Minggu, 16 Agustus 2026

Materi ajar kelas 2, 3, 4, dan 5

 


Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd 

2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026 

3. Fase / Kelas : A/II 

4. Mata Pelajaran : PJOK 

5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Memutar, Mengayun, Membungkuk, Menekuk, dan Meliuk 

6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

7. Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan semangat untuk belajar.

Anak-anak, sebelum kita mulai berolahraga hari ini, coba kita perhatikan tubuh kita sendiri. Siapa yang menciptakan tubuh kita sehingga bisa memutar kepala, mengayun tangan, membungkuk, menekuk lutut, dan meliuk badan dengan begitu lentur? Tepat sekali, Allah SWT lah yang menciptakan kita (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian gerakkan pergelangan tangan kalian memutar, lalu ayunkan lengan kalian. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah, bukan?

Selain menciptakan, Allah juga selalu menjaga dan memelihara tubuh kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Otot dan sendi kita bisa bergerak lentur dan kuat karena Allah yang menjaganya setiap hari. Oleh karena itu, kita harus rajin berolahraga agar tubuh yang dijaga Allah ini tetap sehat dan kuat.

Dan tahukah kalian, dengan tubuh yang sehat inilah kita bisa belajar, bermain, membantu orang tua, dan beraktivitas dengan lancar. Itu semua adalah rezeki dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat tubuh yang sehat ini dengan bersungguh-sungguh belajar gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk pada hari ini.

Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi pola gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk dengan benar (Mandiri – peserta didik mampu mengenali dan memahami gerakannya sendiri secara percaya diri).
  2. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk secara berpasangan maupun berkelompok (Mitra – peserta didik saling bekerja sama, bergantian, dan saling membantu dengan teman).
  3. Melakukan rangkaian gerak dasar tersebut melalui permainan sederhana yang menyenangkan sehingga peserta didik antusias dan aktif bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menyenangkan).

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan tubuh manusia.
  2. Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian dan contoh masing-masing pola gerak dasar (memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk) melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
  3. Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
  4. Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik diajak melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
  5. Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali satu per satu pola gerak dasar secara langsung di lapangan sebagai penguatan dari teori yang telah disampaikan.
  6. Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan masing-masing gerakan secara individu sesuai arahan guru.
  7. Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan mengoreksi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
  8. Permainan Sederhana – Guru mengemas gerakan ke dalam permainan seperti "Simon Berkata" atau estafet gerak agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
  9. Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
  10. Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali gerakan yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
  11. Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

11. Model / Metode

Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap pola gerak dasar menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu melakukan gerakannya.

12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Pola Gerak Dasar

Pola gerak dasar merupakan kemampuan gerak tubuh yang mendasari berbagai aktivitas fisik manusia. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari lima pola gerak dasar non-lokomotor (gerak di tempat), yaitu:

  1. Memutar (Rotasi) — Gerakan memindahkan atau menggerakkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya, misalnya memutar kepala, memutar lengan, atau memutar pinggang.
  2. Mengayun (Swinging) — Gerakan menggerakkan bagian tubuh (biasanya lengan atau kaki) ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul/ayunan.
  3. Membungkuk (Bending) — Gerakan menekukkan badan bagian atas (pinggang) ke arah depan sehingga posisi tubuh condong ke bawah.
  4. Menekuk (Folding) — Gerakan melipat salah satu bagian tubuh pada sendinya, seperti menekuk lutut, menekuk siku, atau menekuk pergelangan tangan.
  5. Meliuk (Twisting) — Gerakan memutar atau membelokkan badan bagian atas ke kanan dan ke kiri tanpa memindahkan posisi kaki.

B. Manfaat Pola Gerak Dasar

  • Melatih kelenturan dan fleksibilitas otot serta sendi.
  • Melancarkan peredaran darah.
  • Meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
  • Menjadi dasar untuk mempelajari gerakan olahraga yang lebih kompleks.

C. Contoh Penerapan dalam Aktivitas Sehari-hari

  • Memutar kepala saat melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan.
  • Mengayunkan lengan saat berjalan atau berlari.
  • Membungkuk saat mengambil barang yang jatuh.
  • Menekuk lutut saat duduk atau jongkok.
  • Meliuk badan saat bermain atau senam ringan.

D. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

  1. Gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya disebut gerak... A. Menekuk B. Memutar C. Melompat

  2. Gerakan menggerakkan lengan ke depan dan ke belakang seperti bandul disebut... A. Meliuk B. Membungkuk C. Mengayun

  3. Posisi tubuh condong ke depan dengan pinggang ditekuk disebut gerak... A. Membungkuk B. Memutar C. Meliuk

  4. Gerakan melipat lutut atau siku pada sendinya disebut gerak... A. Mengayun B. Menekuk C. Memutar

  5. Gerakan memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan kaki disebut... A. Meliuk B. Menekuk C. Membungkuk

  6. Berikut ini yang termasuk contoh gerak memutar dalam kehidupan sehari-hari adalah... A. Mengambil pensil yang jatuh B. Melihat ke kanan dan kiri sebelum menyeberang C. Duduk di kursi

  7. Manfaat melakukan gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk adalah... A. Membuat tubuh menjadi kaku B. Melatih kelenturan otot dan sendi C. Membuat badan cepat lelah

  8. Gerak dasar memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk ke dalam gerak... A. Lokomotor B. Non-lokomotor C. Manipulatif

  9. Sebelum melakukan olahraga inti, sebaiknya kita melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Tidur siang

  10. Sikap tubuh saat menekuk lutut untuk duduk jongkok menunjukkan gerak... A. Meliuk B. Mengayun C. Menekuk

II. Isian

  1. Gerakan melingkar pada poros tubuh disebut gerak ....
  2. Gerakan seperti bandul yang bergerak ke depan dan belakang disebut gerak ....
  3. Sebelum berolahraga, tubuh perlu dilakukan .... agar tidak cedera.
  4. Gerak memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk termasuk gerak dasar ....
  5. Gerak membungkuk biasanya digunakan saat kita ingin ... barang yang jatuh.

III. Uraian

  1. Jelaskan pengertian gerak memutar dan berikan satu contohnya!
  2. Sebutkan perbedaan antara gerak menekuk dan gerak meliuk!
  3. Mengapa kita perlu melakukan pemanasan sebelum berolahraga?
  4. Sebutkan tiga manfaat mempelajari pola gerak dasar!
  5. Berikan masing-masing satu contoh penerapan gerak mengayun dan meliuk dalam kehidupan sehari-hari!

E. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B
  2. C
  3. A
  4. B
  5. A
  6. B
  7. B
  8. B
  9. B
  10. C

Isian

  1. Memutar
  2. Mengayun
  3. Pemanasan
  4. Non-lokomotor
  5. Mengambil

Uraian

  1. Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Contoh: memutar kepala ke kanan dan ke kiri.
  2. Gerak menekuk adalah melipat bagian tubuh pada sendinya (seperti lutut atau siku), sedangkan gerak meliuk adalah memutar badan bagian atas ke kanan dan kiri tanpa memindahkan posisi kaki.
  3. Pemanasan diperlukan agar otot dan sendi menjadi lentur, tubuh siap bergerak, serta terhindar dari cedera saat berolahraga.
  4. Melatih kelenturan otot dan sendi, melancarkan peredaran darah, dan meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
  5. Contoh mengayun: mengayunkan lengan saat berjalan. Contoh meliuk: meliukkan badan saat melakukan senam ringan.

13. Kesimpulan

Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan lima pola gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar, mengayun, membungkuk, menekuk, dan meliuk. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik semakin menyadari nikmat tubuh sehat sebagai anugerah dari Allah SWT dan senantiasa menjaganya dengan rajin bergerak dan berolahraga.


Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd 

2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026 

3. Fase / Kelas : B/III 

4. Mata Pelajaran : PJOK 

5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Memutar dan Mengayun 

6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

7. Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk belajar.

Anak-anak, coba perhatikan tubuh kalian. Allah SWT menciptakan tubuh kita dengan sangat sempurna, sehingga kita bisa memutar lengan, memutar pinggang, dan mengayunkan kaki maupun tangan dengan berbagai variasi gerakan (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian putar kedua lengan kalian, lalu ayunkan kaki kalian ke depan dan belakang. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat sendi dan otot kita begitu lentur dan bisa bergerak dengan berbagai macam variasi!

Selain menciptakan, Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara tubuh kita agar tetap sehat dan kuat (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih memutar dan mengayun dengan berbagai variasi, semakin lentur dan kuat pula otot serta sendi yang Allah jaga di dalam tubuh kita.

Dengan tubuh yang sehat dan lentur inilah, kita bisa belajar dengan semangat, bermain dengan gembira, dan membantu orang tua di rumah. Semua itu adalah rezeki yang luar biasa dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita syukuri nikmat ini dengan bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun pada hari ini.

Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak memutar dan mengayun dengan berbagai variasi secara benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan mengoreksi geraknya sendiri).
  2. Memperagakan variasi gerak memutar dan mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dengan saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
  3. Menerapkan variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan sederhana sehingga peserta didik aktif bergerak dengan suasana yang menyenangkan (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan tidak membosankan).

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan variasi gerak tubuh manusia.
  2. Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak memutar dan mengayun, serta contoh-contoh variasinya melalui ceramah singkat, gambar, atau peragaan sederhana di depan kelas, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
  3. Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik diarahkan berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
  4. Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis ringan, termasuk gerakan memutar dan mengayun ringan pada leher, bahu, dan pinggang agar tubuh siap bergerak.
  5. Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan kembali variasi gerak memutar (lambat-cepat, arah kanan-kiri, satu tangan-dua tangan) dan variasi gerak mengayun (rendah-tinggi, satu arah-berlawanan arah) secara langsung di lapangan.
  6. Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan variasi gerak memutar dan mengayun secara individu sesuai arahan guru, kemudian menyesuaikan strategi geraknya agar lebih baik.
  7. Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati, memberi masukan, dan mengoreksi variasi gerakan teman (unsur Mitra/kerja sama).
  8. Permainan Sederhana – Guru mengemas variasi gerak memutar dan mengayun ke dalam permainan seperti estafet bola putar-ayun atau permainan "Ikuti Variasiku" agar suasana belajar menyenangkan (unsur Joyful).
  9. Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil bernapas teratur.
  10. Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak yang telah dipelajari dan menanyakan perasaan peserta didik setelah belajar.
  11. Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

11. Model / Metode

Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerakan di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan pengertian dan contoh setiap variasi gerak memutar dan mengayun menggunakan gambar/peragaan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di luar ruangan agar peserta didik benar-benar memahami dan mampu menyesuaikan strategi geraknya.

12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Variasi Gerak Memutar dan Mengayun

Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan (rendah/tinggi), maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan. Pada materi ini, peserta didik akan mempelajari variasi dari dua gerak dasar non-lokomotor, yaitu memutar dan mengayun.

1. Variasi Gerak Memutar

Gerak memutar adalah gerakan memindahkan bagian tubuh secara melingkar pada porosnya. Beberapa variasinya antara lain:

  • Memutar dengan kecepatan berbeda (lambat dan cepat)
  • Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam
  • Memutar menggunakan satu tangan atau dua tangan sekaligus
  • Memutar bagian tubuh yang berbeda, seperti kepala, bahu, pinggang, dan pergelangan tangan/kaki

2. Variasi Gerak Mengayun

Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul. Beberapa variasinya antara lain:

  • Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan tinggi (di atas bahu)
  • Mengayun satu lengan/kaki secara bergantian
  • Mengayun kedua lengan secara bersamaan searah maupun berlawanan arah
  • Mengayun sambil berjalan di tempat

B. Manfaat Variasi Gerak Memutar dan Mengayun

  • Meningkatkan kelenturan dan keluwesan gerak tubuh.
  • Melatih keseimbangan dan koordinasi antara tangan, kaki, dan mata.
  • Membuat peserta didik mampu menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi permainan.
  • Menjadi dasar keterampilan gerak yang lebih kompleks, seperti senam dan permainan bola.

C. Contoh Penerapan dalam Aktivitas Sehari-hari dan Olahraga

  • Memutar lengan dengan cepat dan lambat sebagai pemanasan sebelum berolahraga.
  • Mengayun lengan tinggi dan rendah saat melempar bola.
  • Memutar pinggang searah dan berlawanan arah jarum jam saat senam.
  • Mengayun kaki bergantian saat berjalan cepat atau jogging ringan.

D. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

  1. Melakukan satu gerakan dengan cara yang berbeda-beda disebut... A. Variasi gerak B. Kombinasi gerak C. Lokomotor

  2. Berikut ini yang termasuk variasi gerak memutar adalah... A. Berlari cepat B. Memutar lambat dan cepat C. Melompat tinggi

  3. Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi mengayun dengan tingkatan... A. Rendah B. Sedang C. Tinggi

  4. Memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan... A. Arah B. Kecepatan C. Jumlah anggota tubuh

  5. Gerak mengayun yang dilakukan seperti gerakan bandul biasanya menggunakan bagian tubuh... A. Kepala B. Lengan atau kaki C. Perut

  6. Variasi gerak memutar dan mengayun berguna untuk melatih... A. Kekuatan otot perut saja B. Kelenturan dan koordinasi tubuh C. Daya ingat

  7. Contoh variasi gerak memutar berdasarkan kecepatan adalah... A. Memutar dengan satu tangan B. Memutar lambat kemudian cepat C. Memutar searah jarum jam

  8. Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah yang berlawanan disebut variasi mengayun berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh dan arah B. Kecepatan saja C. Tingkatan tinggi saja

  9. Sebelum melakukan variasi gerak memutar dan mengayun, hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Langsung bermain

  10. Manfaat mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun adalah agar peserta didik mampu... A. Menyesuaikan gerak dengan berbagai situasi B. Menghafal nama-nama gerakan saja C. Menghindari olahraga

II. Isian

  1. Melakukan satu gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda disebut ....
  2. Memutar lengan dengan kecepatan lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
  3. Mengayun lengan di atas bahu termasuk variasi tingkatan ....
  4. Memutar searah dan berlawanan arah jarum jam termasuk variasi berdasarkan ....
  5. Sebelum melakukan variasi gerak, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.

III. Uraian

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan variasi gerak!
  2. Sebutkan dua contoh variasi gerak memutar berdasarkan arah dan kecepatan!
  3. Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
  4. Mengapa penting mempelajari variasi gerak memutar dan mengayun?
  5. Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam olahraga!

E. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. A
  2. B
  3. C
  4. A
  5. B
  6. B
  7. B
  8. A
  9. B
  10. A

Isian

  1. Variasi gerak
  2. Kecepatan
  3. Tinggi
  4. Arah
  5. Pemanasan

Uraian

  1. Variasi gerak adalah kemampuan melakukan satu jenis gerak dasar dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan.
  2. Contoh berdasarkan arah: memutar searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam. Contoh berdasarkan kecepatan: memutar dengan lambat kemudian dipercepat.
  3. Mengayun dengan tingkatan rendah (di bawah pinggang) dan mengayun dengan tingkatan tinggi (di atas bahu).
  4. Karena dengan menguasai variasi gerak, peserta didik dapat menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda-beda, sehingga keterampilan gerak menjadi lebih halus dan fungsional.
  5. Contoh: mengayunkan lengan tinggi dan rendah saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan.

13. Kesimpulan

Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak memutar dan mengayun, mulai dari variasi arah, kecepatan, tingkatan, hingga jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan (joyful) melalui permainan sederhana. Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak sesuai situasi yang berbeda serta semakin menyadari nikmat tubuh yang lentur dan sehat sebagai anugerah dari Allah SWT.


Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd 

2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026 

3. Fase / Kelas : B/IV 4. Mata Pelajaran : PJOK 

5. Materi : Mengenal Variasi Gerak Mengayun 

6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

7. Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.

Anak-anak, coba kalian rasakan lengan dan kaki kalian. Allah SWT menciptakan sendi bahu, sendi siku, dan sendi panggul kita dengan begitu istimewa, sehingga kita bisa mengayunkan lengan dan kaki ke berbagai arah, baik pelan maupun cepat, rendah maupun tinggi (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian ayunkan lengan kalian ke depan-belakang, lalu ke samping. Subhanallah, betapa hebat ciptaan Allah yang membuat tubuh kita begitu luwes untuk bergerak!

Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot dan kelenturan sendi kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih variasi gerak mengayun dengan benar, semakin kuat dan lentur pula tubuh yang Allah pelihara ini, sehingga kita tidak mudah cedera saat berolahraga atau bermain.

Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar dengan maksimal, aktif berolahraga, dan bermain bersama teman-teman dengan gembira. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari variasi gerak mengayun pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.

Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak mengayun dengan berbagai variasi (arah, kecepatan, dan tingkatan) secara tepat dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki gerakannya sendiri).
  2. Memperagakan variasi gerak mengayun secara berpasangan maupun berkelompok dalam rangkaian gerak sederhana, sambil saling memberi masukan kepada teman (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling membantu).
  3. Menerapkan variasi gerak mengayun ke dalam permainan atau rangkaian gerak yang menyenangkan sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan tubuh mengayun.
  2. Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian variasi gerak mengayun beserta unsur-unsurnya (arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik lebih memahami sebelum praktik.
  3. Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan/halaman sekolah dengan tertib.
  4. Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun ringan pada lengan dan kaki agar sendi bahu dan panggul siap bergerak.
  5. Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mencontohkan variasi gerak mengayun satu lengan, dua lengan, mengayun kaki, mengayun dengan tingkatan rendah-tinggi, serta mengayun dengan kecepatan lambat-cepat.
  6. Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik mencoba mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun secara individu, kemudian menyesuaikan dan memperbaiki strategi geraknya sendiri.
  7. Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk saling mengamati dan memberi masukan terhadap variasi gerak mengayun teman, serta mencoba merangkai beberapa variasi gerak mengayun secara bergantian (unsur Mitra).
  8. Permainan/Rangkaian Gerak – Guru mengemas variasi gerak mengayun ke dalam permainan seperti estafet ayunan bola atau rangkaian gerak "Ayun Berirama" agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
  9. Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan sambil mengatur napas.
  10. Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali variasi gerak mengayun yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
  11. Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

11. Model / Metode

Direct Instruction (Pembelajaran Langsung), dipadukan dengan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi untuk penyampaian teori di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkan variasi gerak mengayun di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan konsep variasi gerak dengan bahasa yang sesuai untuk peserta didik kelas IV, menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu menyesuaikan strategi geraknya secara nyata.

12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Variasi Gerak Mengayun

Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh, seperti lengan atau kaki, ke depan-belakang atau ke samping seperti gerakan bandul jam. Variasi gerak mengayun berarti melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, sehingga gerakan menjadi lebih halus, luwes, dan dapat disesuaikan dengan berbagai situasi permainan atau olahraga.

B. Unsur-Unsur Variasi Gerak Mengayun

  1. Berdasarkan Arah

    • Mengayun ke depan dan ke belakang
    • Mengayun ke samping kanan dan kiri
    • Mengayun memutar (kombinasi ayun dan putar)
  2. Berdasarkan Kecepatan

    • Mengayun dengan tempo lambat
    • Mengayun dengan tempo cepat
    • Mengayun dengan tempo berubah-ubah (lambat lalu cepat)
  3. Berdasarkan Tingkatan

    • Mengayun rendah (di bawah pinggang)
    • Mengayun sedang (setinggi bahu)
    • Mengayun tinggi (di atas kepala)
  4. Berdasarkan Jumlah Anggota Tubuh

    • Mengayun satu lengan atau satu kaki
    • Mengayun kedua lengan secara bersamaan (searah atau berlawanan arah)
    • Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak

C. Manfaat Variasi Gerak Mengayun

  • Melatih kelenturan sendi bahu, siku, dan panggul.
  • Meningkatkan koordinasi antara mata, tangan, dan kaki.
  • Membantu peserta didik menguasai gerak dasar untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
  • Melatih peserta didik menyesuaikan strategi gerak sesuai kebutuhan permainan.

D. Contoh Penerapan dalam Olahraga dan Kehidupan Sehari-hari

  • Mengayun lengan tinggi-rendah saat melakukan gerakan melempar bola kasti.
  • Mengayun kaki ke depan-belakang sebagai pemanasan sebelum berlari.
  • Mengayun kedua lengan berlawanan arah saat berjalan cepat.
  • Mengayun lengan dengan tempo cepat saat melakukan gerakan pukulan dalam permainan kasti atau bulu tangkis sederhana.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

  1. Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti... A. Gerakan bandul B. Gerakan melompat C. Gerakan berlari

  2. Mengayun lengan ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan... A. Kecepatan B. Arah C. Tingkatan

  3. Mengayun lengan setinggi bahu termasuk variasi tingkatan... A. Rendah B. Sedang C. Tinggi

  4. Mengayun dengan tempo lambat kemudian dipercepat termasuk variasi berdasarkan... A. Arah B. Jumlah anggota tubuh C. Kecepatan

  5. Mengayun kedua lengan secara bersamaan dengan arah berlawanan termasuk variasi berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh dan arah B. Tingkatan saja C. Kecepatan saja

  6. Salah satu manfaat variasi gerak mengayun adalah melatih kelenturan sendi... A. Lutut saja B. Bahu, siku, dan panggul C. Leher saja

  7. Gerak mengayun lengan tinggi-rendah dapat diterapkan saat melakukan gerakan... A. Duduk diam B. Melempar bola C. Membaca buku

  8. Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, peserta didik perlu melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan C. Makan siang

  9. Variasi gerak mengayun berguna untuk menguasai gerak dasar cabang olahraga lain, seperti... A. Melempar dan memukul B. Menghafal dan membaca C. Menggambar dan mewarnai

  10. Mengayun lengan dan kaki secara bergantian dalam satu rangkaian gerak termasuk variasi berdasarkan... A. Jumlah anggota tubuh B. Kecepatan C. Arah

II. Isian

  1. Gerak mengayun adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh seperti gerakan ....
  2. Mengayun ke depan dan ke belakang termasuk variasi berdasarkan ....
  3. Mengayun lengan di atas kepala termasuk variasi tingkatan ....
  4. Mengayun dengan tempo lambat dan cepat termasuk variasi berdasarkan ....
  5. Sebelum melakukan variasi gerak mengayun, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.

III. Uraian

  1. Jelaskan pengertian variasi gerak mengayun!
  2. Sebutkan tiga unsur yang dapat membedakan variasi gerak mengayun!
  3. Sebutkan dua contoh variasi gerak mengayun berdasarkan tingkatan!
  4. Mengapa variasi gerak mengayun penting dipelajari sebelum mempelajari cabang olahraga lain?
  5. Berikan satu contoh penerapan variasi gerak mengayun dalam permainan kasti atau olahraga lainnya!

F. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. A
  2. B
  3. B
  4. C
  5. A
  6. B
  7. B
  8. B
  9. A
  10. A

Isian

  1. Bandul
  2. Arah
  3. Tinggi
  4. Kecepatan
  5. Pemanasan

Uraian

  1. Variasi gerak mengayun adalah melakukan gerak mengayun dengan cara yang berbeda-beda, baik dari segi arah, kecepatan, tingkatan, maupun jumlah anggota tubuh yang digunakan, sehingga gerakan menjadi lebih halus dan luwes.
  2. Tiga unsur variasi gerak mengayun: arah (depan-belakang, samping), kecepatan (lambat-cepat), dan tingkatan (rendah, sedang, tinggi).
  3. Mengayun rendah (di bawah pinggang) dan mengayun tinggi (di atas kepala).
  4. Karena variasi gerak mengayun melatih kelenturan sendi dan koordinasi tubuh yang menjadi dasar gerak untuk cabang olahraga lain, seperti melempar, memukul, dan menendang.
  5. Contoh: mengayunkan lengan dari posisi rendah ke tinggi saat melakukan gerakan melempar bola dalam permainan kasti.

13. Kesimpulan

Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas IV telah mengenal dan mempraktikkan berbagai variasi gerak mengayun berdasarkan arah, kecepatan, tingkatan, dan jumlah anggota tubuh yang digunakan. Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas IV, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam rangkaian gerak serta permainan yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak mengayun sesuai kebutuhan gerak dan olahraga yang lebih kompleks, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan lentur sebagai karunia dari Allah SWT.


Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd 

2. Hari / Tanggal : Senin/17 Agustus 2026 

3. Fase / Kelas : B/V 

4. Mata Pelajaran : PJOK 

5. Materi : Mengenal Pola Gerak Dasar Pasing Bawah 

6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

7. Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, anak-anak hebat! Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah, semoga kalian semua sehat dan bersemangat mengikuti pelajaran PJOK hari ini.

Anak-anak, coba kalian perhatikan kedua lengan kalian. Allah SWT menciptakan lengan, siku, dan pergelangan tangan kita dengan begitu istimewa, sehingga mampu bekerja sama membentuk landasan yang kuat dan rata untuk memantulkan bola, seperti gerakan pasing bawah dalam permainan bola voli (Allah Maha Khaliq/Pencipta). Coba kalian rapatkan kedua lengan kalian dan luruskan. Subhanallah, betapa hebatnya ciptaan Allah yang membuat tangan kita bisa bekerja sama dengan begitu sempurna!

Allah juga senantiasa menjaga dan memelihara kekuatan otot lengan serta kelenturan sendi bahu kita (Allah Maha Malik/Memelihara). Semakin sering kita berlatih pasing bawah dengan teknik yang benar, semakin kuat dan terampil pula tubuh yang Allah pelihara ini dalam menguasai permainan bola voli.

Dengan tubuh yang sehat dan terampil bergerak inilah, kita bisa belajar teknik olahraga baru, bermain bersama teman dengan kompak, dan meraih prestasi di bidang olahraga. Semua ini adalah rezeki yang patut kita syukuri dari Allah SWT (Allah Maha Razaq/Memberi Rezeki). Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh mempelajari pola gerak dasar pasing bawah pada hari ini sebagai bentuk syukur kita.

Baik anak-anak, sebelum mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa dimulai...

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai (seperti mengayun dan menekuk lengan) ke dalam pola gerak dasar pasing bawah, serta melakukannya dengan teknik yang benar dan percaya diri (Mandiri – peserta didik mampu berlatih dan memperbaiki teknik pasing bawahnya sendiri).
  2. Mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah secara berpasangan maupun berkelompok untuk saling melempar dan mengumpan bola dengan kerja sama yang baik (Mitra – peserta didik bekerja sama, bergantian, dan saling memberi masukan kepada teman).
  3. Menerapkan pola gerak dasar pasing bawah ke dalam permainan sederhana atau modifikasi permainan bola voli sehingga peserta didik aktif dan antusias bergerak (Joyful – pembelajaran dikemas dalam suasana gembira dan menantang sesuai usia).

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Pembukaan (di dalam ruangan) – Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan apersepsi yang mengaitkan kebesaran Allah dengan kemampuan lengan melakukan gerak pasing bawah.
  2. Penyampaian Teori (di dalam ruangan) – Guru menjelaskan pengertian, tujuan, dan tahapan teknik pasing bawah (sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir) melalui penjelasan, gambar, atau video sederhana, disertai tanya jawab agar peserta didik memahami konsep sebelum praktik.
  3. Perpindahan ke Lapangan – Peserta didik berbaris rapi menuju lapangan dengan tertib sambil membawa perlengkapan yang diperlukan.
  4. Pemanasan (di lapangan) – Peserta didik melakukan pemanasan statis dan dinamis, dengan penekanan pada gerakan mengayun dan menekuk lengan agar otot dan sendi siap melakukan pasing bawah.
  5. Peragaan Gerak oleh Guru – Guru mendemonstrasikan tahapan teknik pasing bawah secara bertahap: sikap kaki melangkah, posisi lengan lurus dan rapat, hingga perkenaan bola pada lengan bagian bawah.
  6. Eksplorasi Gerak Mandiri – Setiap peserta didik berlatih gerakan pasing bawah tanpa bola (shadow) terlebih dahulu, kemudian mencoba memantulkan bola ke dinding atau ke atas secara individu sambil menyesuaikan strategi geraknya.
  7. Eksplorasi Gerak Berpasangan/Kelompok – Peserta didik berpasangan untuk saling melempar dan mengumpan bola menggunakan teknik pasing bawah, lalu saling memberi masukan terhadap teknik teman (unsur Mitra).
  8. Permainan/Modifikasi Permainan – Guru mengemas latihan pasing bawah ke dalam permainan modifikasi, seperti "Pasing Beruntun" atau permainan voli mini menggunakan bola ringan agar suasana belajar menyenangkan dan menantang (unsur Joyful).
  9. Pendinginan – Peserta didik melakukan gerakan pendinginan ringan, terutama pada otot lengan dan bahu, sambil mengatur napas.
  10. Evaluasi dan Refleksi (di dalam ruangan) – Peserta didik kembali ke kelas, kemudian guru bersama peserta didik mengulas kembali teknik pasing bawah yang telah dipelajari dan menanyakan pengalaman belajar peserta didik.
  11. Penutup – Guru menyampaikan kesimpulan, memberi motivasi, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

11. Model / Metode

Direct Instruction (Pembelajaran Langsung) yang dipadukan dengan metode demonstrasi, ceramah, dan tanya jawab untuk penyampaian teori teknik pasing bawah di dalam ruangan (kelas) sebelum peserta didik mempraktikkannya di lapangan. Pada tahap teori, guru menjelaskan tahapan teknik pasing bawah secara sistematis menggunakan gambar atau video, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung di lapangan agar peserta didik mampu mentransfer teknik yang dipelajari ke dalam situasi permainan yang sesungguhnya.

12. Penjabaran Materi

A. Pengertian Pasing Bawah

Pasing bawah adalah salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku).

B. Tahapan Teknik Pasing Bawah

  1. Sikap Awal

    • Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu, salah satu kaki sedikit di depan.
    • Lutut ditekuk sedikit, badan condong ke depan.
    • Kedua tangan dirapatkan dan diluruskan ke bawah, membentuk landasan seperti papan.
  2. Perkenaan Bola

    • Bola disentuh atau dipantulkan pada bagian lengan bawah (antara pergelangan tangan dan siku).
    • Perkenaan bola dilakukan saat bola berada di depan badan, dengan ayunan lengan dari bawah ke atas.
    • Lutut diluruskan secara bersamaan dengan ayunan lengan untuk memberi dorongan pada bola.
  3. Sikap Akhir

    • Lengan mengikuti arah bola (follow through) setinggi bahu.
    • Berat badan dipindahkan ke depan mengikuti arah bola.
    • Segera kembali ke posisi siap untuk melakukan gerakan selanjutnya.

C. Manfaat Mempelajari Pasing Bawah

  • Melatih koordinasi antara lengan, mata, dan kaki.
  • Menjadi dasar teknik dalam permainan bola voli, baik untuk bertahan maupun menyerang.
  • Melatih kerja sama tim dalam mengumpan dan menerima bola.
  • Meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam bermain bola voli.

D. Kesalahan Umum dalam Pasing Bawah

  • Lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola.
  • Perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
  • Badan tidak condong ke depan sehingga bola sulit terkontrol.
  • Tidak melangkah mendekati arah datangnya bola.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

  1. Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan... A. Sepak bola B. Bola voli C. Bulu tangkis

  2. Bagian lengan yang digunakan untuk melakukan perkenaan bola pada pasing bawah adalah... A. Telapak tangan B. Lengan bagian bawah (pergelangan tangan hingga siku) C. Siku saja

  3. Sikap awal pasing bawah yang benar adalah... A. Kaki rapat dan badan tegak B. Kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, badan condong ke depan C. Kaki menyilang dan badan membungkuk penuh

  4. Pasing bawah digunakan untuk menerima bola dari... A. Servis dan serangan lawan B. Peluit wasit C. Penonton

  5. Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut... A. Follow through B. Servis C. Smash

  6. Salah satu kesalahan umum dalam pasing bawah adalah... A. Lengan lurus dan rapat B. Lengan tidak lurus saat perkenaan bola C. Badan condong ke depan

  7. Manfaat mempelajari teknik pasing bawah antara lain... A. Melatih koordinasi lengan, mata, dan kaki B. Melatih daya ingat C. Melatih kemampuan menggambar

  8. Saat melakukan pasing bawah, lutut yang diluruskan bersamaan dengan ayunan lengan berfungsi untuk... A. Mengurangi tenaga bola B. Memberi dorongan pada bola C. Menghentikan bola

  9. Sebelum berlatih pasing bawah, peserta didik sebaiknya melakukan... A. Pendinginan B. Pemanasan, termasuk gerakan mengayun dan menekuk lengan C. Langsung bermain pertandingan

  10. Pasing bawah menjadi dasar teknik penting dalam bola voli karena digunakan untuk... A. Bertahan dan menyerang B. Hanya untuk pemanasan C. Hanya dilakukan oleh wasit

II. Isian

  1. Pasing bawah merupakan teknik dasar dalam permainan ....
  2. Perkenaan bola pada pasing bawah dilakukan pada bagian ....
  3. Sikap awal pasing bawah dilakukan dengan lutut ditekuk dan badan condong ke ....
  4. Gerakan lengan mengikuti arah bola setelah perkenaan disebut ....
  5. Sebelum berlatih pasing bawah, tubuh perlu dilakukan .... terlebih dahulu.

III. Uraian

  1. Jelaskan pengertian pasing bawah dalam permainan bola voli!
  2. Sebutkan tiga tahapan dalam melakukan teknik pasing bawah!
  3. Sebutkan dua kesalahan umum yang sering terjadi saat melakukan pasing bawah!
  4. Mengapa pasing bawah penting dikuasai dalam permainan bola voli?
  5. Jelaskan bagaimana posisi lengan yang benar saat melakukan perkenaan bola pada pasing bawah!

F. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B
  2. B
  3. B
  4. A
  5. A
  6. B
  7. A
  8. B
  9. B
  10. A

Isian

  1. Bola voli
  2. Lengan bawah (pergelangan tangan hingga siku)
  3. Depan
  4. Follow through
  5. Pemanasan

Uraian

  1. Pasing bawah adalah teknik dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima servis, menerima serangan lawan, atau mengumpan bola kepada teman satu tim dengan cara memantulkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.
  2. Tiga tahapan pasing bawah: sikap awal (kaki dibuka selebar bahu, lutut ditekuk, lengan lurus dan rapat), perkenaan bola (bola disentuh pada lengan bawah dengan ayunan dari bawah ke atas), dan sikap akhir (lengan mengikuti arah bola/follow through).
  3. Dua kesalahan umum: lengan tidak lurus atau tidak rapat saat perkenaan bola, dan perkenaan bola dilakukan dengan telapak tangan atau siku, bukan lengan bawah.
  4. Karena pasing bawah menjadi dasar untuk bertahan dari serangan lawan maupun mengumpan bola kepada teman, sehingga sangat penting untuk kelancaran permainan tim.
  5. Posisi lengan yang benar adalah kedua lengan dirapatkan dan diluruskan ke bawah membentuk landasan yang rata, sehingga bola dapat dipantulkan dengan terarah.

13. Kesimpulan

Melalui pembelajaran hari ini, peserta didik kelas V telah mengenal dan mempraktikkan pola gerak dasar pasing bawah dalam permainan bola voli, mulai dari sikap awal, perkenaan bola, hingga sikap akhir (follow through). Kegiatan diawali dengan penyampaian teori di dalam ruangan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak kelas V, kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan yang dilakukan secara mandiri, bekerja sama dengan teman (mitra), dan dikemas dalam permainan modifikasi yang menyenangkan (joyful). Diharapkan peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan bola voli yang sesungguhnya, serta semakin bersyukur atas nikmat tubuh yang sehat dan terampil sebagai karunia dari Allah SWT.

Kamis, 13 Agustus 2026

Materi kelas 3 dan 4

    Materi PJOK Kelas 3: Aktivitas Variasi Pola Gerak Dasar Lokomotor

Pada pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), kita belajar mengembangkan keterampilan gerak agar semakin baik dan dapat digunakan dalam berbagai situasi. Gerak lokomotor merupakan gerakan berpindah tempat, seperti berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Melalui berbagai variasi gerakan, tubuh menjadi lebih sehat, kuat, lincah, dan terampil.


Identitas Pembelajaran

Nama Guru: Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

Mata Pelajaran: PJOK

Kelas: III (Tiga)

Hari/Tanggal: Jum'at, 14 Agustus 2026

Materi: BAB 1 Aktivitas Variasi Pola Gerak Dasar Lokomotor

  • Variasi Pola Gerak Dasar Berjalan dan Berlari

  • Variasi Pola Gerak Dasar Berjalan, Berlari, Melompat, dan Meloncat


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu:

  • Mempraktikkan variasi gerak berjalan dan berlari dengan benar.

  • Mempraktikkan kombinasi gerak berjalan, berlari, melompat, dan meloncat.

  • Menyesuaikan gerakan pada berbagai lintasan permainan.

  • Menunjukkan sikap disiplin, percaya diri, kerja sama, dan tanggung jawab.

  • Menyelesaikan proyek lintasan gerak lokomotor bersama kelompok.


Metode Pembelajaran (PJBL – Project Based Learning di Lapangan)

Langkah-langkah

1. Pertanyaan Mendasar (Essential Question)

Guru bertanya:

"Mengapa kita perlu menguasai berbagai variasi gerak berjalan dan berlari?"

"Bagaimana cara bergerak cepat tetapi tetap seimbang dan aman?"

Guru menjelaskan bahwa setiap kelompok akan menyelesaikan proyek lintasan gerak.


2. Mendesain Proyek

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapat proyek "Lintasan Variasi Gerak Ceria" yang terdiri atas beberapa pos aktivitas.

Pos kegiatan meliputi:

  • Pos 1 : Berjalan mengikuti garis lurus dan garis zig-zag.

  • Pos 2 : Berlari melewati cone.

  • Pos 3 : Melompat melewati lingkaran atau tali.

  • Pos 4 : Meloncat melewati garis pembatas.

  • Pos 5 : Menggabungkan seluruh gerakan menjadi satu lintasan.


3. Menyusun Jadwal

Setiap kelompok bergiliran menyelesaikan seluruh pos proyek.

Guru mengatur waktu, urutan kelompok, dan memberi kesempatan untuk berlatih sebelum penilaian.


4. Monitoring Proyek

Guru mengamati:

  • Ketepatan teknik gerakan.

  • Keseimbangan tubuh.

  • Kelincahan bergerak.

  • Kerja sama kelompok.

  • Kepatuhan terhadap aturan permainan.

  • Keselamatan peserta didik.

Guru memberikan bimbingan dan umpan balik selama kegiatan.


5. Presentasi Hasil Proyek

Setiap kelompok memperagakan lintasan gerak terbaiknya di depan kelompok lain.

Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan secara santun.


6. Evaluasi Pengalaman

Guru bersama siswa melakukan refleksi.

Pertanyaan refleksi:

  • Gerakan mana yang paling mudah dilakukan?

  • Gerakan mana yang paling menantang?

  • Bagaimana cara menjaga keseimbangan saat bergerak?

  • Apa manfaat bekerja sama dalam kelompok?


Alat dan Media

  • Lapangan sekolah

  • Cone atau patok

  • Ring plastik

  • Tali atau garis pembatas

  • Peluit

  • Bendera kecil

  • Stopwatch

  • Buku PJOK Kelas III


Materi Pembelajaran

Pengertian Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Contoh:

  • Berjalan

  • Berlari

  • Melompat

  • Meloncat

Gerak lokomotor membantu meningkatkan kebugaran, koordinasi, dan kelincahan tubuh.


Variasi Pola Gerak Dasar Berjalan

Berjalan dapat divariasikan agar lebih menarik dan melatih keseimbangan.

Contoh variasi:

  • Berjalan lurus.

  • Berjalan zig-zag.

  • Berjalan jinjit.

  • Berjalan tumit.

  • Berjalan menyamping.

  • Berjalan mundur.


Variasi Pola Gerak Dasar Berlari

Berlari dilakukan dengan berbagai variasi sesuai kebutuhan permainan.

Contoh variasi:

  • Berlari lurus.

  • Berlari zig-zag.

  • Berlari memutari cone.

  • Berlari cepat (sprint pendek).

  • Berlari sambil mengubah arah.


Variasi Gerak Berjalan, Berlari, Melompat, dan Meloncat

Gerakan-gerakan tersebut dapat digabungkan menjadi rangkaian aktivitas.

Contoh:

  • Berjalan menuju cone.

  • Berlari ke pos berikutnya.

  • Melompat melewati ring.

  • Meloncat melewati garis.

  • Berlari menuju garis akhir.


Manfaat Variasi Gerak Lokomotor

  • Meningkatkan kekuatan otot kaki.

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Melatih koordinasi gerak.

  • Meningkatkan kelincahan.

  • Menambah rasa percaya diri.

  • Membantu menjaga kebugaran jasmani.


Sikap yang Harus Ditunjukkan

  • Disiplin mengikuti aturan.

  • Percaya diri.

  • Bekerja sama.

  • Menghargai teman.

  • Bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.


Hal yang Harus Dihindari

  • Mendorong teman.

  • Berlari tanpa memperhatikan keselamatan.

  • Tidak mengikuti instruksi guru.

  • Mengganggu kelompok lain.

  • Bermain sendiri tanpa bekerja sama.


Proyek PJBL

Judul Proyek

"Lintasan Variasi Gerak Lokomotor Ceria"

Tugas Kelompok

Setiap kelompok harus:

  1. Menyelesaikan lintasan berjalan.

  2. Menyelesaikan lintasan berlari.

  3. Melakukan gerakan melompat.

  4. Melakukan gerakan meloncat.

  5. Menggabungkan seluruh gerakan dalam satu lintasan secara berurutan.

Produk proyek berupa:

  • Penampilan lintasan gerak kelompok.

  • Kekompakan dan kerja sama kelompok.

  • Ketepatan teknik gerak pada setiap pos.


Assessment (Penilaian)

1. Penilaian Sikap

Aspek:

  • Disiplin

  • Kerja sama

  • Percaya diri

  • Tanggung jawab

  • Sportivitas

Rubrik:

4 = Sangat Baik

3 = Baik

2 = Cukup

1 = Perlu Bimbingan


2. Penilaian Pengetahuan

Dilakukan melalui:

  • Pilihan ganda

  • Esai sederhana

  • Uraian sederhana


3. Penilaian Keterampilan

Aspek:

  • Ketepatan berjalan.

  • Ketepatan berlari.

  • Ketepatan melompat.

  • Ketepatan meloncat.

  • Kelincahan.

  • Kerja sama kelompok.

Rubrik:

4 = Sangat Baik

3 = Baik

2 = Cukup

1 = Kurang


Soal Evaluasi

Pilihan Ganda

  1. Gerak berpindah tempat disebut ....
    A. Gerak non-lokomotor
    B. Gerak lokomotor
    C. Gerak manipulatif
    D. Gerak diam

  2. Berjalan zig-zag bertujuan melatih ....
    A. Keseimbangan
    B. Tidur
    C. Menulis
    D. Menggambar

  3. Berlari termasuk gerak ....
    A. Manipulatif
    B. Non-lokomotor
    C. Lokomotor
    D. Pasif

  4. Melompat dapat melatih ....
    A. Keseimbangan dan kekuatan kaki
    B. Menulis
    C. Membaca
    D. Bernyanyi

  5. Meloncat dilakukan menggunakan ....
    A. Satu kaki
    B. Dua kaki
    C. Dua tangan
    D. Kepala

  6. Sebelum berolahraga kita harus ....
    A. Bermain sendiri
    B. Pemanasan
    C. Duduk diam
    D. Tidur

  7. Saat bermain kita harus ....
    A. Curang
    B. Mendorong teman
    C. Bekerja sama
    D. Bertengkar

  8. Cone digunakan sebagai ....
    A. Tempat duduk
    B. Penanda lintasan
    C. Mainan
    D. Tas

  9. Salah satu manfaat gerak lokomotor adalah ....
    A. Tubuh menjadi sehat
    B. Mudah sakit
    C. Cepat lelah
    D. Malas bergerak

  10. Setelah berolahraga kita melakukan ....
    A. Pendinginan
    B. Tidur
    C. Bermain game
    D. Makan sambil berlari


Esai

  1. Apa yang dimaksud gerak lokomotor?

  2. Sebutkan empat contoh gerak lokomotor!

  3. Mengapa kita perlu melakukan pemanasan?

  4. Apa manfaat berjalan dan berlari bagi tubuh?

  5. Mengapa kita harus bekerja sama dalam kelompok?


Uraian

  1. Jelaskan perbedaan berjalan dan berlari!

  2. Bagaimana cara melakukan variasi berjalan zig-zag dengan benar?

  3. Mengapa keseimbangan penting saat melakukan gerak lokomotor?

  4. Jelaskan manfaat variasi gerak berjalan, berlari, melompat, dan meloncat bagi kebugaran tubuh!

  5. Ceritakan pengalaman kelompokmu saat menyelesaikan proyek "Lintasan Variasi Gerak Lokomotor Ceria"!


Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. A

  5. B

  6. B

  7. C

  8. B

  9. A

  10. A


Jawaban Esai

  1. Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.

  2. Berjalan, berlari, melompat, dan meloncat.

  3. Agar tubuh siap bergerak dan mengurangi risiko cedera.

  4. Meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, koordinasi, dan kesehatan tubuh.

  5. Agar tugas lebih mudah diselesaikan, kegiatan lebih tertib, dan tujuan kelompok dapat tercapai.


Jawaban Uraian

  1. Berjalan dilakukan dengan langkah bergantian tanpa kedua kaki terangkat bersamaan, sedangkan berlari dilakukan lebih cepat dan pada suatu saat kedua kaki terangkat dari tanah.

  2. Berjalan mengikuti lintasan zig-zag dengan langkah teratur, menjaga keseimbangan tubuh, dan tetap fokus pada arah lintasan.

  3. Keseimbangan membantu tubuh tetap stabil, mengurangi risiko terjatuh, dan membuat gerakan menjadi lebih efektif.

  4. Variasi gerak tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, dan kebugaran jasmani.

  5. Jawaban disesuaikan dengan pengalaman siswa selama mengikuti proyek "Lintasan Variasi Gerak Lokomotor Ceria" di lapangan.

Persentase Penguasaan Materi (Praktik)
Mata Pelajaran: PJOK Kelas 3
Materi: Aktivitas Variasi Pola Gerak Dasar Lokomotor
Jumlah Peserta Didik: 17 orang

  • Sudah menguasai praktik: 15 siswa (88,2%)
  • Belum menguasai praktik: 2 siswa (11,8%)

Kesimpulan

Pada Jumat, 31 Juli 2026, pelaksanaan pembelajaran praktik PJOK dengan materi Aktivitas Variasi Pola Gerak Dasar Lokomotor diikuti oleh 17 peserta didik. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 15 peserta didik (88,2%) telah mampu menguasai materi praktik dengan baik, sedangkan 2 peserta didik (11,8%) masih memerlukan bimbingan dan latihan lanjutan. Secara umum, hasil pembelajaran praktik pada hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.


Materi PJOK Kelas 4: Aktivitas Variasi dan Kombinasi Pola Gerak Dasar Lokomotor

Pada pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), kita belajar mengembangkan keterampilan gerak agar semakin terampil dan mampu diterapkan dalam berbagai situasi. Gerak lokomotor meliputi berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Melalui variasi dan kombinasi gerakan, siswa dapat meningkatkan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta kebugaran jasmani.



Identitas Pembelajaran

Nama Guru: Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

Mata Pelajaran: PJOK

Kelas: IV (Empat)

Hari/Tanggal: Jum'at, 14 Agustus 2026

Materi: BAB 1 Aktivitas Variasi dan Kombinasi Pola Gerak Dasar Lokomotor

  • Variasi Gerakan Melompat dan Meloncat

  • Variasi Gerakan Berjalan dan Berlari

  • Menerapkan Fair Play dalam Pertandingan Olahraga


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu:

  • Mempraktikkan variasi gerakan berjalan dan berlari dengan benar.

  • Mempraktikkan variasi gerakan melompat dan meloncat sesuai lintasan.

  • Mengombinasikan berbagai gerak lokomotor dalam permainan sederhana.

  • Menerapkan sikap fair play selama kegiatan berlangsung.

  • Menyelesaikan proyek kelompok berupa lintasan variasi gerak lokomotor.


Metode Pembelajaran (PJBL – Project Based Learning di Lapangan)

Langkah-langkah

1. Pertanyaan Mendasar (Essential Question)

Guru bertanya:

"Bagaimana cara melakukan berbagai gerak lokomotor dengan cepat, tepat, dan aman?"

"Mengapa sikap fair play penting dalam setiap pertandingan olahraga?"

Guru menjelaskan bahwa setiap kelompok akan menyelesaikan proyek lintasan gerak dan permainan sederhana.


2. Mendesain Proyek

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok mendapat proyek "Lintasan Fair Play Challenge" yang terdiri atas beberapa pos kegiatan.

Pos kegiatan:

  • Pos 1: Berjalan cepat mengikuti garis lurus dan zig-zag.

  • Pos 2: Berlari melewati cone dengan perubahan arah.

  • Pos 3: Melompat melewati ring atau tali rendah.

  • Pos 4: Meloncat melewati beberapa garis pembatas.

  • Pos 5: Permainan estafet sederhana dengan menerapkan sikap fair play.


3. Menyusun Jadwal

Setiap kelompok bergiliran menyelesaikan seluruh pos proyek.

Guru mengatur waktu pelaksanaan, urutan kelompok, dan kesempatan latihan sebelum penilaian.


4. Monitoring Proyek

Guru mengamati:

  • Ketepatan teknik gerakan.

  • Kombinasi gerakan.

  • Kelincahan dan keseimbangan.

  • Kerja sama kelompok.

  • Sikap fair play.

  • Kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan.

Guru memberikan arahan dan umpan balik selama kegiatan berlangsung.


5. Presentasi Hasil Proyek

Setiap kelompok memperagakan lintasan gerak terbaiknya dan menjelaskan bagaimana mereka menerapkan sikap fair play selama permainan.

Kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan secara santun.


6. Evaluasi Pengalaman

Guru bersama siswa melakukan refleksi.

Pertanyaan refleksi:

  • Gerakan apa yang paling menantang?

  • Bagaimana cara meningkatkan kelincahan saat bergerak?

  • Mengapa kerja sama dan fair play penting dalam permainan?

  • Apa yang akan diperbaiki pada kegiatan berikutnya?


Alat dan Media

  • Lapangan sekolah

  • Cone atau patok

  • Ring plastik

  • Tali atau garis pembatas

  • Tongkat estafet (opsional)

  • Peluit

  • Stopwatch

  • Bendera kecil

  • Buku PJOK Kelas IV


Materi Pembelajaran

Pengertian Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain.

Contoh:

  • Berjalan

  • Berlari

  • Melompat

  • Meloncat

Gerak lokomotor menjadi dasar berbagai aktivitas olahraga.


Variasi Gerakan Berjalan dan Berlari

Beberapa variasi yang dapat dilakukan:

  • Berjalan lurus.

  • Berjalan zig-zag.

  • Berjalan jinjit.

  • Berjalan menyamping.

  • Berlari lurus.

  • Berlari zig-zag.

  • Berlari memutari cone.

  • Berlari dengan perubahan arah.

Manfaatnya:

  • Melatih koordinasi.

  • Meningkatkan keseimbangan.

  • Meningkatkan kecepatan dan kelincahan.


Variasi Gerakan Melompat dan Meloncat

Melompat menggunakan satu kaki sebagai tumpuan, sedangkan meloncat menggunakan dua kaki.

Contoh variasi:

  • Melompat melewati garis.

  • Melompat ke dalam ring.

  • Meloncat ke depan.

  • Meloncat menyamping.

  • Meloncat melewati rintangan rendah.

Manfaat:

  • Menguatkan otot tungkai.

  • Melatih keseimbangan.

  • Melatih koordinasi gerak.


Kombinasi Gerak Lokomotor

Gerakan dapat digabungkan menjadi rangkaian aktivitas, misalnya:

  • Berjalan menuju cone.

  • Berlari zig-zag.

  • Melompat melewati ring.

  • Meloncat melewati garis.

  • Berlari menuju garis akhir.

Kombinasi gerakan melatih koordinasi, kelincahan, dan ketepatan gerak.


Menerapkan Fair Play dalam Pertandingan

Fair play adalah sikap jujur, sportif, menghormati aturan, menghargai teman, dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Contoh penerapan fair play:

  • Mematuhi aturan permainan.

  • Tidak curang.

  • Menghormati keputusan guru atau wasit.

  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.

  • Menghargai kemenangan maupun kekalahan.


Manfaat Variasi dan Kombinasi Gerak

  • Meningkatkan kebugaran jasmani.

  • Mengembangkan koordinasi tubuh.

  • Meningkatkan kelincahan.

  • Melatih keseimbangan.

  • Membentuk sikap disiplin dan percaya diri.


Hal yang Harus Dihindari

  • Mendorong teman.

  • Tidak mematuhi aturan permainan.

  • Bermain curang.

  • Mengganggu kelompok lain.

  • Tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga.


Proyek PJBL

Judul Proyek

"Lintasan Fair Play Challenge"

Tugas Kelompok

Setiap kelompok harus:

  1. Menyelesaikan lintasan berjalan dan berlari.

  2. Melakukan variasi melompat dan meloncat.

  3. Mengombinasikan seluruh gerakan dalam satu lintasan.

  4. Mengikuti permainan estafet sederhana.

  5. Menunjukkan sikap fair play selama seluruh kegiatan.

Produk proyek berupa:

  • Penampilan lintasan gerak kelompok.

  • Kekompakan tim.

  • Ketepatan teknik gerak.

  • Penerapan sikap fair play.


Assessment (Penilaian)

1. Penilaian Sikap

Aspek:

  • Disiplin

  • Tanggung jawab

  • Kerja sama

  • Fair Play (Sportivitas)

  • Percaya diri

Rubrik:

4 = Sangat Baik

3 = Baik

2 = Cukup

1 = Perlu Bimbingan


2. Penilaian Pengetahuan

Dilakukan melalui:

  • Pilihan ganda

  • Esai

  • Uraian


3. Penilaian Keterampilan

Aspek:

  • Ketepatan berjalan.

  • Ketepatan berlari.

  • Ketepatan melompat.

  • Ketepatan meloncat.

  • Kombinasi gerakan.

  • Kerja sama kelompok.

Rubrik:

4 = Sangat Baik

3 = Baik

2 = Cukup

1 = Kurang


Soal Evaluasi

Pilihan Ganda

  1. Gerak berpindah tempat disebut ....
    A. Gerak manipulatif
    B. Gerak lokomotor
    C. Gerak non-lokomotor
    D. Gerak diam

  2. Melompat menggunakan tumpuan ....
    A. Dua kaki
    B. Satu kaki
    C. Dua tangan
    D. Kepala

  3. Meloncat menggunakan tumpuan ....
    A. Satu kaki
    B. Dua kaki
    C. Satu tangan
    D. Lutut

  4. Berlari zig-zag bertujuan melatih ....
    A. Kelincahan
    B. Tidur
    C. Menulis
    D. Menggambar

  5. Fair play berarti ....
    A. Bermain curang
    B. Bermain jujur dan sportif
    C. Bermain sendiri
    D. Bermain kasar

  6. Sebelum melakukan aktivitas fisik kita harus ....
    A. Tidur
    B. Pemanasan
    C. Duduk
    D. Makan

  7. Salah satu manfaat variasi gerak adalah ....
    A. Tubuh menjadi lemah
    B. Meningkatkan kebugaran
    C. Cepat lelah
    D. Mudah cedera

  8. Dalam permainan kita harus ....
    A. Curang
    B. Menghargai teman
    C. Bertengkar
    D. Mengejek lawan

  9. Cone digunakan sebagai ....
    A. Tempat duduk
    B. Penanda lintasan
    C. Tas olahraga
    D. Alat tulis

  10. Setelah berolahraga kita melakukan ....
    A. Pendinginan
    B. Tidur
    C. Bermain game
    D. Belajar matematika


Esai

  1. Apa yang dimaksud gerak lokomotor?

  2. Sebutkan dua contoh variasi berjalan!

  3. Apa perbedaan melompat dan meloncat?

  4. Mengapa kita harus menerapkan fair play?

  5. Apa manfaat melakukan variasi gerak lokomotor?


Uraian

  1. Jelaskan cara melakukan kombinasi gerak berjalan, berlari, melompat, dan meloncat!

  2. Mengapa keseimbangan penting saat melakukan variasi gerak lokomotor?

  3. Jelaskan manfaat fair play dalam pertandingan olahraga!

  4. Bagaimana cara menjaga keselamatan saat mengikuti lintasan gerak di lapangan?

  5. Ceritakan pengalaman kelompokmu saat mengikuti proyek "Lintasan Fair Play Challenge"!


Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

  1. B

  2. B

  3. B

  4. A

  5. B

  6. B

  7. B

  8. B

  9. B

  10. A


Jawaban Esai

  1. Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.

  2. Berjalan lurus dan berjalan zig-zag (jawaban lain yang sesuai dapat diterima).

  3. Melompat menggunakan satu kaki sebagai tumpuan, sedangkan meloncat menggunakan dua kaki sebagai tumpuan.

  4. Agar permainan berlangsung jujur, tertib, aman, dan saling menghargai.

  5. Meningkatkan kebugaran, koordinasi, kelincahan, keseimbangan, dan keterampilan gerak.


Jawaban Uraian

  1. Kombinasi gerak dilakukan secara berurutan, misalnya berjalan menuju cone, berlari zig-zag, melompat melewati ring, meloncat melewati garis, kemudian berlari menuju garis akhir dengan teknik yang benar.

  2. Keseimbangan membantu tubuh tetap stabil, mengurangi risiko terjatuh, dan membuat gerakan lebih efektif.

  3. Fair play menciptakan pertandingan yang jujur, sportif, tertib, aman, menghargai lawan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama.

  4. Melakukan pemanasan, mengikuti instruksi guru, memperhatikan lintasan, menggunakan teknik yang benar, dan tidak mendorong teman saat bergerak.

  5. Jawaban disesuaikan dengan pengalaman siswa selama mengikuti proyek "Lintasan Fair Play Challenge" di lapangan.pm

Persentase Penguasaan Materi (Praktik)
Mata Pelajaran: PJOK Kelas 4
Materi: Aktivitas Variasi dan Kombinasi Pola Gerak Dasar Lokomotor
Jumlah Peserta Didik: 23 orang

  • Sudah menguasai praktik: 21 siswa (91,3%)
  • Belum menguasai praktik: 2 siswa (8,7%)

Kesimpulan

Pada Jumat, 31 Juli 2026, pelaksanaan pembelajaran praktik PJOK dengan materi Aktivitas Variasi dan Kombinasi Pola Gerak Dasar Lokomotor diikuti oleh 23 peserta didik. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 21 peserta didik (91,3%) telah mampu menguasai materi praktik dengan baik, sedangkan 2 peserta didik (8,7%) masih memerlukan bimbingan dan latihan lanjutan. Secara umum, hasil pembelajaran praktik pada hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.