Senin, 31 Agustus 2026

Materi Kelas 1 dan 2

   

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/01 September 2026
3.Fase / Kelas : A/1.A (Teori) dan 1.B (Praktek)
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Gerak Mendorong dan Menarik (Teori) dan Mempraktikkan Kombinasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor dalam Permainan (Praktek)
6.Pertemuan Ke : Kelima dan Keenam (V dan VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal gerak mendorong dan menarik sebagai bagian dari gerak dasar non-lokomotor.

  2. Menyebutkan contoh gerak mendorong dan menarik dalam kegiatan sehari-hari.

  3. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor sederhana seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana melalui permainan.

  5. Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti arahan guru.

  6. Melakukan gerakan mendorong dan menarik dengan memperhatikan posisi tubuh dan keselamatan.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi guru, menyadari posisi tubuh, serta melakukan gerakan dengan hati-hati dan terkendali.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak mendorong dan menarik dengan kegiatan sehari-hari, seperti membuka pintu, menarik benda, atau mendorong benda ringan.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan permainan gerak dengan gembira, aktif, percaya diri, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian sederhana gerak mendorong dan menarik serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Guru menunjukkan contoh gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba gerakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

  4. Peserta didik mengenal kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana.

  5. Peserta didik mempraktikkan kombinasi gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun melalui permainan di lapangan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana dengan menyebutkan gerakan yang telah dilakukan dan manfaatnya.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas. Guru bertanya, “Pernahkah kalian mendorong pintu? Pernahkah kalian menarik laci atau menarik tas?” Peserta didik diajak mencoba menirukan gerakan mendorong dan menarik tanpa menggunakan benda berat. Guru menjelaskan bahwa mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran Teori : Direct Instruction dan pembelajaran kontekstual.
Model Pembelajaran Praktik : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, menirukan gerakan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan Teori Kelas 1.A :
Guru menjelaskan gerak mendorong dan menarik menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik mengamati gambar atau contoh gerakan, menjawab pertanyaan sederhana, dan menirukan beberapa gerakan dengan aman.

Pelaksanaan Praktik Kelas 1.B :
Guru mengawali kegiatan dengan pemanasan. Peserta didik kemudian mempraktikkan kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana, seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun. Guru memberikan contoh dan memastikan kegiatan dilakukan dengan tertib serta aman.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak mendorong, menarik, dan gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta tubuh manusia. Allah memberikan tangan, kaki, otot, dan persendian sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan baik.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Kita perlu berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, tidak menggunakan benda yang berat, dan menjaga keselamatan saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki dan sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, bergerak, dan berolahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga tubuh dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Mendorong

Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mendorong pintu.

  • Mendorong meja ringan.

  • Mendorong bola.

  • Mendorong benda dengan kedua tangan.

Saat belajar di sekolah, gerakan mendorong dapat dilakukan tanpa menggunakan benda berat.

C. Pengertian Gerak Menarik

Menarik adalah gerakan menggerakkan atau membawa benda mendekati tubuh dengan menggunakan tenaga.

Contoh:

  • Menarik pintu.

  • Menarik laci.

  • Menarik tali.

  • Menarik benda ringan.

Gerakan menarik harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan benda yang berat.

D. Gerak Mendorong dan Menarik sebagai Gerak Non-Lokomotor

Gerak mendorong dan menarik dapat dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh tetap berada pada tempatnya, sedangkan tangan dan bagian tubuh lainnya melakukan gerakan.

Contoh:

Mendorong:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan mendorong → kembali ke posisi awal.

Menarik:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan menarik ke arah tubuh → kembali ke posisi awal.

E. Bentuk Gerak Non-Lokomotor Lainnya

Selain mendorong dan menarik, beberapa gerak non-lokomotor yang dapat dilakukan adalah:

1. Menekuk
Membengkokkan bagian tubuh, seperti menekuk lutut atau siku.

2. Membungkuk
Menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

3. Memutar
Menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar.

4. Mengayun
Menggerakkan tangan atau bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri.

F. Kombinasi Pola Gerak dalam Permainan

Gerak non-lokomotor dapat digabungkan menjadi sebuah rangkaian gerakan.

Contoh rangkaian:

Mendorong → menarik → menekuk → berdiri kembali.

Contoh lainnya:

Mengayun tangan → memutar badan → membungkuk → berdiri kembali.

Gerakan dilakukan secara perlahan, mengikuti arahan guru, dan sesuai kemampuan peserta didik.

G. Contoh Permainan Praktik

Permainan “Ikuti Gerak Guru”

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh gerakan.

  3. Peserta didik menirukan gerakan guru.

  4. Guru memberikan beberapa gerakan secara berurutan.

  5. Peserta didik mengikuti rangkaian gerak.

Contoh aba-aba:

  • “Dorong!” → kedua tangan melakukan gerakan mendorong.

  • “Tarik!” → kedua tangan melakukan gerakan menarik.

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Putar!” → memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

H. Hal yang Harus Diperhatikan

Saat melakukan aktivitas, peserta didik harus:

  • Mendengarkan instruksi guru.

  • Melakukan gerakan sesuai contoh.

  • Tidak menggunakan benda berat.

  • Tidak saling mendorong teman.

  • Tidak menarik tubuh atau pakaian teman.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan sebelum bermain.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
A. Mendorong
B. Menarik
C. Membungkuk

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
A. Memutar
B. Menarik
C. Mengayun

3. Contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong pintu
C. Mengayunkan tangan

4. Contoh gerak menarik adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong meja
C. Melompat

5. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Berpindah
C. Non-lokomotor

6. Saat melakukan gerak mendorong dan menarik, kita harus ....
A. Berhati-hati
B. Saling mendorong
C. Berlari

7. Sebelum melakukan permainan gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Tidur
B. Pemanasan
C. Makan

8. Gerakan membengkokkan lutut disebut ....
A. Menekuk
B. Menarik
C. Mendorong

9. Dalam permainan bersama teman, kita harus ....
A. Saling mengganggu
B. Bekerja sama
C. Berebut tempat

10. Jika guru berkata “Tarik!”, gerakan yang dilakukan adalah ....
A. Mendorong tangan ke depan
B. Menarik tangan ke arah tubuh
C. Melompat ke depan

J. Soal Isian

1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....

2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....

3. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita melakukan ....

5. Saat bermain bersama teman, kita harus saling ....

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak mendorong?

2. Apa yang dimaksud dengan gerak menarik?

3. Sebutkan dua contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari!

4. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor selain mendorong dan menarik!

5. Mengapa kita harus berhati-hati saat melakukan permainan gerak bersama teman?

L. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. B

  4. A

  5. C

  6. A

  7. B

  8. A

  9. B

  10. B

Isian:

  1. Mendorong

  2. Menarik

  3. Non-lokomotor

  4. Pemanasan

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.

  2. Menarik adalah gerakan membawa atau menggerakkan benda mendekati tubuh.

  3. Contohnya mendorong pintu dan mendorong benda ringan.

  4. Menekuk, membungkuk, dan memutar.

  5. Agar kegiatan berlangsung aman, tidak bertabrakan, dan tidak membuat teman terluka.

13. Kesimpulan :

Gerak mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa berpindah tempat dan termasuk dalam aktivitas gerak non-lokomotor. Selain mendorong dan menarik, gerak non-lokomotor juga dapat berupa menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan mempraktikkan berbagai gerak sederhana serta menggabungkannya menjadi sebuah rangkaian gerak dalam permainan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi guru, posisi tubuh, dan keselamatan saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak mendorong dan menarik sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan bermain. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/01 September 2026
3.Fase / Kelas : A/2.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Permainan Berkelompok dengan Menerapkan Gerak Non-Lokomotor dan Fair Play
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kembali pengertian gerak non-lokomotor dengan bahasa sederhana.

  2. Mengenali berbagai gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan berkelompok.

  3. Mempraktikkan gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun dalam permainan sederhana.

  4. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana untuk menyelesaikan tugas dalam permainan kelompok.

  5. Menerapkan aturan permainan dengan tertib dan mengikuti instruksi guru.

  6. Menunjukkan sikap fair play dengan bermain jujur, mau bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi, posisi tubuh, gerakan teman, serta menjaga keselamatan selama permainan.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dan sikap fair play dengan kegiatan sehari-hari, seperti bergantian, bekerja sama, menaati aturan, dan menghargai orang lain.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, gembira, sportif, dan bekerja sama dengan teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali gerak non-lokomotor dan sikap fair play yang telah dipelajari.

  2. Guru memberikan contoh gerak menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun serta menjelaskan aturan permainan.

  3. Peserta didik melakukan latihan gerak non-lokomotor secara individu dan berpasangan.

  4. Peserta didik melakukan permainan berkelompok dengan menerapkan variasi gerak non-lokomotor sesuai instruksi.

  5. Peserta didik menerapkan fair play dengan mengikuti aturan, bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik melakukan refleksi sederhana tentang gerakan, strategi, kerja sama, dan sikap fair play yang telah dilakukan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat gerakan yang telah dipelajari sebelumnya dengan melakukan gerakan menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun di tempat. Guru kemudian bertanya, “Bagaimana caranya agar kita bisa bermain bersama teman dengan tertib dan menyenangkan?” Guru mengarahkan peserta didik untuk menjawab dengan kata-kata seperti bergantian, bekerja sama, mengikuti aturan, tidak curang, dan menghargai teman.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan berkelompok, kerja sama, pemberian contoh, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilaksanakan di lapangan. Kegiatan diawali dengan pemanasan, kemudian guru memberikan contoh gerak non-lokomotor. Peserta didik berlatih secara individu dan berpasangan, kemudian mengikuti permainan berkelompok dengan menerapkan gerak non-lokomotor dan prinsip fair play. Guru mengamati gerakan, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap peserta didik selama permainan.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan tubuh kita dengan tangan, kaki, tulang, otot, dan persendian sehingga kita dapat bergerak. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan dengan benar. Saat bermain bersama teman, kita juga harus menjaga keselamatan diri sendiri dan teman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber tenaga. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Dalam permainan, kita dapat menggunakan berbagai gerak non-lokomotor, seperti:

  • Menekuk.

  • Meliuk.

  • Memutar.

  • Membungkuk.

  • Mengayun.

  • Meregangkan tubuh.

Walaupun tidak berpindah tempat, gerakan harus dilakukan dengan baik dan terkendali.

C. Contoh Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

1. Menekuk
Menekuk lutut atau siku tanpa berpindah tempat.

2. Meliuk
Meliukkan badan ke kanan dan kiri.

3. Memutar
Memutar badan atau lengan secara perlahan.

4. Membungkuk
Membungkukkan badan ke arah depan.

5. Mengayun
Mengayunkan kedua tangan ke depan dan belakang atau ke kanan dan kiri.

D. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.

Dalam permainan berkelompok, fair play dapat dilakukan dengan:

  • Mengikuti aturan permainan.

  • Menunggu giliran.

  • Tidak curang.

  • Tidak mendorong teman.

  • Mau bekerja sama.

  • Tidak mengejek teman.

  • Menghargai kelompok lain.

  • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.

E. Penerapan Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan

Guru dapat memberikan permainan sederhana “Gerak dan Ikuti”.

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok berdiri pada tempat yang telah ditentukan.

  3. Guru memberikan aba-aba gerak.

  4. Peserta didik melakukan gerakan sesuai aba-aba.

  5. Gerakan dilakukan secara berurutan.

  6. Kelompok harus bekerja sama dan mengikuti aturan.

Contoh aba-aba:

  • “Tekuk!” → menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → memutar badan.

  • “Bungkuk!” → membungkukkan badan.

  • “Ayun!” → mengayunkan tangan.

F. Permainan Kelompok

Permainan “Rangkaian Gerak Bersama”

Setiap kelompok membuat rangkaian gerak sederhana berdasarkan arahan guru.

Contoh:

Menekuk → mengayun → meliuk → memutar → kembali ke posisi awal.

Dalam permainan ini peserta didik belajar:

  • Mengingat urutan gerak.

  • Mengikuti aba-aba.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Bekerja sama.

  • Menunggu giliran.

  • Menghargai teman.

  • Bermain secara sportif.

G. Strategi Sederhana dalam Permainan

Agar permainan kelompok berjalan dengan baik, peserta didik dapat melakukan strategi sederhana:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Mengingat urutan gerakan.

  3. Membagi kesempatan dengan teman.

  4. Saling mengingatkan gerakan.

  5. Bekerja sama.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

  7. Tidak menyalahkan teman ketika melakukan kesalahan.

H. Sikap Fair Play Saat Bermain

Sikap yang baik:

  • Jujur.

  • Mau bergantian.

  • Menghargai teman.

  • Membantu teman.

  • Mengikuti aturan.

  • Tidak mengejek.

  • Tidak curang.

  • Menerima hasil permainan dengan sportif.

Sikap yang tidak baik:

  • Merebut giliran.

  • Curang.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman.

  • Marah ketika kalah.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

I. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Praktik

Peserta didik harus:

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Mengikuti instruksi guru.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan gerakan sesuai kemampuan.

  • Tidak mendorong atau menarik teman.

  • Tidak menggunakan gerakan secara berlebihan.

  • Menjaga keselamatan diri dan teman.

  • Bermain dengan gembira dan sportif.

J. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Non-lokomotor
C. Berjalan

2. Salah satu contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari
C. Berjalan

3. Saat melakukan permainan berkelompok, kita harus ....
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Bermain sendiri

4. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Curang
B. Fair play
C. Bermalas-malasan

5. Jika teman sedang mendapat giliran, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

6. Gerakan meliukkan badan dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Bawah saja

7. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Menangis
C. Tetap sportif

8. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk sepanjang waktu

9. Saat bermain bersama teman, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Mengikuti aturan
C. Mendorong teman

10. Tujuan bermain dengan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

K. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk, meliuk, dan memutar merupakan contoh gerak ....

3. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....

4. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita melakukan ....

5. Dalam permainan kelompok, kita harus saling ....

L. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Apa yang dimaksud dengan fair play?

4. Sebutkan tiga contoh sikap fair play dalam permainan berkelompok!

5. Mengapa kita harus bekerja sama dan mengikuti aturan saat melakukan permainan berkelompok?

M. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. B

  2. A

  3. A

  4. B

  5. C

  6. A

  7. C

  8. A

  9. C

  10. A

Isian:

  1. Non-lokomotor

  2. Non-lokomotor

  3. Fair play

  4. Pemanasan

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

  2. Menekuk, meliuk, dan memutar.

  3. Fair play adalah bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.

  4. Mengikuti aturan, mau bergantian, dan tidak mengejek teman.

  5. Agar permainan berjalan tertib, aman, menyenangkan, dan semua anggota dapat mengikuti permainan dengan baik.

13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana secara individu, berpasangan, maupun berkelompok.

Dalam permainan berkelompok, peserta didik tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar menerapkan fair play. Fair play berarti bermain dengan jujur, mengikuti aturan, mau bergantian, bekerja sama, menghargai teman, tidak curang, dan menerima hasil permainan dengan sportif.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi, gerakan tubuh, gerakan teman, dan keselamatan selama bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap bekerja sama, bergantian, mengikuti aturan, dan menghargai teman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, gembira, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar, bermain, dan berolahraga. Oleh karena itu, mari menjaga tubuh, bermain dengan sportif, bekerja sama, dan menghargai setiap teman.

Minggu, 30 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 2,3,4,5

  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : A/II.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Konsep Fair Play dalam Permainan Berkelompok
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal pengertian sederhana tentang fair play atau bermain secara adil dalam permainan berkelompok.

  2. Mengenali contoh sikap jujur, tertib, sportif, dan menghargai teman saat bermain.

  3. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana dalam permainan berkelompok.

  4. Mempraktikkan aturan permainan sederhana dengan mengikuti kesepakatan bersama.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan aturan permainan, mendengarkan arahan guru, dan menyadari tindakan yang dilakukan saat bermain.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan sikap fair play dengan kehidupan sehari-hari, seperti mau bergantian, berkata jujur, dan menghargai teman.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan berkelompok dengan gembira, percaya diri, kompak, dan tidak mengejek teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal arti sederhana fair play dan pentingnya bermain secara adil.

  2. Guru memberikan contoh perilaku fair play dan perilaku yang tidak sesuai dengan fair play.

  3. Peserta didik mengidentifikasi sikap jujur, sportif, tertib, mau berbagi kesempatan, dan menghargai teman dalam permainan.

  4. Peserta didik mengeksplorasi strategi gerak sederhana melalui permainan berkelompok dengan mengikuti aturan.

  5. Peserta didik mempraktikkan permainan sederhana dengan menunjukkan sikap fair play, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik menyampaikan pengalaman bermain dan menyimpulkan pentingnya bermain secara adil dan menyenangkan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman bermain bersama teman dengan pertanyaan sederhana: “Apa yang kalian lakukan jika ingin bermain bersama teman? Bagaimana jika ada teman yang kalah? Apakah kita boleh curang agar menjadi pemenang?” Guru kemudian menjelaskan bahwa dalam permainan kita harus bermain dengan jujur, mengikuti aturan, dan menghargai teman. Sikap tersebut disebut fair play.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Problem Based Learning sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di dalam kelas melalui contoh situasi permainan, gambar atau cerita sederhana, kemudian peserta didik berdiskusi dan menentukan perilaku yang termasuk fair play dan yang tidak termasuk fair play.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Dalam pembelajaran fair play, peserta didik diajak mengenal dan mensyukuri kebesaran Allah melalui tiga hal:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan setiap anak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat bermain kita tidak boleh mengejek teman yang belum bisa melakukan suatu gerakan. Kita harus saling membantu dan menghargai.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara makhluk-Nya. Kita harus menjaga diri dan menjaga teman saat bermain. Bermain dengan tertib, mengikuti aturan, dan tidak menyakiti teman merupakan salah satu cara menjaga keselamatan bersama.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki kepada semua manusia. Kita harus bersyukur atas kesempatan untuk belajar, bermain, bergerak, dan berkumpul bersama teman. Kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan bermain secara jujur, baik, dan menyenangkan.

B. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

Fair play bukan hanya tentang menjadi pemenang. Yang lebih penting adalah bermain sesuai aturan, berusaha dengan baik, dan tetap menghargai teman.

Contoh sederhana:

  • Tidak berbuat curang.

  • Mau mengikuti aturan permainan.

  • Mau bergantian dengan teman.

  • Tidak mengejek teman.

  • Tidak marah ketika kalah.

  • Mengucapkan selamat kepada teman.

  • Mau membantu teman.

  • Bermain dengan tertib.

  • Menghargai keputusan guru.

C. Sikap Fair Play dalam Permainan Berkelompok

Saat bermain bersama kelompok, peserta didik perlu menunjukkan beberapa sikap berikut:

1. Jujur
Mengakui jika melakukan kesalahan dan tidak berbuat curang.

2. Adil
Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk ikut bermain.

3. Sportif
Menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

4. Menghargai Teman
Tidak mengejek, menghina, atau membuat teman sedih.

5. Bekerja Sama
Membantu anggota kelompok agar permainan dapat berjalan dengan baik.

6. Mematuhi Aturan
Mengikuti aturan permainan yang telah disepakati.

D. Contoh Perilaku Fair Play

Contoh perilaku yang baik:

  • Menunggu giliran bermain.

  • Memberikan bola kepada teman yang belum mendapat kesempatan.

  • Mengakui ketika bola keluar.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Mengucapkan “selamat” kepada kelompok yang menang.

  • Tetap tersenyum dan tidak marah ketika kalah.

Contoh perilaku yang tidak baik:

  • Curang agar kelompok menang.

  • Merebut giliran teman.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman yang kalah.

  • Marah kepada teman karena melakukan kesalahan.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

E. Strategi Sederhana dalam Permainan Berkelompok

Dalam permainan berkelompok, peserta didik dapat menggunakan strategi sederhana, seperti:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Menentukan pembagian tugas dengan teman.

  3. Saling membantu dalam kelompok.

  4. Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  5. Berkomunikasi dengan teman.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

F. Aktivitas Pembelajaran

Guru memberikan beberapa situasi sederhana kepada peserta didik.

Situasi 1:
Dua anak ingin mendapatkan giliran pertama. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Bergantian dan mengikuti aturan permainan.

Situasi 2:
Seorang teman melakukan kesalahan saat bermain. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

Situasi 3:
Kelompok kita kalah dalam permainan. Apa yang harus dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai kelompok yang menang.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Fair play
B. Curang
C. Bertengkar

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti ....
A. Keinginan sendiri
B. Aturan permainan
C. Teman yang menang saja

3. Jika teman mendapat giliran bermain, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

4. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Tetap sportif
C. Mengejek pemenang

5. Saat teman melakukan kesalahan, kita sebaiknya ....
A. Mengejeknya
B. Memarahinya
C. Membantunya

6. Salah satu contoh fair play adalah ....
A. Berbuat curang
B. Bermain sesuai aturan
C. Merebut giliran teman

7. Dalam permainan kelompok, kita harus .... dengan teman.
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Saling mengejek

8. Jika teman memenangkan permainan, kita sebaiknya ....
A. Menangis
B. Marah
C. Mengucapkan selamat

9. Saat bermain, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Curang
C. Bergantian

10. Tujuan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

H. Soal Isian

1. Bermain secara jujur dan adil disebut ....

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti .... permainan.

3. Jika teman mendapat giliran, kita harus mau ....

4. Jika kalah dalam permainan, kita harus bersikap ....

5. Dalam permainan berkelompok, kita harus saling ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan fair play?

2. Sebutkan dua contoh sikap fair play dalam permainan!

3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika teman melakukan kesalahan saat bermain?

4. Bagaimana sikap kita jika kalah dalam permainan?

5. Mengapa kita harus bekerja sama dengan teman dalam permainan berkelompok?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. B

  5. C

  6. B

  7. A

  8. C

  9. B

  10. A

Isian:

  1. Fair play

  2. Aturan

  3. Bergantian

  4. Sportif

  5. Membantu / bekerja sama

Uraian:

  1. Fair play adalah bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

  2. Contohnya mengikuti aturan permainan dan tidak berbuat curang.

  3. Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

  4. Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai teman.

  5. Agar permainan dapat berjalan dengan baik, kompak, dan menyenangkan.

13. Kesimpulan :

Fair play adalah sikap jujur, adil, sportif, tertib, dan menghargai teman dalam permainan. Bermain bukan hanya tentang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana kita mengikuti aturan, bekerja sama, mau bergantian, membantu teman, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan aturan dan perilakunya saat bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap jujur, adil, dan menghargai teman juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bahwa permainan akan menjadi lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama-sama dengan sikap sportif dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga memahami bahwa Allah Maha Khaliq telah menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda, Allah Maha Malik memelihara kita sehingga harus saling menjaga, dan Allah Maha Razaq memberikan kesempatan serta rezeki untuk belajar, bermain, dan bersyukur. Oleh karena itu, mari bermain dengan jujur, sportif, kompak, dan menghargai teman.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Penerapan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gerak non-lokomotor.

  2. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan sederhana.

  3. Menyesuaikan strategi gerak non-lokomotor sesuai dengan aturan dan situasi permainan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk dengan benar.

  5. Mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana secara teratur dan aman.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan posisi tubuh, arah gerak, keseimbangan, dan instruksi guru ketika melakukan gerakan.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan merasa senang saat bergerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri gerak non-lokomotor.

  2. Guru memberikan contoh beberapa gerak non-lokomotor, seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba variasi gerak non-lokomotor secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik mengenal penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana sesuai instruksi dan aturan.

  5. Peserta didik melakukan permainan sederhana secara berkelompok dengan mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor.

  6. Peserta didik melakukan refleksi tentang gerakan yang sudah dilakukan dan menyampaikan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, mengayunkan tangan, memutar badan, dan meliukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah saat melakukan gerakan tadi kalian berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru menjelaskan bahwa gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak non-lokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan sederhana, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan singkat di dalam kelas, kemudian peserta didik mempraktikkan penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana di lapangan. Guru memberikan contoh, arahan, dan penguatan selama kegiatan berlangsung.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah sebagai berikut:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, persendian, dan otot sehingga tubuh dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Salah satunya melalui olahraga dan aktivitas gerak yang dilakukan dengan benar, tertib, serta memperhatikan keselamatan.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan tenaga yang diberikan Allah untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan tubuh yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Saat melakukan gerak non-lokomotor, tubuh tetap berada di tempat atau pada posisi yang sama, tetapi bagian tubuh dapat bergerak.

Contohnya:

  • Menekuk tubuh.

  • Meliukkan tubuh.

  • Memutar tubuh.

  • Mengayunkan tangan.

  • Membungkukkan badan.

  • Meregangkan tangan.

C. Macam-Macam Variasi Gerak Non-Lokomotor

1. Gerak Menekuk
Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Contoh:

  • Menekuk lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

2. Gerak Meliuk
Gerakan menggerakkan tubuh ke arah kanan atau kiri tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

3. Gerak Memutar
Gerakan memutar bagian tubuh atau badan tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Memutar badan ke kanan dan kiri.

  • Memutar lengan.

4. Gerak Mengayun
Gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri secara berulang.

Contoh:

  • Mengayunkan kedua tangan.

  • Mengayunkan satu tangan ke depan dan belakang.

5. Gerak Membungkuk
Gerakan menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

D. Penerapan dalam Permainan Sederhana

Gerak non-lokomotor dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana.

Permainan “Ikuti Gerakanku”

Cara bermain:

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh satu gerakan.

  3. Peserta didik mengikuti gerakan guru.

  4. Guru memberikan variasi gerakan, seperti menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun.

  5. Gerakan dapat dilakukan secara berurutan menjadi sebuah rangkaian sederhana.

  6. Peserta didik tetap berada di tempat dan mengikuti aturan permainan.

Permainan “Aba-Aba Gerak”

Guru memberikan aba-aba:

  • “Tekuk!” → peserta didik menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → peserta didik meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → peserta didik meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → peserta didik memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → peserta didik mengayunkan tangan.

Permainan dilakukan dengan tertib dan menyenangkan.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat melakukan variasi gerak non-lokomotor, peserta didik harus:

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan dengan benar.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Tidak memaksakan gerakan.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Tidak saling mendorong atau mengganggu.

  • Melakukan gerakan dengan percaya diri dan sportif.

F. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Non-lokomotor
B. Lokomotor
C. Berpindah

2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Berlari
B. Menekuk lutut
C. Berjalan

3. Saat melakukan gerak meliuk, tubuh dapat diarahkan ke ....
A. Kanan dan kiri
B. Depan saja
C. Belakang saja

4. Gerakan memutar badan sebaiknya dilakukan secara ....
A. Tergesa-gesa
B. Sembarangan
C. Perlahan dan terkendali

5. Salah satu contoh gerak mengayun adalah ....
A. Mengayunkan tangan
B. Berlari ke depan
C. Melompat jauh

6. Saat melakukan permainan gerak bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

7. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

8. Dalam permainan “Aba-Aba Gerak”, jika guru berkata “Liuk kanan”, maka kita ....
A. Berlari ke kanan
B. Melompat ke kanan
C. Meliukkan badan ke kanan

9. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk terus

10. Agar permainan sederhana berjalan dengan baik, kita harus ....
A. Mengabaikan aturan
B. Mengikuti aturan permainan
C. Mengganggu teman

G. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....

3. Meliukkan badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

4. Sebelum melakukan aktivitas olahraga kita sebaiknya melakukan ....

5. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga ....

H. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Jelaskan cara melakukan gerak meliuk ke kanan dan ke kiri!

4. Mengapa kita harus menjaga jarak dengan teman saat melakukan permainan gerak?

5. Sebutkan dua contoh permainan sederhana yang dapat menggunakan gerak non-lokomotor!

I. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. C

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Non-lokomotor

  2. Menekuk

  3. Kiri

  4. Pemanasan

  5. Jarak

Uraian:

  1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

  2. Contohnya menekuk, meliuk, dan memutar.

  3. Berdiri tegak, kemudian meliukkan badan ke kanan tanpa berpindah tempat, kembali ke tengah, lalu meliukkan badan ke kiri.

  4. Agar tidak bertabrakan dan supaya permainan berlangsung dengan aman.

  5. Contohnya permainan “Ikuti Gerakanku” dan “Aba-Aba Gerak”.

13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Beberapa contoh gerak non-lokomotor adalah menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan dan arahan guru.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan instruksi ketika bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan beraktivitas. Dengan demikian, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Variasi Gerak Menekuk
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gerak menekuk dengan menggunakan bahasa sederhana.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk variasi gerak menekuk pada bagian tubuh.

  3. Menyesuaikan strategi gerak menekuk sesuai dengan situasi dan aktivitas yang diberikan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar dan terkendali.

  5. Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerak menekuk dengan aman.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti duduk, mengambil benda, atau melakukan aktivitas olahraga.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan gerak menekuk serta bagian tubuh yang dapat melakukan gerakan tersebut.

  2. Guru memberikan contoh beberapa variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, siku, dan badan.

  3. Peserta didik mengamati kemudian mencoba variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh dan keseimbangan.

  4. Peserta didik mengenal penerapan gerak menekuk dalam berbagai aktivitas gerak sederhana.

  5. Peserta didik melakukan rangkaian gerak dengan mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan pentingnya melakukan gerak menekuk dengan benar dan aman.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana, seperti menekuk lutut, menekuk siku, dan membungkukkan badan. Guru bertanya, “Kapan kalian menggunakan gerakan menekuk dalam kehidupan sehari-hari?” Peserta didik diarahkan untuk menyebutkan contoh, seperti saat duduk, mengambil barang di lantai, atau melakukan aktivitas olahraga. Guru kemudian menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, diskusi, permainan gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran diawali dengan penjelasan dan contoh gerakan di dalam kelas. Peserta didik kemudian mengamati dan mencoba beberapa variasi gerak menekuk secara terarah, baik secara individu maupun kelompok, dengan memperhatikan keselamatan dan kemampuan masing-masing.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak menekuk dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, otot, dan persendian yang memungkinkan kita melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk lutut, siku, dan bagian tubuh lainnya karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, melakukan pemanasan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan gerakan dengan cara yang benar dan aman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan tenaga dan kesehatan untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Gerak menekuk dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Lutut.

  • Siku.

  • Pinggang.

  • Badan.

  • Jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dapat dilakukan tanpa berpindah tempat maupun menjadi bagian dari rangkaian gerak.

C. Variasi Gerak Menekuk

1. Menekuk Lutut

Berdiri tegak, kemudian kedua lutut ditekuk secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi berdiri.

2. Menekuk Siku

Luruskan kedua tangan, kemudian tekuk siku sehingga tangan mendekati bahu. Setelah itu, luruskan kembali.

3. Menekuk Badan ke Depan

Berdiri tegak, kemudian badan ditekuk ke arah depan secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi tegak.

4. Menekuk Badan ke Samping

Badan ditekuk ke arah kanan, kemudian kembali ke tengah dan dilanjutkan ke arah kiri.

5. Menekuk dan Meluruskan

Bagian tubuh ditekuk kemudian diluruskan kembali secara berulang dengan gerakan yang terkendali.

D. Penerapan Gerak Menekuk

Gerak menekuk dapat digunakan dalam berbagai kegiatan, misalnya:

  • Menekuk lutut ketika akan duduk.

  • Menekuk lutut ketika mengambil benda di lantai.

  • Menekuk siku saat menggerakkan tangan.

  • Menekuk badan saat melakukan gerakan olahraga.

  • Menekuk lutut dalam permainan sederhana.

  • Menggabungkan gerak menekuk dengan berjalan, melompat, atau gerakan lainnya.

E. Cara Melakukan Gerak Menekuk dengan Benar

  1. Berdiri atau berada pada posisi awal yang seimbang.

  2. Lakukan gerakan secara perlahan.

  3. Tekuk bagian tubuh sesuai kemampuan.

  4. Jangan memaksakan gerakan.

  5. Pertahankan keseimbangan.

  6. Ikuti arahan guru.

  7. Jaga jarak dengan teman.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Contoh Latihan

Latihan 1:
Berdiri tegak → tekuk kedua lutut → kembali berdiri.

Latihan 2:
Luruskan kedua tangan → tekuk siku → luruskan kembali.

Latihan 3:
Berdiri tegak → tekuk badan ke depan → kembali tegak.

Latihan 4:
Berdiri → tekuk badan ke kanan → kembali ke tengah → tekuk ke kiri.

Latihan 5:
Berjalan beberapa langkah → berhenti → tekuk lutut → berdiri kembali.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

2. Bagian tubuh yang dapat digunakan untuk melakukan gerak menekuk adalah ....
A. Rambut
B. Lutut
C. Kuku

3. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari jauh
C. Berjalan cepat

4. Saat melakukan gerak menekuk, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Sembarangan
B. Dengan dipaksakan
C. Perlahan dan terkendali

5. Ketika akan duduk, kita menggunakan gerak .... pada lutut.
A. Memutar
B. Menekuk
C. Mengayun

6. Gerakan menekuk siku dilakukan dengan cara ....
A. Membengkokkan siku
B. Melompat tinggi
C. Berlari ke depan

7. Saat melakukan gerak menekuk bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

8. Sebelum melakukan aktivitas gerak, sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Makan sambil berlari

9. Setelah menekuk lutut, kita dapat kembali ke posisi ....
A. Berbaring
B. Duduk
C. Berdiri

10. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak ....

3. Saat melakukan gerak menekuk, kita harus menjaga .... tubuh.

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....

5. Gerak menekuk dapat dilakukan secara perlahan dan ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan tiga bagian tubuh yang dapat melakukan gerak menekuk!

3. Jelaskan cara melakukan gerak menekuk lutut dengan benar!

4. Sebutkan dua contoh penggunaan gerak menekuk dalam kehidupan sehari-hari!

5. Mengapa kita tidak boleh memaksakan tubuh saat melakukan gerak menekuk?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. B

  6. A

  7. B

  8. A

  9. C

  10. A

Isian:

  1. Menekuk

  2. Menekuk

  3. Keseimbangan

  4. Pemanasan

  5. Terkendali

Uraian:

  1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

  2. Lutut, siku, dan pinggang/badan.

  3. Berdiri dengan seimbang, kemudian tekuk kedua lutut secara perlahan sesuai kemampuan, lalu kembali berdiri.

  4. Saat duduk dan saat mengambil benda di lantai.

  5. Agar tubuh tetap aman dan terhindar dari rasa sakit atau cedera.

13. Kesimpulan :

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, badan, dan bagian tubuh lainnya. Gerak menekuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikombinasikan dengan gerak dasar lainnya dalam aktivitas olahraga.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerakan dengan benar. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti duduk dan mengambil benda. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat mempraktikkan gerakan dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : C/V.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mentransfer Strategi Gerak Passing Bawah dan Atas dalam Permainan Net
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi passing bawah dan passing atas dalam permainan net, khususnya permainan bola voli.

  2. Mengidentifikasi situasi permainan yang tepat untuk menggunakan passing bawah dan passing atas.

  3. Mentransfer strategi passing bawah dan passing atas yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan yang berbeda.

  4. Mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan teknik yang tepat sesuai arah datangnya bola.

  5. Memilih jenis passing yang sesuai untuk mempertahankan bola dan membangun serangan sederhana.

  6. Mengombinasikan passing bawah dan passing atas dengan kerja sama tim dalam permainan sederhana.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada arah datangnya bola, posisi tubuh, kesiapan tangan, dan keputusan gerak sebelum melakukan passing.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan penggunaan passing bawah dan atas dengan situasi nyata dalam permainan bola voli, terutama saat menerima dan mengarahkan bola kepada teman.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan strategi passing melalui permainan sederhana dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali teknik dasar passing bawah dan passing atas serta fungsi masing-masing dalam permainan net.

  2. Guru memberikan contoh beberapa situasi permainan dan menunjukkan kapan passing bawah atau passing atas lebih tepat digunakan.

  3. Peserta didik mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan variasi arah, jarak, dan ketinggian bola.

  4. Peserta didik mentransfer keterampilan passing yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan sederhana dengan menentukan jenis passing yang sesuai.

  5. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mempertahankan bola dan mengarahkannya kepada teman melalui kombinasi passing bawah dan passing atas.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan mengevaluasi strategi passing yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan permainan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengingatkan kembali pengalaman peserta didik saat melakukan passing bawah dan passing atas. Guru kemudian memberikan pertanyaan, “Jika bola datang rendah ke arah kalian, passing apa yang paling tepat? Bagaimana jika bola datang lebih tinggi?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memilih strategi passing sesuai situasi permainan.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Teaching Games for Understanding (TGFU) dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan teknik, praktik berpasangan, latihan kelompok, permainan sederhana, pemecahan masalah gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di lapangan melalui latihan passing bawah dan passing atas, kemudian peserta didik diberikan situasi permainan yang berbeda untuk memilih dan menerapkan strategi passing yang tepat. Guru memberikan umpan balik terhadap teknik, pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran passing bawah dan passing atas dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta manusia dengan tubuh yang memiliki tangan, lengan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya yang dapat digunakan untuk bergerak. Saat bermain bola voli, kita menggunakan kemampuan tersebut untuk menerima, mengarahkan, dan mengoper bola kepada teman. Kemampuan bergerak merupakan nikmat yang harus kita syukuri.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan, menggunakan teknik yang benar, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi. Energi tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan kemampuan tubuh untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Permainan Net

Permainan net adalah permainan yang menggunakan net sebagai pembatas area permainan. Salah satu contoh permainan net adalah bola voli.

Dalam permainan bola voli, pemain harus bekerja sama agar bola dapat melewati net dan tetap berada dalam permainan.

Passing merupakan salah satu keterampilan penting untuk mengendalikan bola dan bekerja sama dengan anggota tim.

C. Passing Bawah

Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

Hal-hal penting dalam passing bawah:

  1. Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu.

  2. Lutut sedikit ditekuk.

  3. Kedua tangan dirapatkan atau disatukan.

  4. Lengan diluruskan di depan tubuh.

  5. Pandangan mengikuti arah datangnya bola.

  6. Bola mengenai bagian lengan bawah.

  7. Gerakan dilakukan dengan terkontrol.

  8. Arahkan bola kepada teman.

D. Passing Atas

Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

Passing atas biasanya digunakan ketika bola datang lebih tinggi dan pemain memiliki waktu untuk menempatkan posisi tubuh.

Hal-hal penting dalam passing atas:

  1. Berdiri dengan posisi siap.

  2. Kedua kaki dibuka secukupnya.

  3. Lutut sedikit ditekuk.

  4. Kedua tangan berada di depan atau atas wajah.

  5. Jari-jari tangan terbuka dan rileks.

  6. Pandangan mengikuti bola.

  7. Dorong bola menggunakan jari-jari tangan dan gerakan lengan.

  8. Arahkan bola kepada teman.

E. Mentransfer Strategi Passing

Mentransfer strategi berarti menggunakan keterampilan yang sudah dipelajari pada situasi yang berbeda.

Dalam permainan net, peserta didik harus mampu memilih passing sesuai dengan keadaan bola.

Contoh:

  • Bola datang rendah → gunakan passing bawah.

  • Bola datang lebih tinggi → dapat menggunakan passing atas.

  • Bola berada di sisi tubuh → bergerak menyesuaikan posisi sebelum melakukan passing.

  • Teman berada di depan → arahkan passing kepada teman dengan terkontrol.

  • Bola sulit diterima → utamakan keselamatan dan lakukan gerakan sesuai kemampuan.

F. Strategi Passing dalam Permainan

Agar permainan berjalan dengan baik, pemain perlu memperhatikan beberapa strategi:

1. Membaca arah bola
Perhatikan dari mana bola datang dan ke mana bola akan bergerak.

2. Menentukan jenis passing
Pilih passing bawah atau passing atas sesuai posisi dan arah bola.

3. Bergerak mencari posisi
Jangan hanya menunggu bola. Bergeraklah menuju posisi yang tepat untuk menerima bola.

4. Mengarahkan bola
Usahakan bola diarahkan kepada teman agar permainan dapat dilanjutkan.

5. Berkomunikasi
Gunakan komunikasi sederhana seperti “saya” atau “ambil” agar tidak terjadi kesalahpahaman.

6. Bekerja sama
Setiap anggota tim memiliki peran dalam mempertahankan bola.

G. Contoh Latihan di Lapangan

Latihan 1 – Passing Bawah Berpasangan
Peserta didik berpasangan dan melakukan passing bawah secara bergantian dengan jarak yang disesuaikan.

Latihan 2 – Passing Atas Berpasangan
Peserta didik melakukan passing atas kepada pasangan dengan memperhatikan arah dan ketinggian bola.

Latihan 3 – Pilih Passing
Guru memberikan bola dengan variasi ketinggian. Peserta didik menentukan apakah menggunakan passing bawah atau passing atas.

Latihan 4 – Tiga Orang
Tiga peserta didik membentuk kelompok kecil dan berusaha mempertahankan bola dengan kombinasi passing bawah dan passing atas.

Latihan 5 – Permainan Sederhana
Peserta didik bermain dalam kelompok kecil melewati net dengan aturan sederhana. Fokus permainan adalah memilih passing yang tepat, bekerja sama, dan mempertahankan bola tetap dalam permainan.

H. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak memperhatikan arah datangnya bola.

  • Posisi kaki terlalu kaku.

  • Passing bawah menggunakan telapak tangan.

  • Passing atas dilakukan dengan telapak tangan secara tidak terkontrol.

  • Tidak bergerak mencari posisi.

  • Tidak berkomunikasi dengan teman.

  • Terlalu keras memukul atau mengarahkan bola.

  • Tidak memperhatikan keselamatan teman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Passing dalam permainan bola voli digunakan untuk ....
A. Mengendalikan dan mengarahkan bola
B. Menendang bola
C. Menghentikan permainan

2. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang ....
A. Sangat tinggi
B. Rendah atau sedang
C. Di luar lapangan

3. Passing atas dilakukan menggunakan ....
A. Kaki
B. Kepala
C. Kedua tangan

4. Saat melakukan passing bawah, bola mengenai bagian ....
A. Lengan bawah
B. Telapak kaki
C. Punggung

5. Ketika bola datang tinggi di depan tubuh, passing yang dapat digunakan adalah ....
A. Passing bawah saja
B. Passing atas
C. Menendang bola

6. Sebelum melakukan passing, pemain harus memperhatikan ....
A. Arah datangnya bola
B. Warna sepatu teman
C. Penonton

7. Jika ingin mempertahankan bola dalam permainan, pemain harus ....
A. Bekerja sama
B. Bermain sendiri
C. Saling menjauh

8. Ketika teman berada pada posisi yang baik, bola sebaiknya ....
A. Dibuang keluar
B. Diarahkan kepada teman
C. Dibiarkan jatuh

9. Dalam permainan sederhana, memilih passing yang sesuai dengan keadaan bola merupakan contoh ....
A. Strategi gerak
B. Istirahat
C. Permainan bebas

10. Sikap yang baik ketika melakukan permainan bola voli adalah ....
A. Mudah menyerah
B. Saling menyalahkan
C. Sportif dan bekerja sama

J. Soal Isian

1. Teknik menerima bola menggunakan kedua lengan bagian bawah disebut passing ....

2. Teknik mengoper bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala disebut passing ....

3. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang .... atau sedang.

4. Sebelum melakukan passing, kita harus memperhatikan arah datangnya ....

5. Dalam permainan berkelompok, pemain harus saling .... agar permainan berjalan baik.

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan passing bawah dalam permainan bola voli?

2. Apa yang dimaksud dengan passing atas?

3. Kapan sebaiknya kita menggunakan passing bawah?

4. Mengapa pemain harus memilih jenis passing sesuai dengan situasi bola?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan agar kerja sama tim dalam permainan bola voli berjalan dengan baik!

L. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. A

  7. A

  8. B

  9. A

  10. C

Isian:

  1. Bawah

  2. Atas

  3. Rendah

  4. Bola

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

  2. Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

  3. Passing bawah digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

  4. Agar bola dapat diterima dan diarahkan dengan lebih tepat sesuai keadaan permainan.

  5. Berkomunikasi, saling membantu, dan mengarahkan bola kepada teman dengan baik.

13. Kesimpulan :

Passing bawah dan passing atas merupakan keterampilan penting dalam permainan net, khususnya bola voli. Passing bawah dapat digunakan ketika bola datang rendah atau sedang, sedangkan passing atas dapat digunakan ketika bola datang lebih tinggi. Pemain harus mampu membaca arah bola, bergerak mencari posisi, memilih jenis passing yang sesuai, dan mengarahkan bola kepada teman.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi pada arah datangnya bola, posisi tubuh, dan keputusan gerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa keterampilan passing yang telah dipelajari dapat digunakan dalam berbagai situasi permainan. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang aktif, menyenangkan, sportif, dan penuh kerja sama.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan rezeki serta energi untuk belajar dan berolahraga. Oleh karena itu, keterampilan yang dimiliki harus digunakan dengan baik, menjaga keselamatan, serta menghargai dan bekerja sama dengan teman.


Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 3 dan 4

   

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru       : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal   : Jum'at/28 Agustus 2026
3. Fase / Kelas     : B/III.A
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi             : Mempraktikkan Variasi Gerak Menekuk dan Meliuk
6. Pertemuan Ke : Keempat (IV)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak menekuk dan meliuk sesuai dengan situasi gerak yang diberikan.

  2. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan sikap tubuh yang benar, aman, dan terkendali.

  3. Mempraktikkan variasi gerak meliuk melalui beberapa bentuk gerakan sederhana.

  4. Mengombinasikan gerak menekuk dan meliuk dalam rangkaian gerak sederhana.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan keselamatan saat melakukan gerakan.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dan meliuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti mengambil benda, menghindari rintangan, atau melakukan peregangan tubuh.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu melakukan aktivitas gerak dengan percaya diri, aktif, sportif, dan menyenangkan bersama teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenali kembali bentuk dasar gerak menekuk dan meliuk serta manfaatnya bagi tubuh.

  2. Guru memberikan contoh variasi gerak menekuk dan meliuk yang dilakukan dengan teknik dan sikap tubuh yang benar.

  3. Peserta didik mempraktikkan variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan dan posisi tubuh.

  4. Peserta didik mempraktikkan variasi gerak meliuk melalui aktivitas sederhana secara individu maupun berkelompok.

  5. Peserta didik mengombinasikan gerak menekuk dan meliuk dalam rangkaian gerak sederhana melalui aktivitas permainan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi terhadap gerakan yang telah dilakukan dan memperbaiki gerakan berdasarkan arahan guru.

10. Apersepsi  :
Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana dengan bertanya, “Pernahkah kalian menekuk badan untuk mengambil sesuatu di lantai? Pernahkah kalian meliukkan badan ketika menghindari benda di samping?” Guru kemudian menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari gerak dasar tubuh yang akan dipraktikkan hari ini.

11. Model / Metode :
Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
Metode : Demonstrasi, praktik langsung, latihan terbimbing, permainan gerak, tanya jawab, dan refleksi.
Pelaksanaan : Praktik di lapangan dengan memperhatikan pemanasan, keselamatan, penggunaan ruang gerak, dan kemampuan masing-masing peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Allah memiliki tiga sifat kebesaran yang dapat kita renungkan dalam pembelajaran hari ini:

  • Allah Maha Khaliq (Pencipta)
    Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian yang dapat bergerak. Kita dapat menekuk dan meliukkan tubuh karena Allah memberikan persendian dan otot yang memungkinkan tubuh bergerak.

  • Allah Maha Malik (Memelihara)
    Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, melakukan pemanasan, dan tidak memaksakan diri.

  • Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
    Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang membantu tubuh memperoleh energi untuk belajar dan bergerak. Karena itu, kita harus bersyukur dengan menggunakan tubuh untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, pinggang, atau bagian tubuh lainnya.

Contoh:

  • Menekuk kedua lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

  • Menekuk badan ke samping.

Saat melakukan gerak menekuk, tubuh harus dilakukan secara terkendali dan tidak dipaksakan.

C. Pengertian Gerak Meliuk

Gerak meliuk adalah gerakan menggerakkan atau membengkokkan tubuh ke arah tertentu, seperti ke kanan dan ke kiri. Gerakan meliuk dapat membantu tubuh menjadi lebih lentur dan terkoordinasi.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

  • Meliukkan badan sambil menggerakkan kedua tangan.

  • Meliukkan badan untuk mengikuti arah gerakan.

D. Variasi Gerak Menekuk dan Meliuk

Variasi gerak berarti melakukan gerakan dalam bentuk yang berbeda-beda. Pada pembelajaran ini peserta didik dapat melakukan:

  1. Menekuk kedua lutut lalu kembali berdiri.

  2. Menekuk badan ke depan lalu kembali tegak.

  3. Menekuk badan ke samping kanan dan kiri.

  4. Meliukkan badan ke kanan dan kiri.

  5. Menekuk kemudian meliukkan badan.

  6. Melakukan rangkaian menekuk dan meliuk melalui permainan sederhana.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Praktik

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Menjaga keseimbangan tubuh.

  • Tidak mendorong atau mengganggu teman.

  • Menggunakan area latihan dengan tertib.

  • Berani mencoba dan tetap sportif.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman dan menyampaikan kepada guru.

F. Latihan Praktik

Peserta didik melakukan rangkaian sederhana:

Gerakan 1: Berdiri tegak → menekuk kedua lutut → kembali berdiri.
Gerakan 2: Berdiri tegak → menekuk badan ke depan → kembali tegak.
Gerakan 3: Berdiri tegak → meliukkan badan ke kanan → kembali ke tengah → meliukkan badan ke kiri.
Gerakan 4: Menekuk → berdiri → meliuk ke kanan dan kiri.
Gerakan 5: Melakukan rangkaian menekuk dan meliuk mengikuti aba-aba guru.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Melompat
C. Berlari

2. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Berlari ke depan
B. Menekuk kedua lutut
C. Melompat jauh

3. Gerakan meliuk dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Depan saja

4. Saat melakukan gerak menekuk dan meliuk, tubuh harus ....
A. Dipaksakan
B. Tidak terkendali
C. Dilakukan dengan terkendali

5. Sebelum melakukan aktivitas gerak di lapangan sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk diam

6. Saat melakukan gerak meliuk ke kanan, tubuh diarahkan ke ....
A. Kiri
B. Kanan
C. Bawah

7. Salah satu manfaat melakukan gerakan menekuk dan meliuk adalah membantu ....
A. Kelenturan tubuh
B. Membuat tubuh tidak bergerak
C. Mengurangi keseimbangan

8. Ketika melakukan praktik bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Berebut tempat
C. Menjaga keselamatan dan ketertiban

9. Gerakan menekuk dan meliuk dapat dilakukan dalam bentuk ....
A. Rangkaian gerak
B. Duduk sepanjang waktu
C. Diam tanpa bergerak

10. Jika merasa tidak nyaman ketika melakukan gerakan, sebaiknya ....
A. Tetap memaksakan gerakan
B. Berhenti dan menyampaikan kepada guru
C. Mengganggu teman

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Gerak meliuk dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

3. Sebelum melakukan praktik gerak, kita melakukan ....

4. Gerak menekuk dan meliuk harus dilakukan secara .... dan terkendali.

5. Saat praktik bersama teman, kita harus menjaga .... dan ketertiban.

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan dua contoh gerak menekuk!

3. Apa yang dimaksud dengan gerak meliuk?

4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum praktik gerak menekuk dan meliuk?

5. Bagaimana sikap yang baik saat melakukan praktik gerak bersama teman?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. C

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Menekuk

  2. Kiri

  3. Pemanasan

  4. Perlahan

  5. Keselamatan

Uraian:

  1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

  2. Contohnya menekuk kedua lutut dan menekuk siku.

  3. Gerak meliuk adalah gerakan membengkokkan atau menggerakkan tubuh ke arah tertentu, seperti ke kanan dan kiri.

  4. Agar tubuh siap bergerak dan membantu mengurangi risiko cedera.

  5. Mengikuti arahan guru, tertib, sportif, tidak mengganggu teman, dan menjaga keselamatan bersama.

13. Kesimpulan :
Gerak menekuk dan meliuk merupakan bagian dari gerak dasar tubuh yang dapat dilakukan dalam berbagai variasi dan rangkaian sederhana. Melalui praktik, peserta didik belajar mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan, dan menyesuaikan gerakan dengan situasi. Pembelajaran dilakukan dengan penuh perhatian (Mindful), dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari (Meaningful), serta dilaksanakan melalui aktivitas yang aktif, menyenangkan, dan sportif (Joyful).

Peserta didik juga diajak mensyukuri tubuh sebagai ciptaan Allah Yang Maha Khaliq, menjaga tubuh sebagai bentuk kesadaran bahwa Allah Maha Malik, serta memanfaatkan energi dan kesehatan yang diberikan Allah Maha Razaq untuk melakukan aktivitas yang baik dan bermanfaat.


  

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru         : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal     : Jum'at/28 Agustus 2026
3. Fase / Kelas         : B/IV.A
4. Mata Pelajaran     : PJOK
5. Materi                 : Mempraktikkan Variasi Gerak Memutar dalam Berbagai Situasi
6. Pertemuan Ke     : Keempat (IV)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak memutar untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak yang baik dan benar.

  2. Mempraktikkan variasi gerak memutar dengan posisi tubuh dan keseimbangan yang tepat.

  3. Mempraktikkan gerak memutar ke berbagai arah sesuai dengan situasi dan aba-aba.

  4. Mengombinasikan gerak memutar dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, arah gerakan, dan keselamatan selama melakukan gerak memutar.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak memutar dengan aktivitas sehari-hari dan berbagai kegiatan olahraga.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu melakukan gerak memutar dengan percaya diri, aktif, sportif, dan menyenangkan melalui permainan gerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali pengertian dan bentuk dasar gerak memutar serta manfaatnya dalam aktivitas gerak.

  2. Guru memberikan contoh variasi gerak memutar dengan arah dan posisi tubuh yang berbeda.

  3. Peserta didik mempraktikkan gerak memutar ke kanan dan kiri dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik melakukan variasi gerak memutar dalam berbagai situasi berdasarkan aba-aba atau instruksi guru.

  5. Peserta didik mengombinasikan gerak memutar dengan gerakan sederhana lainnya melalui aktivitas permainan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan memperbaiki gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan arahan guru.

10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik berdiri dan melakukan gerakan sederhana seperti memutar kepala, bahu, badan, dan lengan secara perlahan. Guru bertanya, “Pernahkah kalian memutar badan ketika ingin melihat sesuatu yang berada di belakang? Bagaimana agar gerakan memutar dapat dilakukan dengan aman dan seimbang?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan materi pembelajaran hari ini.

11. Model / Meode :
Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
Metode : Demonstrasi, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, tanya jawab, dan refleksi.
Pelaksanaan : Praktik di lapangan dengan memperhatikan pemanasan, penggunaan ruang gerak, keseimbangan, keselamatan, dan kemampuan masing-masing peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

  • Allah Maha Khaliq (Pencipta)
    Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian tubuh yang dapat bergerak. Tubuh dapat melakukan gerakan memutar karena Allah menciptakan tulang, persendian, otot, dan bagian tubuh lainnya dengan sempurna.

  • Allah Maha Malik (Memelihara)
    Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan secara benar, teratur, serta tidak memaksakan kemampuan tubuh.

  • Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
    Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan energi tersebut untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Memutar

Gerak memutar adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh atau tubuh secara berputar pada arah tertentu. Gerakan memutar dapat dilakukan menggunakan kepala, lengan, bahu, pinggang, maupun seluruh tubuh sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

Gerakan memutar harus dilakukan dengan perlahan, terkendali, dan sesuai kemampuan tubuh.

C. Contoh Variasi Gerak Memutar

Beberapa variasi gerak memutar yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memutar kedua lengan ke depan.

  2. Memutar kedua lengan ke belakang.

  3. Memutar bahu secara perlahan.

  4. Memutar badan ke kanan.

  5. Memutar badan ke kiri.

  6. Memutar badan dengan posisi kaki tetap.

  7. Memutar badan sambil berpindah arah.

  8. Mengombinasikan gerak memutar dengan gerak berjalan atau melangkah.

D. Mempraktikkan Gerak Memutar dalam Berbagai Situasi

Gerak memutar dapat dilakukan dalam berbagai situasi, misalnya:

  • Memutar badan ke kanan ketika mendapat aba-aba kanan.

  • Memutar badan ke kiri ketika mendapat aba-aba kiri.

  • Memutar lengan saat melakukan aktivitas pemanasan.

  • Memutar badan kemudian berjalan menuju arah yang ditentukan.

  • Melakukan gerak memutar dalam permainan mengikuti arah atau tanda yang diberikan guru.

E. Cara Melakukan Gerak Memutar dengan Benar

  1. Berdiri dengan posisi tubuh seimbang.

  2. Pandangan diarahkan sesuai arah gerakan.

  3. Lakukan gerakan secara perlahan.

  4. Putar tubuh sesuai kemampuan dan tidak dipaksakan.

  5. Jaga jarak dengan teman.

  6. Ikuti aba-aba guru.

  7. Setelah memutar, kembali ke posisi seimbang.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Latihan Praktik di Lapangan

Peserta didik melakukan latihan secara bertahap:

Latihan 1: Berdiri tegak → memutar kedua lengan ke depan dan ke belakang.

Latihan 2: Berdiri tegak → memutar badan ke kanan → kembali ke posisi awal → memutar ke kiri.

Latihan 3: Berjalan beberapa langkah → berhenti → memutar badan sesuai aba-aba guru.

Latihan 4: Mengombinasikan gerak berjalan, memutar, dan kembali ke posisi semula.

Latihan 5: Permainan arah. Guru memberikan aba-aba “kanan”, “kiri”, atau “putar”, kemudian peserta didik melakukan gerakan sesuai instruksi dengan tetap menjaga keseimbangan dan jarak.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan menggerakkan tubuh secara berputar disebut gerak ....
A. Memutar
B. Melompat
C. Berlari

2. Gerak memutar badan ke kanan berarti tubuh diarahkan ke ....
A. Kiri
B. Kanan
C. Bawah

3. Sebelum melakukan aktivitas gerak memutar, sebaiknya kita melakukan ....
A. Tidur
B. Duduk
C. Pemanasan

4. Saat melakukan gerak memutar, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Secara terkendali
B. Secepat mungkin
C. Dengan dipaksakan

5. Salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak memutar adalah ....
A. Rambut
B. Lengan
C. Kuku

6. Saat melakukan gerak memutar bersama teman, kita harus ....
A. Berdesakan
B. Mendorong teman
C. Menjaga jarak

7. Gerak memutar dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

8. Ketika guru memberikan aba-aba “putar ke kiri”, peserta didik harus ....
A. Berlari ke depan
B. Memutar badan ke kiri
C. Melompat ke kanan

9. Agar tetap seimbang setelah melakukan gerak memutar, kita harus ....
A. Mengendalikan gerakan tubuh
B. Menutup mata dan berlari
C. Mendorong teman

10. Gerak memutar dalam permainan harus dilakukan dengan sikap ....
A. Ceroboh
B. Sportif dan tertib
C. Saling mengganggu

H. Soal Isian

1. Gerakan tubuh secara berputar disebut gerak ....

2. Gerak memutar badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

3. Sebelum melakukan praktik, kita sebaiknya melakukan ....

4. Saat melakukan gerak memutar, kita harus menjaga .... tubuh.

5. Saat melakukan praktik bersama teman, kita harus menjaga .... agar tetap aman.

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak memutar?

2. Sebutkan dua contoh variasi gerak memutar!

3. Mengapa gerak memutar harus dilakukan secara terkendali?

4. Sebutkan dua hal yang harus diperhatikan saat melakukan gerak memutar bersama teman!

5. Berikan satu contoh gerak memutar yang dapat dikombinasikan dengan gerak berjalan!

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. C

  7. A

  8. B

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Memutar

  2. Kiri

  3. Pemanasan

  4. Keseimbangan

  5. Jarak

Uraian:

  1. Gerak memutar adalah gerakan menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar pada arah tertentu.

  2. Contohnya memutar kedua lengan dan memutar badan ke kanan atau kiri.

  3. Agar gerakan dapat dilakukan dengan aman, seimbang, dan tidak membahayakan tubuh.

  4. Menjaga jarak dengan teman dan mengikuti arahan guru.

  5. Contohnya berjalan beberapa langkah, berhenti, kemudian memutar badan ke kanan atau kiri sesuai aba-aba guru.

13. Kesimpulan :
Gerak memutar merupakan salah satu gerak dasar yang dapat dilakukan oleh berbagai bagian tubuh maupun seluruh tubuh. Gerakan dapat dilakukan ke kanan, ke kiri, ke depan, atau ke belakang sesuai dengan situasi dan kebutuhan gerak. Dalam praktiknya, peserta didik perlu memperhatikan keseimbangan, arah gerakan, jarak dengan teman, serta keselamatan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi dan menyadari posisi tubuh saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak memutar dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan berbagai kegiatan olahraga. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak secara aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi sehingga kita dapat belajar dan berolahraga dengan baik.