Materi ajar kelas 2, 3, 4, dan 5
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : A/II
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Memutar, Mengayun, Membungkuk, Menekuk, dan Meliuk
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan semangat untuk belajar.
Anak-anak, sebelum kita mulai berolahraga hari ini, coba kita perhatikan tubuh kita sendiri. Siapa yang menciptakan tubuh kita sehingga bisa memutar kepala, mengayun tangan, membungkuk, menekuk lutut, dan meliuk badan dengan begitu lentur? Tepat sekali, Allah SWT lah yang menciptakan kita (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian gerakkan pergelangan tangan kalian memutar, lalu ayunkan lengan kalian. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah, bukan?
Selain menciptakan, Allah juga selalu menjaga dan memelihara tubuh kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Otot dan sendi kita bisa bergerak lentur dan kuat karena Allah yang menjaganya setiap hari. Oleh karena itu, kita harus rajin berolahraga agar tubuh yang dijaga Allah ini tetap sehat dan kuat.
Dan tahukah kalian, dengan tubuh yang sehat inilah kita bisa belajar, bermain, membantu orang tua, dan beraktivitas dengan lancar. Itu semua adalah rezeki dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat tubuh yang sehat ini dengan bersungguh-sungguh belajar gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk pada hari ini.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi pola gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk dengan benar (Mandiri – peserta didik mampu mengenali dan memahami gerakannya sendiri secara percaya diri).
- Mengeksplorasi berbagai strategi gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk secara berpasangan maupun berkelompok (Mitra – peserta didik saling bekerja sama, bergantian, dan saling membantu dengan teman).
- Melakukan rangkaian gerak dasar tersebut melalui permainan sederhana yang menyenangkan sehingga peserta didik antusias dan aktif bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menyenangkan).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan tubuh manusia.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian dan contoh masing-masing pola gerak dasar (memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk) melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik diajak melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali satu per satu pola gerak dasar secara langsung di lapangan sebagai penguatan dari teori yang telah disampaikan.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan masing-masing gerakan secara individu sesuai arahan guru.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan mengoreksi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
- Permainan Sederhana – Guru mengemas gerakan ke dalam permainan seperti "Simon Berkata" atau estafet gerak agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali gerakan yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap pola gerak dasar menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu melakukan gerakannya.
12. Penjabaran Materi
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : A/II
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Memutar, Mengayun, Membungkuk, Menekuk, dan Meliuk
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan semangat untuk belajar.
Anak-anak, sebelum kita mulai berolahraga hari ini, coba kita perhatikan tubuh kita sendiri. Siapa yang menciptakan tubuh kita sehingga bisa memutar kepala, mengayun tangan, membungkuk, menekuk lutut, dan meliuk badan dengan begitu lentur? Tepat sekali, Allah SWT lah yang menciptakan kita (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian gerakkan pergelangan tangan kalian memutar, lalu ayunkan lengan kalian. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah, bukan?
Selain menciptakan, Allah juga selalu menjaga dan memelihara tubuh kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Otot dan sendi kita bisa bergerak lentur dan kuat karena Allah yang menjaganya setiap hari. Oleh karena itu, kita harus rajin berolahraga agar tubuh yang dijaga Allah ini tetap sehat dan kuat.
Dan tahukah kalian, dengan tubuh yang sehat inilah kita bisa belajar, bermain, membantu orang tua, dan beraktivitas dengan lancar. Itu semua adalah rezeki dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat tubuh yang sehat ini dengan bersungguh-sungguh belajar gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk pada hari ini.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi pola gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk dengan benar (Mandiri – peserta didik mampu mengenali dan memahami gerakannya sendiri secara percaya diri).
- Mengeksplorasi berbagai strategi gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk secara berpasangan maupun berkelompok (Mitra – peserta didik saling bekerja sama, bergantian, dan saling membantu dengan teman).
- Melakukan rangkaian gerak dasar tersebut melalui permainan sederhana yang menyenangkan sehingga peserta didik antusias dan aktif bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menyenangkan).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan tubuh manusia.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian dan contoh masing-masing pola gerak dasar (memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk) melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik diajak melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali satu per satu pola gerak dasar secara langsung di lapangan sebagai penguatan dari teori yang telah disampaikan.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan masing-masing gerakan secara individu sesuai arahan guru.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan mengoreksi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
- Permainan Sederhana – Guru mengemas gerakan ke dalam permainan seperti "Simon Berkata" atau estafet gerak agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali gerakan yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap pola gerak dasar menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu melakukan gerakannya.
12. Penjabaran Materi
A. Pengertian Pola Gerak Dasar
Pola gerak dasar merupakan kemampuan gerak tubuh yang mendasari berbagai aktivitas fisik manusia. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari lima pola gerak dasar non-lokomotor (gerak di tempat), yaitu:
- Memutar (Rotasi) — Gerakan memindahkan atau menggerakkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya, misalnya memutar kepala, memutar lengan, atau memutar pinggang.
- Mengayun (Swinging) — Gerakan menggerakkan bagian tubuh (biasanya lengan atau kaki) ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul/ayunan.
- Membungkuk (Bending) — Gerakan menekukkan badan bagian atas (pinggang) ke arah depan sehingga posisi tubuh condong ke bawah.
- Menekuk (Folding) — Gerakan melipat salah satu bagian tubuh pada sendinya, seperti menekuk lutut, menekuk siku, atau menekuk pergelangan tangan.
- Meliuk (Twisting) — Gerakan memutar atau membelokkan badan bagian atas ke kanan dan ke kiri tanpa memindahkan posisi kaki.
Pola gerak dasar merupakan kemampuan gerak tubuh yang mendasari berbagai aktivitas fisik manusia. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari lima pola gerak dasar non-lokomotor (gerak di tempat), yaitu:
- Memutar (Rotasi) — Gerakan memindahkan atau menggerakkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya, misalnya memutar kepala, memutar lengan, atau memutar pinggang.
- Mengayun (Swinging) — Gerakan menggerakkan bagian tubuh (biasanya lengan atau kaki) ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul/ayunan.
- Membungkuk (Bending) — Gerakan menekukkan badan bagian atas (pinggang) ke arah depan sehingga posisi tubuh condong ke bawah.
- Menekuk (Folding) — Gerakan melipat salah satu bagian tubuh pada sendinya, seperti menekuk lutut, menekuk siku, atau menekuk pergelangan tangan.
- Meliuk (Twisting) — Gerakan memutar atau membelokkan badan bagian atas ke kanan dan ke kiri tanpa memindahkan posisi kaki.
B. Manfaat Pola Gerak Dasar
- Melatih kelenturan dan fleksibilitas otot serta sendi.
- Melancarkan peredaran darah.
- Meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
- Menjadi dasar untuk mempelajari gerakan olahraga yang lebih kompleks.
- Melatih kelenturan dan fleksibilitas otot serta sendi.
- Melancarkan peredaran darah.
- Meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
- Menjadi dasar untuk mempelajari gerakan olahraga yang lebih kompleks.
C. Contoh Penerapan dalam Aktivitas Sehari-hari
- Memutar kepala saat melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan.
- Mengayunkan lengan saat berjalan atau berlari.
- Membungkuk saat mengambil barang yang jatuh.
- Menekuk lutut saat duduk atau jongkok.
- Meliuk badan saat bermain atau senam ringan.
- Memutar kepala saat melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan.
- Mengayunkan lengan saat berjalan atau berlari.
- Membungkuk saat mengambil barang yang jatuh.
- Menekuk lutut saat duduk atau jongkok.
- Meliuk badan saat bermain atau senam ringan.
D. Latihan Soal
I. Pilihan Ganda
-
Gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya disebut gerak... A. Menekuk
B. Memutar
C. Melompat
-
Gerakan menggerakkan lengan ke depan dan ke belakang seperti bandul disebut...
A. Meliuk
B. Membungkuk
C. Mengayun
-
Posisi tubuh condong ke depan dengan pinggang ditekuk disebut gerak...
A. Membungkuk
B. Memutar
C. Meliuk
-
Gerakan melipat lutut atau siku pada sendinya disebut gerak...
A. Mengayun
B. Menekuk
C. Memutar
-
Gerakan memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan kaki disebut...
A. Meliuk
B. Menekuk
C. Membungkuk
-
Berikut ini yang termasuk contoh gerak memutar dalam kehidupan sehari-hari adalah...
A. Mengambil pensil yang jatuh
B. Melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang
C. Duduk di kursi
-
Manfaat melakukan gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk adalah...
A. Membuat tubuh menjadi kaku
B. Melatih kelenturan otot dan sendi
C. Membuat badan cepat lelah
-
Gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk ke dalam gerak...
A. Lokomotor
B. Non-lokomotor
C. Manipulatif
-
Sebelum melakukan olahraga inti, sebaiknya kita melakukan...
A. Pendinginan
B. Pemanasan
C. Tidur siang
-
Sikap tubuh saat menekuk lutut untuk duduk jongkok menunjukkan gerak...
A. Meliuk
B. Mengayun
C. Menekuk
II. Isian
- Gerakan melingkar pada poros tubuh disebut gerak ....
- Gerakan seperti bandul yang bergerak ke depan dan belakang disebut gerak ....
- Sebelum berolahraga, tubuh perlu dilakukan .... agar tidak cedera.
- Gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk gerak dasar ....
- Gerak membungkuk biasanya digunakan saat kita ingin ... barang yang jatuh.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian gerak memutar dan berikan satu contohnya!
- Sebutkan perbedaan antara gerak menekuk dan gerak meliuk!
- Mengapa kita perlu melakukan pemanasan sebelum berolahraga?
- Sebutkan tiga manfaat mempelajari pola gerak dasar!
- Berikan masing-masing satu contoh penerapan gerak mengayun dan meliuk dalam kehidupan sehari-hari!
I. Pilihan Ganda
-
Gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya disebut gerak... A. Menekuk B. Memutar C. Melompat
-
Gerakan menggerakkan lengan ke depan dan ke belakang seperti bandul disebut... A. Meliuk B. Membungkuk C. Mengayun
-
Posisi tubuh condong ke depan dengan pinggang ditekuk disebut gerak... A. Membungkuk B. Memutar C. Meliuk
-
Gerakan melipat lutut atau siku pada sendinya disebut gerak... A. Mengayun B. Menekuk C. Memutar
-
Gerakan memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan kaki disebut... A. Meliuk B. Menekuk C. Membungkuk
-
Berikut ini yang termasuk contoh gerak memutar dalam kehidupan sehari-hari adalah... A. Mengambil pensil yang jatuh B. Melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang C. Duduk di kursi
-
Manfaat melakukan gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk adalah... A. Membuat tubuh menjadi kaku B. Melatih kelenturan otot dan sendi C. Membuat badan cepat lelah
-
Gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk ke dalam gerak... A. Lokomotor B. Non-lokomotor C. Manipulatif
-
Sebelum melakukan olahraga inti, sebaiknya kita melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Tidur siang
-
Sikap tubuh saat menekuk lutut untuk duduk jongkok menunjukkan gerak... A. Meliuk B. Mengayun C. Menekuk
II. Isian
- Gerakan melingkar pada poros tubuh disebut gerak ....
- Gerakan seperti bandul yang bergerak ke depan dan belakang disebut gerak ....
- Sebelum berolahraga, tubuh perlu dilakukan .... agar tidak cedera.
- Gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk gerak dasar ....
- Gerak membungkuk biasanya digunakan saat kita ingin ... barang yang jatuh.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian gerak memutar dan berikan satu contohnya!
- Sebutkan perbedaan antara gerak menekuk dan gerak meliuk!
- Mengapa kita perlu melakukan pemanasan sebelum berolahraga?
- Sebutkan tiga manfaat mempelajari pola gerak dasar!
- Berikan masing-masing satu contoh penerapan gerak mengayun dan meliuk dalam kehidupan sehari-hari!
E. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
- B
- C
- A
- B
- A
- B
- B
- B
- B
- C
Isian
- Memutar
- Mengayun
- Pemanasan
- Non-lokomotor
- Mengambil
Uraian
- Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Contoh: memutar kepala ke kanan dan ke kiri.
- Gerak menekuk adalah melipat bagian tubuh pada sendinya (seperti lutut atau siku), sedangkan gerak meliuk adalah memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan posisi kaki.
- Pemanasan diperlukan agar otot dan sendi menjadi lentur, tubuh siap bergerak, serta terhindar dari cedera saat berolahraga.
- Melatih kelenturan otot dan sendi, melancarkan peredaran darah, dan meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
- Contoh mengayun: mengayunkan lengan saat berjalan. Contoh meliuk: meliukkan badan saat melakukan senam ringan.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan lima pola gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik semakin menyadari nikmat tubuh sehat sebagai anugerah dari Allah SWT dan senantiasa menjaganya dengan rajin bergerak dan berolahraga.
Pilihan Ganda
- B
- C
- A
- B
- A
- B
- B
- B
- B
- C
Isian
- Memutar
- Mengayun
- Pemanasan
- Non-lokomotor
- Mengambil
Uraian
- Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Contoh: memutar kepala ke kanan dan ke kiri.
- Gerak menekuk adalah melipat bagian tubuh pada sendinya (seperti lutut atau siku), sedangkan gerak meliuk adalah memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan posisi kaki.
- Pemanasan diperlukan agar otot dan sendi menjadi lentur, tubuh siap bergerak, serta terhindar dari cedera saat berolahraga.
- Melatih kelenturan otot dan sendi, melancarkan peredaran darah, dan meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
- Contoh mengayun: mengayunkan lengan saat berjalan. Contoh meliuk: meliukkan badan saat melakukan senam ringan.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan lima pola gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik semakin menyadari nikmat tubuh sehat sebagai anugerah dari Allah SWT dan senantiasa menjaganya dengan rajin bergerak dan berolahraga.
Identitas Pembelajaran
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/III
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Memutar dan Mengayun
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk belajar.
Anak-anak, coba perhatikan tubuh kalian. Allah SWT menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna, sehingga kita bisa memutar lengan, memutar pinggang, dan mengayunkan kaki maupun tangan dengan berbagai variasi gerakan (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian putar kedua lengan kalian, lalu ayunkan kaki kalian ke depan dan belakang. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat sendi dan otot kita begitu lentur dan bisa bergerak dengan berbagai macam variasi!
Selain menciptakan, Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara tubuh kita agar tetap sehat dan kuat (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih memutar dan mengayun dengan berbagai variasi, semakin lentur dan kuat pula otot serta sendi yang Allah jaga di dalam tubuh kita.
Dengan tubuh yang sehat dan lentur inilah, kita bisa belajar dengan semangat, bermain dengan gembira, dan membantu orang tua di rumah. Semua itu adalah rezeki yang luar biasa dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat ini dengan bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun pada hari ini.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak memutar dan mengayun dengan berbagai variasi secara benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan mengoreksi geraknya sendiri).
- Memperagakan variasi gerak memutar dan mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dengan saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
- Menerapkan variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan sederhana sehingga peserta didik aktif bergerak dengan suasana yang menyenangkan (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan tidak membosankan).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan variasi gerak tubuh manusia.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak memutar dan mengayun, serta contoh-contoh variasinya melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar dan mengayun ringan pada leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali variasi gerak memutar (lambat-cepat, arah kanan-kiri, satu tangan-dua tangan) dan variasi gerak mengayun (rendah-tinggi, satu arah-berlawanan arah) secara langsung di lapangan.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan variasi gerak memutar dan mengayun secara individu sesuai arahan guru, kemudian menyesuaikan strategi geraknya agar lebih baik.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati, memberi masukan, dan mengoreksi variasi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
- Permainan Sederhana – Guru mengemas variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan seperti estafet bola putar-ayun atau permainan "Ikuti Variasiku" agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap variasi gerak memutar dan mengayun menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu menyesuaikan strategi geraknya.
12. Penjabaran Materi
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/III
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Memutar dan Mengayun
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk belajar.
Anak-anak, coba perhatikan tubuh kalian. Allah SWT menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna, sehingga kita bisa memutar lengan, memutar pinggang, dan mengayunkan kaki maupun tangan dengan berbagai variasi gerakan (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian putar kedua lengan kalian, lalu ayunkan kaki kalian ke depan dan belakang. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat sendi dan otot kita begitu lentur dan bisa bergerak dengan berbagai macam variasi!
Selain menciptakan, Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara tubuh kita agar tetap sehat dan kuat (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih memutar dan mengayun dengan berbagai variasi, semakin lentur dan kuat pula otot serta sendi yang Allah jaga di dalam tubuh kita.
Dengan tubuh yang sehat dan lentur inilah, kita bisa belajar dengan semangat, bermain dengan gembira, dan membantu orang tua di rumah. Semua itu adalah rezeki yang luar biasa dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat ini dengan bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun pada hari ini.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak memutar dan mengayun dengan berbagai variasi secara benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan mengoreksi geraknya sendiri).
- Memperagakan variasi gerak memutar dan mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dengan saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
- Menerapkan variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan sederhana sehingga peserta didik aktif bergerak dengan suasana yang menyenangkan (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan tidak membosankan).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan variasi gerak tubuh manusia.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak memutar dan mengayun, serta contoh-contoh variasinya melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar dan mengayun ringan pada leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali variasi gerak memutar (lambat-cepat, arah kanan-kiri, satu tangan-dua tangan) dan variasi gerak mengayun (rendah-tinggi, satu arah-berlawanan arah) secara langsung di lapangan.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan variasi gerak memutar dan mengayun secara individu sesuai arahan guru, kemudian menyesuaikan strategi geraknya agar lebih baik.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati, memberi masukan, dan mengoreksi variasi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
- Permainan Sederhana – Guru mengemas variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan seperti estafet bola putar-ayun atau permainan "Ikuti Variasiku" agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap variasi gerak memutar dan mengayun menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu menyesuaikan strategi geraknya.
12. Penjabaran Materi
A. Pengertian Variasi Gerak Memutar dan Mengayun
Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan (rendah/tinggi), maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari variasi dari dua gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar dan mengayun.
1. Variasi Gerak Memutar
Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Beberapa variasinya antara lain:
- Memutar dengan kecepatan berbeda (lambat dan cepat)
- Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam
- Memutar menggunakan satu tangan atau dua tangan sekaligus
- Memutar bagian tubuh yang berbeda, seperti kepala, bahu, pinggang, dan pergelangan tangan/kaki
2. Variasi Gerak Mengayun
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul. Beberapa variasinya antara lain:
- Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan tinggi (di atas bahu)
- Mengayun satu lengan/kaki secara bergantian
- Mengayun kedua lengan secara bersamaan searah maupun berlawanan arah
- Mengayun sambil berjalan di tempat
Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan (rendah/tinggi), maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari variasi dari dua gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar dan mengayun.
1. Variasi Gerak Memutar
Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Beberapa variasinya antara lain:
- Memutar dengan kecepatan berbeda (lambat dan cepat)
- Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam
- Memutar menggunakan satu tangan atau dua tangan sekaligus
- Memutar bagian tubuh yang berbeda, seperti kepala, bahu, pinggang, dan pergelangan tangan/kaki
2. Variasi Gerak Mengayun
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul. Beberapa variasinya antara lain:
- Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan tinggi (di atas bahu)
- Mengayun satu lengan/kaki secara bergantian
- Mengayun kedua lengan secara bersamaan searah maupun berlawanan arah
- Mengayun sambil berjalan di tempat
B. Manfaat Variasi Gerak Memutar dan Mengayun
- Meningkatkan kelenturan dan keluwesan gerak tubuh.
- Melatih keseimbangan dan koordinasi antara tangan, kaki, dan mata.
- Membuat peserta didik mampu menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi permainan.
- Menjadi dasar keterampilan gerak yang lebih kompleks, seperti senam dan permainan bola.
- Meningkatkan kelenturan dan keluwesan gerak tubuh.
- Melatih keseimbangan dan koordinasi antara tangan, kaki, dan mata.
- Membuat peserta didik mampu menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi permainan.
- Menjadi dasar keterampilan gerak yang lebih kompleks, seperti senam dan permainan bola.
C. Contoh Penerapan dalam Aktivitas Sehari-hari dan Olahraga
- Memutar lengan dengan cepat dan lambat sebagai pemanasan sebelum berolahraga.
- Mengayun lengan tinggi dan rendah saat melempar bola.
- Memutar pinggang searah dan berlawanan arah jarum jam saat senam.
- Mengayun kaki bergantian saat berjalan cepat atau jogging ringan.
- Memutar lengan dengan cepat dan lambat sebagai pemanasan sebelum berolahraga.
- Mengayun lengan tinggi dan rendah saat melempar bola.
- Memutar pinggang searah dan berlawanan arah jarum jam saat senam.
- Mengayun kaki bergantian saat berjalan cepat atau jogging ringan.
D. Latihan Soal
I. Pilihan Ganda
-
Melakukan satu gerakan dengan cara yang berbeda-beda disebut...
A. Variasi gerak
B. Kombinasi gerak
C. Lokomotor
-
Berikut ini yang termasuk variasi gerak memutar adalah...
A. Berlari cepat
B. Memutar lambat dan cepat
C. Melompat tinggi
-
Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi mengayun dengan tingkatan...
A. Rendah
B. Sedang
C. Tinggi
-
Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan...
A. Arah
B. Kecepatan
C. Jumlah anggota tubuh
-
Gerak mengayun yang dilakukan seperti gerakan bandul biasanya menggunakan bagian tubuh...
A. Kepala
B. Lengan atau kaki
C. Perut
-
Variasi gerak memutar dan mengayun berguna untuk melatih...
A. Kekuatan otot perut saja
B. Kelenturan dan koordinasi tubuh
C. Daya ingat
-
Contoh variasi gerak memutar berdasarkan kecepatan adalah...
A. Memutar dengan satu tangan
B. Memutar lambat kemudian cepat
C. Memutar searah jarum jam
-
Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah yang berlawanan disebut variasi mengayun berdasarkan...
A. Jumlah anggota tubuh dan arah
B. Kecepatan saja
C. Tingkatan tinggi saja
-
Sebelum melakukan variasi gerak memutar dan mengayun, hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah...
A. Pendinginan
B. Pemanasan
C. Langsung bermain
-
Manfaat mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun adalah agar peserta didik mampu...
A. Menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi
B. Menghafal nama-nama gerakan saja
C. Menghindari olahraga
II. Isian
- Melakukan satu gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda disebut ....
- Memutar lengan dengan kecepatan lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
- Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi tingkatan ....
- Memutar searah dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan ....
- Sebelum melakukan variasi gerak, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan variasi gerak!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak memutar berdasarkan arah dan kecepatan!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
- Mengapa penting mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun?
- Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam olahraga!
I. Pilihan Ganda
-
Melakukan satu gerakan dengan cara yang berbeda-beda disebut... A. Variasi gerak B. Kombinasi gerak C. Lokomotor
-
Berikut ini yang termasuk variasi gerak memutar adalah... A. Berlari cepat B. Memutar lambat dan cepat C. Melompat tinggi
-
Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi mengayun dengan tingkatan... A. Rendah B. Sedang C. Tinggi
-
Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan... A. Arah B. Kecepatan C. Jumlah anggota tubuh
-
Gerak mengayun yang dilakukan seperti gerakan bandul biasanya menggunakan bagian tubuh... A. Kepala B. Lengan atau kaki C. Perut
-
Variasi gerak memutar dan mengayun berguna untuk melatih... A. Kekuatan otot perut saja B. Kelenturan dan koordinasi tubuh C. Daya ingat
-
Contoh variasi gerak memutar berdasarkan kecepatan adalah... A. Memutar dengan satu tangan B. Memutar lambat kemudian cepat C. Memutar searah jarum jam
-
Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah yang berlawanan disebut variasi mengayun berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh dan arah B. Kecepatan saja C. Tingkatan tinggi saja
-
Sebelum melakukan variasi gerak memutar dan mengayun, hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Langsung bermain
-
Manfaat mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun adalah agar peserta didik mampu... A. Menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi B. Menghafal nama-nama gerakan saja C. Menghindari olahraga
II. Isian
- Melakukan satu gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda disebut ....
- Memutar lengan dengan kecepatan lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
- Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi tingkatan ....
- Memutar searah dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan ....
- Sebelum melakukan variasi gerak, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan variasi gerak!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak memutar berdasarkan arah dan kecepatan!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
- Mengapa penting mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun?
- Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam olahraga!
E. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
- A
- B
- C
- A
- B
- B
- B
- A
- B
- A
Isian
- Variasi gerak
- Kecepatan
- Tinggi
- Arah
- Pemanasan
Uraian
- Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan.
- Contoh berdasarkan arah: memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. Contoh berdasarkan kecepatan: memutar dengan lambat kemudian dipercepat.
- Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan mengayun dengan tingkatan tinggi (di atas bahu).
- Karena dengan menguasai variasi gerak, peserta didik dapat menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda-beda, sehingga keterampilan gerak menjadi lebih halus dan fungsional.
- Contoh: mengayunkan lengan tinggi dan rendah saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak memutar dan mengayun, mulai dari variasi arah, kecepatan, tingkatan, hingga jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda serta semakin menyadari nikmat tubuh yang lentur dan sehat sebagai anugerah dari Allah SWT.
Pilihan Ganda
- A
- B
- C
- A
- B
- B
- B
- A
- B
- A
Isian
- Variasi gerak
- Kecepatan
- Tinggi
- Arah
- Pemanasan
Uraian
- Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan.
- Contoh berdasarkan arah: memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. Contoh berdasarkan kecepatan: memutar dengan lambat kemudian dipercepat.
- Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan mengayun dengan tingkatan tinggi (di atas bahu).
- Karena dengan menguasai variasi gerak, peserta didik dapat menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda-beda, sehingga keterampilan gerak menjadi lebih halus dan fungsional.
- Contoh: mengayunkan lengan tinggi dan rendah saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak memutar dan mengayun, mulai dari variasi arah, kecepatan, tingkatan, hingga jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda serta semakin menyadari nikmat tubuh yang lentur dan sehat sebagai anugerah dari Allah SWT.
Identitas Pembelajaran
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/IV
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Mengayun
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.
Anak-anak, coba kalian rasakan lengan dan kaki kalian. Allah SWT menciptakan sendi bahu, sendi siku, dan sendi panggul kita dengan begitu istimewa, sehingga kita bisa mengayunkan lengan dan kaki ke berbagai arah, baik pelan maupun cepat, rendah maupun tinggi (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian ayunkan lengan kalian ke depan-belakang, lalu ke samping. Subhanallah, betapa hebat ciptaan Allah yang membuat tubuh kita begitu luwes untuk bergerak!
Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot dan kelenturan sendi kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih variasi gerak mengayun dengan benar, semakin kuat dan lentur pula tubuh yang Allah pelihara ini, sehingga kita tidak mudah cedera saat berolahraga atau bermain.
Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar dengan maksimal, aktif berolahraga, dan bermain bersama teman-teman dengan gembira. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak mengayun pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak mengayun dengan berbagai variasi (arah, kecepatan, dan tingkatan) secara tepat dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki gerakannya sendiri).
- Memperagakan variasi gerak mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dalam rangkaian gerak sederhana, sambil saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
- Menerapkan variasi gerak mengayun ke dalam permainan atau rangkaian gerak yang menyenangkan sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan tubuh mengayun.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak mengayun beserta unsur-unsurnya (arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik lebih memahami sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun ringan pada lengan dan kaki agar sendi bahu dan panggul siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan variasi gerak mengayun satu lengan, dua lengan, mengayun kaki, mengayun dengan tingkatan rendah-tinggi, serta mengayun dengan kecepatan lambat-cepat.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun secara individu, kemudian menyesuaikan dan memperbaiki strategi geraknya sendiri.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan memberi masukan terhadap variasi gerak mengayun teman, serta mencoba merangkai beberapa variasi gerak mengayun secara bergantian (unsur Mitra).
- Permainan/Rangkaian Gerak – Guru mengemas variasi gerak mengayun ke dalam permainan seperti estafet ayunan bola atau rangkaian gerak "Ayun Berirama" agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil mengatur napas.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak mengayun yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerak mengayun di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan konsep variasi gerak dengan bahasa yang sesuai untuk peserta didik kelas IV, menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu menyesuaikan strategi geraknya secara nyata.
12. Penjabaran Materi
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/IV 4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Mengayun
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.
Anak-anak, coba kalian rasakan lengan dan kaki kalian. Allah SWT menciptakan sendi bahu, sendi siku, dan sendi panggul kita dengan begitu istimewa, sehingga kita bisa mengayunkan lengan dan kaki ke berbagai arah, baik pelan maupun cepat, rendah maupun tinggi (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian ayunkan lengan kalian ke depan-belakang, lalu ke samping. Subhanallah, betapa hebat ciptaan Allah yang membuat tubuh kita begitu luwes untuk bergerak!
Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot dan kelenturan sendi kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih variasi gerak mengayun dengan benar, semakin kuat dan lentur pula tubuh yang Allah pelihara ini, sehingga kita tidak mudah cedera saat berolahraga atau bermain.
Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar dengan maksimal, aktif berolahraga, dan bermain bersama teman-teman dengan gembira. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak mengayun pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak mengayun dengan berbagai variasi (arah, kecepatan, dan tingkatan) secara tepat dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki gerakannya sendiri).
- Memperagakan variasi gerak mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dalam rangkaian gerak sederhana, sambil saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
- Menerapkan variasi gerak mengayun ke dalam permainan atau rangkaian gerak yang menyenangkan sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan tubuh mengayun.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak mengayun beserta unsur-unsurnya (arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik lebih memahami sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun ringan pada lengan dan kaki agar sendi bahu dan panggul siap bergerak.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan variasi gerak mengayun satu lengan, dua lengan, mengayun kaki, mengayun dengan tingkatan rendah-tinggi, serta mengayun dengan kecepatan lambat-cepat.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun secara individu, kemudian menyesuaikan dan memperbaiki strategi geraknya sendiri.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan memberi masukan terhadap variasi gerak mengayun teman, serta mencoba merangkai beberapa variasi gerak mengayun secara bergantian (unsur Mitra).
- Permainan/Rangkaian Gerak – Guru mengemas variasi gerak mengayun ke dalam permainan seperti estafet ayunan bola atau rangkaian gerak "Ayun Berirama" agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil mengatur napas.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak mengayun yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerak mengayun di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan konsep variasi gerak dengan bahasa yang sesuai untuk peserta didik kelas IV, menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu menyesuaikan strategi geraknya secara nyata.
12. Penjabaran Materi
A. Pengertian Variasi Gerak Mengayun
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh, seperti lengan atau kaki, ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul jam. Variasi gerak mengayun berarti melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, sehingga gerakan menjadi lebih halus, luwes, dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi permainan atau olahraga.
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh, seperti lengan atau kaki, ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul jam. Variasi gerak mengayun berarti melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, sehingga gerakan menjadi lebih halus, luwes, dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi permainan atau olahraga.
B. Unsur-Unsur Variasi Gerak Mengayun
-
Berdasarkan Arah
- Mengayun ke depan dan ke belakang
- Mengayun ke samping kanan dan kiri
- Mengayun memutar (kombinasi ayun dan putar)
-
Berdasarkan Kecepatan
- Mengayun dengan tempo lambat
- Mengayun dengan tempo cepat
- Mengayun dengan tempo berubah-ubah (lambat lalu cepat)
-
Berdasarkan Tingkatan
- Mengayun rendah (di bawah pinggang)
- Mengayun sedang (setinggi bahu)
- Mengayun tinggi (di atas kepala)
-
Berdasarkan Jumlah Anggota Tubuh
- Mengayun satu lengan atau satu kaki
- Mengayun kedua lengan secara bersamaan (searah atau berlawanan arah)
- Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak
-
Berdasarkan Arah
- Mengayun ke depan dan ke belakang
- Mengayun ke samping kanan dan kiri
- Mengayun memutar (kombinasi ayun dan putar)
-
Berdasarkan Kecepatan
- Mengayun dengan tempo lambat
- Mengayun dengan tempo cepat
- Mengayun dengan tempo berubah-ubah (lambat lalu cepat)
-
Berdasarkan Tingkatan
- Mengayun rendah (di bawah pinggang)
- Mengayun sedang (setinggi bahu)
- Mengayun tinggi (di atas kepala)
-
Berdasarkan Jumlah Anggota Tubuh
- Mengayun satu lengan atau satu kaki
- Mengayun kedua lengan secara bersamaan (searah atau berlawanan arah)
- Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak
C. Manfaat Variasi Gerak Mengayun
- Melatih kelenturan sendi bahu, siku, dan panggul.
- Meningkatkan koordinasi antara mata, tangan, dan kaki.
- Membantu peserta didik menguasai gerak dasar untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
- Melatih peserta didik menyesuaikan strategi gerak sesuai kebutuhan permainan.
- Melatih kelenturan sendi bahu, siku, dan panggul.
- Meningkatkan koordinasi antara mata, tangan, dan kaki.
- Membantu peserta didik menguasai gerak dasar untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
- Melatih peserta didik menyesuaikan strategi gerak sesuai kebutuhan permainan.
D. Contoh Penerapan dalam Olahraga dan Kehidupan Sehari-hari
- Mengayun lengan tinggi-rendah saat melakukan gerakan melempar bola kasti.
- Mengayun kaki ke depan-belakang sebagai pemanasan sebelum berlari.
- Mengayun kedua lengan berlawanan arah saat berjalan cepat.
- Mengayun lengan dengan tempo cepat saat melakukan gerakan pukulan dalam permainan kasti atau bulu tangkis sederhana.
- Mengayun lengan tinggi-rendah saat melakukan gerakan melempar bola kasti.
- Mengayun kaki ke depan-belakang sebagai pemanasan sebelum berlari.
- Mengayun kedua lengan berlawanan arah saat berjalan cepat.
- Mengayun lengan dengan tempo cepat saat melakukan gerakan pukulan dalam permainan kasti atau bulu tangkis sederhana.
E. Latihan Soal
I. Pilihan Ganda
-
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti...
A. Gerakan bandul
B. Gerakan melompat
C. Gerakan berlari
-
Mengayun lengan ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan...
A. Kecepatan
B. Arah
C. Tingkatan
-
Mengayun lengan setinggi bahu termasuk variasi tingkatan...
A. Rendah
B. Sedang
C. Tinggi
-
Mengayun dengan tempo lambat kemudian dipercepat termasuk variasi berdasarkan...
A. Arah
B. Jumlah anggota tubuh
C. Kecepatan
-
Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah berlawanan termasuk variasi berdasarkan...
A. Jumlah anggota tubuh dan arah
B. Tingkatan saja
C. Kecepatan saja
-
Salah satu manfaat variasi gerak mengayun adalah melatih kelenturan sendi...
A. Lutut saja
B. Bahu, siku, dan panggul
C. Leher saja
-
Gerak mengayun lengan tinggi-rendah dapat diterapkan saat melakukan gerakan...
A. Duduk diam
B. Melempar bola
C. Membaca buku
-
Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, peserta didik perlu melakukan...
A. Pendinginan
B. Pemanasan
C. Makan siang
-
Variasi gerak mengayun berguna untuk menguasai gerak dasar cabang olahraga lain, seperti...
A. Melempar dan memukul
B. Menghafal dan membaca
C. Menggambar dan mewarnai
-
Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak termasuk variasi berdasarkan...
A. Jumlah anggota tubuh
B. Kecepatan
C. Arah
II. Isian
- Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti gerakan ....
- Mengayun ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan ....
- Mengayun lengan di atas kepala termasuk variasi tingkatan ....
- Mengayun dengan tempo lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
- Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian variasi gerak mengayun!
- Sebutkan tiga unsur yang dapat membedakan variasi gerak mengayun!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
- Mengapa variasi gerak mengayun penting dipelajari sebelum mempelajari cabang olahraga lain?
- Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam permainan kasti atau olahraga lainnya!
I. Pilihan Ganda
-
Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti... A. Gerakan bandul B. Gerakan melompat C. Gerakan berlari
-
Mengayun lengan ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan... A. Kecepatan B. Arah C. Tingkatan
-
Mengayun lengan setinggi bahu termasuk variasi tingkatan... A. Rendah B. Sedang C. Tinggi
-
Mengayun dengan tempo lambat kemudian dipercepat termasuk variasi berdasarkan... A. Arah B. Jumlah anggota tubuh C. Kecepatan
-
Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah berlawanan termasuk variasi berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh dan arah B. Tingkatan saja C. Kecepatan saja
-
Salah satu manfaat variasi gerak mengayun adalah melatih kelenturan sendi... A. Lutut saja B. Bahu, siku, dan panggul C. Leher saja
-
Gerak mengayun lengan tinggi-rendah dapat diterapkan saat melakukan gerakan... A. Duduk diam B. Melempar bola C. Membaca buku
-
Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, peserta didik perlu melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Makan siang
-
Variasi gerak mengayun berguna untuk menguasai gerak dasar cabang olahraga lain, seperti... A. Melempar dan memukul B. Menghafal dan membaca C. Menggambar dan mewarnai
-
Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak termasuk variasi berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh B. Kecepatan C. Arah
II. Isian
- Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti gerakan ....
- Mengayun ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan ....
- Mengayun lengan di atas kepala termasuk variasi tingkatan ....
- Mengayun dengan tempo lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
- Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian variasi gerak mengayun!
- Sebutkan tiga unsur yang dapat membedakan variasi gerak mengayun!
- Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
- Mengapa variasi gerak mengayun penting dipelajari sebelum mempelajari cabang olahraga lain?
- Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam permainan kasti atau olahraga lainnya!
F. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
- A
- B
- B
- C
- A
- B
- B
- B
- A
- A
Isian
- Bandul
- Arah
- Tinggi
- Kecepatan
- Pemanasan
Uraian
- Variasi gerak mengayun adalah melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan, sehingga gerakan menjadi lebih halus dan luwes.
- Tiga unsur variasi gerak mengayun: arah (depan-belakang, samping), kecepatan (lambat-cepat), dan tingkatan (rendah, sedang, tinggi).
- Mengayun rendah (di bawah pinggang) dan mengayun tinggi (di atas kepala).
- Karena variasi gerak mengayun melatih kelenturan sendi dan koordinasi tubuh yang menjadi dasar gerak untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
- Contoh: mengayunkan lengan dari posisi rendah ke tinggi saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan kasti.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas IV telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun berdasarkan arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas IV, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam rangkaian gerak serta permainan yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak mengayun sesuai kebutuhan gerak dan olahraga yang lebih kompleks, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan lentur sebagai karunia dari Allah SWT.
Pilihan Ganda
- A
- B
- B
- C
- A
- B
- B
- B
- A
- A
Isian
- Bandul
- Arah
- Tinggi
- Kecepatan
- Pemanasan
Uraian
- Variasi gerak mengayun adalah melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan, sehingga gerakan menjadi lebih halus dan luwes.
- Tiga unsur variasi gerak mengayun: arah (depan-belakang, samping), kecepatan (lambat-cepat), dan tingkatan (rendah, sedang, tinggi).
- Mengayun rendah (di bawah pinggang) dan mengayun tinggi (di atas kepala).
- Karena variasi gerak mengayun melatih kelenturan sendi dan koordinasi tubuh yang menjadi dasar gerak untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
- Contoh: mengayunkan lengan dari posisi rendah ke tinggi saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan kasti.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas IV telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun berdasarkan arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas IV, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam rangkaian gerak serta permainan yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak mengayun sesuai kebutuhan gerak dan olahraga yang lebih kompleks, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan lentur sebagai karunia dari Allah SWT.
Identitas Pembelajaran
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/V
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Pasing Bawah
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.
Anak-anak, coba kalian perhatikan kedua lengan kalian. Allah SWT menciptakan lengan, siku, dan pergelangan tangan kita dengan begitu istimewa, sehingga mampu bekerja sama membentuk landasan yang kuat dan rata untuk memantulkan bola, seperti gerakan pasing bawah dalam permainan bola voli (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian rapatkan kedua lengan kalian dan luruskan. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat tangan kita bisa bekerja sama dengan begitu sempurna!
Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot lengan serta kelenturan sendi bahu kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih pasing bawah dengan teknik yang benar, semakin kuat dan terampil pula tubuh yang Allah pelihara ini dalam menguasai permainan bola voli.
Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar teknik olahraga baru, bermain bersama teman dengan kompak, dan meraih prestasi di bidang olahraga. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari pola gerak dasar pasing bawah pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai (seperti mengayun dan menekuk lengan) ke dalam pola gerak dasar pasing bawah, serta melakukannya dengan teknik yang benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki teknik pasing bawahnya sendiri).
- Mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah secara berpasangan maupun berkelompok untuk saling melempar dan mengumpan bola dengan kerja sama yang baik (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling memberi masukan kepada teman).
- Menerapkan pola gerak dasar pasing bawah ke dalam permainan sederhana atau modifikasi permainan bola voli sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan lengan melakukan gerak pasing bawah.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian, tujuan, dan tahapan teknik pasing bawah (sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan dengan tertib sambil membawa perlengkapan yang diperlukan.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun dan menekuk lengan agar otot dan sendi siap melakukan pasing bawah.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mendemonstrasikan tahapan teknik pasing bawah secara bertahap: sikap kaki melangkah, posisi lengan lurus dan rapat, hingga perkenaan bola pada lengan bagian bawah.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik berlatih gerakan pasing bawah tanpa bola (shadow) terlebih dahulu, kemudian mencoba memantulkan bola ke dinding atau ke atas secara individu sambil menyesuaikan strategi geraknya.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik berpasangan untuk saling melempar dan mengumpan bola menggunakan teknik pasing bawah, lalu saling memberi masukan terhadap teknik teman (unsur Mitra).
- Permainan/Modifikasi Permainan – Guru mengemas latihan pasing bawah ke dalam permainan modifikasi, seperti "Pasing Beruntun" atau permainan voli mini menggunakan bola ringan agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan, terutama pada otot lengan dan bahu, sambil mengatur napas.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali teknik pasing bawah yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung) yang dipadukan dengan metode demonstrasi, ceramah, dan tanya jawab untuk penyampaian teori teknik pasing bawah di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkannya di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan tahapan teknik pasing bawah secara sistematis menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu mentransfer teknik yang dipelajari ke dalam situasi permainan yang sesungguhnya.
12. Penjabaran Materi
1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B/V
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Pasing Bawah
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)
7. Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.
Anak-anak, coba kalian perhatikan kedua lengan kalian. Allah SWT menciptakan lengan, siku, dan pergelangan tangan kita dengan begitu istimewa, sehingga mampu bekerja sama membentuk landasan yang kuat dan rata untuk memantulkan bola, seperti gerakan pasing bawah dalam permainan bola voli (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian rapatkan kedua lengan kalian dan luruskan. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat tangan kita bisa bekerja sama dengan begitu sempurna!
Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot lengan serta kelenturan sendi bahu kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih pasing bawah dengan teknik yang benar, semakin kuat dan terampil pula tubuh yang Allah pelihara ini dalam menguasai permainan bola voli.
Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar teknik olahraga baru, bermain bersama teman dengan kompak, dan meraih prestasi di bidang olahraga. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari pola gerak dasar pasing bawah pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.
Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai (seperti mengayun dan menekuk lengan) ke dalam pola gerak dasar pasing bawah, serta melakukannya dengan teknik yang benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki teknik pasing bawahnya sendiri).
- Mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah secara berpasangan maupun berkelompok untuk saling melempar dan mengumpan bola dengan kerja sama yang baik (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling memberi masukan kepada teman).
- Menerapkan pola gerak dasar pasing bawah ke dalam permainan sederhana atau modifikasi permainan bola voli sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan lengan melakukan gerak pasing bawah.
- Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian, tujuan, dan tahapan teknik pasing bawah (sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
- Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan dengan tertib sambil membawa perlengkapan yang diperlukan.
- Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun dan menekuk lengan agar otot dan sendi siap melakukan pasing bawah.
- Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mendemonstrasikan tahapan teknik pasing bawah secara bertahap: sikap kaki melangkah, posisi lengan lurus dan rapat, hingga perkenaan bola pada lengan bagian bawah.
- Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik berlatih gerakan pasing bawah tanpa bola (shadow) terlebih dahulu, kemudian mencoba memantulkan bola ke dinding atau ke atas secara individu sambil menyesuaikan strategi geraknya.
- Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik berpasangan untuk saling melempar dan mengumpan bola menggunakan teknik pasing bawah, lalu saling memberi masukan terhadap teknik teman (unsur Mitra).
- Permainan/Modifikasi Permainan – Guru mengemas latihan pasing bawah ke dalam permainan modifikasi, seperti "Pasing Beruntun" atau permainan voli mini menggunakan bola ringan agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
- Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan, terutama pada otot lengan dan bahu, sambil mengatur napas.
- Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali teknik pasing bawah yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
- Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.
11. Model / Metode
Direct Instruction (Pembelajaran Langsung) yang dipadukan dengan metode demonstrasi, ceramah, dan tanya jawab untuk penyampaian teori teknik pasing bawah di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkannya di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan tahapan teknik pasing bawah secara sistematis menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu mentransfer teknik yang dipelajari ke dalam situasi permainan yang sesungguhnya.
12. Penjabaran Materi
A. Pengertian Pasing Bawah
Pasing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku).
Pasing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku).
B. Tahapan Teknik Pasing Bawah
-
Sikap Awal
- Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki sedikit di depan.
- Lutut ditekuk sedikit, badan condong ke depan.
- Kedua tangan dirapatkan dan diluruskan ke bawah, membentuk landasan seperti papan.
-
Perkenaan Bola
- Bola disentuh atau dipantulkan pada bagian lengan bawah (antara pergelangan tangan dan siku).
- Perkenaan bola dilakukan saat bola berada di depan badan, dengan ayunan lengan dari bawah ke atas.
- Lutut diluruskan secara bersamaan dengan ayunan lengan untuk memberi dorongan pada bola.
-
Sikap Akhir
- Lengan mengikuti arah bola (follow through) setinggi bahu.
- Berat badan dipindahkan ke depan mengikuti arah bola.
- Segera kembali ke posisi siap untuk melakukan gerakan selanjutnya.
-
Sikap Awal
- Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki sedikit di depan.
- Lutut ditekuk sedikit, badan condong ke depan.
- Kedua tangan dirapatkan dan diluruskan ke bawah, membentuk landasan seperti papan.
-
Perkenaan Bola
- Bola disentuh atau dipantulkan pada bagian lengan bawah (antara pergelangan tangan dan siku).
- Perkenaan bola dilakukan saat bola berada di depan badan, dengan ayunan lengan dari bawah ke atas.
- Lutut diluruskan secara bersamaan dengan ayunan lengan untuk memberi dorongan pada bola.
-
Sikap Akhir
- Lengan mengikuti arah bola (follow through) setinggi bahu.
- Berat badan dipindahkan ke depan mengikuti arah bola.
- Segera kembali ke posisi siap untuk melakukan gerakan selanjutnya.
C. Manfaat Mempelajari Pasing Bawah
- Melatih koordinasi antara lengan, mata, dan kaki.
- Menjadi dasar teknik dalam permainan bola voli, baik untuk bertahan maupun menyerang.
- Melatih kerja sama tim dalam mengumpan dan menerima bola.
- Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam bermain bola voli.
- Melatih koordinasi antara lengan, mata, dan kaki.
- Menjadi dasar teknik dalam permainan bola voli, baik untuk bertahan maupun menyerang.
- Melatih kerja sama tim dalam mengumpan dan menerima bola.
- Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam bermain bola voli.
D. Kesalahan Umum dalam Pasing Bawah
- Lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola.
- Perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
- Badan tidak condong ke depan sehingga bola sulit terkontrol.
- Tidak melangkah mendekati arah datangnya bola.
- Lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola.
- Perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
- Badan tidak condong ke depan sehingga bola sulit terkontrol.
- Tidak melangkah mendekati arah datangnya bola.
E. Latihan Soal
I. Pilihan Ganda
-
Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan...
A. Sepak bola
B. Bola voli
C. Bulu tangkis
-
Bagian lengan yang digunakan untuk melakukan perkenaan bola pada pasing bawah adalah...
A. Telapak tangan
B. Lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku)
C. Siku saja
-
Sikap awal pasing bawah yang benar adalah...
A. Kaki rapat dan badan tegak
B. Kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, badan condong ke depan
C. Kaki menyilang dan badan membungkuk penuh
-
Pasing bawah digunakan untuk menerima bola dari...
A. Servis dan serangan lawan
B. Peluit wasit
C. Penonton
-
Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut...
A. Follow through
B. Servis
C. Smash
-
Salah satu kesalahan umum dalam pasing bawah adalah...
A. Lengan lurus dan rapat
B. Lengan tidak lurus saat perkenaan bola
C. Badan condong ke depan
-
Manfaat mempelajari teknik pasing bawah antara lain...
A. Melatih koordinasi lengan, mata, dan kaki
B. Melatih daya ingat
C. Melatih kemampuan menggambar
-
Saat melakukan pasing bawah, lutut yang diluruskan bersamaan dengan ayunan lengan berfungsi untuk...
A. Mengurangi tenaga bola
B. Memberi dorongan pada bola
C. Menghentikan bola
-
Sebelum berlatih pasing bawah, peserta didik sebaiknya melakukan...
A. Pendinginan
B. Pemanasan, termasuk gerakan mengayun dan menekuk lengan
C. Langsung bermain pertandingan
-
Pasing bawah menjadi dasar teknik penting dalam bola voli karena digunakan untuk...
A. Bertahan dan menyerang
B. Hanya untuk pemanasan
C. Hanya dilakukan oleh wasit
II. Isian
- Pasing bawah merupakan teknik dasar dalam permainan ....
- Perkenaan bola pada pasing bawah dilakukan pada bagian ....
- Sikap awal pasing bawah dilakukan dengan lutut ditekuk dan badan condong ke ....
- Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut ....
- Sebelum berlatih pasing bawah, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian pasing bawah dalam permainan bola voli!
- Sebutkan tiga tahapan dalam melakukan teknik pasing bawah!
- Sebutkan dua kesalahan umum yang sering terjadi saat melakukan pasing bawah!
- Mengapa pasing bawah penting dikuasai dalam permainan bola voli?
- Jelaskan bagaimana posisi lengan yang benar saat melakukan perkenaan bola pada pasing bawah!
I. Pilihan Ganda
-
Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan... A. Sepak bola B. Bola voli C. Bulu tangkis
-
Bagian lengan yang digunakan untuk melakukan perkenaan bola pada pasing bawah adalah... A. Telapak tangan B. Lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku) C. Siku saja
-
Sikap awal pasing bawah yang benar adalah... A. Kaki rapat dan badan tegak B. Kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, badan condong ke depan C. Kaki menyilang dan badan membungkuk penuh
-
Pasing bawah digunakan untuk menerima bola dari... A. Servis dan serangan lawan B. Peluit wasit C. Penonton
-
Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut... A. Follow through B. Servis C. Smash
-
Salah satu kesalahan umum dalam pasing bawah adalah... A. Lengan lurus dan rapat B. Lengan tidak lurus saat perkenaan bola C. Badan condong ke depan
-
Manfaat mempelajari teknik pasing bawah antara lain... A. Melatih koordinasi lengan, mata, dan kaki B. Melatih daya ingat C. Melatih kemampuan menggambar
-
Saat melakukan pasing bawah, lutut yang diluruskan bersamaan dengan ayunan lengan berfungsi untuk... A. Mengurangi tenaga bola B. Memberi dorongan pada bola C. Menghentikan bola
-
Sebelum berlatih pasing bawah, peserta didik sebaiknya melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan, termasuk gerakan mengayun dan menekuk lengan C. Langsung bermain pertandingan
-
Pasing bawah menjadi dasar teknik penting dalam bola voli karena digunakan untuk... A. Bertahan dan menyerang B. Hanya untuk pemanasan C. Hanya dilakukan oleh wasit
II. Isian
- Pasing bawah merupakan teknik dasar dalam permainan ....
- Perkenaan bola pada pasing bawah dilakukan pada bagian ....
- Sikap awal pasing bawah dilakukan dengan lutut ditekuk dan badan condong ke ....
- Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut ....
- Sebelum berlatih pasing bawah, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.
III. Uraian
- Jelaskan pengertian pasing bawah dalam permainan bola voli!
- Sebutkan tiga tahapan dalam melakukan teknik pasing bawah!
- Sebutkan dua kesalahan umum yang sering terjadi saat melakukan pasing bawah!
- Mengapa pasing bawah penting dikuasai dalam permainan bola voli?
- Jelaskan bagaimana posisi lengan yang benar saat melakukan perkenaan bola pada pasing bawah!
F. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
- B
- B
- B
- A
- A
- B
- A
- B
- B
- A
Isian
- Bola voli
- Lengan bawah (pergelangan tangan hingga siku)
- Depan
- Follow through
- Pemanasan
Uraian
- Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.
- Tiga tahapan pasing bawah: sikap awal (kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, lengan lurus dan rapat), perkenaan bola (bola disentuh pada lengan bawah dengan ayunan dari bawah ke atas), dan sikap akhir (lengan mengikuti arah bola/follow through).
- Dua kesalahan umum: lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola, dan perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
- Karena pasing bawah menjadi dasar untuk bertahan dari serangan lawan maupun mengumpan bola kepada teman, sehingga sangat penting untuk kelancaran permainan tim.
- Posisi lengan yang benar adalah kedua lengan dirapatkan dan diluruskan ke bawah membentuk landasan yang rata, sehingga bola dapat dipantulkan dengan terarah.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas V telah mengenal dan mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah dalam permainan bola voli, mulai dari sikap awal, perkenaan bola, hingga sikap akhir (follow through). Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas V, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam permainan modifikasi yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan bola voli yang sesungguhnya, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan terampil sebagai karunia dari Allah SWT.
Pilihan Ganda
- B
- B
- B
- A
- A
- B
- A
- B
- B
- A
Isian
- Bola voli
- Lengan bawah (pergelangan tangan hingga siku)
- Depan
- Follow through
- Pemanasan
Uraian
- Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.
- Tiga tahapan pasing bawah: sikap awal (kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, lengan lurus dan rapat), perkenaan bola (bola disentuh pada lengan bawah dengan ayunan dari bawah ke atas), dan sikap akhir (lengan mengikuti arah bola/follow through).
- Dua kesalahan umum: lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola, dan perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
- Karena pasing bawah menjadi dasar untuk bertahan dari serangan lawan maupun mengumpan bola kepada teman, sehingga sangat penting untuk kelancaran permainan tim.
- Posisi lengan yang benar adalah kedua lengan dirapatkan dan diluruskan ke bawah membentuk landasan yang rata, sehingga bola dapat dipantulkan dengan terarah.
13. Kesimpulan
Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas V telah mengenal dan mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah dalam permainan bola voli, mulai dari sikap awal, perkenaan bola, hingga sikap akhir (follow through). Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas V, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam permainan modifikasi yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan bola voli yang sesungguhnya, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan terampil sebagai karunia dari Allah SWT.


.jpg)
