Selasa, 22 September 2026

Materi Ajar Kelas 1a, 1b, dan kelas 6a

 

      

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Rabu / 23 September 2026
3. Fase / Kelas : A/I.A (Praktek) dan I.B (Teori)
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Gerak Dasar Melempar Bola (I.B Teori) dan Mempraktikkan Gerak Melempar Bola dalam Berbagai Situasi (I.A Praktek)
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)


7. Capaian Pembelajaran (CP)

Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.


8. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mindful dan Meaningful

Peserta didik mampu mengenal dan mempraktikkan gerak dasar melempar bola dengan memperhatikan arah, posisi tangan, dan sasaran secara aman dan benar.

2. Joyful

Peserta didik mampu mengeksplorasi variasi gerak melempar bola dalam situasi sederhana melalui aktivitas yang menyenangkan serta menunjukkan sikap percaya diri dan mengikuti aturan.


9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan gerak melempar bola serta bagian tubuh yang digunakan.
  2. Guru memberikan contoh gerak melempar bola dan peserta didik mengamati posisi badan, tangan, serta arah lemparan.
  3. Peserta didik I.B memahami gerak melempar melalui penjelasan, gambar, dan tanya jawab di dalam kelas.
  4. Peserta didik I.A mempraktikkan gerak melempar bola ke arah sasaran dengan jarak sederhana.
  5. Peserta didik mencoba variasi melempar bola dengan arah dan sasaran yang berbeda sesuai kemampuan.
  6. Guru memberikan umpan balik dan peserta didik menyimpulkan bahwa lemparan yang baik dilakukan dengan posisi tubuh, arah, dan tenaga yang tepat.

10. Apersepsi (Singkat)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak hebat! Hari ini kita akan belajar tentang gerak melempar bola.

Allah Maha Khaliq, yang menciptakan tangan dan tubuh kita sehingga kita dapat melempar. Allah Maha Malik, yang memelihara tubuh kita sehingga harus kita gunakan dengan baik dan hati-hati. Allah Maha Razaq, yang memberikan makanan dan minuman sehingga kita memiliki tenaga untuk belajar dan bergerak.

"Anak-anak, siapa yang pernah melempar bola? Hari ini kita akan belajar cara melempar bola dengan benar dan aman."


11. Model / Metode

I.A — Praktik di Lapangan

Model Pembelajaran : PBL (Problem Based Learning)

Metode:

  1. Demonstrasi.
  2. Tanya jawab.
  3. Praktik langsung.
  4. Permainan sederhana.
  5. Pengamatan dan umpan balik.

Permasalahan sederhana:

Guru memberikan situasi:

"Bagaimana cara melempar bola agar dapat sampai tepat ke arah teman atau sasaran?"

Peserta didik mencoba menemukan cara melempar dengan memperhatikan posisi tubuh, tangan, arah, dan tenaga.

I.B — Teori di Dalam Kelas

Model Pembelajaran : PBL (Problem Based Learning)

Metode:

  1. Penjelasan interaktif.
  2. Tanya jawab.
  3. Pengamatan gambar.
  4. Demonstrasi sederhana.
  5. Latihan soal.

Permasalahan sederhana:

"Mengapa bola yang dilempar dengan arah dan tenaga yang tepat dapat menuju sasaran?"

Peserta didik diajak memahami bahwa gerak melempar membutuhkan arah, posisi tubuh, dan tenaga yang sesuai.


12. Penjabaran Materi

MENGENAL DAN MEMPRAKTIKKAN GERAK DASAR MELEMPAR BOLA

A. Pengertian Gerak Melempar

Melempar adalah gerakan mengarahkan atau melepaskan benda dari tangan menuju suatu arah atau sasaran.

Dalam PJOK, benda yang dilempar dapat berupa bola.

Gerak melempar merupakan salah satu keterampilan gerak dasar yang sering digunakan dalam berbagai permainan.

Contohnya:

  • Melempar bola kepada teman.
  • Melempar bola ke sasaran.
  • Melempar bola ke arah depan.
  • Melempar bola ke arah tertentu.

B. Bagian Tubuh yang Digunakan

Saat melempar bola, beberapa bagian tubuh bekerja bersama, yaitu:

  • Tangan untuk memegang dan melepaskan bola.
  • Lengan untuk membantu mengarahkan bola.
  • Mata untuk melihat sasaran.
  • Kaki untuk membantu menjaga keseimbangan.
  • Badan untuk membantu menghasilkan gerakan.

C. Cara Memegang Bola

Sebelum melempar, bola harus dipegang dengan baik.

Cara sederhana:

  1. Pegang bola dengan kedua tangan.
  2. Pastikan bola tidak mudah terlepas.
  3. Pandangan diarahkan ke sasaran.
  4. Berdiri dengan posisi seimbang.
  5. Bersiap melakukan lemparan.

D. Cara Melakukan Gerak Melempar Bola

1. Posisi Awal

  • Berdiri dengan seimbang.
  • Pandangan ke arah sasaran.
  • Bola berada di tangan.
  • Kaki dibuka secukupnya.

2. Gerakan Melempar

  • Arahkan tangan ke sasaran.
  • Gerakkan lengan ke arah lemparan.
  • Lepaskan bola dengan terkontrol.
  • Perhatikan arah bola.

3. Setelah Melempar

  • Tetap menjaga keseimbangan.
  • Lihat arah bola.
  • Jangan langsung berlari ke arah teman.
  • Pastikan area di depan aman.

E. Melempar Bola ke Berbagai Situasi

Gerak melempar dapat dilakukan dengan berbagai sasaran sederhana.

1. Melempar ke Depan

Bola dilempar ke arah depan menuju sasaran.

2. Melempar kepada Teman

Bola dilempar perlahan dan terarah kepada teman yang sudah siap menerima.

3. Melempar ke Sasaran

Bola diarahkan menuju sasaran yang telah ditentukan guru.

4. Melempar dengan Jarak Berbeda

Peserta didik dapat mencoba melempar dari jarak dekat terlebih dahulu, kemudian mencoba jarak yang sedikit lebih jauh sesuai kemampuan.


F. Praktik I.A di Lapangan

Peserta didik melakukan kegiatan secara bertahap.

Aktivitas 1 — Lempar Bola ke Depan

Peserta didik berdiri di tempat yang telah ditentukan dan melempar bola ke arah depan.

Aktivitas 2 — Lempar ke Sasaran

Peserta didik melempar bola menuju sasaran yang telah disiapkan guru.

Aktivitas 3 — Lempar kepada Teman

Peserta didik berpasangan dan melempar bola secara perlahan kepada teman.

Catatan keselamatan:

  • Pastikan teman sudah siap menerima bola.
  • Tidak melempar bola ke arah wajah.
  • Tidak melempar terlalu keras.
  • Menunggu giliran.
  • Mengikuti instruksi guru.

G. Teori I.B di Dalam Kelas

Peserta didik mengamati gambar atau demonstrasi sederhana dari guru mengenai gerak melempar bola.

Guru menjelaskan:

"Saat melempar bola, kita harus melihat sasaran, memegang bola dengan baik, mengarahkan tangan, dan menggunakan tenaga yang sesuai."

Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan sederhana:

"Ke mana pandangan kita saat akan melempar bola?"

Jawaban:

Ke arah sasaran.

"Mengapa kita tidak boleh melempar bola sembarangan?"

Jawaban:

Agar aman dan tidak mengenai teman.


H. Hubungan dengan Kebesaran Allah

Allah Maha Khaliq (Pencipta)

Allah menciptakan tangan, kaki, mata, dan seluruh tubuh kita sehingga kita dapat melakukan gerakan melempar.

Allah Maha Malik (Memelihara)

Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menggunakan tubuh dengan baik dan melakukan gerakan dengan aman.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)

Allah memberikan makanan dan minuman sehingga kita mendapatkan tenaga untuk belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga.

Dengan kemampuan tubuh yang Allah berikan, kita harus belajar bergerak dengan baik dan selalu bersyukur kepada-Nya.


LATIHAN SOAL

A. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gerakan melepaskan bola dari tangan menuju suatu arah disebut ....

A. melempar
B. berjalan
C. melompat

2. Saat akan melempar bola, pandangan sebaiknya ke arah ....

A. lantai
B. sasaran
C. belakang

3. Bagian tubuh yang digunakan untuk memegang bola adalah ....

A. tangan
B. kaki
C. lutut

4. Saat melempar bola kepada teman, bola harus diarahkan ke ....

A. wajah teman
B. arah yang aman
C. belakang teman

5. Sebelum melempar bola, posisi tubuh sebaiknya ....

A. seimbang
B. tidur
C. duduk sembarangan

6. Agar lemparan menuju sasaran, kita harus memperhatikan ....

A. arah lemparan
B. warna baju
C. suara teman

7. Saat melempar bola kepada teman, kita harus ....

A. melempar sekuat-kuatnya
B. memastikan teman siap
C. melempar tanpa melihat

8. Bola dapat dilempar menuju ....

A. sasaran
B. awan saja
C. tempat yang tidak dituju

9. Gerak melempar dapat dilakukan dalam ....

A. permainan
B. tidur
C. membaca

10. Saat belajar melempar bola, kita harus mengikuti ....

A. aturan dan arahan guru
B. keinginan sendiri
C. teman yang berlari


B. ISIAN

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Melepaskan bola dari tangan menuju suatu arah disebut gerak __________.

2. Saat akan melempar bola, pandangan diarahkan ke __________.

3. Bola dipegang menggunakan __________.

4. Saat melempar kepada teman, kita harus memastikan teman sudah __________.

5. Gerakan melempar harus dilakukan dengan __________ agar tetap aman.


C. URAIAN

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1. Apa yang dimaksud dengan gerak melempar bola?

2. Bagian tubuh apa saja yang digunakan saat melakukan gerak melempar bola?

3. Ke mana pandangan diarahkan saat akan melempar bola?

4. Bagaimana cara melempar bola kepada teman dengan aman?

5. Mengapa kita harus memperhatikan arah dan sasaran saat melempar bola?


JAWABAN

A. Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. A. melempar
  2. B. sasaran
  3. A. tangan
  4. B. arah yang aman
  5. A. seimbang
  6. A. arah lemparan
  7. B. memastikan teman siap
  8. A. sasaran
  9. A. permainan
  10. A. aturan dan arahan guru

B. Kunci Jawaban Isian

  1. melempar
  2. sasaran
  3. tangan
  4. siap
  5. aman / terkontrol

C. Kunci Jawaban Uraian

1. Gerak melempar bola adalah gerakan melepaskan bola dari tangan menuju arah atau sasaran tertentu.

2. Bagian tubuh yang digunakan antara lain tangan, lengan, mata, kaki, dan badan.

3. Pandangan diarahkan ke sasaran.

4. Bola dilempar dengan arah dan tenaga yang sesuai setelah memastikan teman sudah siap menerima bola.

5. Agar bola menuju sasaran yang dituju dan kegiatan dapat dilakukan dengan aman.


13. Kesimpulan

Gerak melempar bola merupakan salah satu keterampilan gerak dasar yang dilakukan dengan melepaskan bola dari tangan menuju arah atau sasaran tertentu.

Dalam melakukan gerak melempar, kita perlu memperhatikan posisi tubuh, cara memegang bola, arah lemparan, sasaran, dan penggunaan tenaga.

Melempar bola dapat dilakukan ke depan, kepada teman, maupun ke sasaran tertentu. Saat melakukan praktik, kita harus menunggu giliran, memastikan teman siap, tidak melempar ke arah wajah, dan mengikuti arahan guru.

Kemampuan untuk melakukan gerakan melempar merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Allah Maha Malik (Memelihara) tubuh kita dan Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki) sehingga kita memiliki tenaga untuk belajar dan berolahraga.

Mari gunakan tubuh dengan baik, belajar melempar dengan benar, bermain dengan aman, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


      


Berikut saya susun lengkap sesuai format, dengan materi khusus modifikasi variasi melempar bola dalam permainan lapangan, tingkat bahasa disesuaikan untuk kelas VI, dan pembelajaran dilakukan secara teori di dalam kelas.

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Rabu / 23 September 2026
3. Fase / Kelas : C / VI.A (Teori)
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi : Mengenal Modifikasi Variasi Melempar Bola dalam Permainan Lapangan
6. Pertemuan Ke : Pertama (I)


7. Capaian Pembelajaran (CP)

Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.


8. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mindful dan Meaningful

Peserta didik mampu menginvestigasi dan menjelaskan berbagai konsep gerak dalam modifikasi variasi melempar bola, dengan memperhatikan arah, jarak, sasaran, posisi tubuh, dan penggunaan tenaga agar gerakan menjadi lebih efektif.

2. Joyful

Peserta didik mampu menganalisis dan memilih variasi gerak melempar yang sesuai dengan situasi permainan lapangan melalui kegiatan diskusi dan pemecahan masalah secara aktif, percaya diri, dan menyenangkan.


9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian modifikasi, variasi, dan gerak melempar bola dalam permainan lapangan.

  2. Peserta didik mengidentifikasi unsur gerak melempar, meliputi posisi tubuh, cara memegang bola, arah, jarak, sasaran, dan tenaga.

  3. Peserta didik mengenal beberapa variasi melempar, seperti lemparan atas, lemparan bawah, lemparan samping, dan lemparan ke sasaran.

  4. Peserta didik menganalisis pengaruh perubahan jarak, arah, dan sasaran terhadap hasil lemparan.

  5. Peserta didik memecahkan masalah sederhana dengan menentukan jenis lemparan yang sesuai berdasarkan situasi permainan.

  6. Peserta didik menyimpulkan bahwa pemilihan variasi lemparan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas gerak dalam permainan.


10. Apersepsi (Singkat)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita akan belajar tentang modifikasi variasi melempar bola dalam permainan lapangan.

Allah Maha Khaliq, yang menciptakan tubuh kita sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Allah Maha Malik, yang memelihara tubuh kita sehingga harus kita gunakan dengan baik. Allah Maha Razaq, yang memberikan rezeki dan tenaga agar kita dapat belajar dan beraktivitas.

"Menurut kalian, apakah cara melempar bola selalu sama dalam setiap permainan? Hari ini kita akan mencari tahu bagaimana memilih lemparan yang tepat sesuai situasi."


11. Model / Metode

Model Pembelajaran : PBL (Problem Based Learning)
Pelaksanaan : Teori di dalam Kelas

Metode Pembelajaran:

  1. Penjelasan interaktif.

  2. Tanya jawab.

  3. Pengamatan gambar/video.

  4. Diskusi kelompok.

  5. Analisis situasi permainan.

  6. Pemecahan masalah.

  7. Refleksi.

Permasalahan Pembelajaran

Guru memberikan situasi:

"Dalam sebuah permainan, seorang pemain harus mengoper bola kepada teman yang berada dekat, sedangkan pemain lainnya berada cukup jauh. Apakah cara melempar bolanya harus sama?"

Peserta didik diajak menganalisis bahwa jarak, posisi teman, arah, sasaran, dan kondisi permainan dapat menentukan variasi lemparan yang digunakan.


12. Penjabaran Materi

MENGENAL MODIFIKASI VARIASI MELEMPAR BOLA DALAM PERMAINAN LAPANGAN

A. Pengertian Gerak Melempar Bola

Melempar bola adalah gerakan melepaskan bola dari tangan menuju arah atau sasaran tertentu.

Gerak melempar merupakan salah satu keterampilan manipulatif yang banyak digunakan dalam permainan olahraga.

Contohnya:

  • Melempar bola kepada teman.

  • Melempar bola menuju sasaran.

  • Melempar bola dengan jarak dekat.

  • Melempar bola dengan jarak jauh.


B. Pengertian Modifikasi

Modifikasi adalah perubahan atau penyesuaian terhadap suatu aktivitas agar sesuai dengan tujuan, kemampuan peserta didik, kondisi permainan, atau situasi tertentu.

Dalam melempar bola, modifikasi dapat dilakukan dengan mengubah:

  • Jarak lemparan.

  • Ukuran atau jenis bola.

  • Ukuran sasaran.

  • Posisi pemain.

  • Arah lemparan.

  • Aturan permainan.

Contohnya, permainan dapat dimulai dengan jarak lemparan yang dekat sebelum menggunakan jarak yang lebih jauh.


C. Pengertian Variasi Gerak

Variasi gerak adalah melakukan suatu keterampilan dengan bentuk atau cara yang berbeda tetapi tetap memiliki tujuan yang sama.

Dalam gerak melempar, variasi dapat dilakukan berdasarkan:

  • Arah.

  • Jarak.

  • Tinggi atau rendahnya lemparan.

  • Posisi tubuh.

  • Sasaran.

  • Situasi permainan.

Dengan variasi tersebut, pemain dapat menyesuaikan gerakan sesuai kebutuhan permainan.


D. Variasi Melempar Bola

1. Lemparan Atas

Lemparan dilakukan dengan posisi tangan berada di atas atau di belakang bahu sebelum bola dilepaskan.

Lemparan ini dapat digunakan ketika membutuhkan lemparan dengan jangkauan yang lebih jauh.

Hal yang diperhatikan:

  • Pandangan ke sasaran.

  • Posisi tubuh seimbang.

  • Gerakan lengan terarah.

  • Tenaga disesuaikan dengan jarak.


2. Lemparan Bawah

Lemparan dilakukan dengan mengayunkan tangan dari arah bawah menuju sasaran.

Lemparan ini dapat digunakan untuk jarak yang lebih dekat atau situasi tertentu yang membutuhkan lemparan rendah.

Hal yang diperhatikan:

  • Bola dikendalikan dengan baik.

  • Arah lemparan jelas.

  • Tenaga disesuaikan dengan jarak.

  • Sasaran diperhatikan.


3. Lemparan Samping

Lemparan dilakukan dengan menggerakkan tangan dari arah samping tubuh menuju sasaran.

Lemparan ini dapat digunakan ketika posisi pemain atau sasaran berada di sisi tubuh.


4. Lemparan ke Sasaran

Lemparan diarahkan menuju sasaran tertentu.

Agar lebih tepat, pemain perlu memperhatikan:

posisi tubuh → arah → jarak → sasaran → tenaga.


E. Faktor yang Memengaruhi Hasil Lemparan

Keberhasilan sebuah lemparan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan.

Beberapa faktor penting adalah:

1. Arah

Bola harus diarahkan sesuai dengan sasaran.

2. Jarak

Jarak yang berbeda membutuhkan penyesuaian tenaga.

3. Sasaran

Pemain harus mengetahui dengan jelas sasaran yang dituju.

4. Posisi Tubuh

Posisi tubuh harus seimbang agar gerakan lebih terkontrol.

5. Tenaga

Tenaga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Lemparan terlalu lemah dapat tidak mencapai sasaran, sedangkan lemparan terlalu kuat dapat melewati sasaran.

6. Waktu

Dalam permainan, lemparan perlu dilakukan pada waktu yang tepat agar sesuai dengan situasi permainan.


F. Modifikasi Variasi Melempar dalam Permainan

Modifikasi dapat digunakan untuk membuat aktivitas lebih sesuai dengan kondisi permainan.

Contoh:

Situasi 1

Teman berada dekat.

→ Gunakan lemparan dengan tenaga yang tidak terlalu besar.

Situasi 2

Teman berada cukup jauh.

→ Tenaga lemparan perlu ditambah dan teknik lemparan disesuaikan.

Situasi 3

Sasaran berada di samping.

→ Pemain dapat menggunakan variasi lemparan yang sesuai dengan arah sasaran.

Situasi 4

Sasaran berukuran kecil.

→ Lemparan harus lebih terarah dan terkontrol.


G. Contoh Permainan Lapangan

Beberapa permainan lapangan yang menggunakan keterampilan melempar antara lain:

  • Bola tangan.

  • Kasti.

  • Softball.

  • Rounders.

  • Permainan target sederhana.

Dalam setiap permainan, bentuk lemparan dapat disesuaikan dengan aturan, posisi pemain, jarak, sasaran, dan situasi permainan.


H. Strategi Memilih Variasi Lemparan

Sebelum melakukan lemparan, pemain dapat memperhatikan:

1. Di mana posisi sasaran?
2. Seberapa jauh jaraknya?
3. Bagaimana posisi tubuh?
4. Berapa besar tenaga yang dibutuhkan?
5. Variasi lemparan apa yang paling sesuai?

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pemain dapat memilih gerakan yang lebih efektif.


I. Hubungan dengan Kebesaran Allah

Allah Maha Khaliq (Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai anggota tubuh yang memungkinkan kita melakukan gerakan, termasuk melempar bola.

Allah Maha Malik (Memelihara)

Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh, melakukan aktivitas olahraga dengan benar, dan memperhatikan keselamatan.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)

Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman sehingga tubuh memperoleh energi untuk belajar, bergerak, dan berolahraga.

Kemampuan bergerak merupakan nikmat yang harus kita gunakan dengan baik dan disyukuri.


J. AKTIVITAS ANALISIS SITUASI

Guru memberikan beberapa situasi untuk didiskusikan.

Situasi 1

Seorang pemain ingin mengoper bola kepada teman yang berada dekat.

Pertanyaan:
Apakah tenaga lemparan perlu sangat kuat?

Jawaban:
Tidak. Tenaga disesuaikan dengan jarak agar bola mudah diterima.

Situasi 2

Teman berada cukup jauh di depan.

Pertanyaan:
Apa yang perlu diperhatikan?

Jawaban:
Arah, jarak, posisi tubuh, sasaran, dan tenaga lemparan.

Situasi 3

Sasaran berada di samping pemain.

Pertanyaan:
Apa yang harus disesuaikan?

Jawaban:
Arah dan variasi gerakan lemparan sesuai posisi sasaran.


LATIHAN SOAL

A. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Gerakan melepaskan bola dari tangan menuju sasaran disebut ....

A. menangkap
B. melempar
C. menendang

2. Perubahan atau penyesuaian aktivitas permainan disebut ....

A. modifikasi
B. perlombaan
C. pemanasan

3. Melakukan gerakan melempar dengan cara yang berbeda sesuai situasi disebut ....

A. variasi
B. istirahat
C. pendinginan

4. Jika jarak sasaran semakin jauh, tenaga lemparan biasanya perlu ....

A. dikurangi
B. disesuaikan atau ditambah
C. dihentikan

5. Saat melakukan lemparan, pandangan sebaiknya diarahkan ke ....

A. sasaran
B. tanah terus-menerus
C. belakang

6. Salah satu faktor yang memengaruhi ketepatan lemparan adalah ....

A. warna pakaian
B. arah lemparan
C. jumlah penonton

7. Jika sasaran berada di samping tubuh, pemain perlu menyesuaikan ....

A. arah lemparan
B. warna bola
C. jumlah pemain

8. Lemparan yang terlalu kuat dapat menyebabkan bola ....

A. selalu tepat sasaran
B. melewati sasaran
C. berhenti di tangan

9. Dalam permainan, variasi lemparan dipilih berdasarkan ....

A. situasi permainan
B. warna lapangan
C. jumlah penonton

10. Tujuan menyesuaikan variasi lemparan adalah agar gerakan menjadi ....

A. lebih efektif
B. lebih lambat
C. lebih sulit dilakukan


B. ISIAN

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Gerakan melepaskan bola menuju sasaran disebut gerak __________.

2. Perubahan atau penyesuaian dalam aktivitas permainan disebut __________.

3. Gerakan yang dilakukan dengan berbagai bentuk atau cara disebut __________.

4. Sebelum melempar bola, kita harus memperhatikan __________ yang dituju.

5. Tenaga lemparan harus disesuaikan dengan __________ sasaran.


C. URAIAN

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

1. Apa yang dimaksud dengan modifikasi dalam permainan?

2. Apa yang dimaksud dengan variasi gerak melempar?

3. Sebutkan tiga hal yang perlu diperhatikan saat melakukan lemparan!

4. Mengapa tenaga lemparan harus disesuaikan dengan jarak sasaran?

5. Mengapa pemain perlu memilih variasi lemparan sesuai situasi permainan?


JAWABAN

A. Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. B. melempar

  2. A. modifikasi

  3. A. variasi

  4. B. disesuaikan atau ditambah

  5. A. sasaran

  6. B. arah lemparan

  7. A. arah lemparan

  8. B. melewati sasaran

  9. A. situasi permainan

  10. A. lebih efektif


B. Kunci Jawaban Isian

  1. melempar

  2. modifikasi

  3. variasi

  4. sasaran

  5. jarak


C. Kunci Jawaban Uraian

1. Modifikasi adalah perubahan atau penyesuaian suatu aktivitas agar sesuai dengan tujuan, kemampuan, kondisi, atau situasi permainan.

2. Variasi gerak melempar adalah melakukan gerakan melempar dengan bentuk atau cara yang berbeda sesuai kebutuhan dan situasi permainan.

3. Tiga hal yang perlu diperhatikan antara lain arah, jarak, dan sasaran. Selain itu, posisi tubuh dan tenaga juga perlu diperhatikan.

4. Agar bola dapat mencapai sasaran dengan tepat. Jarak yang berbeda membutuhkan penyesuaian tenaga.

5. Karena setiap situasi permainan memiliki kondisi yang berbeda. Pemilihan variasi lemparan yang sesuai dapat membuat gerakan menjadi lebih efektif.


13. Kesimpulan

Modifikasi variasi melempar bola merupakan upaya menyesuaikan bentuk, jarak, arah, sasaran, atau aturan aktivitas agar keterampilan melempar dapat digunakan sesuai situasi permainan.

Variasi melempar dapat dilakukan melalui lemparan atas, lemparan bawah, lemparan samping, maupun lemparan menuju sasaran. Pemilihan variasi tersebut harus mempertimbangkan posisi tubuh, arah, jarak, sasaran, tenaga, dan situasi permainan.

Lemparan yang efektif bukan hanya menggunakan tenaga yang besar, tetapi menggunakan teknik dan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan.

Kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai gerakan merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Allah Maha Malik (Memelihara) tubuh kita sehingga harus dijaga dan digunakan dengan baik. Allah juga Maha Razaq (Memberi Rezeki) sehingga kita memperoleh tenaga untuk belajar dan beraktivitas.

Dengan memahami dan memilih variasi gerak yang tepat, kita dapat meningkatkan keterampilan bergerak dan bermain dengan lebih efektif, aman, dan percaya diri.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 15 September 2026

Materi Ajar Kelas 1a, 1b, dan kelas 6

      

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026
3.Fase / Kelas : A/1.A (Praktek) dan 1.B (Teori)
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Gerak Mendorong dan Menarik (Praktek) dan Mempraktikkan Kombinasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor dalam Permainan (Teori)
6.Pertemuan Ke : Kelima dan Keenam (V dan VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal gerak mendorong dan menarik sebagai bagian dari gerak dasar non-lokomotor.

  2. Menyebutkan contoh gerak mendorong dan menarik dalam kegiatan sehari-hari.

  3. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor sederhana seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana melalui permainan.

  5. Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti arahan guru.

  6. Melakukan gerakan mendorong dan menarik dengan memperhatikan posisi tubuh dan keselamatan.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi guru, menyadari posisi tubuh, serta melakukan gerakan dengan hati-hati dan terkendali.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak mendorong dan menarik dengan kegiatan sehari-hari, seperti membuka pintu, menarik benda, atau mendorong benda ringan.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan permainan gerak dengan gembira, aktif, percaya diri, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian sederhana gerak mendorong dan menarik serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Guru menunjukkan contoh gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba gerakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

  4. Peserta didik mengenal kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana.

  5. Peserta didik mempraktikkan kombinasi gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun melalui permainan di lapangan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana dengan menyebutkan gerakan yang telah dilakukan dan manfaatnya.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas. Guru bertanya, “Pernahkah kalian mendorong pintu? Pernahkah kalian menarik laci atau menarik tas?” Peserta didik diajak mencoba menirukan gerakan mendorong dan menarik tanpa menggunakan benda berat. Guru menjelaskan bahwa mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran Teori : Direct Instruction dan pembelajaran kontekstual.
Model Pembelajaran Praktik : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, menirukan gerakan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan Teori Kelas 1.B :
Guru menjelaskan gerak mendorong dan menarik menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik mengamati gambar atau contoh gerakan, menjawab pertanyaan sederhana, dan menirukan beberapa gerakan dengan aman.

Pelaksanaan Praktik Kelas 1.A :
Guru mengawali kegiatan dengan pemanasan. Peserta didik kemudian mempraktikkan kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana, seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun. Guru memberikan contoh dan memastikan kegiatan dilakukan dengan tertib serta aman.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak mendorong, menarik, dan gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta tubuh manusia. Allah memberikan tangan, kaki, otot, dan persendian sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Kita perlu berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, tidak menggunakan benda yang berat, dan menjaga keselamatan saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki dan sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, bergerak, dan berolahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga tubuh dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Mendorong

Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mendorong pintu.

  • Mendorong meja ringan.

  • Mendorong bola.

  • Mendorong benda dengan kedua tangan.

Saat belajar di sekolah, gerakan mendorong dapat dilakukan tanpa menggunakan benda berat.

C. Pengertian Gerak Menarik

Menarik adalah gerakan menggerakkan atau membawa benda mendekati tubuh dengan menggunakan tenaga.

Contoh:

  • Menarik pintu.

  • Menarik laci.

  • Menarik tali.

  • Menarik benda ringan.

Gerakan menarik harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan benda yang berat.

D. Gerak Mendorong dan Menarik sebagai Gerak Non-Lokomotor

Gerak mendorong dan menarik dapat dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh tetap berada pada tempatnya, sedangkan tangan dan bagian tubuh lainnya melakukan gerakan.

Contoh:

Mendorong:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan mendorong → kembali ke posisi awal.

Menarik:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan menarik ke arah tubuh → kembali ke posisi awal.

E. Bentuk Gerak Non-Lokomotor Lainnya

Selain mendorong dan menarik, beberapa gerak non-lokomotor yang dapat dilakukan adalah:

1. Menekuk
Membengkokkan bagian tubuh, seperti menekuk lutut atau siku.

2. Membungkuk
Menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

3. Memutar
Menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar.

4. Mengayun
Menggerakkan tangan atau bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri.

F. Kombinasi Pola Gerak dalam Permainan

Gerak non-lokomotor dapat digabungkan menjadi sebuah rangkaian gerakan.

Contoh rangkaian:

Mendorong → menarik → menekuk → berdiri kembali.

Contoh lainnya:

Mengayun tangan → memutar badan → membungkuk → berdiri kembali.

Gerakan dilakukan secara perlahan, mengikuti arahan guru, dan sesuai kemampuan peserta didik.

G. Contoh Permainan Praktik

Permainan “Ikuti Gerak Guru”

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh gerakan.

  3. Peserta didik menirukan gerakan guru.

  4. Guru memberikan beberapa gerakan secara berurutan.

  5. Peserta didik mengikuti rangkaian gerak.

Contoh aba-aba:

  • “Dorong!” → kedua tangan melakukan gerakan mendorong.

  • “Tarik!” → kedua tangan melakukan gerakan menarik.

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Putar!” → memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

H. Hal yang Harus Diperhatikan

Saat melakukan aktivitas, peserta didik harus:

  • Mendengarkan instruksi guru.

  • Melakukan gerakan sesuai contoh.

  • Tidak menggunakan benda berat.

  • Tidak saling mendorong teman.

  • Tidak menarik tubuh atau pakaian teman.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
A. Mendorong
B. Menarik
C. Membungkuk

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
A. Memutar
B. Menarik
C. Mengayun

3. Contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong pintu
C. Mengayunkan tangan

4. Contoh gerak menarik adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong meja
C. Melompat

5. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Berpindah
C. Non-lokomotor

6. Saat melakukan gerak mendorong dan menarik, kita harus ....
A. Berhati-hati
B. Saling mendorong
C. Berlari

7. Sebelum melakukan permainan gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Tidur
B. Pemanasan
C. Makan

8. Gerakan membengkokkan lutut disebut ....
A. Menekuk
B. Menarik
C. Mendorong

9. Dalam permainan bersama teman, kita harus ....
A. Saling mengganggu
B. Bekerja sama
C. Berebut tempat

10. Jika guru berkata “Tarik!”, gerakan yang dilakukan adalah ....
A. Mendorong tangan ke depan
B. Menarik tangan ke arah tubuh
C. Melompat ke depan

J. Soal Isian

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....

3. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita melakukan ....

5. Saat bermain bersama teman, kita harus saling ....

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak mendorong?

2. Apa yang dimaksud dengan gerak menarik?

3. Sebutkan dua contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari!

4. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor selain mendorong dan menarik!

5. Mengapa kita harus berhati-hati saat melakukan permainan gerak bersama teman?

L. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. B

  4. A

  5. C

  6. A

  7. B

  8. A

  9. B

  10. B

Isian:

  1. Mendorong

  2. Menarik

  3. Non-lokomotor

  4. Pemanasan

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

  2. Menarik adalah gerakan membawa atau menggerakkan benda mendekati tubuh.

  3. Contohnya mendorong pintu dan mendorong benda ringan.

  4. Menekuk, membungkuk, dan memutar.

  5. Agar kegiatan berlangsung aman, tidak bertabrakan, dan tidak membuat teman terluka.

13. Kesimpulan :

Gerak mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa berpindah tempat dan termasuk dalam aktivitas gerak non-lokomotor. Selain mendorong dan menarik, gerak non-lokomotor juga dapat berupa menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan mempraktikkan berbagai gerak sederhana serta menggabungkannya menjadi sebuah rangkaian gerak dalam permainan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi guru, posisi tubuh, dan keselamatan saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak mendorong dan menarik sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan bermain. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.

Refleksi Pembelajaran

Untuk Siswa:
Alhamdulillah, pembelajaran PJOK hari ini pada kelas 1.A (Praktek) tentang gerak mendorong dan menarik dapat diikuti dengan penuh semangat. Ananda mencoba melakukan kedua gerakan tersebut sesuai contoh dan arahan guru dengan memperhatikan posisi tubuh serta keamanan saat bergerak. Pada kelas 1.B (Teori), ananda belajar memahami kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan, serta mengenali berbagai gerakan yang dapat dilakukan tanpa berpindah tempat.

Untuk Guru:
Pembelajaran praktik di kelas 1.A berlangsung aktif dan menyenangkan. Siswa berani mencoba gerak mendorong dan menarik serta mengikuti instruksi dengan baik. Pada kelas 1.B, pembelajaran teori berjalan tertib dan siswa mulai mampu mengenali bentuk-bentuk gerak non-lokomotor yang dapat dikombinasikan dalam permainan sederhana. Penguatan diberikan melalui contoh yang mudah dipahami agar siswa semakin mengenal dan memahami konsep gerak.

Pengertian

Gerak mendorong merupakan gerakan memberikan tenaga untuk menggerakkan suatu benda atau objek menjauh dari tubuh, sedangkan gerak menarik merupakan gerakan memberikan tenaga untuk membawa suatu benda atau objek mendekati tubuh.

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, mendorong, dan menarik. Gerakan-gerakan tersebut dapat digabungkan menjadi suatu rangkaian sederhana dalam permainan.

   


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026
3.Fase / Kelas : C/VI.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Modifikasi Variasi Servis dalam Permainan Bola Voli
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian servis dan fungsi servis dalam permainan bola voli.

  2. Mengenali beberapa variasi servis yang dapat digunakan dalam permainan bola voli.

  3. Menjelaskan perbedaan sederhana antara servis bawah dan servis atas.

  4. Mengidentifikasi bagian tubuh dan posisi tangan yang digunakan saat melakukan servis.

  5. Menjelaskan tujuan modifikasi servis dalam pembelajaran permainan bola voli.

  6. Menganalisis situasi sederhana dalam permainan untuk menentukan variasi servis yang sesuai.

  7. Mentransfer strategi servis yang telah dipelajari ke dalam berbagai situasi permainan yang berbeda.

  8. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, arah bola, gerakan tangan, dan sasaran sebelum melakukan servis.

  9. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan variasi servis dengan situasi nyata dalam permainan bola voli serta memahami bahwa servis harus dilakukan dengan terarah dan terkontrol.

  10. Joyful Learning: peserta didik mampu mengenal variasi servis melalui aktivitas pembelajaran yang aktif, menyenangkan, percaya diri, sportif, dan tidak takut melakukan kesalahan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali pengertian dan fungsi servis dalam permainan bola voli.

  2. Guru menjelaskan dan memperagakan variasi servis sederhana, terutama servis bawah dan servis atas.

  3. Peserta didik mengamati perbedaan posisi kaki, tangan, arah pandangan, dan gerakan saat melakukan servis.

  4. Peserta didik mengenal bentuk modifikasi servis melalui perubahan jarak, sasaran, ketinggian, dan penggunaan bola yang disesuaikan dengan kemampuan.

  5. Peserta didik menganalisis beberapa situasi permainan dan menentukan variasi servis yang tepat.

  6. Peserta didik menyimpulkan manfaat penggunaan variasi servis untuk meningkatkan keterampilan dan strategi permainan bola voli.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali permainan bola voli dengan pertanyaan, “Bagaimana cara memulai permainan bola voli?” dan “Apa yang dilakukan pemain ketika akan mengirim bola pertama kali ke daerah lawan?” Guru kemudian menjelaskan bahwa salah satu cara memulai permainan adalah melalui servis. Guru memperlihatkan contoh servis bawah dan servis atas untuk menghubungkan materi sebelumnya dengan materi hari ini.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Teaching Games for Understanding (TGFU).
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, diskusi, pemecahan masalah sederhana, dan latihan terbimbing.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas dengan memberikan penjelasan mengenai pengertian servis, fungsi servis, macam-macam servis, serta bentuk modifikasinya. Guru menggunakan gambar atau demonstrasi gerak sederhana agar peserta didik dapat memahami posisi tubuh dan tahapan gerakan. Peserta didik kemudian diberikan beberapa situasi permainan untuk menentukan variasi servis yang sesuai.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran servis dalam permainan bola voli dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta manusia. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tangan, kaki, mata, dan anggota tubuh lainnya yang memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas gerak. Dalam permainan bola voli, kita menggunakan tubuh untuk melakukan servis, bergerak, dan bermain bersama teman.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Salah satunya melalui olahraga yang dilakukan dengan benar, melakukan pemanasan, menjaga posisi tubuh, dan memperhatikan keselamatan ketika bermain bola voli.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki yang menjadi sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang bermanfaat.

B. Pengertian Servis

Servis adalah pukulan pertama untuk memulai permainan bola voli dengan cara mengirimkan bola melewati net menuju daerah permainan lawan.

Servis memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  • Memulai permainan.

  • Mengirim bola ke daerah lawan.

  • Mengarahkan bola ke tempat tertentu.

  • Memberikan tekanan kepada lawan.

  • Melatih ketepatan dan pengendalian bola.

C. Servis Bawah

Servis bawah merupakan salah satu teknik servis yang relatif mudah dipelajari.

Tahapan sederhananya:

  1. Berdiri dengan salah satu kaki sedikit di depan.

  2. Pegang bola dengan salah satu tangan.

  3. Tangan yang lain berada di bawah atau di belakang bola.

  4. Pandangan diarahkan ke sasaran.

  5. Ayunkan tangan ke depan.

  6. Pukul bagian bawah bola dengan tangan.

  7. Arahkan bola melewati net.

Servis bawah cocok digunakan dalam pembelajaran karena gerakannya lebih sederhana dan mudah dikontrol.

D. Servis Atas

Servis atas dilakukan dengan posisi bola dilambungkan terlebih dahulu, kemudian dipukul menggunakan satu tangan.

Tahapan sederhananya:

  1. Berdiri dalam posisi siap.

  2. Pegang bola dengan satu tangan.

  3. Lambungkan bola secukupnya.

  4. Pandangan mengikuti bola.

  5. Ayunkan tangan ke arah bola.

  6. Pukul bola dengan telapak tangan atau bagian tangan yang sesuai.

  7. Arahkan bola melewati net.

Servis atas membutuhkan koordinasi gerak, ketepatan waktu, dan kontrol yang lebih baik.

E. Modifikasi Servis

Modifikasi servis adalah penyesuaian bentuk latihan servis agar sesuai dengan kemampuan peserta didik dan tujuan pembelajaran.

Modifikasi dapat dilakukan dengan:

1. Modifikasi jarak
Jarak servis dapat dibuat lebih dekat terlebih dahulu, kemudian secara bertahap diperjauh.

2. Modifikasi sasaran
Peserta didik diarahkan untuk mengirim bola ke sasaran tertentu.

3. Modifikasi ketinggian net
Dalam pembelajaran, tinggi net dapat disesuaikan agar peserta didik lebih mudah berhasil melakukan servis.

4. Modifikasi bola
Jenis atau ukuran bola dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

5. Modifikasi aturan permainan
Aturan dapat dibuat lebih sederhana agar peserta didik lebih mudah memahami konsep servis.

F. Variasi Servis

Variasi servis berarti melakukan servis dengan bentuk atau sasaran yang berbeda.

Contohnya:

  • Servis bawah ke arah kanan.

  • Servis bawah ke arah kiri.

  • Servis bawah ke arah tengah.

  • Servis atas ke arah sasaran tertentu.

  • Servis dengan jarak yang berbeda.

  • Servis menuju area kosong.

Variasi tersebut membantu peserta didik memahami bahwa servis tidak selalu diarahkan ke tempat yang sama.

G. Strategi Mengarahkan Servis

Dalam permainan bola voli, servis sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan sasaran.

Beberapa strategi sederhana:

  1. Melihat posisi pemain lawan.

  2. Menentukan arah bola sebelum melakukan servis.

  3. Memilih servis yang dapat dilakukan dengan baik.

  4. Mengarahkan bola ke daerah yang sulit dijangkau lawan.

  5. Menjaga ketepatan daripada hanya memukul bola dengan keras.

H. Perbedaan Servis Bawah dan Servis Atas

Servis Bawah:

  • Bola tidak perlu dilambungkan tinggi.

  • Gerakan lebih sederhana.

  • Lebih mudah dikontrol.

  • Cocok untuk tahap awal pembelajaran.

Servis Atas:

  • Bola dilambungkan terlebih dahulu.

  • Memerlukan koordinasi yang lebih baik.

  • Memerlukan ketepatan waktu memukul bola.

  • Dapat digunakan untuk variasi serangan dalam permainan.

I. Contoh Situasi Permainan

Situasi 1:
Peserta didik masih belajar melakukan servis dan belum mampu mengontrol bola dengan baik.
Strategi: menggunakan servis bawah dengan jarak yang lebih dekat.

Situasi 2:
Peserta didik sudah mampu melakukan servis bawah dengan baik.
Strategi: mencoba servis ke beberapa sasaran yang berbeda.

Situasi 3:
Peserta didik sudah menguasai servis bawah dan mulai mampu melakukan servis atas.
Strategi: mencoba variasi servis atas dengan sasaran yang berbeda.

J. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak melihat arah sasaran.

  • Posisi kaki tidak seimbang.

  • Memukul bola tanpa kontrol.

  • Ayunan tangan tidak sesuai.

  • Terlalu fokus pada kekuatan pukulan.

  • Tidak memperhatikan posisi bola.

  • Tidak mengikuti aturan permainan.

  • Tidak melakukan pemanasan sebelum aktivitas.

K. Soal Pilihan Ganda

1. Pukulan pertama untuk memulai permainan bola voli disebut ....
A. Passing
B. Servis
C. Smash

2. Salah satu fungsi servis adalah ....
A. Memulai permainan
B. Menghentikan permainan
C. Menggiring bola

3. Servis bawah dilakukan dengan cara memukul bola dari arah ....
A. Bawah
B. Belakang kepala
C. Atas net

4. Pada servis atas, bola biasanya .... terlebih dahulu sebelum dipukul.
A. Ditendang
B. Digulirkan
C. Dilambungkan

5. Modifikasi servis bertujuan untuk ....
A. Membuat pembelajaran sesuai kemampuan peserta didik
B. Membuat permainan menjadi lebih sulit tanpa tujuan
C. Menghilangkan latihan servis

6. Salah satu bentuk modifikasi servis adalah mengubah ....
A. Warna lapangan
B. Jarak servis
C. Nama pemain

7. Sebelum melakukan servis, pemain sebaiknya menentukan ....
A. Sasaran bola
B. Warna pakaian
C. Nama penonton

8. Jika peserta didik masih kesulitan melakukan servis, latihan dapat dimulai dengan ....
A. Jarak yang lebih dekat
B. Jarak yang sangat jauh
C. Pukulan sekuat-kuatnya

9. Agar servis lebih efektif, bola dapat diarahkan ke ....
A. Tempat yang mudah dijangkau sendiri
B. Area permainan lawan yang sulit dijangkau
C. Luar lapangan dengan sengaja

10. Sikap yang tepat saat belajar variasi servis adalah ....
A. Takut mencoba
B. Mudah menyerah
C. Percaya diri dan mau berlatih

L. Soal Isian

1. Pukulan pertama untuk memulai permainan bola voli disebut ....

2. Servis yang dilakukan dengan gerakan memukul bola dari bawah disebut servis ....

3. Pada servis atas, bola biasanya .... sebelum dipukul.

4. Penyesuaian latihan servis sesuai kemampuan peserta didik disebut .... servis.

5. Sebelum melakukan servis, pemain sebaiknya menentukan .... bola.

M. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan servis dalam permainan bola voli?

2. Jelaskan pengertian servis bawah!

3. Jelaskan pengertian servis atas!

4. Sebutkan tiga bentuk modifikasi yang dapat dilakukan dalam latihan servis!

5. Mengapa pemain perlu menentukan sasaran sebelum melakukan servis?

N. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B

  2. A

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. A

  9. B

  10. C

Isian:

  1. Servis

  2. Bawah

  3. Dilambungkan

  4. Modifikasi

  5. Sasaran

Uraian:

  1. Servis adalah pukulan pertama untuk memulai permainan bola voli dengan mengirimkan bola melewati net menuju daerah lawan.

  2. Servis bawah adalah servis yang dilakukan dengan memukul bola dari arah bawah menggunakan ayunan tangan.

  3. Servis atas adalah servis yang dilakukan dengan melambungkan bola terlebih dahulu kemudian memukulnya menggunakan satu tangan.

  4. Mengubah jarak servis, mengubah sasaran, dan menyesuaikan tinggi net atau jenis bola.

  5. Agar servis dapat diarahkan dengan lebih tepat dan memiliki tujuan dalam permainan.

13. Kesimpulan :

Servis merupakan pukulan pertama untuk memulai permainan bola voli. Dalam pembelajaran, peserta didik mengenal berbagai variasi servis, terutama servis bawah dan servis atas. Servis bawah memiliki gerakan yang lebih sederhana, sedangkan servis atas membutuhkan koordinasi gerak dan ketepatan yang lebih baik.

Modifikasi servis dilakukan dengan menyesuaikan jarak, sasaran, tinggi net, jenis bola, dan aturan permainan sesuai kemampuan peserta didik. Dengan modifikasi tersebut, peserta didik dapat belajar servis secara bertahap dan lebih mudah memahami penerapannya dalam permainan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, arah bola, gerakan tangan, dan sasaran sebelum melakukan servis. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa pemilihan variasi servis dapat disesuaikan dengan situasi permainan. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar servis dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak untuk bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena telah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman sebagai sumber tenaga. Oleh karena itu, kemampuan tubuh harus dijaga dan digunakan untuk belajar, berolahraga, serta melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat.

Refleksi Pembelajaran

Untuk Siswa:
Alhamdulillah, pembelajaran PJOK hari ini untuk kelas 6 tentang mengenal modifikasi variasi servis dalam permainan bola voli dapat berlangsung dengan baik. Ananda mengikuti pembelajaran dengan antusias dan mampu mengenali berbagai bentuk servis yang dapat dimodifikasi sesuai kemampuan dan situasi permainan. Siswa juga menunjukkan kesungguhan dalam memahami posisi tubuh, arah gerakan, dan cara memukul bola dengan tepat.

Untuk Guru:
Pembelajaran mengenai modifikasi variasi servis dalam permainan bola voli berjalan aktif dan kondusif. Siswa mampu mengamati serta memahami perbedaan variasi servis yang diberikan dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba bentuk gerakan yang sesuai. Kegiatan pembelajaran juga melatih ketepatan, koordinasi, konsentrasi, dan keberanian siswa dalam mengembangkan keterampilan bermain bola voli.

Pengertian

Servis dalam permainan bola voli adalah pukulan awal yang dilakukan untuk mengirimkan bola melewati net menuju daerah permainan lawan. Modifikasi variasi servis merupakan penyesuaian bentuk atau cara melakukan servis, seperti perubahan posisi, arah, jarak, maupun kekuatan pukulan, sehingga gerakan dapat dilakukan sesuai kemampuan siswa dan kebutuhan permainan.

Materi Ajar Kelas 1a, 1b, dan 2a

     

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/ 15 September 2026
3.Fase / Kelas : A/1.A (Teori) dan 1.B (Praktek)
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Gerak Mendorong dan Menarik (Teori) dan Mempraktikkan Kombinasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor dalam Permainan (Praktek)
6.Pertemuan Ke : Kelima dan Keenam (V dan VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal gerak mendorong dan menarik sebagai bagian dari gerak dasar non-lokomotor.

  2. Menyebutkan contoh gerak mendorong dan menarik dalam kegiatan sehari-hari.

  3. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor sederhana seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana melalui permainan.

  5. Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti arahan guru.

  6. Melakukan gerakan mendorong dan menarik dengan memperhatikan posisi tubuh dan keselamatan.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi guru, menyadari posisi tubuh, serta melakukan gerakan dengan hati-hati dan terkendali.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak mendorong dan menarik dengan kegiatan sehari-hari, seperti membuka pintu, menarik benda, atau mendorong benda ringan.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan permainan gerak dengan gembira, aktif, percaya diri, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian sederhana gerak mendorong dan menarik serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Guru menunjukkan contoh gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba gerakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

  4. Peserta didik mengenal kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana.

  5. Peserta didik mempraktikkan kombinasi gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun melalui permainan di lapangan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana dengan menyebutkan gerakan yang telah dilakukan dan manfaatnya.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas. Guru bertanya, “Pernahkah kalian mendorong pintu? Pernahkah kalian menarik laci atau menarik tas?” Peserta didik diajak mencoba menirukan gerakan mendorong dan menarik tanpa menggunakan benda berat. Guru menjelaskan bahwa mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran Teori : Direct Instruction dan pembelajaran kontekstual.
Model Pembelajaran Praktik : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, menirukan gerakan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan Teori Kelas 1.A :
Guru menjelaskan gerak mendorong dan menarik menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik mengamati gambar atau contoh gerakan, menjawab pertanyaan sederhana, dan menirukan beberapa gerakan dengan aman.

Pelaksanaan Praktik Kelas 1.B :
Guru mengawali kegiatan dengan pemanasan. Peserta didik kemudian mempraktikkan kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana, seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun. Guru memberikan contoh dan memastikan kegiatan dilakukan dengan tertib serta aman.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak mendorong, menarik, dan gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta tubuh manusia. Allah memberikan tangan, kaki, otot, dan persendian sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Kita perlu berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, tidak menggunakan benda yang berat, dan menjaga keselamatan saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki dan sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, bergerak, dan berolahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga tubuh dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Mendorong

Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mendorong pintu.

  • Mendorong meja ringan.

  • Mendorong bola.

  • Mendorong benda dengan kedua tangan.

Saat belajar di sekolah, gerakan mendorong dapat dilakukan tanpa menggunakan benda berat.

C. Pengertian Gerak Menarik

Menarik adalah gerakan menggerakkan atau membawa benda mendekati tubuh dengan menggunakan tenaga.

Contoh:

  • Menarik pintu.

  • Menarik laci.

  • Menarik tali.

  • Menarik benda ringan.

Gerakan menarik harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan benda yang berat.

D. Gerak Mendorong dan Menarik sebagai Gerak Non-Lokomotor

Gerak mendorong dan menarik dapat dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh tetap berada pada tempatnya, sedangkan tangan dan bagian tubuh lainnya melakukan gerakan.

Contoh:

Mendorong:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan mendorong → kembali ke posisi awal.

Menarik:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan menarik ke arah tubuh → kembali ke posisi awal.

E. Bentuk Gerak Non-Lokomotor Lainnya

Selain mendorong dan menarik, beberapa gerak non-lokomotor yang dapat dilakukan adalah:

1. Menekuk
Membengkokkan bagian tubuh, seperti menekuk lutut atau siku.

2. Membungkuk
Menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

3. Memutar
Menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar.

4. Mengayun
Menggerakkan tangan atau bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri.

https://www.youtube.com/watch?v=0SnzooagYGk

F. Kombinasi Pola Gerak dalam Permainan

Gerak non-lokomotor dapat digabungkan menjadi sebuah rangkaian gerakan.

Contoh rangkaian:

Mendorong → menarik → menekuk → berdiri kembali.

Contoh lainnya:

Mengayun tangan → memutar badan → membungkuk → berdiri kembali.

Gerakan dilakukan secara perlahan, mengikuti arahan guru, dan sesuai kemampuan peserta didik.

G. Contoh Permainan Praktik

Permainan “Ikuti Gerak Guru”

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh gerakan.

  3. Peserta didik menirukan gerakan guru.

  4. Guru memberikan beberapa gerakan secara berurutan.

  5. Peserta didik mengikuti rangkaian gerak.

Contoh aba-aba:

  • “Dorong!” → kedua tangan melakukan gerakan mendorong.

  • “Tarik!” → kedua tangan melakukan gerakan menarik.

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Putar!” → memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

H. Hal yang Harus Diperhatikan

Saat melakukan aktivitas, peserta didik harus:

  • Mendengarkan instruksi guru.

  • Melakukan gerakan sesuai contoh.

  • Tidak menggunakan benda berat.

  • Tidak saling mendorong teman.

  • Tidak menarik tubuh atau pakaian teman.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
A. Mendorong
B. Menarik
C. Membungkuk

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
A. Memutar
B. Menarik
C. Mengayun

3. Contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong pintu
C. Mengayunkan tangan

4. Contoh gerak menarik adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong meja
C. Melompat

5. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Berpindah
C. Non-lokomotor

6. Saat melakukan gerak mendorong dan menarik, kita harus ....
A. Berhati-hati
B. Saling mendorong
C. Berlari

7. Sebelum melakukan permainan gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Tidur
B. Pemanasan
C. Makan

8. Gerakan membengkokkan lutut disebut ....
A. Menekuk
B. Menarik
C. Mendorong

9. Dalam permainan bersama teman, kita harus ....
A. Saling mengganggu
B. Bekerja sama
C. Berebut tempat

10. Jika guru berkata “Tarik!”, gerakan yang dilakukan adalah ....
A. Mendorong tangan ke depan
B. Menarik tangan ke arah tubuh
C. Melompat ke depan

J. Soal Isian

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....

3. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita melakukan ....

5. Saat bermain bersama teman, kita harus saling ....

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak mendorong?

2. Apa yang dimaksud dengan gerak menarik?

3. Sebutkan dua contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari!

4. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor selain mendorong dan menarik!

5. Mengapa kita harus berhati-hati saat melakukan permainan gerak bersama teman?


13. Kesimpulan :

Gerak mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa berpindah tempat dan termasuk dalam aktivitas gerak non-lokomotor. Selain mendorong dan menarik, gerak non-lokomotor juga dapat berupa menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan mempraktikkan berbagai gerak sederhana serta menggabungkannya menjadi sebuah rangkaian gerak dalam permainan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi guru, posisi tubuh, dan keselamatan saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak mendorong dan menarik sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan bermain. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.

Refleksi Pembelajaran

Untuk Siswa:
Alhamdulillah, pembelajaran PJOK hari ini pada kelas 1.A (Teori) tentang mengenal gerak mendorong dan menarik dapat diikuti dengan baik. Ananda belajar mengenali perbedaan gerak mendorong dan menarik melalui contoh yang sederhana dan mudah dipahami. Pada kelas 1.B (Praktek), ananda mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan dengan penuh semangat. Siswa berusaha mengikuti arahan guru dan melakukan gerakan dengan tertib serta aman.

Untuk Guru:
Pembelajaran teori di kelas 1.A dan praktik di kelas 1.B berlangsung dengan baik dan menyenangkan. Siswa kelas 1.A mampu mengenali bentuk serta perbedaan gerak mendorong dan menarik. Sementara itu, siswa kelas 1.B menunjukkan antusiasme dalam mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor melalui permainan sederhana. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa serta membantu meningkatkan koordinasi dan penguasaan gerak dasar.

Pengertian

Gerak mendorong adalah gerakan menggunakan tenaga untuk menggerakkan benda atau objek menjauh dari tubuh, sedangkan gerak menarik adalah gerakan menggunakan tenaga untuk membawa benda atau objek mendekati tubuh.

Gerak non-lokomotor merupakan gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, memutar, mengayun, membungkuk, mendorong, dan menarik. Gerakan tersebut dapat dikombinasikan dan diterapkan dalam permainan sederhana untuk melatih kemampuan mengontrol serta mengoordinasikan gerak tubuh

  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/ 15 September 2026
3.Fase / Kelas : A/2.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Permainan Berkelompok dengan Menerapkan Gerak Non-Lokomotor dan Fair Play
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kembali pengertian gerak non-lokomotor dengan bahasa sederhana.

  2. Mengenali berbagai gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan berkelompok.

  3. Mempraktikkan gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun dalam permainan sederhana.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana untuk menyelesaikan tugas dalam permainan kelompok.

  5. Menerapkan aturan permainan dengan tertib dan mengikuti instruksi guru.

  6. Menunjukkan sikap fair play dengan bermain jujur, mau bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi, posisi tubuh, gerakan teman, serta menjaga keselamatan selama permainan.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dan sikap fair play dengan kegiatan sehari-hari, seperti bergantian, bekerja sama, menaati aturan, dan menghargai orang lain.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, gembira, sportif, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali gerak non-lokomotor dan sikap fair play yang telah dipelajari.

  2. Guru memberikan contoh gerak menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun serta menjelaskan aturan permainan.

  3. Peserta didik melakukan latihan gerak non-lokomotor secara individu dan berpasangan.

  4. Peserta didik melakukan permainan berkelompok dengan menerapkan variasi gerak non-lokomotor sesuai instruksi.

  5. Peserta didik menerapkan fair play dengan mengikuti aturan, bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana tentang gerakan, strategi, kerja sama, dan sikap fair play yang telah dilakukan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat gerakan yang telah dipelajari sebelumnya dengan melakukan gerakan menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun di tempat. Guru kemudian bertanya, “Bagaimana caranya agar kita bisa bermain bersama teman dengan tertib dan menyenangkan?” Guru mengarahkan peserta didik untuk menjawab dengan kata-kata seperti bergantian, bekerja sama, mengikuti aturan, tidak curang, dan menghargai teman.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan berkelompok, kerja sama, pemberian contoh, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilaksanakan di lapangan. Kegiatan diawali dengan pemanasan, kemudian guru memberikan contoh gerak non-lokomotor. Peserta didik berlatih secara individu dan berpasangan, kemudian mengikuti permainan berkelompok dengan menerapkan gerak non-lokomotor dan prinsip fair play. Guru mengamati gerakan, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap peserta didik selama permainan.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan tubuh kita dengan tangan, kaki, tulang, otot, dan persendian sehingga kita dapat bergerak. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan dengan benar. Saat bermain bersama teman, kita juga harus menjaga keselamatan diri sendiri dan teman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber tenaga. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Dalam permainan, kita dapat menggunakan berbagai gerak non-lokomotor, seperti:

  • Menekuk.

  • Meliuk.

  • Memutar.

  • Membungkuk.

  • Mengayun.

  • Meregangkan tubuh.

Walaupun tidak berpindah tempat, gerakan harus dilakukan dengan baik dan terkendali.

https://www.youtube.com/watch?v=nIKS_mlQhy4

C. Contoh Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

1. Menekuk
Menekuk lutut atau siku tanpa berpindah tempat.

2. Meliuk
Meliukkan badan ke kanan dan kiri.

3. Memutar
Memutar badan atau lengan secara perlahan.

4. Membungkuk
Membungkukkan badan ke arah depan.

5. Mengayun
Mengayunkan kedua tangan ke depan dan belakang atau ke kanan dan kiri.

D. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.

Dalam permainan berkelompok, fair play dapat dilakukan dengan:

  • Mengikuti aturan permainan.

  • Menunggu giliran.

  • Tidak curang.

  • Tidak mendorong teman.

  • Mau bekerja sama.

  • Tidak mengejek teman.

  • Menghargai kelompok lain.

  • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.

E. Penerapan Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

Guru dapat memberikan permainan sederhana “Gerak dan Ikuti”.

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok berdiri pada tempat yang telah ditentukan.

  3. Guru memberikan aba-aba gerak.

  4. Peserta didik melakukan gerakan sesuai aba-aba.

  5. Gerakan dilakukan secara berurutan.

  6. Kelompok harus bekerja sama dan mengikuti aturan.

Contoh aba-aba:

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → memutar badan.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

F. Permainan Kelompok

Permainan “Rangkaian Gerak Bersama”

Setiap kelompok membuat rangkaian gerak sederhana berdasarkan arahan guru.

Contoh:

Menekuk → mengayun → meliuk → memutar → kembali ke posisi awal.

Dalam permainan ini peserta didik belajar:

  • Mengingat urutan gerak.

  • Mengikuti aba-aba.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Bekerja sama.

  • Menunggu giliran.

  • Menghargai teman.

  • Bermain secara sportif.

G. Strategi Sederhana dalam Permainan

Agar permainan kelompok berjalan dengan baik, peserta didik dapat melakukan strategi sederhana:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Mengingat urutan gerakan.

  3. Membagi kesempatan dengan teman.

  4. Saling mengingatkan gerakan.

  5. Bekerja sama.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

  7. Tidak menyalahkan teman ketika melakukan kesalahan.

H. Sikap Fair Play Saat Bermain

Sikap yang baik:

  • Jujur.

  • Mau bergantian.

  • Menghargai teman.

  • Membantu teman.

  • Mengikuti aturan.

  • Tidak mengejek.

  • Tidak curang.

  • Menerima hasil permainan dengan sportif.

Sikap yang tidak baik:

  • Merebut giliran.

  • Curang.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman.

  • Marah ketika kalah.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

I. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Praktik

Peserta didik harus:

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Mengikuti instruksi guru.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan gerakan sesuai kemampuan.

  • Tidak mendorong atau menarik teman.

  • Tidak menggunakan gerakan secara berlebihan.

  • Menjaga keselamatan diri dan teman.

  • Bermain dengan gembira dan sportif.

J. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Non-lokomotor
C. Berjalan

2. Salah satu contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari
C. Berjalan

3. Saat melakukan permainan berkelompok, kita harus ....
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Bermain sendiri

4. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Curang
B. Fair play
C. Bermalas-malasan

5. Jika teman sedang mendapat giliran, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

6. Gerakan meliukkan badan dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Bawah saja

7. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Menangis
C. Tetap sportif

8. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk sepanjang waktu

9. Saat bermain bersama teman, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Mengikuti aturan
C. Mendorong teman

10. Tujuan bermain dengan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

K. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk, meliuk, dan memutar merupakan contoh gerak ....

3. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....

4. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita melakukan ....

5. Dalam permainan kelompok, kita harus saling ....

L. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Apa yang dimaksud dengan fair play?

4. Sebutkan tiga contoh sikap fair play dalam permainan berkelompok!

5. Mengapa kita harus bekerja sama dan mengikuti aturan saat melakukan permainan berkelompok?


13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana secara individu, berpasangan, maupun berkelompok.

Dalam permainan berkelompok, peserta didik tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar menerapkan fair play. Fair play berarti bermain dengan jujur, mengikuti aturan, mau bergantian, bekerja sama, menghargai teman, tidak curang, dan menerima hasil permainan dengan sportif.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi, gerakan tubuh, gerakan teman, dan keselamatan selama bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap bekerja sama, bergantian, mengikuti aturan, dan menghargai teman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, gembira, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar, bermain, dan berolahraga. Oleh karena itu, mari menjaga tubuh, bermain dengan sportif, bekerja sama, dan menghargai setiap teman.

Refleksi Pembelajaran

Untuk Siswa:
Alhamdulillah, pembelajaran PJOK hari ini untuk kelas 2 tentang mempraktikkan permainan berkelompok dengan menerapkan gerak non-lokomotor dan fair play berlangsung dengan baik. Ananda mengikuti permainan dengan antusias dan berusaha melakukan gerakan sesuai petunjuk guru. Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar bergerak tanpa berpindah tempat, bekerja sama dengan anggota kelompok, menaati aturan, serta menunjukkan sikap jujur dan sportif selama permainan.

Untuk Guru:
Pembelajaran berjalan aktif dan menyenangkan melalui permainan berkelompok yang melibatkan gerak non-lokomotor. Siswa menunjukkan semangat dalam mengikuti kegiatan dan mulai mampu menerapkan sikap fair play, seperti mematuhi aturan, menghargai teman, bekerja sama, serta menerima hasil permainan dengan baik. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk menanamkan nilai sportivitas sekaligus meningkatkan keterampilan gerak siswa.

Pengertian

Permainan berkelompok dengan gerak non-lokomotor dan fair play adalah aktivitas bermain bersama yang menggunakan berbagai gerakan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, memutar, mengayun, mendorong, dan menarik, dengan tetap menerapkan sikap jujur, sportif, disiplin, menghargai teman, dan menaati aturan permainan.