Senin, 07 September 2026

Materi Ajar Kelas 1a, 1b dan 2a

    

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/08 September 2026
3.Fase / Kelas : A/1.A (Teori) dan 1.B (Praktek)
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Gerak Mendorong dan Menarik (Teori) dan Mempraktikkan Kombinasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor dalam Permainan (Praktek)
6.Pertemuan Ke : Kelima dan Keenam (V dan VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal gerak mendorong dan menarik sebagai bagian dari gerak dasar non-lokomotor.

  2. Menyebutkan contoh gerak mendorong dan menarik dalam kegiatan sehari-hari.

  3. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor sederhana seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana melalui permainan.

  5. Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti arahan guru.

  6. Melakukan gerakan mendorong dan menarik dengan memperhatikan posisi tubuh dan keselamatan.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi guru, menyadari posisi tubuh, serta melakukan gerakan dengan hati-hati dan terkendali.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak mendorong dan menarik dengan kegiatan sehari-hari, seperti membuka pintu, menarik benda, atau mendorong benda ringan.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan permainan gerak dengan gembira, aktif, percaya diri, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian sederhana gerak mendorong dan menarik serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Guru menunjukkan contoh gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba gerakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

  4. Peserta didik mengenal kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana.

  5. Peserta didik mempraktikkan kombinasi gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun melalui permainan di lapangan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana dengan menyebutkan gerakan yang telah dilakukan dan manfaatnya.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas. Guru bertanya, “Pernahkah kalian mendorong pintu? Pernahkah kalian menarik laci atau menarik tas?” Peserta didik diajak mencoba menirukan gerakan mendorong dan menarik tanpa menggunakan benda berat. Guru menjelaskan bahwa mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran Teori : Direct Instruction dan pembelajaran kontekstual.
Model Pembelajaran Praktik : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, menirukan gerakan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan Teori Kelas 1.A :
Guru menjelaskan gerak mendorong dan menarik menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik mengamati gambar atau contoh gerakan, menjawab pertanyaan sederhana, dan menirukan beberapa gerakan dengan aman.

Pelaksanaan Praktik Kelas 1.B :
Guru mengawali kegiatan dengan pemanasan. Peserta didik kemudian mempraktikkan kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana, seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun. Guru memberikan contoh dan memastikan kegiatan dilakukan dengan tertib serta aman.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak mendorong, menarik, dan gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta tubuh manusia. Allah memberikan tangan, kaki, otot, dan persendian sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Kita perlu berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, tidak menggunakan benda yang berat, dan menjaga keselamatan saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki dan sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, bergerak, dan berolahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga tubuh dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Mendorong

Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mendorong pintu.

  • Mendorong meja ringan.

  • Mendorong bola.

  • Mendorong benda dengan kedua tangan.

Saat belajar di sekolah, gerakan mendorong dapat dilakukan tanpa menggunakan benda berat.

C. Pengertian Gerak Menarik

Menarik adalah gerakan menggerakkan atau membawa benda mendekati tubuh dengan menggunakan tenaga.

Contoh:

  • Menarik pintu.

  • Menarik laci.

  • Menarik tali.

  • Menarik benda ringan.

Gerakan menarik harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan benda yang berat.

D. Gerak Mendorong dan Menarik sebagai Gerak Non-Lokomotor

Gerak mendorong dan menarik dapat dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh tetap berada pada tempatnya, sedangkan tangan dan bagian tubuh lainnya melakukan gerakan.

Contoh:

Mendorong:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan mendorong → kembali ke posisi awal.

Menarik:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan menarik ke arah tubuh → kembali ke posisi awal.

E. Bentuk Gerak Non-Lokomotor Lainnya

Selain mendorong dan menarik, beberapa gerak non-lokomotor yang dapat dilakukan adalah:

1. Menekuk
Membengkokkan bagian tubuh, seperti menekuk lutut atau siku.

2. Membungkuk
Menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

3. Memutar
Menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar.

4. Mengayun
Menggerakkan tangan atau bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri.

https://www.youtube.com/watch?v=0SnzooagYGk

F. Kombinasi Pola Gerak dalam Permainan

Gerak non-lokomotor dapat digabungkan menjadi sebuah rangkaian gerakan.

Contoh rangkaian:

Mendorong → menarik → menekuk → berdiri kembali.

Contoh lainnya:

Mengayun tangan → memutar badan → membungkuk → berdiri kembali.

Gerakan dilakukan secara perlahan, mengikuti arahan guru, dan sesuai kemampuan peserta didik.

G. Contoh Permainan Praktik

Permainan “Ikuti Gerak Guru”

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh gerakan.

  3. Peserta didik menirukan gerakan guru.

  4. Guru memberikan beberapa gerakan secara berurutan.

  5. Peserta didik mengikuti rangkaian gerak.

Contoh aba-aba:

  • “Dorong!” → kedua tangan melakukan gerakan mendorong.

  • “Tarik!” → kedua tangan melakukan gerakan menarik.

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Putar!” → memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

H. Hal yang Harus Diperhatikan

Saat melakukan aktivitas, peserta didik harus:

  • Mendengarkan instruksi guru.

  • Melakukan gerakan sesuai contoh.

  • Tidak menggunakan benda berat.

  • Tidak saling mendorong teman.

  • Tidak menarik tubuh atau pakaian teman.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
A. Mendorong
B. Menarik
C. Membungkuk

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
A. Memutar
B. Menarik
C. Mengayun

3. Contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong pintu
C. Mengayunkan tangan

4. Contoh gerak menarik adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong meja
C. Melompat

5. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Berpindah
C. Non-lokomotor

6. Saat melakukan gerak mendorong dan menarik, kita harus ....
A. Berhati-hati
B. Saling mendorong
C. Berlari

7. Sebelum melakukan permainan gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Tidur
B. Pemanasan
C. Makan

8. Gerakan membengkokkan lutut disebut ....
A. Menekuk
B. Menarik
C. Mendorong

9. Dalam permainan bersama teman, kita harus ....
A. Saling mengganggu
B. Bekerja sama
C. Berebut tempat

10. Jika guru berkata “Tarik!”, gerakan yang dilakukan adalah ....
A. Mendorong tangan ke depan
B. Menarik tangan ke arah tubuh
C. Melompat ke depan

J. Soal Isian

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....

3. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita melakukan ....

5. Saat bermain bersama teman, kita harus saling ....

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak mendorong?

2. Apa yang dimaksud dengan gerak menarik?

3. Sebutkan dua contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari!

4. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor selain mendorong dan menarik!

5. Mengapa kita harus berhati-hati saat melakukan permainan gerak bersama teman?


13. Kesimpulan :

Gerak mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa berpindah tempat dan termasuk dalam aktivitas gerak non-lokomotor. Selain mendorong dan menarik, gerak non-lokomotor juga dapat berupa menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan mempraktikkan berbagai gerak sederhana serta menggabungkannya menjadi sebuah rangkaian gerak dalam permainan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi guru, posisi tubuh, dan keselamatan saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak mendorong dan menarik sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan bermain. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/08 September 2026
3.Fase / Kelas : A/2.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Permainan Berkelompok dengan Menerapkan Gerak Non-Lokomotor dan Fair Play
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kembali pengertian gerak non-lokomotor dengan bahasa sederhana.

  2. Mengenali berbagai gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan berkelompok.

  3. Mempraktikkan gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun dalam permainan sederhana.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana untuk menyelesaikan tugas dalam permainan kelompok.

  5. Menerapkan aturan permainan dengan tertib dan mengikuti instruksi guru.

  6. Menunjukkan sikap fair play dengan bermain jujur, mau bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi, posisi tubuh, gerakan teman, serta menjaga keselamatan selama permainan.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dan sikap fair play dengan kegiatan sehari-hari, seperti bergantian, bekerja sama, menaati aturan, dan menghargai orang lain.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, gembira, sportif, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali gerak non-lokomotor dan sikap fair play yang telah dipelajari.

  2. Guru memberikan contoh gerak menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun serta menjelaskan aturan permainan.

  3. Peserta didik melakukan latihan gerak non-lokomotor secara individu dan berpasangan.

  4. Peserta didik melakukan permainan berkelompok dengan menerapkan variasi gerak non-lokomotor sesuai instruksi.

  5. Peserta didik menerapkan fair play dengan mengikuti aturan, bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana tentang gerakan, strategi, kerja sama, dan sikap fair play yang telah dilakukan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat gerakan yang telah dipelajari sebelumnya dengan melakukan gerakan menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun di tempat. Guru kemudian bertanya, “Bagaimana caranya agar kita bisa bermain bersama teman dengan tertib dan menyenangkan?” Guru mengarahkan peserta didik untuk menjawab dengan kata-kata seperti bergantian, bekerja sama, mengikuti aturan, tidak curang, dan menghargai teman.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan berkelompok, kerja sama, pemberian contoh, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilaksanakan di lapangan. Kegiatan diawali dengan pemanasan, kemudian guru memberikan contoh gerak non-lokomotor. Peserta didik berlatih secara individu dan berpasangan, kemudian mengikuti permainan berkelompok dengan menerapkan gerak non-lokomotor dan prinsip fair play. Guru mengamati gerakan, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap peserta didik selama permainan.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan tubuh kita dengan tangan, kaki, tulang, otot, dan persendian sehingga kita dapat bergerak. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan dengan benar. Saat bermain bersama teman, kita juga harus menjaga keselamatan diri sendiri dan teman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber tenaga. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Dalam permainan, kita dapat menggunakan berbagai gerak non-lokomotor, seperti:

  • Menekuk.

  • Meliuk.

  • Memutar.

  • Membungkuk.

  • Mengayun.

  • Meregangkan tubuh.

Walaupun tidak berpindah tempat, gerakan harus dilakukan dengan baik dan terkendali.

https://www.youtube.com/watch?v=nIKS_mlQhy4

C. Contoh Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

1. Menekuk
Menekuk lutut atau siku tanpa berpindah tempat.

2. Meliuk
Meliukkan badan ke kanan dan kiri.

3. Memutar
Memutar badan atau lengan secara perlahan.

4. Membungkuk
Membungkukkan badan ke arah depan.

5. Mengayun
Mengayunkan kedua tangan ke depan dan belakang atau ke kanan dan kiri.

D. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.

Dalam permainan berkelompok, fair play dapat dilakukan dengan:

  • Mengikuti aturan permainan.

  • Menunggu giliran.

  • Tidak curang.

  • Tidak mendorong teman.

  • Mau bekerja sama.

  • Tidak mengejek teman.

  • Menghargai kelompok lain.

  • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.

E. Penerapan Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

Guru dapat memberikan permainan sederhana “Gerak dan Ikuti”.

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok berdiri pada tempat yang telah ditentukan.

  3. Guru memberikan aba-aba gerak.

  4. Peserta didik melakukan gerakan sesuai aba-aba.

  5. Gerakan dilakukan secara berurutan.

  6. Kelompok harus bekerja sama dan mengikuti aturan.

Contoh aba-aba:

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → memutar badan.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

F. Permainan Kelompok

Permainan “Rangkaian Gerak Bersama”

Setiap kelompok membuat rangkaian gerak sederhana berdasarkan arahan guru.

Contoh:

Menekuk → mengayun → meliuk → memutar → kembali ke posisi awal.

Dalam permainan ini peserta didik belajar:

  • Mengingat urutan gerak.

  • Mengikuti aba-aba.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Bekerja sama.

  • Menunggu giliran.

  • Menghargai teman.

  • Bermain secara sportif.

G. Strategi Sederhana dalam Permainan

Agar permainan kelompok berjalan dengan baik, peserta didik dapat melakukan strategi sederhana:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Mengingat urutan gerakan.

  3. Membagi kesempatan dengan teman.

  4. Saling mengingatkan gerakan.

  5. Bekerja sama.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

  7. Tidak menyalahkan teman ketika melakukan kesalahan.

H. Sikap Fair Play Saat Bermain

Sikap yang baik:

  • Jujur.

  • Mau bergantian.

  • Menghargai teman.

  • Membantu teman.

  • Mengikuti aturan.

  • Tidak mengejek.

  • Tidak curang.

  • Menerima hasil permainan dengan sportif.

Sikap yang tidak baik:

  • Merebut giliran.

  • Curang.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman.

  • Marah ketika kalah.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

I. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Praktik

Peserta didik harus:

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Mengikuti instruksi guru.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan gerakan sesuai kemampuan.

  • Tidak mendorong atau menarik teman.

  • Tidak menggunakan gerakan secara berlebihan.

  • Menjaga keselamatan diri dan teman.

  • Bermain dengan gembira dan sportif.

J. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Non-lokomotor
C. Berjalan

2. Salah satu contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari
C. Berjalan

3. Saat melakukan permainan berkelompok, kita harus ....
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Bermain sendiri

4. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Curang
B. Fair play
C. Bermalas-malasan

5. Jika teman sedang mendapat giliran, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

6. Gerakan meliukkan badan dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Bawah saja

7. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Menangis
C. Tetap sportif

8. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk sepanjang waktu

9. Saat bermain bersama teman, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Mengikuti aturan
C. Mendorong teman

10. Tujuan bermain dengan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

K. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk, meliuk, dan memutar merupakan contoh gerak ....

3. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....

4. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita melakukan ....

5. Dalam permainan kelompok, kita harus saling ....

L. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Apa yang dimaksud dengan fair play?

4. Sebutkan tiga contoh sikap fair play dalam permainan berkelompok!

5. Mengapa kita harus bekerja sama dan mengikuti aturan saat melakukan permainan berkelompok?


13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana secara individu, berpasangan, maupun berkelompok.

Dalam permainan berkelompok, peserta didik tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar menerapkan fair play. Fair play berarti bermain dengan jujur, mengikuti aturan, mau bergantian, bekerja sama, menghargai teman, tidak curang, dan menerima hasil permainan dengan sportif.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi, gerakan tubuh, gerakan teman, dan keselamatan selama bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap bekerja sama, bergantian, mengikuti aturan, dan menghargai teman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, gembira, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar, bermain, dan berolahraga. Oleh karena itu, mari menjaga tubuh, bermain dengan sportif, bekerja sama, dan menghargai setiap teman.

Minggu, 06 September 2026

Materi Ajar Kelas 2,3,4,5

   


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / TanggalSenin/07 September 2026
3.Fase / Kelas : A/II.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Konsep Fair Play dalam Permainan Berkelompok
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal pengertian sederhana tentang fair play atau bermain secara adil dalam permainan berkelompok.

  2. Mengenali contoh sikap jujur, tertib, sportif, dan menghargai teman saat bermain.

  3. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana dalam permainan berkelompok.

  4. Mempraktikkan aturan permainan sederhana dengan mengikuti kesepakatan bersama.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan aturan permainan, mendengarkan arahan guru, dan menyadari tindakan yang dilakukan saat bermain.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan sikap fair play dengan kehidupan sehari-hari, seperti mau bergantian, berkata jujur, dan menghargai teman.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan berkelompok dengan gembira, percaya diri, kompak, dan tidak mengejek teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal arti sederhana fair play dan pentingnya bermain secara adil.

  2. Guru memberikan contoh perilaku fair play dan perilaku yang tidak sesuai dengan fair play.

  3. Peserta didik mengidentifikasi sikap jujur, sportif, tertib, mau berbagi kesempatan, dan menghargai teman dalam permainan.

  4. Peserta didik mengeksplorasi strategi gerak sederhana melalui permainan berkelompok dengan mengikuti aturan.

  5. Peserta didik mempraktikkan permainan sederhana dengan menunjukkan sikap fair play, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik menyampaikan pengalaman bermain dan menyimpulkan pentingnya bermain secara adil dan menyenangkan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman bermain bersama teman dengan pertanyaan sederhana: “Apa yang kalian lakukan jika ingin bermain bersama teman? Bagaimana jika ada teman yang kalah? Apakah kita boleh curang agar menjadi pemenang?” Guru kemudian menjelaskan bahwa dalam permainan kita harus bermain dengan jujur, mengikuti aturan, dan menghargai teman. Sikap tersebut disebut fair play.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Problem Based Learning sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di dalam kelas melalui contoh situasi permainan, gambar atau cerita sederhana, kemudian peserta didik berdiskusi dan menentukan perilaku yang termasuk fair play dan yang tidak termasuk fair play.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Dalam pembelajaran fair play, peserta didik diajak mengenal dan mensyukuri kebesaran Allah melalui tiga hal:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan setiap anak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat bermain kita tidak boleh mengejek teman yang belum bisa melakukan suatu gerakan. Kita harus saling membantu dan menghargai.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara makhluk-Nya. Kita harus menjaga diri dan menjaga teman saat bermain. Bermain dengan tertib, mengikuti aturan, dan tidak menyakiti teman merupakan salah satu cara menjaga keselamatan bersama.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki kepada semua manusia. Kita harus bersyukur atas kesempatan untuk belajar, bermain, bergerak, dan berkumpul bersama teman. Kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan bermain secara jujur, baik, dan menyenangkan.

B. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

Fair play bukan hanya tentang menjadi pemenang. Yang lebih penting adalah bermain sesuai aturan, berusaha dengan baik, dan tetap menghargai teman.

Contoh sederhana:

  • Tidak berbuat curang.

  • Mau mengikuti aturan permainan.

  • Mau bergantian dengan teman.

  • Tidak mengejek teman.

  • Tidak marah ketika kalah.

  • Mengucapkan selamat kepada teman.

  • Mau membantu teman.

  • Bermain dengan tertib.

  • Menghargai keputusan guru.

C. Sikap Fair Play dalam Permainan Berkelompok

Saat bermain bersama kelompok, peserta didik perlu menunjukkan beberapa sikap berikut:

1. Jujur
Mengakui jika melakukan kesalahan dan tidak berbuat curang.

2. Adil
Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk ikut bermain.

3. Sportif
Menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

4. Menghargai Teman
Tidak mengejek, menghina, atau membuat teman sedih.

5. Bekerja Sama
Membantu anggota kelompok agar permainan dapat berjalan dengan baik.

6. Mematuhi Aturan
Mengikuti aturan permainan yang telah disepakati.

D. Contoh Perilaku Fair Play

Contoh perilaku yang baik:

  • Menunggu giliran bermain.

  • Memberikan bola kepada teman yang belum mendapat kesempatan.

  • Mengakui ketika bola keluar.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Mengucapkan “selamat” kepada kelompok yang menang.

  • Tetap tersenyum dan tidak marah ketika kalah.

Contoh perilaku yang tidak baik:

  • Curang agar kelompok menang.

  • Merebut giliran teman.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman yang kalah.

  • Marah kepada teman karena melakukan kesalahan.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

E. Strategi Sederhana dalam Permainan Berkelompok

Dalam permainan berkelompok, peserta didik dapat menggunakan strategi sederhana, seperti:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Menentukan pembagian tugas dengan teman.

  3. Saling membantu dalam kelompok.

  4. Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  5. Berkomunikasi dengan teman.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

F. Aktivitas Pembelajaran

Guru memberikan beberapa situasi sederhana kepada peserta didik.

Situasi 1:
Dua anak ingin mendapatkan giliran pertama. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Bergantian dan mengikuti aturan permainan.

Situasi 2:
Seorang teman melakukan kesalahan saat bermain. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

Situasi 3:
Kelompok kita kalah dalam permainan. Apa yang harus dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai kelompok yang menang.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Fair play
B. Curang
C. Bertengkar

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti ....
A. Keinginan sendiri
B. Aturan permainan
C. Teman yang menang saja

3. Jika teman mendapat giliran bermain, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

4. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Tetap sportif
C. Mengejek pemenang

5. Saat teman melakukan kesalahan, kita sebaiknya ....
A. Mengejeknya
B. Memarahinya
C. Membantunya

6. Salah satu contoh fair play adalah ....
A. Berbuat curang
B. Bermain sesuai aturan
C. Merebut giliran teman

7. Dalam permainan kelompok, kita harus .... dengan teman.
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Saling mengejek

8. Jika teman memenangkan permainan, kita sebaiknya ....
A. Menangis
B. Marah
C. Mengucapkan selamat

9. Saat bermain, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Curang
C. Bergantian

10. Tujuan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

H. Soal Isian

1. Bermain secara jujur dan adil disebut ....

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti .... permainan.

3. Jika teman mendapat giliran, kita harus mau ....

4. Jika kalah dalam permainan, kita harus bersikap ....

5. Dalam permainan berkelompok, kita harus saling ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan fair play?

2. Sebutkan dua contoh sikap fair play dalam permainan!

3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika teman melakukan kesalahan saat bermain?

4. Bagaimana sikap kita jika kalah dalam permainan?

5. Mengapa kita harus bekerja sama dengan teman dalam permainan berkelompok?


13. Kesimpulan :

Fair play adalah sikap jujur, adil, sportif, tertib, dan menghargai teman dalam permainan. Bermain bukan hanya tentang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana kita mengikuti aturan, bekerja sama, mau bergantian, membantu teman, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan aturan dan perilakunya saat bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap jujur, adil, dan menghargai teman juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bahwa permainan akan menjadi lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama-sama dengan sikap sportif dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga memahami bahwa Allah Maha Khaliq telah menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda, Allah Maha Malik memelihara kita sehingga harus saling menjaga, dan Allah Maha Razaq memberikan kesempatan serta rezeki untuk belajar, bermain, dan bersyukur. Oleh karena itu, mari bermain dengan jujur, sportif, kompak, dan menghargai teman.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / TanggalSenin/07 September 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Penerapan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gerak non-lokomotor.

  2. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan sederhana.

  3. Menyesuaikan strategi gerak non-lokomotor sesuai dengan aturan dan situasi permainan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk dengan benar.

  5. Mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana secara teratur dan aman.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan posisi tubuh, arah gerak, keseimbangan, dan instruksi guru ketika melakukan gerakan.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan merasa senang saat bergerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri gerak non-lokomotor.

  2. Guru memberikan contoh beberapa gerak non-lokomotor, seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba variasi gerak non-lokomotor secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik mengenal penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana sesuai instruksi dan aturan.

  5. Peserta didik melakukan permainan sederhana secara berkelompok dengan mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor.

  6. Peserta didik melakukan refleksi tentang gerakan yang sudah dilakukan dan menyampaikan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, mengayunkan tangan, memutar badan, dan meliukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah saat melakukan gerakan tadi kalian berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru menjelaskan bahwa gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak non-lokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan sederhana, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan singkat di dalam kelas, kemudian peserta didik mempraktikkan penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana di lapangan. Guru memberikan contoh, arahan, dan penguatan selama kegiatan berlangsung.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah sebagai berikut:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, persendian, dan otot sehingga tubuh dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Salah satunya melalui olahraga dan aktivitas gerak yang dilakukan dengan benar, tertib, serta memperhatikan keselamatan.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan tenaga yang diberikan Allah untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan tubuh yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Saat melakukan gerak non-lokomotor, tubuh tetap berada di tempat atau pada posisi yang sama, tetapi bagian tubuh dapat bergerak.

Contohnya:

  • Menekuk tubuh.

  • Meliukkan tubuh.

  • Memutar tubuh.

  • Mengayunkan tangan.

  • Membungkukkan badan.

  • Meregangkan tangan.

C. Macam-Macam Variasi Gerak Non-Lokomotor

1. Gerak Menekuk
Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Contoh:

  • Menekuk lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

2. Gerak Meliuk
Gerakan menggerakkan tubuh ke arah kanan atau kiri tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

3. Gerak Memutar
Gerakan memutar bagian tubuh atau badan tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Memutar badan ke kanan dan kiri.

  • Memutar lengan.

4. Gerak Mengayun
Gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri secara berulang.

Contoh:

  • Mengayunkan kedua tangan.

  • Mengayunkan satu tangan ke depan dan belakang.

5. Gerak Membungkuk
Gerakan menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

D. Penerapan dalam Permainan Sederhana

Gerak non-lokomotor dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana.

Permainan “Ikuti Gerakanku”

Cara bermain:

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh satu gerakan.

  3. Peserta didik mengikuti gerakan guru.

  4. Guru memberikan variasi gerakan, seperti menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun.

  5. Gerakan dapat dilakukan secara berurutan menjadi sebuah rangkaian sederhana.

  6. Peserta didik tetap berada di tempat dan mengikuti aturan permainan.

Permainan “Aba-Aba Gerak”

Guru memberikan aba-aba:

  • “Tekuk!” → peserta didik menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → peserta didik meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → peserta didik meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → peserta didik memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → peserta didik mengayunkan tangan.

Permainan dilakukan dengan tertib dan menyenangkan.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat melakukan variasi gerak non-lokomotor, peserta didik harus:

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan dengan benar.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Tidak memaksakan gerakan.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Tidak saling mendorong atau mengganggu.

  • Melakukan gerakan dengan percaya diri dan sportif.

F. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Non-lokomotor
B. Lokomotor
C. Berpindah

2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Berlari
B. Menekuk lutut
C. Berjalan

3. Saat melakukan gerak meliuk, tubuh dapat diarahkan ke ....
A. Kanan dan kiri
B. Depan saja
C. Belakang saja

4. Gerakan memutar badan sebaiknya dilakukan secara ....
A. Tergesa-gesa
B. Sembarangan
C. Perlahan dan terkendali

5. Salah satu contoh gerak mengayun adalah ....
A. Mengayunkan tangan
B. Berlari ke depan
C. Melompat jauh

6. Saat melakukan permainan gerak bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

7. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

8. Dalam permainan “Aba-Aba Gerak”, jika guru berkata “Liuk kanan”, maka kita ....
A. Berlari ke kanan
B. Melompat ke kanan
C. Meliukkan badan ke kanan

9. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk terus

10. Agar permainan sederhana berjalan dengan baik, kita harus ....
A. Mengabaikan aturan
B. Mengikuti aturan permainan
C. Mengganggu teman

G. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....

3. Meliukkan badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

4. Sebelum melakukan aktivitas olahraga kita sebaiknya melakukan ....

5. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga ....

H. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Jelaskan cara melakukan gerak meliuk ke kanan dan ke kiri!

4. Mengapa kita harus menjaga jarak dengan teman saat melakukan permainan gerak?

5. Sebutkan dua contoh permainan sederhana yang dapat menggunakan gerak non-lokomotor!


13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Beberapa contoh gerak non-lokomotor adalah menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan dan arahan guru.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan instruksi ketika bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan beraktivitas. Dengan demikian, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / TanggalSenin/07 September
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Variasi Gerak Menekuk
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gerak menekuk dengan menggunakan bahasa sederhana.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk variasi gerak menekuk pada bagian tubuh.

  3. Menyesuaikan strategi gerak menekuk sesuai dengan situasi dan aktivitas yang diberikan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar dan terkendali.

  5. Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerak menekuk dengan aman.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti duduk, mengambil benda, atau melakukan aktivitas olahraga.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan gerak menekuk serta bagian tubuh yang dapat melakukan gerakan tersebut.

  2. Guru memberikan contoh beberapa variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, siku, dan badan.

  3. Peserta didik mengamati kemudian mencoba variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh dan keseimbangan.

  4. Peserta didik mengenal penerapan gerak menekuk dalam berbagai aktivitas gerak sederhana.

  5. Peserta didik melakukan rangkaian gerak dengan mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan pentingnya melakukan gerak menekuk dengan benar dan aman.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana, seperti menekuk lutut, menekuk siku, dan membungkukkan badan. Guru bertanya, “Kapan kalian menggunakan gerakan menekuk dalam kehidupan sehari-hari?” Peserta didik diarahkan untuk menyebutkan contoh, seperti saat duduk, mengambil barang di lantai, atau melakukan aktivitas olahraga. Guru kemudian menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, diskusi, permainan gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran diawali dengan penjelasan dan contoh gerakan di dalam kelas. Peserta didik kemudian mengamati dan mencoba beberapa variasi gerak menekuk secara terarah, baik secara individu maupun kelompok, dengan memperhatikan keselamatan dan kemampuan masing-masing.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak menekuk dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, otot, dan persendian yang memungkinkan kita melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk lutut, siku, dan bagian tubuh lainnya karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, melakukan pemanasan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan gerakan dengan cara yang benar dan aman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan tenaga dan kesehatan untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Gerak menekuk dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Lutut.

  • Siku.

  • Pinggang.

  • Badan.

  • Jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dapat dilakukan tanpa berpindah tempat maupun menjadi bagian dari rangkaian gerak.

C. Variasi Gerak Menekuk

1. Menekuk Lutut

Berdiri tegak, kemudian kedua lutut ditekuk secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi berdiri.

2. Menekuk Siku

Luruskan kedua tangan, kemudian tekuk siku sehingga tangan mendekati bahu. Setelah itu, luruskan kembali.

3. Menekuk Badan ke Depan

Berdiri tegak, kemudian badan ditekuk ke arah depan secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi tegak.

4. Menekuk Badan ke Samping

Badan ditekuk ke arah kanan, kemudian kembali ke tengah dan dilanjutkan ke arah kiri.

5. Menekuk dan Meluruskan

Bagian tubuh ditekuk kemudian diluruskan kembali secara berulang dengan gerakan yang terkendali.

D. Penerapan Gerak Menekuk

Gerak menekuk dapat digunakan dalam berbagai kegiatan, misalnya:

  • Menekuk lutut ketika akan duduk.

  • Menekuk lutut ketika mengambil benda di lantai.

  • Menekuk siku saat menggerakkan tangan.

  • Menekuk badan saat melakukan gerakan olahraga.

  • Menekuk lutut dalam permainan sederhana.

  • Menggabungkan gerak menekuk dengan berjalan, melompat, atau gerakan lainnya.

E. Cara Melakukan Gerak Menekuk dengan Benar

  1. Berdiri atau berada pada posisi awal yang seimbang.

  2. Lakukan gerakan secara perlahan.

  3. Tekuk bagian tubuh sesuai kemampuan.

  4. Jangan memaksakan gerakan.

  5. Pertahankan keseimbangan.

  6. Ikuti arahan guru.

  7. Jaga jarak dengan teman.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Contoh Latihan

Latihan 1:
Berdiri tegak → tekuk kedua lutut → kembali berdiri.

Latihan 2:
Luruskan kedua tangan → tekuk siku → luruskan kembali.

Latihan 3:
Berdiri tegak → tekuk badan ke depan → kembali tegak.

Latihan 4:
Berdiri → tekuk badan ke kanan → kembali ke tengah → tekuk ke kiri.

Latihan 5:
Berjalan beberapa langkah → berhenti → tekuk lutut → berdiri kembali.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

2. Bagian tubuh yang dapat digunakan untuk melakukan gerak menekuk adalah ....
A. Rambut
B. Lutut
C. Kuku

3. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari jauh
C. Berjalan cepat

4. Saat melakukan gerak menekuk, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Sembarangan
B. Dengan dipaksakan
C. Perlahan dan terkendali

5. Ketika akan duduk, kita menggunakan gerak .... pada lutut.
A. Memutar
B. Menekuk
C. Mengayun

6. Gerakan menekuk siku dilakukan dengan cara ....
A. Membengkokkan siku
B. Melompat tinggi
C. Berlari ke depan

7. Saat melakukan gerak menekuk bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

8. Sebelum melakukan aktivitas gerak, sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Makan sambil berlari

9. Setelah menekuk lutut, kita dapat kembali ke posisi ....
A. Berbaring
B. Duduk
C. Berdiri

10. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak ....

3. Saat melakukan gerak menekuk, kita harus menjaga .... tubuh.

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....

5. Gerak menekuk dapat dilakukan secara perlahan dan ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan tiga bagian tubuh yang dapat melakukan gerak menekuk!

3. Jelaskan cara melakukan gerak menekuk lutut dengan benar!

4. Sebutkan dua contoh penggunaan gerak menekuk dalam kehidupan sehari-hari!

5. Mengapa kita tidak boleh memaksakan tubuh saat melakukan gerak menekuk?


13. Kesimpulan :

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, badan, dan bagian tubuh lainnya. Gerak menekuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikombinasikan dengan gerak dasar lainnya dalam aktivitas olahraga.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerakan dengan benar. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti duduk dan mengambil benda. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat mempraktikkan gerakan dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/07 September 2026
3.Fase / Kelas : C/V.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mentransfer Strategi Gerak Passing Bawah dan Atas dalam Permainan Net
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi passing bawah dan passing atas dalam permainan net, khususnya permainan bola voli.

  2. Mengidentifikasi situasi permainan yang tepat untuk menggunakan passing bawah dan passing atas.

  3. Mentransfer strategi passing bawah dan passing atas yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan yang berbeda.

  4. Mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan teknik yang tepat sesuai arah datangnya bola.

  5. Memilih jenis passing yang sesuai untuk mempertahankan bola dan membangun serangan sederhana.

  6. Mengombinasikan passing bawah dan passing atas dengan kerja sama tim dalam permainan sederhana.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada arah datangnya bola, posisi tubuh, kesiapan tangan, dan keputusan gerak sebelum melakukan passing.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan penggunaan passing bawah dan atas dengan situasi nyata dalam permainan bola voli, terutama saat menerima dan mengarahkan bola kepada teman.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan strategi passing melalui permainan sederhana dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali teknik dasar passing bawah dan passing atas serta fungsi masing-masing dalam permainan net.

  2. Guru memberikan contoh beberapa situasi permainan dan menunjukkan kapan passing bawah atau passing atas lebih tepat digunakan.

  3. Peserta didik mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan variasi arah, jarak, dan ketinggian bola.

  4. Peserta didik mentransfer keterampilan passing yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan sederhana dengan menentukan jenis passing yang sesuai.

  5. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mempertahankan bola dan mengarahkannya kepada teman melalui kombinasi passing bawah dan passing atas.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan mengevaluasi strategi passing yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan permainan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengingatkan kembali pengalaman peserta didik saat melakukan passing bawah dan passing atas. Guru kemudian memberikan pertanyaan, “Jika bola datang rendah ke arah kalian, passing apa yang paling tepat? Bagaimana jika bola datang lebih tinggi?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memilih strategi passing sesuai situasi permainan.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Teaching Games for Understanding (TGFU) dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan teknik, praktik berpasangan, latihan kelompok, permainan sederhana, pemecahan masalah gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di lapangan melalui latihan passing bawah dan passing atas, kemudian peserta didik diberikan situasi permainan yang berbeda untuk memilih dan menerapkan strategi passing yang tepat. Guru memberikan umpan balik terhadap teknik, pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran passing bawah dan passing atas dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta manusia dengan tubuh yang memiliki tangan, lengan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya yang dapat digunakan untuk bergerak. Saat bermain bola voli, kita menggunakan kemampuan tersebut untuk menerima, mengarahkan, dan mengoper bola kepada teman. Kemampuan bergerak merupakan nikmat yang harus kita syukuri.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan, menggunakan teknik yang benar, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi. Energi tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan kemampuan tubuh untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Permainan Net

Permainan net adalah permainan yang menggunakan net sebagai pembatas area permainan. Salah satu contoh permainan net adalah bola voli.

Dalam permainan bola voli, pemain harus bekerja sama agar bola dapat melewati net dan tetap berada dalam permainan.

Passing merupakan salah satu keterampilan penting untuk mengendalikan bola dan bekerja sama dengan anggota tim.

C. Passing Bawah

Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

Hal-hal penting dalam passing bawah:

  1. Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu.

  2. Lutut sedikit ditekuk.

  3. Kedua tangan dirapatkan atau disatukan.

  4. Lengan diluruskan di depan tubuh.

  5. Pandangan mengikuti arah datangnya bola.

  6. Bola mengenai bagian lengan bawah.

  7. Gerakan dilakukan dengan terkontrol.

  8. Arahkan bola kepada teman.

D. Passing Atas

Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

Passing atas biasanya digunakan ketika bola datang lebih tinggi dan pemain memiliki waktu untuk menempatkan posisi tubuh.

Hal-hal penting dalam passing atas:

  1. Berdiri dengan posisi siap.

  2. Kedua kaki dibuka secukupnya.

  3. Lutut sedikit ditekuk.

  4. Kedua tangan berada di depan atau atas wajah.

  5. Jari-jari tangan terbuka dan rileks.

  6. Pandangan mengikuti bola.

  7. Dorong bola menggunakan jari-jari tangan dan gerakan lengan.

  8. Arahkan bola kepada teman.

E. Mentransfer Strategi Passing

Mentransfer strategi berarti menggunakan keterampilan yang sudah dipelajari pada situasi yang berbeda.

Dalam permainan net, peserta didik harus mampu memilih passing sesuai dengan keadaan bola.

Contoh:

  • Bola datang rendah → gunakan passing bawah.

  • Bola datang lebih tinggi → dapat menggunakan passing atas.

  • Bola berada di sisi tubuh → bergerak menyesuaikan posisi sebelum melakukan passing.

  • Teman berada di depan → arahkan passing kepada teman dengan terkontrol.

  • Bola sulit diterima → utamakan keselamatan dan lakukan gerakan sesuai kemampuan.

F. Strategi Passing dalam Permainan

Agar permainan berjalan dengan baik, pemain perlu memperhatikan beberapa strategi:

1. Membaca arah bola
Perhatikan dari mana bola datang dan ke mana bola akan bergerak.

2. Menentukan jenis passing
Pilih passing bawah atau passing atas sesuai posisi dan arah bola.

3. Bergerak mencari posisi
Jangan hanya menunggu bola. Bergeraklah menuju posisi yang tepat untuk menerima bola.

4. Mengarahkan bola
Usahakan bola diarahkan kepada teman agar permainan dapat dilanjutkan.

5. Berkomunikasi
Gunakan komunikasi sederhana seperti “saya” atau “ambil” agar tidak terjadi kesalahpahaman.

6. Bekerja sama
Setiap anggota tim memiliki peran dalam mempertahankan bola.

G. Contoh Latihan di Lapangan

Latihan 1 – Passing Bawah Berpasangan
Peserta didik berpasangan dan melakukan passing bawah secara bergantian dengan jarak yang disesuaikan.

Latihan 2 – Passing Atas Berpasangan
Peserta didik melakukan passing atas kepada pasangan dengan memperhatikan arah dan ketinggian bola.

Latihan 3 – Pilih Passing
Guru memberikan bola dengan variasi ketinggian. Peserta didik menentukan apakah menggunakan passing bawah atau passing atas.

Latihan 4 – Tiga Orang
Tiga peserta didik membentuk kelompok kecil dan berusaha mempertahankan bola dengan kombinasi passing bawah dan passing atas.

Latihan 5 – Permainan Sederhana
Peserta didik bermain dalam kelompok kecil melewati net dengan aturan sederhana. Fokus permainan adalah memilih passing yang tepat, bekerja sama, dan mempertahankan bola tetap dalam permainan.

H. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak memperhatikan arah datangnya bola.

  • Posisi kaki terlalu kaku.

  • Passing bawah menggunakan telapak tangan.

  • Passing atas dilakukan dengan telapak tangan secara tidak terkontrol.

  • Tidak bergerak mencari posisi.

  • Tidak berkomunikasi dengan teman.

  • Terlalu keras memukul atau mengarahkan bola.

  • Tidak memperhatikan keselamatan teman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Passing dalam permainan bola voli digunakan untuk ....
A. Mengendalikan dan mengarahkan bola
B. Menendang bola
C. Menghentikan permainan

2. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang ....
A. Sangat tinggi
B. Rendah atau sedang
C. Di luar lapangan

3. Passing atas dilakukan menggunakan ....
A. Kaki
B. Kepala
C. Kedua tangan

4. Saat melakukan passing bawah, bola mengenai bagian ....
A. Lengan bawah
B. Telapak kaki
C. Punggung

5. Ketika bola datang tinggi di depan tubuh, passing yang dapat digunakan adalah ....
A. Passing bawah saja
B. Passing atas
C. Menendang bola

6. Sebelum melakukan passing, pemain harus memperhatikan ....
A. Arah datangnya bola
B. Warna sepatu teman
C. Penonton

7. Jika ingin mempertahankan bola dalam permainan, pemain harus ....
A. Bekerja sama
B. Bermain sendiri
C. Saling menjauh

8. Ketika teman berada pada posisi yang baik, bola sebaiknya ....
A. Dibuang keluar
B. Diarahkan kepada teman
C. Dibiarkan jatuh

9. Dalam permainan sederhana, memilih passing yang sesuai dengan keadaan bola merupakan contoh ....
A. Strategi gerak
B. Istirahat
C. Permainan bebas

10. Sikap yang baik ketika melakukan permainan bola voli adalah ....
A. Mudah menyerah
B. Saling menyalahkan
C. Sportif dan bekerja sama

J. Soal Isian

1. Teknik menerima bola menggunakan kedua lengan bagian bawah disebut passing ....

2. Teknik mengoper bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala disebut passing ....

3. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang .... atau sedang.

4. Sebelum melakukan passing, kita harus memperhatikan arah datangnya ....

5. Dalam permainan berkelompok, pemain harus saling .... agar permainan berjalan baik.

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan passing bawah dalam permainan bola voli?

2. Apa yang dimaksud dengan passing atas?

3. Kapan sebaiknya kita menggunakan passing bawah?

4. Mengapa pemain harus memilih jenis passing sesuai dengan situasi bola?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan agar kerja sama tim dalam permainan bola voli berjalan dengan baik!


13. Kesimpulan :

Passing bawah dan passing atas merupakan keterampilan penting dalam permainan net, khususnya bola voli. Passing bawah dapat digunakan ketika bola datang rendah atau sedang, sedangkan passing atas dapat digunakan ketika bola datang lebih tinggi. Pemain harus mampu membaca arah bola, bergerak mencari posisi, memilih jenis passing yang sesuai, dan mengarahkan bola kepada teman.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi pada arah datangnya bola, posisi tubuh, dan keputusan gerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa keterampilan passing yang telah dipelajari dapat digunakan dalam berbagai situasi permainan. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang aktif, menyenangkan, sportif, dan penuh kerja sama.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan rezeki serta energi untuk belajar dan berolahraga. Oleh karena itu, keterampilan yang dimiliki harus digunakan dengan baik, menjaga keselamatan, serta menghargai dan bekerja sama dengan teman.


Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar Kelas 3 dan 4

 


IDENTITAS PEMBELAJARAN

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Jum'at / 04 September 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sederhana tentang gerak non-lokomotor dan memberikan contoh gerak non-lokomotor.

  2. Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti membungkuk, menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk dengan benar.

  3. Menyesuaikan gerakan dengan aturan dan situasi dalam permainan sederhana.

  4. Menggabungkan beberapa gerak non-lokomotor dalam rangkaian permainan sederhana.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu berkonsentrasi, memperhatikan posisi tubuh, mengikuti instruksi guru, dan melakukan gerakan dengan aman.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan dengan gembira, percaya diri, aktif, bekerja sama, dan menghargai teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenali dan memahami gerak non-lokomotor serta contoh-contohnya.

  2. Peserta didik mengamati demonstrasi guru kemudian mempraktikkan variasi gerak membungkuk, menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk.

  3. Peserta didik melakukan variasi gerak non-lokomotor secara individu, berpasangan, dan berkelompok.

  4. Peserta didik menerapkan variasi gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan.

  5. Peserta didik memperbaiki gerakan berdasarkan arahan guru serta menunjukkan sikap percaya diri, kerja sama, dan sportif.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, memutar badan, mengayunkan tangan, dan membungkukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah ketika melakukan gerakan tadi kita berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru mengarahkan mereka untuk memahami bahwa gerakan tersebut termasuk gerak non-lokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran:

  • Practice Based Learning melalui kegiatan praktik gerak.

  • Pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Latihan individu

  • Latihan berpasangan

  • Latihan kelompok

  • Praktik langsung

  • Permainan sederhana

  • Refleksi

Kegiatan Praktik di Lapangan:
Peserta didik melakukan pemanasan, kemudian mengikuti contoh gerakan dari guru. Selanjutnya peserta didik mempraktikkan berbagai variasi gerak non-lokomotor secara individu dan berkelompok. Guru memberikan permainan sederhana yang mengharuskan peserta didik melakukan gerakan seperti menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk sesuai aba-aba. Kegiatan diakhiri dengan pendinginan dan refleksi singkat.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan Kebesaran Allah dengan Materi Pembelajaran

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)

Allah adalah Maha Pencipta. Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian yang dapat digunakan untuk bergerak. Tangan dapat mengayun, tubuh dapat memutar dan meliuk, serta lutut dapat menekuk. Semua kemampuan tersebut merupakan nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan menggunakannya untuk kegiatan yang baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)

Allah Maha Memelihara. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Saat melakukan aktivitas PJOK, kita perlu melakukan pemanasan, mengikuti petunjuk guru, menggunakan tempat bermain dengan aman, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)

Allah Maha Razaq atau Maha Pemberi Rezeki. Kesehatan, tubuh yang dapat bergerak, kesempatan belajar, dan teman untuk bermain merupakan nikmat yang patut disyukuri. Dengan berolahraga, kita dapat menjaga tubuh agar tetap sehat dan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik.


B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh atau anggota tubuh bergerak, tetapi posisi tempat kita tetap.

Contoh gerak non-lokomotor antara lain:

  • Menekuk

  • Membungkuk

  • Memutar

  • Mengayun

  • Meliuk

  • Meregangkan tubuh

  • Mencondongkan badan

C. Variasi Gerak Non-Lokomotor

1. Gerak Menekuk

Menekuk adalah mengubah posisi bagian tubuh menjadi lebih pendek atau membentuk sudut. Contohnya menekuk lutut atau siku.

2. Gerak Membungkuk

Membungkuk adalah menggerakkan badan ke arah depan dengan tetap menjaga keseimbangan.

3. Gerak Memutar

Memutar adalah menggerakkan bagian tubuh dengan arah berputar. Contohnya memutar badan ke kanan dan ke kiri.

4. Gerak Mengayun

Mengayun adalah menggerakkan anggota tubuh secara berulang ke depan-belakang atau ke samping. Contohnya mengayunkan kedua lengan.

5. Gerak Meliuk

Meliuk adalah menggerakkan tubuh ke kanan dan ke kiri dengan menjaga keseimbangan.

D. Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana

Gerak non-lokomotor dapat dilakukan dalam permainan sederhana. Contohnya:

  • Mengikuti aba-aba guru dengan melakukan gerak tertentu.

  • Menirukan gerakan teman.

  • Melakukan gerakan sesuai kartu atau instruksi.

  • Melakukan rangkaian gerak secara berkelompok.

  • Melakukan gerakan dengan irama atau hitungan.

Dalam permainan, peserta didik harus memperhatikan aturan, menjaga jarak dengan teman, dan melakukan gerakan sesuai kemampuan.

E. Penerapan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Mindful Learning:
Peserta didik fokus mendengarkan aba-aba guru, memperhatikan gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, dan berhati-hati agar tidak bertabrakan dengan teman.

Meaningful Learning:
Peserta didik memahami bahwa gerak menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti mengambil benda, melihat ke samping, mengayunkan tangan, atau melakukan peregangan.

Joyful Learning:
Peserta didik belajar melalui permainan sederhana yang menyenangkan, aktif bergerak, bekerja sama, dan saling memberikan semangat kepada teman.


F. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. non-lokomotor
B. lokomotor
C. berpindah

2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. berlari
B. berjalan
C. memutar badan

3. Ketika menekuk lutut, posisi tubuh kita ....
A. berpindah ke depan
B. tetap berada di tempat
C. berlari ke samping

4. Gerakan mengayunkan tangan termasuk gerak ....
A. lokomotor
B. non-lokomotor
C. berjalan

5. Gerakan memutar badan dapat dilakukan ke arah ....
A. kanan dan kiri
B. depan saja
C. belakang saja

6. Saat melakukan gerak meliuk, kita harus menjaga ....
A. suara
B. keseimbangan
C. kecepatan lari

7. Sebelum melakukan permainan di lapangan, sebaiknya kita melakukan ....
A. tidur
B. makan
C. pemanasan

8. Dalam permainan kelompok, kita harus ....
A. bekerja sama
B. mengganggu teman
C. bermain sendiri

9. Saat guru memberikan aba-aba gerak, sebaiknya kita ....
A. berlari meninggalkan lapangan
B. memperhatikan dan mengikuti instruksi
C. berbicara dengan teman

10. Salah satu sikap yang baik saat melakukan permainan adalah ....
A. mengejek teman
B. tidak mau mengikuti aturan
C. sportif dan menghargai teman

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. A

  2. C

  3. B

  4. B

  5. A

  6. B

  7. C

  8. A

  9. B

  10. C


G. Soal Isian

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....

3. Menggerakkan badan ke kanan dan kiri dengan tetap di tempat disebut gerak ....

4. Menggerakkan kedua lengan ke depan dan belakang disebut gerak ....

5. Sebelum melakukan aktivitas olahraga, kita harus melakukan ....

Kunci Jawaban Isian

  1. Non-lokomotor

  2. Menekuk

  3. Meliuk

  4. Mengayun

  5. Pemanasan


H. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan lima contoh gerak non-lokomotor!

3. Jelaskan cara melakukan gerak memutar badan!

4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum bermain?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan ketika mengikuti permainan sederhana bersama teman!

Kunci Jawaban Uraian

1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

2. Contohnya adalah menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk.

3. Gerak memutar badan dilakukan dengan memutar tubuh ke arah kanan atau kiri sambil tetap menjaga keseimbangan dan posisi kaki.

4. Pemanasan dilakukan untuk mempersiapkan tubuh sebelum bergerak dan membantu mengurangi risiko cedera.

5. Contohnya bekerja sama, mematuhi aturan, sportif, menghargai teman, percaya diri, dan menjaga keselamatan.

13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Dalam pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempraktikkan berbagai variasi gerak non-lokomotor, seperti menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk melalui permainan sederhana.

Peserta didik belajar untuk melakukan gerakan dengan benar, menjaga keseimbangan, mengikuti aturan, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman. Peserta didik juga belajar menyesuaikan gerakan dengan situasi permainan dan bekerja sama dalam kelompok.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar fokus dan memperhatikan setiap gerakan. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar sambil bermain dengan suasana yang menyenangkan, aktif, percaya diri, dan sportif.

Kemampuan tubuh untuk bergerak merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Kesehatan dan keselamatan merupakan bentuk pemeliharaan dari Allah Maha Malik (Memelihara), sedangkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berolahraga merupakan rezeki dari Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki). Oleh karena itu, peserta didik hendaknya selalu bersyukur dengan menjaga kesehatan tubuh, rajin berolahraga, dan menggunakan kemampuan geraknya untuk kegiatan yang baik.



IDENTITAS PEMBELAJARAN

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Jum'at / 04 September 2026
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Variasi Gerak Menekuk dan Kombinasi Gerak Nonlokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gerak menekuk sebagai salah satu bentuk gerak nonlokomotor.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk gerak menekuk yang dapat dilakukan dalam permainan sederhana.

  3. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan teknik, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang baik.

  4. Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak nonlokomotor lainnya dalam permainan sederhana.

  5. Menyesuaikan gerakan dan strategi dengan aturan serta situasi permainan.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, instruksi guru, dan keselamatan saat melakukan gerakan.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor dengan aktivitas sehari-hari serta pengalaman bermain.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti aktivitas dengan senang, percaya diri, aktif, bekerja sama, dan menghargai teman selama permainan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik memahami pengertian gerak menekuk dan contoh penerapannya sebagai gerak nonlokomotor.

  2. Peserta didik mengamati demonstrasi guru dan mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar.

  3. Peserta didik mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak nonlokomotor lainnya, seperti membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk.

  4. Peserta didik menerapkan kombinasi gerak tersebut dalam permainan sederhana secara individu maupun kelompok.

  5. Peserta didik menyesuaikan gerakan berdasarkan situasi permainan serta memperbaiki gerak melalui arahan guru.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, membungkukkan badan, mengayunkan tangan, dan memutar badan. Guru kemudian bertanya, “Ketika kita menekuk lutut atau mengayunkan tangan, apakah kita berpindah tempat?” Peserta didik menjawab berdasarkan pengamatan, kemudian guru menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran:

  • Practice Based Learning melalui kegiatan praktik keterampilan gerak.

  • Pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Latihan individu

  • Latihan berpasangan

  • Latihan kelompok

  • Praktik langsung di lapangan

  • Permainan sederhana

  • Refleksi

Kegiatan Praktik di Lapangan:
Peserta didik melakukan pemanasan terlebih dahulu. Guru kemudian memberikan contoh variasi gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor. Peserta didik mempraktikkan gerakan secara bertahap, kemudian menggabungkannya dalam permainan sederhana. Guru memberikan aba-aba atau instruksi tertentu yang harus diikuti peserta didik. Kegiatan dilakukan secara individu, berpasangan, dan berkelompok dengan memperhatikan jarak, keseimbangan, keselamatan, kerja sama, serta sportivitas.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan Kebesaran Allah dengan Materi Pembelajaran

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)

Allah adalah Maha Pencipta. Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai anggota tubuh yang dapat digunakan untuk bergerak. Lutut dapat ditekuk, tubuh dapat membungkuk, tangan dapat mengayun, dan badan dapat memutar serta meliuk. Kemampuan tersebut merupakan nikmat dari Allah yang harus disyukuri dengan melakukan aktivitas yang baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)

Allah Maha Memelihara. Oleh karena itu, tubuh harus dijaga dengan baik. Dalam melakukan aktivitas PJOK, peserta didik perlu melakukan pemanasan, menggunakan lapangan dengan aman, mengikuti arahan guru, menjaga jarak dengan teman, dan melakukan gerakan sesuai kemampuan.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)

Allah Maha Razaq atau Maha Pemberi Rezeki. Kesehatan, tubuh yang dapat bergerak, kesempatan belajar, serta teman untuk bermain merupakan nikmat yang patut disyukuri. Dengan berolahraga secara teratur, peserta didik dapat menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan kemampuan yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya.


B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan mengubah posisi bagian tubuh dengan cara membengkokkan persendian. Gerak menekuk termasuk gerak nonlokomotor karena dilakukan tanpa berpindah tempat.

Contohnya:

  • Menekuk lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan.

  • Menekuk kaki.

  • Menekuk tangan.

Gerakan menekuk perlu dilakukan dengan seimbang dan tidak dipaksakan.

C. Variasi Gerak Menekuk

Beberapa variasi gerak menekuk yang dapat dilakukan adalah:

1. Menekuk Lutut

Berdiri tegak kemudian menekuk kedua lutut secara perlahan. Badan tetap seimbang dan pandangan ke depan.

2. Menekuk Siku

Kedua tangan dapat ditekuk pada bagian siku, kemudian diluruskan kembali secara terkontrol.

3. Menekuk Badan

Badan dapat ditekuk ke depan secara perlahan dengan tetap menjaga keseimbangan.

4. Menekuk Salah Satu Kaki

Salah satu kaki ditekuk sementara kaki lainnya menjadi tumpuan. Gerakan dilakukan secara bergantian dan terkontrol.

D. Kombinasi Gerak Nonlokomotor

Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak nonlokomotor lainnya, seperti:

  • Menekuk dan mengayun.

  • Menekuk dan membungkuk.

  • Menekuk dan memutar.

  • Menekuk dan meliuk.

Contoh rangkaian gerakan:

Menekuk lutut → mengayunkan tangan → memutar badan → meliukkan badan.

Dalam melakukan kombinasi gerak, peserta didik perlu memperhatikan urutan gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan ketepatan mengikuti aba-aba.

E. Gerak Menekuk dalam Permainan Sederhana

Gerak menekuk dapat diterapkan dalam permainan sederhana. Misalnya dalam permainan mengikuti aba-aba:

  • Saat guru mengatakan “Tekuk!”, peserta didik menekuk lutut.

  • Saat guru mengatakan “Ayun!”, peserta didik mengayunkan tangan.

  • Saat guru mengatakan “Putar!”, peserta didik memutar badan.

  • Saat guru mengatakan “Liuk!”, peserta didik meliukkan badan.

Gerakan dapat dikombinasikan sesuai instruksi guru. Permainan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan tidak saling mendorong.

F. Menyesuaikan Strategi Gerak

Dalam permainan sederhana, peserta didik perlu menyesuaikan gerakan dengan situasi. Jika permainan dilakukan secara berkelompok, setiap peserta didik harus memperhatikan posisi teman agar dapat bergerak dengan aman.

Menyesuaikan strategi gerak dapat dilakukan dengan:

  • Memperhatikan aba-aba.

  • Mengatur posisi tubuh.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Mengatur jarak dengan teman.

  • Mengikuti urutan gerakan.

  • Menyesuaikan gerakan dengan kemampuan diri.

G. Penerapan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Mindful Learning:
Peserta didik fokus mendengarkan instruksi, memperhatikan posisi tubuh, menjaga keseimbangan, dan melakukan gerakan dengan aman.

Meaningful Learning:
Peserta didik memahami bahwa gerak menekuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika duduk, mengambil benda, mengikat tali sepatu, atau melakukan aktivitas lainnya.

Joyful Learning:
Peserta didik melakukan variasi dan kombinasi gerak melalui permainan sederhana yang menyenangkan sehingga mereka lebih aktif, percaya diri, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.


H. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak menekuk termasuk gerak ....
A. nonlokomotor
B. lokomotor
C. berpindah tempat

2. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. berlari
B. menekuk lutut
C. berjalan

3. Ketika melakukan gerak menekuk lutut, sebaiknya tubuh tetap ....
A. bergerak ke depan
B. berlari
C. seimbang

4. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. mengayun
B. berlari cepat
C. berjalan jauh

5. Gerakan menekuk siku dilakukan pada bagian ....
A. lutut
B. siku
C. kepala

6. Contoh kombinasi gerak nonlokomotor adalah ....
A. berlari dan berjalan
B. berjalan dan melompat
C. menekuk dan mengayun

7. Saat guru memberikan aba-aba dalam permainan, kita harus ....
A. memperhatikan dan mengikuti instruksi
B. berbicara sendiri
C. meninggalkan lapangan

8. Agar tidak bertabrakan saat bermain, kita harus menjaga ....
A. suara
B. jarak
C. pakaian

9. Sebelum melakukan aktivitas gerak di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. duduk
B. tidur
C. pemanasan

10. Sikap yang tepat ketika bermain bersama teman adalah ....
A. sportif dan bekerja sama
B. mengejek teman
C. mendorong teman

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. C

  7. A

  8. B

  9. C

  10. A


I. Soal Isian

1. Gerak menekuk termasuk gerak ....

2. Menekuk lutut dilakukan dengan cara .... lutut.

3. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak .... tangan.

4. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga .... agar tidak bertabrakan.

5. Sebelum melakukan aktivitas olahraga, kita melakukan ....

Kunci Jawaban Isian

  1. Nonlokomotor

  2. Membengkokkan/menekuk

  3. Mengayun

  4. Jarak

  5. Pemanasan


J. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan tiga contoh gerak menekuk!

3. Sebutkan tiga contoh kombinasi gerak nonlokomotor yang dapat dilakukan dalam permainan sederhana!

4. Mengapa kita harus menjaga keseimbangan ketika melakukan gerak menekuk?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan ketika mengikuti permainan sederhana bersama teman!

Kunci Jawaban Uraian

1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian tanpa berpindah tempat.

2. Contohnya menekuk lutut, menekuk siku, dan menekuk badan.

3. Contohnya menekuk dan mengayun, menekuk dan membungkuk, serta menekuk dan memutar.

4. Agar tubuh tetap stabil, gerakan dapat dilakukan dengan benar, dan kita tidak mudah kehilangan keseimbangan.

5. Contohnya bekerja sama, mematuhi aturan, sportif, menghargai teman, menjaga keselamatan, dan percaya diri.

13. Kesimpulan :

Gerak menekuk merupakan salah satu gerak nonlokomotor, yaitu gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Pada pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempraktikkan berbagai variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, menekuk siku, menekuk badan, dan menekuk kaki, serta mengombinasikannya dengan gerak nonlokomotor lainnya seperti mengayun, membungkuk, memutar, dan meliuk.

Melalui permainan sederhana, peserta didik belajar menyesuaikan gerakan dengan aba-aba, situasi permainan, dan posisi teman. Peserta didik juga belajar menjaga keseimbangan, mengikuti aturan, bekerja sama, percaya diri, dan menjaga keselamatan selama aktivitas berlangsung.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar fokus dan memperhatikan setiap gerakan. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk juga digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang menyenangkan sehingga lebih aktif dan bersemangat.

Kemampuan tubuh untuk bergerak merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Kesehatan dan keselamatan merupakan bentuk pemeliharaan dari Allah Maha Malik (Memelihara), sedangkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berolahraga merupakan rezeki dari Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki). Oleh karena itu, peserta didik hendaknya selalu bersyukur dengan menjaga kesehatan, rajin berolahraga, mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, serta menggunakan kemampuan geraknya untuk kegiatan yang baik.