Kamis, 05 November 2026

Materi Ajar Kelas 3 dan 4

 


PEMBELAJARAN PJOK KELAS III

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Jum'at / 06 November 2026

  3. Fase / Kelas : B/III.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Berpartisipasi dalam Praktik Variasi Pola Gerak Keseimbangan

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai variasi pola gerak keseimbangan, seperti berdiri dengan satu kaki, berjalan mengikuti garis, dan menjaga keseimbangan tubuh sesuai kemampuan.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu menerapkan strategi gerak sederhana, bekerja sama, menaati aturan, serta menunjukkan sikap percaya diri dan fair play selama mengikuti aktivitas keseimbangan.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengenal pengertian dan manfaat gerak keseimbangan.

    2. Melakukan pemanasan sebelum aktivitas.

    3. Mempraktikkan variasi gerak keseimbangan statis dan dinamis.

    4. Mengikuti permainan sederhana yang melatih keseimbangan dengan menaati aturan.

    5. Menunjukkan sikap kerja sama, percaya diri, dan sportif.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq artinya Maha Pencipta yang menciptakan tubuh kita dengan kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan. Allah Maha Malik artinya Maha Memelihara, sehingga kita harus menjaga tubuh saat berolahraga. Allah Maha Razaq artinya Maha Pemberi Rezeki, termasuk nikmat kesehatan yang harus kita syukuri.

Hari ini kita akan belajar berbagai gerakan keseimbangan melalui kegiatan yang menyenangkan. Mari berlatih dengan semangat, berhati-hati, dan saling menyemangati!

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Direct Instruction: Guru menjelaskan dan memberikan contoh gerakan keseimbangan.

  • Cooperative Learning: Peserta didik berlatih dalam kelompok serta saling memberikan dukungan.

  • Learning Through Play: Peserta didik belajar melalui permainan sederhana yang melatih keseimbangan.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi gerakan.

  • Praktik langsung di lapangan.

  • Latihan berulang secara bertahap.

  • Permainan sederhana.

  • Tanya jawab dan umpan balik.

Pelaksanaan Kegiatan Praktik:

  • Guru memeriksa keamanan lapangan dan alat yang digunakan.

  • Peserta didik melakukan pemanasan.

  • Guru memperagakan beberapa variasi gerak keseimbangan.

  • Peserta didik mencoba gerakan sesuai arahan guru.

  • Peserta didik mengikuti permainan keseimbangan secara berkelompok.

  • Guru memberikan evaluasi dan penguatan terhadap gerakan serta sikap peserta didik.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai kemampuan, seperti berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan. Kita harus menggunakan kemampuan tersebut untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat, termasuk berolahraga.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Allah memelihara seluruh ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik, melakukan pemanasan, menggunakan tempat yang aman, dan mengikuti aturan saat berolahraga.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk berolahraga merupakan nikmat dari Allah. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan, rajin bergerak, dan menghargai kemampuan teman.

B. Mengenal Pola Gerak Keseimbangan

1. Pengertian Gerak Keseimbangan

Gerak keseimbangan adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh ketika diam maupun bergerak.

Keseimbangan sangat penting dalam berbagai aktivitas jasmani, seperti berjalan, berdiri, melompat, dan bermain.

2. Manfaat Gerak Keseimbangan

  • Melatih tubuh agar tidak mudah jatuh.

  • Meningkatkan koordinasi gerakan tubuh.

  • Melatih kekuatan otot kaki.

  • Membantu menjaga posisi tubuh saat bergerak.

  • Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri.

C. Variasi Pola Gerak Keseimbangan

1. Berdiri dengan Satu Kaki

Gerakan dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki, sementara kaki lainnya menjadi tumpuan tubuh.

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak dengan pandangan ke depan.

  • Rentangkan kedua tangan ke samping.

  • Angkat salah satu kaki secara perlahan.

  • Pertahankan posisi beberapa saat.

  • Turunkan kaki dan lakukan dengan kaki lainnya.

2. Berdiri dengan Kedua Kaki Berjinjit

Gerakan dilakukan dengan mengangkat tumit sehingga tubuh bertumpu pada bagian depan telapak kaki.

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat.

  • Angkat kedua tumit secara perlahan.

  • Pertahankan keseimbangan tubuh.

  • Turunkan tumit kembali ke lantai.

3. Berjalan Mengikuti Garis Lurus

Gerakan dilakukan dengan berjalan mengikuti garis yang telah dibuat di lantai atau lapangan.

Cara melakukan:

  • Berdiri di belakang garis awal.

  • Pandangan diarahkan ke depan.

  • Langkahkan kaki secara bergantian mengikuti garis.

  • Jaga tubuh agar tetap seimbang.

  • Berjalan sampai garis akhir.

4. Berjalan dengan Ujung Kaki

Gerakan dilakukan dengan berjalan menggunakan bagian depan telapak kaki.

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak.

  • Angkat tumit dari permukaan lantai.

  • Berjalan perlahan menggunakan ujung kaki.

  • Pertahankan keseimbangan tubuh.

5. Berjalan dengan Tumit

Gerakan dilakukan dengan berjalan menggunakan bagian tumit sebagai tumpuan utama.

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak.

  • Angkat bagian depan telapak kaki.

  • Langkahkan kaki secara perlahan menggunakan tumit.

  • Jaga keseimbangan selama berjalan.

D. Strategi Sederhana dalam Menjaga Keseimbangan

Agar tubuh tetap seimbang, kita dapat melakukan beberapa cara berikut:

  • Pandangan mata diarahkan ke depan.

  • Kedua tangan direntangkan untuk membantu menjaga keseimbangan.

  • Gerakan dilakukan secara perlahan.

  • Tubuh tidak terlalu kaku.

  • Mengatur posisi kaki dengan baik.

  • Memusatkan perhatian pada gerakan.

E. Permainan Sederhana Melatih Keseimbangan

Permainan Berjalan Mengikuti Garis

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok berdiri di belakang garis awal.

  3. Peserta berjalan mengikuti garis yang telah dibuat.

  4. Peserta berusaha menjaga keseimbangan sampai garis akhir.

  5. Setiap anggota mendapat kesempatan yang sama.

Aturan Permainan:

  • Tidak boleh saling mendorong.

  • Harus menunggu giliran.

  • Tidak boleh mengganggu teman.

  • Mengikuti jalur yang telah ditentukan.

  • Memberikan semangat kepada anggota kelompok.

Nilai yang Dikembangkan:

  • Percaya diri.

  • Disiplin.

  • Kerja sama.

  • Tanggung jawab.

  • Fair play atau sikap sportif.

F. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh disebut ....
    A. Kecepatan
    B. Keseimbangan
    C. Kekuatan

  2. Berdiri dengan satu kaki merupakan contoh gerak keseimbangan ....
    A. Statis
    B. Berlari
    C. Melempar

  3. Saat melakukan gerakan berdiri dengan satu kaki, kedua tangan dapat ....
    A. Dimasukkan ke saku
    B. Diletakkan di belakang badan
    C. Direntangkan ke samping

  4. Berjalan mengikuti garis lurus dapat melatih ....
    A. Ketepatan melempar
    B. Keseimbangan tubuh
    C. Kekuatan tangan

  5. Saat berjalan mengikuti garis, pandangan sebaiknya diarahkan ke ....
    A. Depan
    B. Belakang
    C. Bawah terus-menerus

  6. Berdiri dengan kedua kaki berjinjit dilakukan dengan cara ....
    A. Mengangkat kedua tangan
    B. Mengangkat salah satu kaki
    C. Mengangkat kedua tumit

  7. Sebelum melakukan aktivitas keseimbangan, kita harus ....
    A. Langsung bermain
    B. Melakukan pemanasan
    C. Duduk dan tidur

  8. Ketika teman sedang melakukan gerakan keseimbangan, kita sebaiknya ....
    A. Memberikan semangat
    B. Mengganggunya
    C. Mendorongnya

  9. Agar tubuh tetap seimbang saat berdiri dengan satu kaki, kita dapat ....
    A. Menutup mata dan melompat
    B. Membungkukkan badan terlalu jauh
    C. Merentangkan kedua tangan

  10. Sikap menaati aturan dan menghargai teman saat bermain disebut ....
    A. Egois
    B. Fair play
    C. Curang

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Berdiri dengan satu kaki termasuk gerakan ....

  2. Kemampuan menjaga tubuh agar tidak mudah jatuh disebut ....

  3. Sebelum berolahraga kita harus melakukan ....

  4. Saat berjalan mengikuti garis, pandangan diarahkan ke ....

  5. Sikap jujur dan menaati aturan dalam permainan disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerak keseimbangan!

  2. Sebutkan tiga contoh variasi gerak keseimbangan!

  3. Bagaimana cara melakukan gerakan berdiri dengan satu kaki?

  4. Sebutkan tiga manfaat melakukan latihan keseimbangan!

  5. Mengapa kita harus menaati aturan dan menghargai teman saat melakukan permainan keseimbangan?

G. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Keseimbangan

  2. Keseimbangan

  3. Pemanasan

  4. Depan

  5. Fair play

III. Uraian

  1. Gerak keseimbangan adalah kemampuan tubuh mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh ketika diam maupun bergerak.

  2. Berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, dan berjalan mengikuti garis lurus.

  3. Berdiri tegak, rentangkan kedua tangan, angkat salah satu kaki secara perlahan, lalu pertahankan posisi beberapa saat.

  4. Melatih keseimbangan, meningkatkan koordinasi tubuh, dan melatih kekuatan otot kaki.

  5. Agar kegiatan berjalan tertib, aman, menyenangkan, dan semua peserta dapat mengikuti permainan dengan baik.

  6. Alat Peraga :

  • Cone atau kerucut sebagai penanda jalur.

  • Lakban atau tali untuk membuat garis lurus.

  • Peluit.

  • Gambar atau poster variasi gerak keseimbangan.

  • Matras untuk aktivitas keseimbangan tertentu.

  • Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan aturan permainan.

  1. Kesimpulan :

Gerak keseimbangan merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh, baik ketika diam maupun bergerak. Beberapa variasi gerak keseimbangan yang dapat dilakukan adalah berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, berjalan mengikuti garis lurus, berjalan menggunakan ujung kaki, dan berjalan menggunakan tumit.

Melalui latihan keseimbangan, peserta didik dapat meningkatkan koordinasi tubuh, kekuatan otot kaki, serta rasa percaya diri. Dalam setiap aktivitas, kita harus melakukan pemanasan, mengikuti aturan, menjaga keselamatan, dan menghargai teman.

Refleksi Pembelajaran – Jum'at, 06 November 2026

Kelas III.A (Praktik):

Kegiatan pembelajaran PJOK berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Selama praktik, peserta didik berlatih mempertahankan posisi tubuh melalui gerakan berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, berjalan mengikuti garis lurus, serta berjalan menggunakan ujung kaki dan tumit. Sebagian besar peserta didik sudah menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan dan mengikuti arahan guru dengan baik. Melalui permainan berjalan mengikuti garis, peserta didik juga belajar untuk lebih percaya diri, sabar menunggu giliran, bekerja sama, dan memberikan dukungan kepada teman. Dari jumlah 17 murid, sebanyak 15 murid (88,24%) mampu melakukan variasi gerak keseimbangan dengan baik, sedangkan 2 murid (11,76%) masih membutuhkan latihan dan pendampingan, terutama dalam mempertahankan posisi tubuh serta menjaga keseimbangan ketika berjalan mengikuti garis.



PEMBELAJARAN PJOK KELAS IV

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Jum'at / 06 November 2026

  3. Fase / Kelas : B/IV.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mempraktikkan Variasi Gerakan Keseimbangan dan Menerapkan Strategi Gerak

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menerapkan strategi gerak sederhana dan memecahkan masalah gerak; menerapkan peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani; dan berpartisipasi secara positif dalam kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerakan keseimbangan, baik dalam posisi diam maupun bergerak, serta menerapkan strategi sederhana untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu memecahkan masalah gerak sederhana melalui aktivitas keseimbangan, bekerja sama dalam kelompok, menaati aturan, dan menunjukkan sikap fair play dengan percaya diri.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengenal kembali pengertian dan manfaat gerakan keseimbangan.

    2. Melakukan pemanasan sebelum praktik.

    3. Mempraktikkan variasi gerakan keseimbangan statis dan dinamis.

    4. Menerapkan strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan saat bergerak.

    5. Mengikuti permainan kelompok dengan menerapkan aturan, kerja sama, dan fair play.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq artinya Maha Pencipta yang menciptakan tubuh kita dengan kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan. Allah Maha Malik artinya Maha Memelihara, sehingga kita harus menjaga tubuh saat melakukan aktivitas jasmani. Allah Maha Razaq artinya Maha Pemberi Rezeki, termasuk nikmat kesehatan yang harus kita syukuri.

Hari ini kita akan mempraktikkan berbagai gerakan keseimbangan dan belajar menggunakan strategi gerak agar tubuh tetap stabil. Mari berlatih dengan semangat, disiplin, dan saling menghargai!

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Direct Instruction: Guru menjelaskan dan memperagakan variasi gerakan keseimbangan.

  • Cooperative Learning: Peserta didik melakukan latihan dan permainan secara berkelompok.

  • Problem Based Learning: Peserta didik mencoba menemukan cara sederhana untuk mengatasi kesulitan saat menjaga keseimbangan.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi gerakan.

  • Praktik langsung di lapangan.

  • Latihan bertahap.

  • Permainan sederhana.

  • Tanya jawab.

  • Pengamatan dan umpan balik.

Pelaksanaan Kegiatan Praktik:

  • Guru memeriksa kondisi lapangan dan alat yang digunakan.

  • Peserta didik melakukan pemanasan.

  • Guru memperagakan variasi gerakan keseimbangan.

  • Peserta didik mempraktikkan gerakan secara bergantian.

  • Peserta didik mencoba strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan.

  • Peserta didik mengikuti permainan kelompok dengan aturan yang telah disepakati.

  • Guru memberikan evaluasi dan penguatan.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai kemampuan, seperti berdiri, berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan. Kita harus menggunakan kemampuan tersebut untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat, termasuk berolahraga.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Tubuh kita merupakan amanah yang harus dijaga. Saat berolahraga, kita perlu melakukan pemanasan, menggunakan tempat yang aman, mengikuti arahan guru, dan tidak melakukan gerakan secara sembarangan.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk berolahraga merupakan nikmat dari Allah. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan, berlatih secara teratur, dan menghargai kemampuan setiap teman.

B. Mengenal Gerakan Keseimbangan

1. Pengertian Gerakan Keseimbangan

Gerakan keseimbangan adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh, baik ketika diam maupun saat bergerak.

Keseimbangan sangat dibutuhkan dalam berbagai aktivitas jasmani, seperti berjalan, berlari, melompat, dan bermain.

2. Jenis Gerakan Keseimbangan

  • Keseimbangan Statis: Kemampuan mempertahankan posisi tubuh tanpa berpindah tempat.

  • Keseimbangan Dinamis: Kemampuan menjaga keseimbangan tubuh ketika sedang bergerak atau berpindah tempat.

3. Manfaat Gerakan Keseimbangan

  • Melatih tubuh agar tidak mudah jatuh.

  • Meningkatkan koordinasi gerakan tubuh.

  • Melatih kekuatan otot kaki.

  • Membantu menjaga posisi tubuh saat bergerak.

  • Meningkatkan konsentrasi dan rasa percaya diri.

C. Variasi Gerakan Keseimbangan

1. Berdiri dengan Satu Kaki

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak dengan pandangan ke depan.

  • Rentangkan kedua tangan ke samping.

  • Angkat salah satu kaki secara perlahan.

  • Pertahankan posisi beberapa saat.

  • Turunkan kaki dan ulangi dengan kaki lainnya.

2. Berdiri dengan Kedua Kaki Berjinjit

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat.

  • Angkat kedua tumit secara perlahan.

  • Pertahankan keseimbangan tubuh.

  • Turunkan tumit kembali ke lantai.

3. Berjalan Mengikuti Garis Lurus

Cara melakukan:

  • Berdiri di belakang garis awal.

  • Arahkan pandangan ke depan.

  • Langkahkan kaki secara bergantian mengikuti garis.

  • Jaga tubuh agar tetap seimbang.

  • Berjalan sampai garis akhir.

4. Berjalan dengan Ujung Kaki

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak.

  • Angkat kedua tumit.

  • Berjalan perlahan menggunakan bagian depan telapak kaki.

  • Pertahankan keseimbangan tubuh.

5. Berjalan dengan Tumit

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak.

  • Angkat bagian depan telapak kaki.

  • Berjalan perlahan menggunakan tumit.

  • Jaga tubuh agar tetap seimbang.

6. Berjalan Menyamping

Cara melakukan:

  • Berdiri tegak dengan kedua kaki sedikit terbuka.

  • Langkahkan kaki ke arah samping.

  • Ikuti dengan kaki lainnya.

  • Jaga posisi tubuh agar tetap stabil.

D. Menerapkan Strategi Gerak Keseimbangan

Strategi gerak adalah cara yang digunakan agar suatu gerakan dapat dilakukan dengan lebih baik dan terarah.

Beberapa strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan:

  • Mengatur posisi tangan: Rentangkan tangan ke samping untuk membantu menjaga kestabilan tubuh.

  • Memusatkan pandangan: Arahkan pandangan ke depan agar tubuh lebih mudah menjaga keseimbangan.

  • Mengatur posisi kaki: Letakkan kaki dengan benar sesuai gerakan yang dilakukan.

  • Mengatur kecepatan: Lakukan gerakan secara perlahan dan tidak terburu-buru.

  • Memusatkan perhatian: Fokus pada gerakan yang sedang dilakukan.

Contoh Memecahkan Masalah Gerak:

Apabila tubuh sering kehilangan keseimbangan ketika berdiri dengan satu kaki, kita dapat mencoba:

  • Membuka kedua tangan ke samping.

  • Memusatkan pandangan ke satu arah.

  • Mengangkat kaki secara perlahan.

  • Mengurangi waktu menahan posisi terlebih dahulu, kemudian meningkatkannya secara bertahap.

E. Permainan Sederhana untuk Melatih Keseimbangan

Permainan Berjalan Mengikuti Garis

Cara bermain:

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.

  2. Setiap kelompok berdiri di belakang garis awal.

  3. Peserta berjalan mengikuti garis yang telah dibuat.

  4. Peserta berusaha menjaga keseimbangan sampai garis akhir.

  5. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama.

Aturan Permainan:

  • Tidak boleh saling mendorong.

  • Menunggu giliran dengan tertib.

  • Tidak mengganggu teman yang sedang bermain.

  • Mengikuti jalur yang telah ditentukan.

  • Memberikan semangat kepada anggota kelompok.

Nilai yang Dikembangkan:

  • Disiplin.

  • Percaya diri.

  • Tanggung jawab.

  • Kerja sama.

  • Fair play atau sikap sportif.

F. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh disebut ....
    A. Kecepatan
    B. Keseimbangan
    C. Kelincahan

  2. Berdiri dengan satu kaki termasuk latihan keseimbangan ....
    A. Statis
    B. Dinamis
    C. Berpindah cepat

  3. Berjalan mengikuti garis lurus merupakan contoh keseimbangan ....
    A. Diam
    B. Tanpa gerakan
    C. Dinamis

  4. Saat melakukan gerakan berdiri dengan satu kaki, kedua tangan sebaiknya ....
    A. Dimasukkan ke saku
    B. Direntangkan ke samping
    C. Diletakkan di belakang badan

  5. Agar tubuh tetap seimbang ketika berjalan mengikuti garis, pandangan diarahkan ke ....
    A. Depan
    B. Belakang
    C. Samping terus-menerus

  6. Berdiri dengan kedua kaki berjinjit dilakukan dengan cara ....
    A. Mengangkat salah satu kaki
    B. Membungkukkan badan
    C. Mengangkat kedua tumit

  7. Jika tubuh sering kehilangan keseimbangan, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah ....
    A. Bergerak semakin cepat
    B. Mengatur posisi tangan dan pandangan
    C. Menutup mata saat bergerak

  8. Sebelum melakukan aktivitas jasmani, kita harus ....
    A. Melakukan pemanasan
    B. Langsung melakukan gerakan sulit
    C. Bercanda di area latihan

  9. Ketika teman sedang melakukan latihan keseimbangan, kita sebaiknya ....
    A. Mengganggunya
    B. Mendorongnya
    C. Memberikan semangat

  10. Sikap menaati aturan dan menghargai teman saat bermain disebut ....
    A. Curang
    B. Fair play
    C. Egois

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Kemampuan tubuh agar tidak mudah jatuh disebut ....

  2. Berdiri dengan satu kaki termasuk keseimbangan ....

  3. Berjalan mengikuti garis lurus termasuk keseimbangan ....

  4. Sebelum melakukan aktivitas jasmani kita harus melakukan ....

  5. Sikap jujur dan menaati aturan dalam permainan disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan keseimbangan!

  2. Apa perbedaan keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis?

  3. Sebutkan tiga variasi gerakan keseimbangan yang dapat dilakukan!

  4. Bagaimana cara menjaga keseimbangan ketika berdiri dengan satu kaki?

  5. Mengapa kita harus menaati aturan dan bekerja sama saat melakukan permainan keseimbangan?

G. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Keseimbangan

  2. Statis

  3. Dinamis

  4. Pemanasan

  5. Fair play

III. Uraian

  1. Gerakan keseimbangan adalah kemampuan tubuh mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh ketika diam maupun bergerak.

  2. Keseimbangan statis dilakukan dengan mempertahankan posisi tubuh tanpa berpindah tempat, sedangkan keseimbangan dinamis dilakukan ketika tubuh bergerak atau berpindah tempat.

  3. Berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, dan berjalan mengikuti garis lurus.

  4. Berdiri tegak, merentangkan kedua tangan, mengangkat salah satu kaki secara perlahan, dan memusatkan pandangan ke depan.

  5. Agar kegiatan berlangsung tertib, aman, menyenangkan, dan semua anggota kelompok dapat berpartisipasi.

  6. Alat Peraga :

  • Cone atau kerucut sebagai penanda jalur.

  • Lakban atau tali untuk membuat garis lurus.

  • Peluit.

  • Gambar atau poster variasi gerakan keseimbangan.

  • Matras untuk aktivitas keseimbangan tertentu.

  • Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan strategi gerak.

  • Stopwatch untuk mengukur waktu mempertahankan posisi keseimbangan.

  1. Kesimpulan :

Gerakan keseimbangan merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh, baik ketika diam maupun bergerak. Variasi gerakan keseimbangan dapat dilakukan melalui berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, berjalan mengikuti garis lurus, berjalan menggunakan ujung kaki, berjalan menggunakan tumit, dan berjalan menyamping.

Untuk menjaga keseimbangan, kita dapat menerapkan strategi sederhana, seperti mengatur posisi tangan, memusatkan pandangan, mengatur posisi kaki, dan melakukan gerakan secara perlahan. Melalui latihan ini, peserta didik dapat meningkatkan koordinasi, kekuatan, konsentrasi, serta rasa percaya diri.

Refleksi Pembelajaran – Jum'at, 06 November 2026

Kelas IV.A (Praktik):

Pembelajaran PJOK dilaksanakan melalui praktik variasi gerakan keseimbangan statis dan dinamis. Peserta didik mencoba beberapa gerakan, yaitu berdiri dengan satu kaki, berdiri berjinjit, berjalan mengikuti garis lurus, berjalan menggunakan ujung kaki dan tumit, serta berjalan menyamping. Selama kegiatan, peserta didik berlatih menjaga keseimbangan dengan mengatur posisi tangan, arah pandangan, pijakan kaki, dan kecepatan gerakan. Melalui permainan berjalan mengikuti garis secara berkelompok, peserta didik juga belajar mengikuti aturan dan bekerja sama. Dari 23 murid, diperkirakan 18 murid (78,26%) mampu melakukan variasi gerakan keseimbangan dengan baik, sedangkan 5 murid (21,74%) masih memerlukan bimbingan, terutama dalam mempertahankan kestabilan tubuh saat melakukan gerakan.

Rabu, 04 November 2026

Materi Ajar Kelas 5 dan 6

 


PEMBELAJARAN PJOK KELAS V

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Kamis / 05 November 2026

  3. Fase / Kelas : A/V.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mengenal Gerakan Berdiri dengan Tumpuan Kepala serta Prinsip Keselamatan dan Fair Play

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak; merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif; dan menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu mengenal gerakan berdiri dengan tumpuan kepala (headstand), memahami manfaat, unsur keseimbangan, serta prinsip keselamatan dalam aktivitas senam lantai.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu menjelaskan contoh peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas serta menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan fair play selama pembelajaran.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengenal pengertian dan karakteristik gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

    2. Mengidentifikasi unsur keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas senam lantai.

    3. Memahami risiko dan prinsip keselamatan dalam gerakan senam yang membutuhkan keterampilan khusus.

    4. Mengenal peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas agar pembelajaran aman dan inklusif.

    5. Menunjukkan sikap disiplin, kerja sama, dan fair play melalui kegiatan pengamatan serta diskusi.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq artinya Maha Pencipta yang menciptakan tubuh manusia dengan kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan. Allah Maha Malik artinya Maha Memelihara dan Menguasai, sehingga kita wajib menjaga tubuh serta mengutamakan keselamatan ketika berolahraga. Allah Maha Razaq artinya Maha Pemberi Rezeki, termasuk nikmat kesehatan yang harus kita syukuri.

Hari ini kita akan mengenal gerakan berdiri dengan tumpuan kepala, memahami prinsip keselamatan, dan belajar menghargai teman melalui sikap fair play.

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Discovery Learning: Peserta didik mengamati gambar atau video untuk mengenal karakteristik gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

  • Cooperative Learning: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi prinsip keselamatan dan menyusun aturan aktivitas yang adil serta inklusif.

Metode Pembelajaran:

  • Penjelasan materi.

  • Pengamatan gambar atau video.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Presentasi hasil diskusi.

  • Refleksi pembelajaran.

Catatan Pelaksanaan: Materi gerakan berdiri dengan tumpuan kepala disampaikan melalui pengenalan konsep, gambar, dan video. Peserta didik tidak diminta mencoba gerakan tersebut secara mandiri. Keterampilan ini memiliki risiko cedera pada kepala dan leher sehingga praktik hanya dapat dipertimbangkan dalam pembinaan khusus oleh tenaga yang kompeten, dengan fasilitas dan pengawasan yang sesuai. Pembelajaran dapat menggunakan aktivitas alternatif untuk melatih keseimbangan tanpa memberikan beban pada kepala dan leher.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan anggota tubuh yang memiliki fungsi masing-masing. Tubuh manusia memiliki kemampuan bergerak, menjaga keseimbangan, dan melakukan berbagai aktivitas jasmani. Oleh karena itu, kita harus mengenali kemampuan tubuh dan menggunakannya dengan bijak.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Tubuh merupakan amanah yang harus dijaga. Saat mengikuti aktivitas senam, kita harus memperhatikan keselamatan, menaati arahan guru, menggunakan fasilitas yang sesuai, dan tidak melakukan gerakan berisiko tanpa pendampingan yang kompeten.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk belajar merupakan nikmat dari Allah. Kita dapat mensyukurinya dengan menjaga kesehatan, berolahraga sesuai kemampuan, serta menghargai kemampuan diri sendiri dan orang lain.

B. Mengenal Gerakan Berdiri dengan Tumpuan Kepala

1. Pengertian

Berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand merupakan salah satu keterampilan dalam senam lantai. Gerakan ini dikenal sebagai keterampilan keseimbangan terbalik, yaitu posisi tubuh berada dalam keadaan terbalik dengan kepala dan tangan sebagai bagian dari tumpuan.

Gerakan ini termasuk keterampilan senam yang membutuhkan penguasaan teknik, keseimbangan, kekuatan, koordinasi, dan pengawasan yang tepat.

2. Unsur Kemampuan yang Dibutuhkan

  • Keseimbangan: Kemampuan menjaga posisi tubuh agar tetap stabil.

  • Kekuatan: Kemampuan otot untuk mendukung aktivitas gerak.

  • Koordinasi: Kemampuan mengatur kerja sama antara anggota tubuh.

  • Konsentrasi: Kemampuan memusatkan perhatian saat melakukan aktivitas.

  • Kelenturan: Kemampuan tubuh melakukan gerakan dengan ruang gerak yang baik.

3. Manfaat Mempelajari Konsep Gerakan

  • Mengenal berbagai keterampilan dalam senam lantai.

  • Memahami pentingnya keseimbangan tubuh.

  • Menambah pengetahuan tentang koordinasi gerak.

  • Meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan.

  • Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.

4. Prinsip Keselamatan

Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala memiliki risiko terhadap kepala dan leher apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Oleh sebab itu, keselamatan harus menjadi prioritas.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Tidak mencoba gerakan secara mandiri.

  • Tidak memberikan beban tubuh pada kepala dan leher tanpa pembinaan khusus yang kompeten.

  • Mengikuti petunjuk guru dan aturan pembelajaran.

  • Menggunakan fasilitas latihan yang sesuai apabila kegiatan dilakukan dalam pembinaan khusus.

  • Tidak saling mendorong, menarik, atau mengganggu teman.

  • Menghentikan aktivitas apabila merasa sakit atau tidak nyaman.

5. Aktivitas Alternatif untuk Melatih Keseimbangan

Peserta didik dapat melakukan kegiatan yang lebih sederhana dan aman sesuai arahan guru, seperti:

  • Berdiri dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan.

  • Berjalan mengikuti garis lurus di lantai.

  • Berjalan perlahan mengikuti jalur yang telah diberi tanda.

  • Melakukan gerakan peregangan ringan.

  • Melakukan permainan keseimbangan sederhana tanpa bertumpu pada kepala atau leher.

C. Prinsip Fair Play dalam Aktivitas Senam

1. Pengertian Fair Play

Fair play adalah sikap bermain atau beraktivitas secara jujur, adil, sportif, dan menaati aturan yang telah disepakati.

2. Contoh Sikap Fair Play

  • Menaati aturan yang ditetapkan guru.

  • Menghargai kemampuan setiap teman.

  • Tidak mengejek teman yang belum mampu melakukan suatu gerakan.

  • Memberikan semangat kepada teman.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Menerima hasil kegiatan dengan lapang dada.

D. Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

1. Pengertian Peraturan Alternatif

Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau tambahan yang dibuat untuk menyesuaikan aktivitas agar lebih aman, adil, dan dapat diikuti semua peserta.

Contoh:

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta.

  • Menentukan giliran agar kegiatan berjalan tertib.

  • Memberikan pilihan aktivitas sesuai kemampuan.

  • Menghentikan kegiatan apabila kondisi tempat tidak aman.

2. Pengertian Modifikasi Aktivitas

Modifikasi aktivitas adalah perubahan pada alat, tempat, aturan, atau cara melakukan kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta.

Contoh:

  • Mengganti aktivitas berisiko dengan latihan keseimbangan sederhana.

  • Menggunakan garis di lantai sebagai jalur latihan keseimbangan.

  • Menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas.

  • Memberikan waktu latihan yang cukup.

  • Membagi peserta ke dalam kelompok kecil agar kegiatan lebih tertib.

3. Tujuan Modifikasi Aktivitas

  • Menjaga keselamatan peserta.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua teman.

  • Menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan peserta.

  • Meningkatkan kerja sama.

  • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

4. Contoh Kegiatan Kelompok

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta merancang aktivitas sederhana untuk melatih keseimbangan.

Ketentuan kegiatan:

  • Memilih aktivitas yang aman dan sesuai kemampuan.

  • Menentukan aturan secara bersama-sama.

  • Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  • Menghargai pendapat setiap anggota.

  • Menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand termasuk keterampilan dalam ....
    A. Permainan bola besar
    B. Senam lantai
    C. Atletik

  2. Salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam keterampilan headstand adalah ....
    A. Keseimbangan
    B. Kecepatan berlari
    C. Ketepatan menendang

  3. Gerakan headstand merupakan keterampilan yang membutuhkan ....
    A. Kemampuan melempar
    B. Kecepatan berlari
    C. Keseimbangan dan koordinasi tubuh

  4. Hal yang harus diutamakan dalam mempelajari gerakan senam adalah ....
    A. Kecepatan menyelesaikan gerakan
    B. Keselamatan
    C. Keinginan menjadi yang terbaik

  5. Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala tidak boleh dicoba secara mandiri karena ....
    A. Memiliki risiko cedera pada kepala dan leher
    B. Tidak membutuhkan pengawasan
    C. Merupakan permainan beregu

  6. Berjalan mengikuti garis lurus merupakan contoh aktivitas untuk melatih ....
    A. Kecepatan melempar
    B. Kekuatan menendang
    C. Keseimbangan

  7. Sikap fair play ditunjukkan dengan cara ....
    A. Mengejek teman yang belum mampu
    B. Menghargai teman dan menaati aturan
    C. Memaksakan pendapat sendiri

  8. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta merupakan contoh ....
    A. Partisipasi inklusif
    B. Sikap egois
    C. Persaingan tidak sehat

  9. Mengganti aktivitas berisiko dengan latihan keseimbangan sederhana merupakan contoh ....
    A. Pelanggaran aturan
    B. Sikap tidak sportif
    C. Modifikasi aktivitas

  10. Apabila merasa sakit atau tidak nyaman ketika beraktivitas, kita sebaiknya ....
    A. Tetap memaksakan gerakan
    B. Menghentikan aktivitas dan memberi tahu guru
    C. Mengabaikan rasa tidak nyaman

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Berdiri dengan tumpuan kepala dikenal dengan istilah ....

  2. Kemampuan menjaga posisi tubuh agar tetap stabil disebut ....

  3. Sikap bermain secara jujur dan menaati aturan disebut ....

  4. Perubahan aturan, alat, atau cara melakukan aktivitas disebut ....

  5. Ketika melakukan aktivitas senam, hal yang harus diutamakan adalah ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan berdiri dengan tumpuan kepala!

  2. Sebutkan tiga unsur kemampuan yang dibutuhkan dalam keterampilan headstand!

  3. Mengapa gerakan berdiri dengan tumpuan kepala tidak boleh dicoba secara mandiri?

  4. Jelaskan pengertian fair play dan berikan dua contohnya!

  5. Sebutkan tiga contoh aktivitas alternatif yang dapat digunakan untuk melatih keseimbangan dengan aman!

F. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Headstand

  2. Keseimbangan

  3. Fair play

  4. Modifikasi aktivitas

  5. Keselamatan

III. Uraian

  1. Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand adalah salah satu keterampilan senam lantai berupa posisi tubuh terbalik dengan kepala dan tangan sebagai bagian dari tumpuan.

  2. Keseimbangan, kekuatan, dan koordinasi tubuh.

  3. Karena gerakan tersebut memiliki risiko cedera pada kepala dan leher apabila dilakukan tanpa teknik, fasilitas, dan pengawasan yang tepat.

  4. Fair play adalah sikap jujur, adil, dan menaati aturan. Contohnya menghargai teman dan tidak mengejek peserta lain.

  5. Berdiri dengan satu kaki, berjalan mengikuti garis lurus, dan berjalan perlahan mengikuti jalur yang telah diberi tanda.

  6. Alat Peraga :

  • Gambar atau poster gerakan berdiri dengan tumpuan kepala.

  • Video pembelajaran senam lantai.

  • Matras untuk demonstrasi atau aktivitas alternatif yang aman.

  • Garis atau pita penanda jalur keseimbangan.

  • Cone atau kerucut sebagai pembatas area.

  • Peluit.

  • Papan tulis dan spidol untuk mencatat hasil diskusi kelompok.

  1. Kesimpulan :

Gerakan berdiri dengan tumpuan kepala atau headstand merupakan salah satu keterampilan senam lantai yang membutuhkan keseimbangan, kekuatan, koordinasi, dan konsentrasi. Keterampilan ini memiliki risiko terhadap kepala dan leher sehingga tidak boleh dilakukan secara mandiri atau tanpa pembinaan khusus dan pengawasan yang kompeten.

Dalam pembelajaran PJOK, keselamatan harus menjadi prioritas. Peserta didik dapat mempelajari konsep gerakan melalui gambar dan video serta melakukan aktivitas alternatif yang lebih aman untuk melatih keseimbangan.

Selain itu, peserta didik perlu menerapkan sikap fair play, bekerja sama, menghargai perbedaan kemampuan, dan memahami pentingnya peraturan alternatif serta modifikasi aktivitas.



PEMBELAJARAN PJOK KELAS VI

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Kamis / 05 November 2026

  3. Fase / Kelas : A/VI.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mengenal Gerakan Meroda serta Cara Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak; merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif; dan menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu memahami dan mempraktikkan tahapan gerak dasar meroda secara bertahap sesuai kemampuan, dengan memperhatikan keseimbangan dan keselamatan.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu bekerja sama merancang peraturan alternatif serta memodifikasi aktivitas sederhana agar semua teman dapat berpartisipasi secara aman, adil, dan menyenangkan.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengingat kembali pengertian dan manfaat gerakan meroda.

    2. Melakukan pemanasan dan latihan gerak pendahuluan untuk melatih keseimbangan serta koordinasi.

    3. Mempraktikkan tahapan gerakan meroda secara bertahap dengan bimbingan guru.

    4. Mendiskusikan contoh peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas.

    5. Melakukan aktivitas kelompok dengan menerapkan kerja sama, fair play, dan keselamatan.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, Allah Maha Khaliq adalah Maha Pencipta yang menciptakan tubuh kita dengan kemampuan bergerak. Allah Maha Malik adalah Maha Memelihara, sehingga kita wajib menjaga tubuh dan keselamatan saat berolahraga. Allah Maha Razaq adalah Maha Pemberi Rezeki, yang memberikan nikmat kesehatan agar dapat kita syukuri dengan beraktivitas jasmani.

Hari ini kita akan mempraktikkan gerakan meroda secara bertahap serta belajar bekerja sama dan menaati aturan dalam aktivitas jasmani.

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Direct Instruction: Guru memberikan contoh dan membimbing peserta didik melakukan tahapan gerakan meroda.

  • Cooperative Learning: Peserta didik berlatih dan berdiskusi dalam kelompok untuk saling mendukung serta merancang aturan aktivitas sederhana.

Metode Pembelajaran:

  • Demonstrasi gerakan.

  • Praktik langsung di lapangan.

  • Latihan bertahap.

  • Tanya jawab.

  • Diskusi kelompok.

  • Pengamatan dan umpan balik.

Pelaksanaan Praktik:

  • Guru memeriksa kesiapan tempat dan matras sebelum kegiatan dimulai.

  • Peserta didik melakukan pemanasan.

  • Guru memperagakan gerakan pendahuluan meroda.

  • Peserta didik mencoba gerakan sesuai kemampuan dengan pengawasan guru.

  • Peserta didik melakukan aktivitas kelompok yang telah dimodifikasi.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan kemampuan bergerak. Tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya memiliki fungsi yang saling bekerja sama. Dalam gerakan meroda, kita menggunakan koordinasi tangan dan kaki serta keseimbangan tubuh.

2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Tubuh kita merupakan amanah yang harus dijaga. Ketika melakukan aktivitas senam, kita harus menggunakan matras, mengikuti arahan guru, melakukan pemanasan, dan tidak memaksakan gerakan yang belum dikuasai.

3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kesehatan dan kesempatan untuk berolahraga merupakan nikmat dari Allah. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan, berlatih secara teratur, dan menghargai kemampuan setiap teman.

B. Persiapan Sebelum Melakukan Gerakan Meroda

Sebelum melakukan gerakan meroda, peserta didik perlu mempersiapkan tubuh dan tempat latihan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Menggunakan pakaian olahraga yang nyaman.

  • Memastikan tempat latihan aman dan tidak licin.

  • Menggunakan matras yang sesuai.

  • Melakukan pemanasan pada bagian tangan, bahu, pinggang, dan kaki.

  • Mendengarkan petunjuk guru.

  • Tidak saling mendorong atau bercanda saat teman sedang berlatih.

C. Tahapan Gerakan Meroda

1. Pengertian Gerakan Meroda

Gerakan meroda merupakan salah satu gerakan senam lantai yang dilakukan dengan memutar tubuh ke arah samping melalui tumpuan kedua tangan secara bergantian, kemudian kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

Gerakan ini membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan kelenturan tubuh.

2. Tahapan Gerakan Meroda

  • Sikap awal: Berdiri menyamping dengan kedua kaki terbuka secukupnya dan kedua tangan diangkat ke atas.

  • Gerakan awal: Condongkan tubuh ke arah samping sambil mengarahkan tangan pertama menuju matras.

  • Tumpuan tangan: Letakkan tangan pertama, kemudian tangan kedua secara bergantian pada matras.

  • Ayunan kaki: Ayunkan kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

  • Sikap akhir: Turunkan kaki satu per satu dan kembali berdiri dengan seimbang.

3. Gerak Pendahuluan Meroda

Bagi peserta didik yang belum menguasai gerakan meroda, latihan dapat dimulai dengan:

  • Berlatih posisi berdiri menyamping dan mengangkat kedua tangan.

  • Berlatih memindahkan berat badan ke samping.

  • Berlatih menempatkan kedua tangan secara bergantian pada matras dengan bantuan guru.

  • Berlatih mengayunkan kaki secara bertahap sesuai kemampuan.

4. Manfaat Gerakan Meroda

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Meningkatkan koordinasi tangan dan kaki.

  • Melatih kekuatan otot lengan dan bahu.

  • Meningkatkan kelenturan tubuh.

  • Melatih keberanian dan rasa percaya diri.

5. Keselamatan Saat Melakukan Gerakan Meroda

  • Lakukan gerakan di atas matras yang aman.

  • Pastikan area latihan tidak terdapat benda yang menghalangi.

  • Ikuti arahan guru.

  • Lakukan gerakan secara bertahap.

  • Jangan memaksakan diri jika belum mampu.

  • Hindari mencoba gerakan meroda tanpa pengawasan guru.

D. Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

1. Pengertian Peraturan Alternatif

Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau tambahan yang dibuat agar suatu aktivitas menjadi lebih aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua peserta.

Contoh:

  • Setiap peserta memperoleh giliran yang sama.

  • Peserta diberi kesempatan mencoba kembali.

  • Kelompok harus saling mendukung dan tidak mengejek.

  • Area latihan ditentukan agar tidak saling bertabrakan.

2. Pengertian Modifikasi Aktivitas

Modifikasi aktivitas adalah perubahan pada alat, tempat, jarak, atau cara melakukan kegiatan agar sesuai dengan kemampuan peserta.

Contoh:

  • Menggunakan matras yang sesuai untuk latihan senam.

  • Menyesuaikan jarak lintasan permainan.

  • Menggunakan bola yang lebih ringan.

  • Memberikan pilihan gerakan yang lebih sederhana.

  • Menyesuaikan waktu latihan berdasarkan kemampuan peserta.

3. Praktik Merancang Aktivitas yang Dimodifikasi

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta merancang aktivitas sederhana dengan ketentuan:

  • Semua anggota memperoleh kesempatan berpartisipasi.

  • Aturan disepakati bersama.

  • Alat dan tempat digunakan dengan aman.

  • Setiap anggota saling membantu.

  • Tidak ada peserta yang diejek karena perbedaan kemampuan.

4. Sikap Fair Play dan Kerja Sama

  • Menaati aturan yang telah disepakati.

  • Menghargai teman yang sedang berlatih.

  • Tidak memaksakan kehendak.

  • Memberikan semangat kepada anggota kelompok.

  • Menerima hasil kegiatan dengan lapang dada.

  • Mengutamakan keselamatan bersama.

E. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Gerakan meroda termasuk dalam aktivitas ....
    A. Permainan bola kecil
    B. Senam lantai
    C. Lari jarak pendek

  2. Gerakan meroda dilakukan dengan arah ....
    A. Menyamping
    B. Ke depan
    C. Ke belakang

  3. Salah satu kemampuan utama yang diperlukan dalam gerakan meroda adalah ....
    A. Kecepatan berlari
    B. Ketepatan menendang
    C. Keseimbangan tubuh

  4. Sebelum melakukan gerakan meroda, peserta didik harus ....
    A. Langsung mencoba gerakan
    B. Melakukan pemanasan
    C. Berlari tanpa aturan

  5. Dalam gerakan meroda, kedua tangan menjadi ....
    A. Tumpuan tubuh secara bergantian
    B. Alat untuk menendang
    C. Penghalang gerakan kaki

  6. Tempat yang tepat untuk berlatih gerakan meroda adalah ....
    A. Lantai yang licin
    B. Lapangan berbatu
    C. Matras senam yang aman

  7. Aturan alternatif dibuat agar aktivitas menjadi ....
    A. Lebih sulit diikuti
    B. Lebih aman dan adil
    C. Hanya dapat dilakukan oleh peserta tertentu

  8. Menggunakan bola yang lebih ringan dalam permainan merupakan contoh ....
    A. Modifikasi alat
    B. Pelanggaran aturan
    C. Sikap tidak sportif

  9. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota kelompok merupakan sikap ....
    A. Egois
    B. Tidak peduli
    C. Inklusif

  10. Ketika teman sedang melakukan gerakan meroda, sikap yang tepat adalah ....
    A. Mengganggu teman
    B. Memberikan ruang dan menghargai teman
    C. Mendorong teman agar cepat selesai

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Gerakan meroda termasuk salah satu gerakan dalam senam ....

  2. Gerakan meroda dilakukan ke arah ....

  3. Kedua tangan menjadi tumpuan secara ....

  4. Alas yang digunakan untuk latihan senam lantai adalah ....

  5. Perubahan alat, aturan, atau cara melakukan aktivitas disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan meroda!

  2. Sebutkan tiga manfaat gerakan meroda!

  3. Jelaskan tahapan dasar melakukan gerakan meroda!

  4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan dan menggunakan matras sebelum berlatih meroda?

  5. Jelaskan dua contoh modifikasi aktivitas agar semua anggota kelompok dapat berpartisipasi!

F. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Lantai

  2. Samping

  3. Bergantian

  4. Matras

  5. Modifikasi aktivitas

III. Uraian

  1. Gerakan meroda adalah gerakan senam lantai dengan memutar tubuh ke arah samping melalui tumpuan kedua tangan secara bergantian, sementara kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian.

  2. Melatih keseimbangan, meningkatkan koordinasi tangan dan kaki, serta melatih kekuatan otot lengan.

  3. Berdiri menyamping, mengangkat kedua tangan, meletakkan tangan pada matras secara bergantian, mengayunkan kaki melewati atas tubuh, kemudian kembali berdiri dengan seimbang.

  4. Pemanasan membantu mempersiapkan tubuh sebelum bergerak, sedangkan matras membantu menyediakan alas latihan yang lebih aman.

  5. Menggunakan alat yang lebih ringan dan menyesuaikan jarak atau tingkat kesulitan aktivitas dengan kemampuan peserta.

  6. Alat Peraga :

  • Matras senam lantai.

  • Poster atau gambar tahapan gerakan meroda.

  • Video demonstrasi gerakan meroda.

  • Peluit.

  • Penanda area latihan, seperti kerucut atau cone.

  • Bola dengan ukuran atau berat berbeda untuk contoh modifikasi aktivitas.

  • Papan tulis dan spidol untuk mencatat aturan kelompok.

  1. Kesimpulan :

Gerakan meroda merupakan salah satu keterampilan senam lantai yang membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan kelenturan tubuh. Gerakan ini perlu dipelajari secara bertahap, menggunakan matras, serta dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan guru.

Dalam aktivitas jasmani, peserta didik juga perlu memahami cara merancang peraturan alternatif dan memodifikasi aktivitas. Perubahan aturan, alat, atau cara bermain bertujuan agar kegiatan menjadi lebih aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua peserta.


Selasa, 03 November 2026

Materi Ajar Kelas 1a,1b, dan Kelas 6a

 


PEMBELAJARAN PJOK KELAS I

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

2. Hari / Tanggal : Rabu / 04 November 2026

3. Fase / Kelas : A/I.A (Praktik) dan A/I.B (Teori)

4. Mata Pelajaran : PJOK

5. Materi : Berpartisipasi dalam Pengenalan Aktivitas Senam dengan Menaati Aturan (Praktik Kelas I.A) dan Mengenal Aktivitas Senam dan Aturan Fair Play (Teori Kelas I.B)

6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

7. Capaian Pembelajaran (CP)

Menaati peraturan untuk menumbuhkan fair play di dalam berbagai aktivitas jasmani serta menerapkan strategi kolaborasi ketika berpartisipasi dalam aktivitas jasmani.

8. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Mindful Learning: Peserta didik mampu mengenal dan memahami aktivitas senam sederhana serta mengetahui pentingnya menaati aturan dan menjaga keselamatan selama melakukan aktivitas jasmani.

  2. Meaningful & Joyful Learning: Peserta didik mampu berpartisipasi dalam aktivitas senam sederhana dengan mengikuti arahan guru, melakukan gerakan sesuai kemampuan, bekerja sama, dan menunjukkan sikap sportif dengan gembira.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian aktivitas senam dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

  2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai gerakan senam sederhana, seperti mengangkat tangan, mengayunkan lengan, menekuk lutut, dan meregangkan tubuh.

  3. Peserta didik memahami aturan keselamatan dan sikap fair play dalam aktivitas senam.

  4. Peserta didik mempraktikkan gerakan senam sederhana dengan mengikuti contoh dan instruksi guru.

  5. Peserta didik menunjukkan sikap disiplin, percaya diri, bekerja sama, dan menghargai teman selama kegiatan berlangsung.

10. Apersepsi (Singkat)

Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka bersyukur kepada Allah Swt. yang telah menciptakan tubuh manusia dengan sempurna (Maha Khaliq), memelihara kehidupan seluruh makhluk-Nya (Maha Malik), serta memberikan rezeki berupa makanan dan minuman (Maha Razaq). Guru mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas senam, bergerak aktif, dan berolahraga secara teratur.

11. Model / Metode

A. Kelas I.A (Praktik di Lapangan)

  • Model: Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) dan Game Based Learning.

  • Metode: Demonstrasi, menirukan gerakan, praktik langsung, latihan berulang, dan permainan sederhana.

  • Pelaksanaan:

    1. Berbaris, berdoa, dan mempersiapkan diri.

    2. Melakukan pemanasan bersama.

    3. Guru memberikan contoh gerakan senam sederhana.

    4. Peserta didik menirukan gerakan secara bersama-sama.

    5. Melakukan permainan gerak sederhana dengan menaati aturan.

    6. Melakukan pendinginan dan refleksi.

B. Kelas I.B (Teori di Dalam Kelas)

  • Model: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning).

  • Metode: Penjelasan sederhana, tanya jawab, pengamatan gambar, dan diskusi ringan.

  • Pelaksanaan:

    1. Guru menjelaskan pengertian dan manfaat aktivitas senam.

    2. Peserta didik mengamati gambar berbagai gerakan senam.

    3. Guru menjelaskan aturan keselamatan dan konsep fair play.

    4. Peserta didik menjawab pertanyaan sederhana berdasarkan materi.

    5. Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.

12. Penjabaran Materi

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

  1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan tubuh manusia dengan sempurna. Kita memiliki tangan, kaki, kepala, dan bagian tubuh lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai gerakan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas nikmat tubuh yang diberikan Allah.

  1. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

Allah memelihara kehidupan seluruh makhluk-Nya. Kita harus menjaga tubuh dengan baik melalui olahraga, senam, menjaga kebersihan, dan membiasakan hidup sehat.

  1. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman. Makanan bergizi dan air putih membantu memberikan energi agar tubuh kita kuat dan bersemangat ketika melakukan aktivitas senam.


B. Mengenal Aktivitas Senam

Senam adalah aktivitas jasmani yang dilakukan dengan berbagai gerakan tubuh secara teratur. Senam dapat dilakukan bersama-sama dengan mengikuti irama musik maupun tanpa musik.

Senam merupakan salah satu kegiatan olahraga yang menyenangkan dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Manfaat melakukan senam:

  1. Membantu menjaga kesehatan tubuh.

  2. Melatih kekuatan otot.

  3. Melatih kelenturan tubuh.

  4. Melatih keseimbangan.

  5. Melatih koordinasi gerakan.

  6. Membuat tubuh lebih aktif dan bersemangat.


C. Mengenal Gerakan Senam Sederhana

Dalam pembelajaran PJOK, kita akan mengenal dan mempraktikkan beberapa gerakan senam sederhana.

1. Mengangkat Kedua Tangan

Gerakan dilakukan dengan mengangkat kedua tangan ke atas secara perlahan, kemudian menurunkannya kembali.

2. Mengayunkan Lengan

Gerakan dilakukan dengan mengayunkan kedua lengan ke depan dan ke belakang secara bergantian.

3. Menekuk Lutut

Gerakan dilakukan dengan menekuk kedua lutut secara perlahan sesuai kemampuan, kemudian kembali berdiri tegak.

4. Meregangkan Tubuh

Gerakan dilakukan dengan meregangkan kedua tangan ke samping untuk membantu melenturkan otot tubuh.

5. Menggerakkan Kaki

Gerakan dilakukan dengan mengangkat kaki secara bergantian dan mengembalikannya ke posisi semula.


D. Mengenal Aturan Fair Play dalam Aktivitas Senam

Fair play adalah sikap bermain dan berolahraga secara jujur, tertib, serta menghargai orang lain.

Aturan yang harus diperhatikan ketika melakukan aktivitas senam:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Melakukan gerakan sesuai contoh.

  3. Tidak mendorong atau mengganggu teman.

  4. Menjaga jarak agar tidak bertabrakan.

  5. Menunggu giliran dengan tertib.

  6. Menghargai teman yang sedang melakukan gerakan.

  7. Tidak mengejek teman yang belum bisa melakukan gerakan.

  8. Membantu teman yang mengalami kesulitan.

  9. Menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

  10. Melakukan aktivitas dengan gembira dan penuh tanggung jawab.

Anak-anak harus memahami bahwa dalam berolahraga kita tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar disiplin, jujur, bekerja sama, dan menghargai teman.


E. Praktik Aktivitas Senam Sederhana (Kelas I.A)

Pada kegiatan praktik di lapangan, peserta didik akan melakukan beberapa gerakan senam sederhana dengan mengikuti arahan guru.

1. Kegiatan Pendahuluan

  • Peserta didik berbaris dengan tertib.

  • Guru memimpin doa sebelum kegiatan.

  • Guru memeriksa kesiapan peserta didik.

  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan.

2. Kegiatan Pemanasan

  • Menggerakkan kepala secara perlahan.

  • Mengayunkan kedua tangan.

  • Menggerakkan kaki secara bergantian.

  • Meregangkan tubuh dengan gerakan sederhana.

3. Kegiatan Inti

Peserta didik mempraktikkan gerakan berikut:

  • Mengangkat kedua tangan ke atas.

  • Mengayunkan lengan ke depan dan belakang.

  • Menekuk lutut secara perlahan.

  • Meregangkan kedua tangan ke samping.

  • Mengangkat kaki secara bergantian.

Guru memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian peserta didik mengikuti gerakan secara bersama-sama.

4. Permainan Gerak Sederhana

Guru memberikan instruksi gerakan, kemudian peserta didik melakukan gerakan sesuai arahan.

Contoh:

  • Ketika guru mengatakan "angkat tangan", peserta didik mengangkat kedua tangan.

  • Ketika guru mengatakan "ayunkan tangan", peserta didik mengayunkan kedua lengan.

  • Ketika guru mengatakan "tekuk lutut", peserta didik menekuk lutut secara perlahan.

  • Ketika guru mengatakan "berdiri tegak", peserta didik kembali ke posisi berdiri.

Permainan dilakukan dengan tertib, menjaga jarak, dan tidak saling mengganggu.

5. Kegiatan Penutup

  • Melakukan pendinginan.

  • Mengatur kembali pernapasan.

  • Menanyakan gerakan yang paling disukai.

  • Memberikan apresiasi atas partisipasi peserta didik.


F. Penguatan Materi (Kelas I.B)

Anak-anak, coba ingat kembali beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan senam?

  2. Apa manfaat melakukan senam?

  3. Gerakan apa saja yang dapat dilakukan ketika senam?

  4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan?

  5. Bagaimana sikap yang baik ketika melakukan senam bersama teman?

Melalui pertanyaan tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa senam merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.


G. Latihan Soal PJOK

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, atau C!

  1. Senam merupakan aktivitas yang dilakukan dengan cara ....
    A. Tidur sepanjang hari
    B. Menggerakkan tubuh secara teratur
    C. Duduk tanpa bergerak

  2. Salah satu manfaat melakukan senam adalah ....
    A. Membuat tubuh menjadi sehat
    B. Membuat tubuh malas bergerak
    C. Membuat tubuh tidak aktif

  3. Gerakan mengangkat kedua tangan ke atas termasuk gerakan ....
    A. Menendang bola
    B. Melempar bola
    C. Mengangkat lengan

  4. Sebelum melakukan aktivitas senam, sebaiknya kita melakukan ....
    A. Pendinginan
    B. Pemanasan
    C. Tidur

  5. Ketika guru memberikan contoh gerakan senam, kita harus ....
    A. Memperhatikan dan mendengarkan
    B. Mengganggu teman
    C. Berlari meninggalkan tempat

  6. Sikap fair play ketika melakukan senam ditunjukkan dengan ....
    A. Mengejek teman
    B. Berebut giliran
    C. Menghargai teman

  7. Gerakan mengayunkan lengan dapat dilakukan ke arah ....
    A. Dalam air
    B. Depan dan belakang
    C. Bawah tanah

  8. Ketika melakukan senam bersama, kita harus menjaga ....
    A. Jarak dengan teman
    B. Mainan teman
    C. Tas teman

  9. Jika ada teman yang belum bisa melakukan gerakan senam, sebaiknya kita ....
    A. Menertawakannya
    B. Mengganggunya
    C. Membantu dan menyemangatinya

  10. Setelah melakukan aktivitas senam, sebaiknya kita melakukan ....
    A. Berlari tanpa aturan
    B. Pendinginan
    C. Mendorong teman

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Senam merupakan aktivitas yang dilakukan dengan menggerakkan ....

  2. Sebelum melakukan senam, kita harus melakukan ....

  3. Gerakan mengangkat kedua tangan ke atas disebut gerakan ....

  4. Saat melakukan senam bersama, kita harus menjaga ... dengan teman.

  5. Sikap jujur dan menghargai teman dalam olahraga disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan aktivitas senam?

  2. Sebutkan tiga manfaat melakukan senam!

  3. Sebutkan tiga contoh gerakan senam sederhana!

  4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum senam?

  5. Sebutkan tiga aturan yang harus ditaati ketika melakukan senam bersama teman!


H. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Tubuh.

  2. Pemanasan.

  3. Mengangkat tangan.

  4. Jarak.

  5. Fair play / sportif.

III. Uraian

  1. Senam adalah aktivitas jasmani yang dilakukan melalui berbagai gerakan tubuh secara teratur.

  2. Menjaga kesehatan, melatih kekuatan otot, dan melatih kelenturan tubuh.

  3. Mengangkat tangan, mengayunkan lengan, dan menekuk lutut.

  4. Agar tubuh siap melakukan aktivitas dan membantu mengurangi risiko cedera.

  5. Mendengarkan arahan guru, menjaga jarak, dan tidak mengganggu teman.

13. Alat Peraga

Alat peraga dan perlengkapan yang digunakan dalam pembelajaran:

  1. Gambar atau poster berbagai gerakan senam sederhana.

  2. Laptop atau komputer untuk menampilkan materi pembelajaran.

  3. Proyektor atau layar (jika tersedia).

  4. Speaker untuk mengiringi aktivitas senam.

  5. Peluit sebagai tanda dimulai dan berakhirnya kegiatan.

  6. Lapangan atau area praktik yang aman dan cukup luas.

  7. Matras senam (jika tersedia).

  8. Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan materi teori di kelas.

14. Kesimpulan

Aktivitas senam merupakan salah satu bentuk kegiatan jasmani yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kekuatan otot, melatih kelenturan, dan meningkatkan koordinasi gerak tubuh.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik kelas I.A diharapkan mampu berpartisipasi dan mempraktikkan gerakan senam sederhana dengan mengikuti arahan guru secara tertib dan aman.

Sementara itu, peserta didik kelas I.B diharapkan mampu mengenal pengertian senam, memahami manfaatnya, mengetahui berbagai gerakan sederhana, serta memahami aturan fair play dalam aktivitas jasmani.

Selain keterampilan gerak, peserta didik juga diharapkan membiasakan sikap disiplin, percaya diri, bekerja sama, menghargai teman, dan menaati aturan selama kegiatan pembelajaran.

Refleksi Pembelajaran – Rabu, 04 November 2026

Kelas I.A (Praktik):

Pembelajaran berlangsung aktif, tertib, dan menyenangkan. Peserta didik menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan senam sederhana, seperti mengangkat kedua tangan, mengayunkan lengan, menekuk lutut, meregangkan tubuh, dan menggerakkan kaki. Sebagian besar peserta didik mampu menirukan gerakan sesuai arahan guru serta menunjukkan sikap disiplin dan sportif. Sebanyak 87,5% (14 murid) berhasil mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, sedangkan 12,5% (2 murid) masih memerlukan bimbingan dan latihan lanjutan untuk meningkatkan koordinasi serta ketepatan gerakan.

Kelas I.B (Teori):

Pembelajaran berlangsung dengan baik dan interaktif. Peserta didik menunjukkan ketertarikan dalam memahami pengertian senam, manfaat aktivitas senam bagi kesehatan, berbagai contoh gerakan sederhana, serta aturan keselamatan dan fair play. Sebagian besar peserta didik mampu menjawab pertanyaan dan memahami pentingnya menaati aturan serta menghargai teman saat berolahraga. Sebanyak 87,5% (14 murid) berhasil memahami materi pembelajaran dengan baik, sedangkan 12,5% (2 murid) masih memerlukan penguatan materi melalui pengulangan, tanya jawab, dan pendampingan guru.



PEMBELAJARAN PJOK KELAS VI

SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Identitas Pembelajaran

  1. Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd

  2. Hari / Tanggal : Rabu / 04 November 2026

  3. Fase / Kelas : A/VI.A

  4. Mata Pelajaran : PJOK

  5. Materi : Mengenal Gerakan Meroda serta Cara Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

  6. Pertemuan Ke : Pertama (I)

  7. Capaian Pembelajaran (CP) :

    Menguji efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak; merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif; dan menjalankan berbagai peran untuk mencapai keberhasilan kelompok atau tim di dalam berbagai aktivitas jasmani.

  8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

    1. Meaningful Learning: Peserta didik mampu mengenal gerakan meroda, memahami tahapan gerakannya, serta menjelaskan cara merancang peraturan alternatif dan memodifikasi aktivitas agar permainan berlangsung aman, adil, dan dapat diikuti semua peserta.

    2. Mindful dan Joyful Learning: Peserta didik mampu menunjukkan sikap percaya diri, tanggung jawab, kerja sama, dan fair play dalam merancang serta mengikuti aktivitas jasmani yang dimodifikasi sesuai kemampuan.

  9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

    1. Mengenal pengertian dan manfaat gerakan meroda.

    2. Mengidentifikasi tahapan dasar gerakan meroda dan prinsip keselamatannya.

    3. Memahami pengertian peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas.

    4. Mengidentifikasi contoh perubahan aturan dan perlengkapan agar aktivitas lebih aman, adil, dan inklusif.

    5. Merancang aturan sederhana serta menunjukkan sikap kerja sama dan fair play.

  10. Apersepsi (Singkat) :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak, sebelum belajar, mari kita bersyukur kepada Allah Swt. Allah Maha Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta yang menciptakan tubuh kita dengan kemampuan bergerak. Allah Maha Malik, artinya Allah Maha Memelihara dan Menguasai seluruh ciptaan-Nya sehingga kita harus menjaga tubuh dengan baik. Allah Maha Razaq, artinya Allah Maha Pemberi Rezeki, termasuk kesehatan dan kesempatan untuk belajar.

Hari ini kita akan mengenal gerakan meroda serta belajar membuat aturan aktivitas yang aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua teman.

  1. Model / Metode :

Model Pembelajaran:

  • Problem Based Learning (PBL): Peserta didik mengamati contoh aktivitas dan mendiskusikan cara mengatasi permasalahan dalam permainan, seperti aturan yang kurang adil atau aktivitas yang belum dapat diikuti semua peserta.

  • Cooperative Learning: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyusun peraturan alternatif dan modifikasi aktivitas.

Metode Pembelajaran:

  • Penjelasan dan tanya jawab.

  • Pengamatan gambar atau video gerakan meroda.

  • Diskusi kelompok.

  • Demonstrasi gerakan dasar yang aman.

  • Penugasan merancang aturan alternatif dan modifikasi aktivitas.

  1. Penjabaran Materi :

A. Mengenal Kebesaran Allah Swt.

  1. Allah Maha Khaliq (Maha Pencipta)

    Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai kemampuan, seperti berdiri, berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan. Kemampuan tersebut dapat kita gunakan untuk melakukan aktivitas jasmani, termasuk mempelajari gerakan meroda.

  2. Allah Maha Malik (Maha Memelihara dan Menguasai)

    Tubuh merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga. Ketika melakukan aktivitas senam, kita harus memperhatikan keselamatan, menggunakan tempat yang sesuai, mengikuti arahan guru, dan tidak memaksakan gerakan.

  3. Allah Maha Razaq (Maha Pemberi Rezeki)

    Kesehatan dan kesempatan untuk belajar merupakan nikmat dari Allah. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan, berolahraga secara teratur, dan menghargai kemampuan setiap teman.

B. Mengenal Gerakan Meroda

1. Pengertian Gerakan Meroda

Gerakan meroda adalah salah satu gerakan dalam aktivitas senam lantai yang dilakukan dengan memindahkan berat badan melalui kedua tangan secara bergantian, sementara kedua kaki bergerak melewati atas tubuh secara menyamping.

Gerakan ini menyerupai putaran roda ke arah samping. Gerakan meroda membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, kelenturan, dan keberanian.

2. Manfaat Gerakan Meroda

  • Melatih keseimbangan tubuh.

  • Meningkatkan koordinasi gerak tangan dan kaki.

  • Melatih kekuatan otot lengan dan bahu.

  • Mengembangkan kelenturan tubuh.

  • Meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri.

3. Tahapan Dasar Gerakan Meroda

  • Sikap awal: Berdiri menyamping dengan kedua kaki terbuka secukupnya dan kedua tangan diangkat ke atas.

  • Gerakan tangan: Condongkan tubuh ke arah samping, kemudian letakkan kedua tangan secara bergantian pada matras.

  • Gerakan kaki: Ayunkan kedua kaki melewati atas tubuh secara bergantian dengan tetap menjaga keseimbangan.

  • Sikap akhir: Turunkan kaki satu per satu hingga kembali berdiri dengan seimbang.

Catatan keselamatan: Gerakan meroda merupakan keterampilan senam yang perlu dipelajari secara bertahap. Peserta didik harus melakukan pemanasan, menggunakan matras, mendapat pengawasan guru, serta tidak mencoba gerakan secara paksa atau tanpa pendampingan. Peserta didik yang belum siap dapat mempelajari gerakan pendahuluan terlebih dahulu.

C. Merancang Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

1. Pengertian Peraturan Alternatif

Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau aturan tambahan yang dibuat untuk menyesuaikan suatu aktivitas agar lebih aman, tertib, adil, dan menyenangkan.

Contohnya:

  • Mengatur giliran agar setiap peserta mendapat kesempatan.

  • Memberikan waktu yang cukup kepada setiap kelompok.

  • Menentukan batas area permainan agar tidak saling bertabrakan.

  • Memberikan kesempatan mencoba kembali apabila peserta belum berhasil.

2. Pengertian Modifikasi Aktivitas

Modifikasi aktivitas adalah perubahan pada aturan, alat, tempat, atau cara melakukan permainan tanpa menghilangkan tujuan utama aktivitas tersebut.

Contohnya:

  • Menggunakan bola yang lebih ringan untuk memudahkan peserta.

  • Memperpendek jarak permainan sesuai kemampuan.

  • Memperluas area agar peserta memiliki ruang gerak yang cukup.

  • Menggunakan matras yang sesuai untuk kegiatan senam.

  • Menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas berdasarkan kemampuan peserta.

3. Tujuan Peraturan Alternatif dan Modifikasi Aktivitas

  • Menciptakan aktivitas yang aman.

  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta.

  • Meningkatkan partisipasi dan kerja sama.

  • Menghindari perlakuan yang tidak adil.

  • Membuat aktivitas lebih menarik dan menyenangkan.

4. Prinsip Fair Play dan Partisipasi Inklusif

  • Fair play: Bermain dengan jujur, menaati aturan, menghargai lawan, dan menerima hasil kegiatan.

  • Partisipasi inklusif: Memberikan kesempatan kepada semua teman untuk ikut serta tanpa membeda-bedakan kemampuan.

  • Kerja sama: Saling membantu dan menjalankan tugas kelompok dengan tanggung jawab.

  • Keselamatan: Mengutamakan keamanan diri sendiri dan orang lain selama aktivitas berlangsung.

5. Contoh Merancang Aktivitas yang Dimodifikasi

Misalnya, kelompok akan melakukan permainan memindahkan bola.

  • Aturan awal: Peserta harus memindahkan bola dari garis awal menuju garis akhir.

  • Modifikasi alat: Menggunakan bola yang lebih ringan.

  • Modifikasi jarak: Menyesuaikan jarak lintasan dengan kemampuan peserta.

  • Peraturan alternatif: Setiap anggota kelompok harus mendapat giliran.

  • Sikap yang diterapkan: Saling mendukung, tidak mengejek teman, dan menerima hasil kegiatan.

Dengan demikian, semua peserta dapat mengikuti aktivitas dengan aman dan menyenangkan.

D. Latihan Soal

I. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Gerakan meroda termasuk salah satu gerakan dalam ....
    A. Senam irama
    B. Senam lantai
    C. Permainan bola besar

  2. Gerakan meroda dilakukan dengan arah gerakan ....
    A. Menyamping
    B. Ke depan saja
    C. Ke belakang saja

  3. Salah satu kemampuan yang diperlukan dalam gerakan meroda adalah ....
    A. Kecepatan berlari
    B. Ketepatan menendang
    C. Keseimbangan tubuh

  4. Sebelum melakukan aktivitas senam, kita harus ....
    A. Langsung melakukan gerakan sulit
    B. Melakukan pemanasan
    C. Bercanda di atas matras

  5. Pada gerakan meroda, kedua tangan diletakkan pada matras secara ....
    A. Bergantian
    B. Bersamaan dengan posisi kaki
    C. Sembarangan

  6. Peraturan alternatif dibuat dengan tujuan ....
    A. Membatasi teman yang ikut bermain
    B. Membuat permainan semakin sulit
    C. Menyesuaikan aturan agar aktivitas lebih aman dan adil

  7. Menggunakan bola yang lebih ringan merupakan contoh ....
    A. Pelanggaran permainan
    B. Modifikasi alat
    C. Sikap tidak sportif

  8. Sikap fair play ditunjukkan dengan cara ....
    A. Menaati aturan dan menghargai teman
    B. Menyalahkan anggota kelompok
    C. Mengubah aturan demi kemenangan sendiri

  9. Memberikan kesempatan kepada semua teman untuk ikut bermain merupakan contoh ....
    A. Persaingan tidak sehat
    B. Sikap egois
    C. Partisipasi inklusif

  10. Ketika merancang aturan permainan bersama kelompok, kita harus ....
    A. Memaksakan pendapat sendiri
    B. Menghargai pendapat dan bekerja sama
    C. Mengabaikan pendapat teman

II. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

  1. Gerakan meroda merupakan salah satu gerakan dalam senam ....

  2. Gerakan meroda dilakukan ke arah ....

  3. Sebelum melakukan senam, kita harus melakukan ....

  4. Perubahan aturan atau alat dalam permainan disebut ....

  5. Bermain dengan jujur dan menaati aturan disebut ....

III. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!

  1. Jelaskan pengertian gerakan meroda!

  2. Sebutkan tiga manfaat melakukan gerakan meroda!

  3. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas senam?

  4. Jelaskan pengertian peraturan alternatif dan berikan satu contohnya!

  5. Sebutkan tiga contoh modifikasi aktivitas agar semua teman dapat ikut berpartisipasi!

E. Kunci Jawaban

I. Pilihan Ganda

  1. B

  2. A

  3. C

  4. B

  5. A

  6. C

  7. B

  8. A

  9. C

  10. B

II. Isian

  1. Lantai

  2. Samping

  3. Pemanasan

  4. Modifikasi aktivitas

  5. Fair play

III. Uraian

  1. Gerakan meroda adalah gerakan senam lantai dengan memindahkan berat badan melalui kedua tangan secara bergantian, sementara kedua kaki melewati atas tubuh ke arah samping.

  2. Melatih keseimbangan, koordinasi tangan dan kaki, serta kekuatan otot lengan.

  3. Agar tubuh lebih siap bergerak dan mengurangi risiko cedera.

  4. Peraturan alternatif adalah aturan pengganti atau tambahan agar aktivitas lebih aman dan adil. Contohnya, setiap peserta harus mendapat giliran bermain.

  5. Menggunakan alat yang lebih ringan, menyesuaikan jarak permainan, dan memberikan kesempatan kepada semua peserta.

  6. Alat Peraga :

  • Matras senam lantai.

  • Gambar atau poster tahapan gerakan meroda.

  • Video pembelajaran gerakan meroda.

  • Bola dengan ukuran atau berat yang berbeda untuk contoh modifikasi alat.

  • Peluit.

  • Papan tulis dan spidol untuk menyusun contoh peraturan alternatif.

  1. Kesimpulan :

Gerakan meroda merupakan salah satu keterampilan senam lantai yang membutuhkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan kelenturan tubuh. Gerakan ini harus dipelajari secara bertahap dengan memperhatikan keselamatan dan bimbingan guru.

Selain mengenal gerakan meroda, peserta didik juga perlu memahami cara merancang peraturan alternatif dan memodifikasi aktivitas. Tujuannya agar kegiatan jasmani menjadi lebih aman, adil, menyenangkan, serta memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk berpartisipasi.

Refleksi Pembelajaran – Rabu, 04 November 2026

Kelas VI.A (Teori):

Pembelajaran PJOK berlangsung dengan baik dan interaktif. Peserta didik menunjukkan antusiasme dalam memahami pengertian gerakan meroda, manfaatnya bagi kebugaran jasmani, tahapan dasar gerakan, serta prinsip keselamatan dalam aktivitas senam lantai. Peserta didik juga mempelajari cara merancang peraturan alternatif dan memodifikasi aktivitas agar lebih aman, adil, dan dapat diikuti oleh semua teman. Dari total 11 murid, sebanyak 10 murid (90,91%) telah memahami materi dengan baik, sedangkan 1 murid (9,09%) masih memerlukan penguatan, khususnya dalam memahami tahapan gerakan meroda dan penerapan modifikasi aktivitas.