa pemain harus memilih jenis passing sesuai dengan situasi bola?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan agar kerja sama tim dalam permainan bola voli berjalan dengan baik!

L. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. A

  7. A

  8. B

  9. A

  10. C

Isian:

  1. Bawah

  2. Atas

  3. Rendah

  4. Bola

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

  2. Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

  3. Passing bawah digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

  4. Agar bola dapat diterima dan diarahkan dengan lebih tepat sesuai keadaan permainan.

  5. Berkomunikasi, saling membantu, dan mengarahkan bola kepada teman dengan baik.

13. Kesimpulan :

Passing bawah dan passing atas merupakan keterampilan penting dalam permainan net, khususnya bola voli. Passing bawah dapat digunakan ketika bola datang rendah atau sedang, sedangkan passing atas dapat digunakan ketika bola datang lebih tinggi. Pemain harus mampu membaca arah bola, bergerak mencari posisi, memilih jenis passing yang sesuai, dan mengarahkan bola kepada teman.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi pada arah datangnya bola, posisi tubuh, dan keputusan gerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa keterampilan passing yang telah dipelajari dapat digunakan dalam berbagai situasi permainan. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang aktif, menyenangkan, sportif, dan penuh kerja sama.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan rezeki serta energi untuk belajar dan berolahraga. Oleh karena itu, keterampilan yang dimiliki harus digunakan dengan baik, menjaga keselamatan, serta menghargai dan bekerja sama dengan teman.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda