Minggu, 30 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 2,3,4,5

  


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : A/II.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Konsep Fair Play dalam Permainan Berkelompok
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenal pengertian sederhana tentang fair play atau bermain secara adil dalam permainan berkelompok.

  2. Mengenali contoh sikap jujur, tertib, sportif, dan menghargai teman saat bermain.

  3. Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana dalam permainan berkelompok.

  4. Mempraktikkan aturan permainan sederhana dengan mengikuti kesepakatan bersama.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan aturan permainan, mendengarkan arahan guru, dan menyadari tindakan yang dilakukan saat bermain.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan sikap fair play dengan kehidupan sehari-hari, seperti mau bergantian, berkata jujur, dan menghargai teman.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan berkelompok dengan gembira, percaya diri, kompak, dan tidak mengejek teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal arti sederhana fair play dan pentingnya bermain secara adil.

  2. Guru memberikan contoh perilaku fair play dan perilaku yang tidak sesuai dengan fair play.

  3. Peserta didik mengidentifikasi sikap jujur, sportif, tertib, mau berbagi kesempatan, dan menghargai teman dalam permainan.

  4. Peserta didik mengeksplorasi strategi gerak sederhana melalui permainan berkelompok dengan mengikuti aturan.

  5. Peserta didik mempraktikkan permainan sederhana dengan menunjukkan sikap fair play, bekerja sama, dan menghargai teman.

  6. Peserta didik menyampaikan pengalaman bermain dan menyimpulkan pentingnya bermain secara adil dan menyenangkan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman bermain bersama teman dengan pertanyaan sederhana: “Apa yang kalian lakukan jika ingin bermain bersama teman? Bagaimana jika ada teman yang kalah? Apakah kita boleh curang agar menjadi pemenang?” Guru kemudian menjelaskan bahwa dalam permainan kita harus bermain dengan jujur, mengikuti aturan, dan menghargai teman. Sikap tersebut disebut fair play.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Problem Based Learning sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di dalam kelas melalui contoh situasi permainan, gambar atau cerita sederhana, kemudian peserta didik berdiskusi dan menentukan perilaku yang termasuk fair play dan yang tidak termasuk fair play.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Dalam pembelajaran fair play, peserta didik diajak mengenal dan mensyukuri kebesaran Allah melalui tiga hal:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan setiap anak dengan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saat bermain kita tidak boleh mengejek teman yang belum bisa melakukan suatu gerakan. Kita harus saling membantu dan menghargai.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara makhluk-Nya. Kita harus menjaga diri dan menjaga teman saat bermain. Bermain dengan tertib, mengikuti aturan, dan tidak menyakiti teman merupakan salah satu cara menjaga keselamatan bersama.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki kepada semua manusia. Kita harus bersyukur atas kesempatan untuk belajar, bermain, bergerak, dan berkumpul bersama teman. Kita dapat menunjukkan rasa syukur dengan bermain secara jujur, baik, dan menyenangkan.

B. Pengertian Fair Play

Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

Fair play bukan hanya tentang menjadi pemenang. Yang lebih penting adalah bermain sesuai aturan, berusaha dengan baik, dan tetap menghargai teman.

Contoh sederhana:

  • Tidak berbuat curang.

  • Mau mengikuti aturan permainan.

  • Mau bergantian dengan teman.

  • Tidak mengejek teman.

  • Tidak marah ketika kalah.

  • Mengucapkan selamat kepada teman.

  • Mau membantu teman.

  • Bermain dengan tertib.

  • Menghargai keputusan guru.

C. Sikap Fair Play dalam Permainan Berkelompok

Saat bermain bersama kelompok, peserta didik perlu menunjukkan beberapa sikap berikut:

1. Jujur
Mengakui jika melakukan kesalahan dan tidak berbuat curang.

2. Adil
Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk ikut bermain.

3. Sportif
Menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

4. Menghargai Teman
Tidak mengejek, menghina, atau membuat teman sedih.

5. Bekerja Sama
Membantu anggota kelompok agar permainan dapat berjalan dengan baik.

6. Mematuhi Aturan
Mengikuti aturan permainan yang telah disepakati.

D. Contoh Perilaku Fair Play

Contoh perilaku yang baik:

  • Menunggu giliran bermain.

  • Memberikan bola kepada teman yang belum mendapat kesempatan.

  • Mengakui ketika bola keluar.

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Mengucapkan “selamat” kepada kelompok yang menang.

  • Tetap tersenyum dan tidak marah ketika kalah.

Contoh perilaku yang tidak baik:

  • Curang agar kelompok menang.

  • Merebut giliran teman.

  • Mendorong teman.

  • Mengejek teman yang kalah.

  • Marah kepada teman karena melakukan kesalahan.

  • Tidak mau mengikuti aturan.

E. Strategi Sederhana dalam Permainan Berkelompok

Dalam permainan berkelompok, peserta didik dapat menggunakan strategi sederhana, seperti:

  1. Mendengarkan arahan guru.

  2. Menentukan pembagian tugas dengan teman.

  3. Saling membantu dalam kelompok.

  4. Memberikan kesempatan kepada semua anggota.

  5. Berkomunikasi dengan teman.

  6. Tetap mengikuti aturan permainan.

F. Aktivitas Pembelajaran

Guru memberikan beberapa situasi sederhana kepada peserta didik.

Situasi 1:
Dua anak ingin mendapatkan giliran pertama. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Bergantian dan mengikuti aturan permainan.

Situasi 2:
Seorang teman melakukan kesalahan saat bermain. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

Situasi 3:
Kelompok kita kalah dalam permainan. Apa yang harus dilakukan?

Jawaban yang diharapkan:
Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai kelompok yang menang.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Fair play
B. Curang
C. Bertengkar

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti ....
A. Keinginan sendiri
B. Aturan permainan
C. Teman yang menang saja

3. Jika teman mendapat giliran bermain, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran

4. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Tetap sportif
C. Mengejek pemenang

5. Saat teman melakukan kesalahan, kita sebaiknya ....
A. Mengejeknya
B. Memarahinya
C. Membantunya

6. Salah satu contoh fair play adalah ....
A. Berbuat curang
B. Bermain sesuai aturan
C. Merebut giliran teman

7. Dalam permainan kelompok, kita harus .... dengan teman.
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Saling mengejek

8. Jika teman memenangkan permainan, kita sebaiknya ....
A. Menangis
B. Marah
C. Mengucapkan selamat

9. Saat bermain, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Curang
C. Bergantian

10. Tujuan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan

H. Soal Isian

1. Bermain secara jujur dan adil disebut ....

2. Saat bermain bersama teman, kita harus mengikuti .... permainan.

3. Jika teman mendapat giliran, kita harus mau ....

4. Jika kalah dalam permainan, kita harus bersikap ....

5. Dalam permainan berkelompok, kita harus saling ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan fair play?

2. Sebutkan dua contoh sikap fair play dalam permainan!

3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika teman melakukan kesalahan saat bermain?

4. Bagaimana sikap kita jika kalah dalam permainan?

5. Mengapa kita harus bekerja sama dengan teman dalam permainan berkelompok?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. B

  5. C

  6. B

  7. A

  8. C

  9. B

  10. A

Isian:

  1. Fair play

  2. Aturan

  3. Bergantian

  4. Sportif

  5. Membantu / bekerja sama

Uraian:

  1. Fair play adalah bermain dengan jujur, adil, tertib, dan menghargai teman.

  2. Contohnya mengikuti aturan permainan dan tidak berbuat curang.

  3. Tidak mengejek, tetapi membantu dan memberikan semangat.

  4. Menerima kekalahan dengan sportif dan tetap menghargai teman.

  5. Agar permainan dapat berjalan dengan baik, kompak, dan menyenangkan.

13. Kesimpulan :

Fair play adalah sikap jujur, adil, sportif, tertib, dan menghargai teman dalam permainan. Bermain bukan hanya tentang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana kita mengikuti aturan, bekerja sama, mau bergantian, membantu teman, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan aturan dan perilakunya saat bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap jujur, adil, dan menghargai teman juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bahwa permainan akan menjadi lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama-sama dengan sikap sportif dan penuh kegembiraan.

Peserta didik juga memahami bahwa Allah Maha Khaliq telah menciptakan manusia dengan kemampuan yang berbeda-beda, Allah Maha Malik memelihara kita sehingga harus saling menjaga, dan Allah Maha Razaq memberikan kesempatan serta rezeki untuk belajar, bermain, dan bersyukur. Oleh karena itu, mari bermain dengan jujur, sportif, kompak, dan menghargai teman.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Penerapan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian sederhana gerak non-lokomotor.

  2. Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan sederhana.

  3. Menyesuaikan strategi gerak non-lokomotor sesuai dengan aturan dan situasi permainan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk dengan benar.

  5. Mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana secara teratur dan aman.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan posisi tubuh, arah gerak, keseimbangan, dan instruksi guru ketika melakukan gerakan.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan merasa senang saat bergerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri gerak non-lokomotor.

  2. Guru memberikan contoh beberapa gerak non-lokomotor, seperti menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk.

  3. Peserta didik mengamati dan mencoba variasi gerak non-lokomotor secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik mengenal penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana sesuai instruksi dan aturan.

  5. Peserta didik melakukan permainan sederhana secara berkelompok dengan mengombinasikan beberapa gerak non-lokomotor.

  6. Peserta didik melakukan refleksi tentang gerakan yang sudah dilakukan dan menyampaikan manfaatnya dalam aktivitas sehari-hari.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, mengayunkan tangan, memutar badan, dan meliukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah saat melakukan gerakan tadi kalian berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru menjelaskan bahwa gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak non-lokomotor.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan sederhana, kerja kelompok, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan singkat di dalam kelas, kemudian peserta didik mempraktikkan penerapan variasi gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana di lapangan. Guru memberikan contoh, arahan, dan penguatan selama kegiatan berlangsung.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah sebagai berikut:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, persendian, dan otot sehingga tubuh dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Salah satunya melalui olahraga dan aktivitas gerak yang dilakukan dengan benar, tertib, serta memperhatikan keselamatan.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan tenaga yang diberikan Allah untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan tubuh yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Saat melakukan gerak non-lokomotor, tubuh tetap berada di tempat atau pada posisi yang sama, tetapi bagian tubuh dapat bergerak.

Contohnya:

  • Menekuk tubuh.

  • Meliukkan tubuh.

  • Memutar tubuh.

  • Mengayunkan tangan.

  • Membungkukkan badan.

  • Meregangkan tangan.

C. Macam-Macam Variasi Gerak Non-Lokomotor

1. Gerak Menekuk
Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Contoh:

  • Menekuk lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

2. Gerak Meliuk
Gerakan menggerakkan tubuh ke arah kanan atau kiri tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

3. Gerak Memutar
Gerakan memutar bagian tubuh atau badan tanpa berpindah tempat.

Contoh:

  • Memutar badan ke kanan dan kiri.

  • Memutar lengan.

4. Gerak Mengayun
Gerakan menggerakkan bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri secara berulang.

Contoh:

  • Mengayunkan kedua tangan.

  • Mengayunkan satu tangan ke depan dan belakang.

5. Gerak Membungkuk
Gerakan menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.

D. Penerapan dalam Permainan Sederhana

Gerak non-lokomotor dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana.

Permainan “Ikuti Gerakanku”

Cara bermain:

  1. Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.

  2. Guru memberikan contoh satu gerakan.

  3. Peserta didik mengikuti gerakan guru.

  4. Guru memberikan variasi gerakan, seperti menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun.

  5. Gerakan dapat dilakukan secara berurutan menjadi sebuah rangkaian sederhana.

  6. Peserta didik tetap berada di tempat dan mengikuti aturan permainan.

Permainan “Aba-Aba Gerak”

Guru memberikan aba-aba:

  • “Tekuk!” → peserta didik menekuk lutut.

  • “Liuk kanan!” → peserta didik meliukkan badan ke kanan.

  • “Liuk kiri!” → peserta didik meliukkan badan ke kiri.

  • “Putar!” → peserta didik memutar badan secara perlahan.

  • “Ayun!” → peserta didik mengayunkan tangan.

Permainan dilakukan dengan tertib dan menyenangkan.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat melakukan variasi gerak non-lokomotor, peserta didik harus:

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan dengan benar.

  • Menjaga keseimbangan.

  • Tidak memaksakan gerakan.

  • Menjaga jarak dengan teman.

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Tidak saling mendorong atau mengganggu.

  • Melakukan gerakan dengan percaya diri dan sportif.

F. Soal Pilihan Ganda

1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Non-lokomotor
B. Lokomotor
C. Berpindah

2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Berlari
B. Menekuk lutut
C. Berjalan

3. Saat melakukan gerak meliuk, tubuh dapat diarahkan ke ....
A. Kanan dan kiri
B. Depan saja
C. Belakang saja

4. Gerakan memutar badan sebaiknya dilakukan secara ....
A. Tergesa-gesa
B. Sembarangan
C. Perlahan dan terkendali

5. Salah satu contoh gerak mengayun adalah ....
A. Mengayunkan tangan
B. Berlari ke depan
C. Melompat jauh

6. Saat melakukan permainan gerak bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

7. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

8. Dalam permainan “Aba-Aba Gerak”, jika guru berkata “Liuk kanan”, maka kita ....
A. Berlari ke kanan
B. Melompat ke kanan
C. Meliukkan badan ke kanan

9. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk terus

10. Agar permainan sederhana berjalan dengan baik, kita harus ....
A. Mengabaikan aturan
B. Mengikuti aturan permainan
C. Mengganggu teman

G. Soal Isian

1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....

2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....

3. Meliukkan badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

4. Sebelum melakukan aktivitas olahraga kita sebaiknya melakukan ....

5. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga ....

H. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?

2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!

3. Jelaskan cara melakukan gerak meliuk ke kanan dan ke kiri!

4. Mengapa kita harus menjaga jarak dengan teman saat melakukan permainan gerak?

5. Sebutkan dua contoh permainan sederhana yang dapat menggunakan gerak non-lokomotor!

I. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. C

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Non-lokomotor

  2. Menekuk

  3. Kiri

  4. Pemanasan

  5. Jarak

Uraian:

  1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

  2. Contohnya menekuk, meliuk, dan memutar.

  3. Berdiri tegak, kemudian meliukkan badan ke kanan tanpa berpindah tempat, kembali ke tengah, lalu meliukkan badan ke kiri.

  4. Agar tidak bertabrakan dan supaya permainan berlangsung dengan aman.

  5. Contohnya permainan “Ikuti Gerakanku” dan “Aba-Aba Gerak”.

13. Kesimpulan :

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Beberapa contoh gerak non-lokomotor adalah menekuk, meliuk, memutar, mengayun, dan membungkuk. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan dan arahan guru.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan instruksi ketika bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan beraktivitas. Dengan demikian, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 

Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Variasi Gerak Menekuk
6.Pertemuan Ke : Kelima (V)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian gerak menekuk dengan menggunakan bahasa sederhana.

  2. Mengidentifikasi berbagai bentuk variasi gerak menekuk pada bagian tubuh.

  3. Menyesuaikan strategi gerak menekuk sesuai dengan situasi dan aktivitas yang diberikan.

  4. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar dan terkendali.

  5. Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  6. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerak menekuk dengan aman.

  7. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti duduk, mengambil benda, atau melakukan aktivitas olahraga.

  8. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan tujuan gerak menekuk serta bagian tubuh yang dapat melakukan gerakan tersebut.

  2. Guru memberikan contoh beberapa variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, siku, dan badan.

  3. Peserta didik mengamati kemudian mencoba variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan posisi tubuh dan keseimbangan.

  4. Peserta didik mengenal penerapan gerak menekuk dalam berbagai aktivitas gerak sederhana.

  5. Peserta didik melakukan rangkaian gerak dengan mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak dasar lainnya.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan pentingnya melakukan gerak menekuk dengan benar dan aman.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana, seperti menekuk lutut, menekuk siku, dan membungkukkan badan. Guru bertanya, “Kapan kalian menggunakan gerakan menekuk dalam kehidupan sehari-hari?” Peserta didik diarahkan untuk menyebutkan contoh, seperti saat duduk, mengambil barang di lantai, atau melakukan aktivitas olahraga. Guru kemudian menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Ceramah interaktif, demonstrasi, tanya jawab, pengamatan, latihan terbimbing, praktik langsung, diskusi, permainan gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran diawali dengan penjelasan dan contoh gerakan di dalam kelas. Peserta didik kemudian mengamati dan mencoba beberapa variasi gerak menekuk secara terarah, baik secara individu maupun kelompok, dengan memperhatikan keselamatan dan kemampuan masing-masing.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran gerak menekuk dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk. Allah menciptakan tubuh manusia dengan tulang, otot, dan persendian yang memungkinkan kita melakukan berbagai gerakan. Kita dapat menekuk lutut, siku, dan bagian tubuh lainnya karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, melakukan pemanasan, menjaga pola hidup sehat, serta melakukan gerakan dengan cara yang benar dan aman.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menggunakan tenaga dan kesehatan untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

Gerak menekuk dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Lutut.

  • Siku.

  • Pinggang.

  • Badan.

  • Jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dapat dilakukan tanpa berpindah tempat maupun menjadi bagian dari rangkaian gerak.

C. Variasi Gerak Menekuk

1. Menekuk Lutut

Berdiri tegak, kemudian kedua lutut ditekuk secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi berdiri.

2. Menekuk Siku

Luruskan kedua tangan, kemudian tekuk siku sehingga tangan mendekati bahu. Setelah itu, luruskan kembali.

3. Menekuk Badan ke Depan

Berdiri tegak, kemudian badan ditekuk ke arah depan secara perlahan. Setelah itu, kembali ke posisi tegak.

4. Menekuk Badan ke Samping

Badan ditekuk ke arah kanan, kemudian kembali ke tengah dan dilanjutkan ke arah kiri.

5. Menekuk dan Meluruskan

Bagian tubuh ditekuk kemudian diluruskan kembali secara berulang dengan gerakan yang terkendali.

D. Penerapan Gerak Menekuk

Gerak menekuk dapat digunakan dalam berbagai kegiatan, misalnya:

  • Menekuk lutut ketika akan duduk.

  • Menekuk lutut ketika mengambil benda di lantai.

  • Menekuk siku saat menggerakkan tangan.

  • Menekuk badan saat melakukan gerakan olahraga.

  • Menekuk lutut dalam permainan sederhana.

  • Menggabungkan gerak menekuk dengan berjalan, melompat, atau gerakan lainnya.

E. Cara Melakukan Gerak Menekuk dengan Benar

  1. Berdiri atau berada pada posisi awal yang seimbang.

  2. Lakukan gerakan secara perlahan.

  3. Tekuk bagian tubuh sesuai kemampuan.

  4. Jangan memaksakan gerakan.

  5. Pertahankan keseimbangan.

  6. Ikuti arahan guru.

  7. Jaga jarak dengan teman.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Contoh Latihan

Latihan 1:
Berdiri tegak → tekuk kedua lutut → kembali berdiri.

Latihan 2:
Luruskan kedua tangan → tekuk siku → luruskan kembali.

Latihan 3:
Berdiri tegak → tekuk badan ke depan → kembali tegak.

Latihan 4:
Berdiri → tekuk badan ke kanan → kembali ke tengah → tekuk ke kiri.

Latihan 5:
Berjalan beberapa langkah → berhenti → tekuk lutut → berdiri kembali.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Berlari
C. Melompat

2. Bagian tubuh yang dapat digunakan untuk melakukan gerak menekuk adalah ....
A. Rambut
B. Lutut
C. Kuku

3. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari jauh
C. Berjalan cepat

4. Saat melakukan gerak menekuk, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Sembarangan
B. Dengan dipaksakan
C. Perlahan dan terkendali

5. Ketika akan duduk, kita menggunakan gerak .... pada lutut.
A. Memutar
B. Menekuk
C. Mengayun

6. Gerakan menekuk siku dilakukan dengan cara ....
A. Membengkokkan siku
B. Melompat tinggi
C. Berlari ke depan

7. Saat melakukan gerak menekuk bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Menjaga jarak
C. Berebut tempat

8. Sebelum melakukan aktivitas gerak, sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Makan sambil berlari

9. Setelah menekuk lutut, kita dapat kembali ke posisi ....
A. Berbaring
B. Duduk
C. Berdiri

10. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak ....

3. Saat melakukan gerak menekuk, kita harus menjaga .... tubuh.

4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita sebaiknya melakukan ....

5. Gerak menekuk dapat dilakukan secara perlahan dan ....

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan tiga bagian tubuh yang dapat melakukan gerak menekuk!

3. Jelaskan cara melakukan gerak menekuk lutut dengan benar!

4. Sebutkan dua contoh penggunaan gerak menekuk dalam kehidupan sehari-hari!

5. Mengapa kita tidak boleh memaksakan tubuh saat melakukan gerak menekuk?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. B

  6. A

  7. B

  8. A

  9. C

  10. A

Isian:

  1. Menekuk

  2. Menekuk

  3. Keseimbangan

  4. Pemanasan

  5. Terkendali

Uraian:

  1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

  2. Lutut, siku, dan pinggang/badan.

  3. Berdiri dengan seimbang, kemudian tekuk kedua lutut secara perlahan sesuai kemampuan, lalu kembali berdiri.

  4. Saat duduk dan saat mengambil benda di lantai.

  5. Agar tubuh tetap aman dan terhindar dari rasa sakit atau cedera.

13. Kesimpulan :

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, badan, dan bagian tubuh lainnya. Gerak menekuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikombinasikan dengan gerak dasar lainnya dalam aktivitas olahraga.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, dan cara melakukan gerakan dengan benar. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti duduk dan mengambil benda. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat mempraktikkan gerakan dengan aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.


 


Identitas Pembelajaran

1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Senin/31 Agustus 2026
3.Fase / Kelas : C/V.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mentransfer Strategi Gerak Passing Bawah dan Atas dalam Permainan Net
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi passing bawah dan passing atas dalam permainan net, khususnya permainan bola voli.

  2. Mengidentifikasi situasi permainan yang tepat untuk menggunakan passing bawah dan passing atas.

  3. Mentransfer strategi passing bawah dan passing atas yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan yang berbeda.

  4. Mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan teknik yang tepat sesuai arah datangnya bola.

  5. Memilih jenis passing yang sesuai untuk mempertahankan bola dan membangun serangan sederhana.

  6. Mengombinasikan passing bawah dan passing atas dengan kerja sama tim dalam permainan sederhana.

  7. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada arah datangnya bola, posisi tubuh, kesiapan tangan, dan keputusan gerak sebelum melakukan passing.

  8. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan penggunaan passing bawah dan atas dengan situasi nyata dalam permainan bola voli, terutama saat menerima dan mengarahkan bola kepada teman.

  9. Joyful Learning: peserta didik mampu mempraktikkan strategi passing melalui permainan sederhana dengan aktif, percaya diri, sportif, bekerja sama, dan menyenangkan.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali teknik dasar passing bawah dan passing atas serta fungsi masing-masing dalam permainan net.

  2. Guru memberikan contoh beberapa situasi permainan dan menunjukkan kapan passing bawah atau passing atas lebih tepat digunakan.

  3. Peserta didik mempraktikkan passing bawah dan passing atas dengan variasi arah, jarak, dan ketinggian bola.

  4. Peserta didik mentransfer keterampilan passing yang telah dikuasai ke dalam situasi permainan sederhana dengan menentukan jenis passing yang sesuai.

  5. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk mempertahankan bola dan mengarahkannya kepada teman melalui kombinasi passing bawah dan passing atas.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan mengevaluasi strategi passing yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan permainan.

10. Apersepsi (Singkat) :

Guru mengingatkan kembali pengalaman peserta didik saat melakukan passing bawah dan passing atas. Guru kemudian memberikan pertanyaan, “Jika bola datang rendah ke arah kalian, passing apa yang paling tepat? Bagaimana jika bola datang lebih tinggi?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan pentingnya memilih strategi passing sesuai situasi permainan.

11. Model / Meode :

Model Pembelajaran : Teaching Games for Understanding (TGFU) dan Cooperative Learning.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan teknik, praktik berpasangan, latihan kelompok, permainan sederhana, pemecahan masalah gerak, dan refleksi.

Pelaksanaan : Pembelajaran dilakukan di lapangan melalui latihan passing bawah dan passing atas, kemudian peserta didik diberikan situasi permainan yang berbeda untuk memilih dan menerapkan strategi passing yang tepat. Guru memberikan umpan balik terhadap teknik, pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran passing bawah dan passing atas dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta manusia dengan tubuh yang memiliki tangan, lengan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya yang dapat digunakan untuk bergerak. Saat bermain bola voli, kita menggunakan kemampuan tersebut untuk menerima, mengarahkan, dan mengoper bola kepada teman. Kemampuan bergerak merupakan nikmat yang harus kita syukuri.

2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan, menggunakan teknik yang benar, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman saat bermain.

3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang menjadi sumber energi. Energi tersebut membantu tubuh melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan kemampuan tubuh untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Permainan Net

Permainan net adalah permainan yang menggunakan net sebagai pembatas area permainan. Salah satu contoh permainan net adalah bola voli.

Dalam permainan bola voli, pemain harus bekerja sama agar bola dapat melewati net dan tetap berada dalam permainan.

Passing merupakan salah satu keterampilan penting untuk mengendalikan bola dan bekerja sama dengan anggota tim.

C. Passing Bawah

Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

Hal-hal penting dalam passing bawah:

  1. Berdiri dengan kaki dibuka selebar bahu.

  2. Lutut sedikit ditekuk.

  3. Kedua tangan dirapatkan atau disatukan.

  4. Lengan diluruskan di depan tubuh.

  5. Pandangan mengikuti arah datangnya bola.

  6. Bola mengenai bagian lengan bawah.

  7. Gerakan dilakukan dengan terkontrol.

  8. Arahkan bola kepada teman.

D. Passing Atas

Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

Passing atas biasanya digunakan ketika bola datang lebih tinggi dan pemain memiliki waktu untuk menempatkan posisi tubuh.

Hal-hal penting dalam passing atas:

  1. Berdiri dengan posisi siap.

  2. Kedua kaki dibuka secukupnya.

  3. Lutut sedikit ditekuk.

  4. Kedua tangan berada di depan atau atas wajah.

  5. Jari-jari tangan terbuka dan rileks.

  6. Pandangan mengikuti bola.

  7. Dorong bola menggunakan jari-jari tangan dan gerakan lengan.

  8. Arahkan bola kepada teman.

E. Mentransfer Strategi Passing

Mentransfer strategi berarti menggunakan keterampilan yang sudah dipelajari pada situasi yang berbeda.

Dalam permainan net, peserta didik harus mampu memilih passing sesuai dengan keadaan bola.

Contoh:

  • Bola datang rendah → gunakan passing bawah.

  • Bola datang lebih tinggi → dapat menggunakan passing atas.

  • Bola berada di sisi tubuh → bergerak menyesuaikan posisi sebelum melakukan passing.

  • Teman berada di depan → arahkan passing kepada teman dengan terkontrol.

  • Bola sulit diterima → utamakan keselamatan dan lakukan gerakan sesuai kemampuan.

F. Strategi Passing dalam Permainan

Agar permainan berjalan dengan baik, pemain perlu memperhatikan beberapa strategi:

1. Membaca arah bola
Perhatikan dari mana bola datang dan ke mana bola akan bergerak.

2. Menentukan jenis passing
Pilih passing bawah atau passing atas sesuai posisi dan arah bola.

3. Bergerak mencari posisi
Jangan hanya menunggu bola. Bergeraklah menuju posisi yang tepat untuk menerima bola.

4. Mengarahkan bola
Usahakan bola diarahkan kepada teman agar permainan dapat dilanjutkan.

5. Berkomunikasi
Gunakan komunikasi sederhana seperti “saya” atau “ambil” agar tidak terjadi kesalahpahaman.

6. Bekerja sama
Setiap anggota tim memiliki peran dalam mempertahankan bola.

G. Contoh Latihan di Lapangan

Latihan 1 – Passing Bawah Berpasangan
Peserta didik berpasangan dan melakukan passing bawah secara bergantian dengan jarak yang disesuaikan.

Latihan 2 – Passing Atas Berpasangan
Peserta didik melakukan passing atas kepada pasangan dengan memperhatikan arah dan ketinggian bola.

Latihan 3 – Pilih Passing
Guru memberikan bola dengan variasi ketinggian. Peserta didik menentukan apakah menggunakan passing bawah atau passing atas.

Latihan 4 – Tiga Orang
Tiga peserta didik membentuk kelompok kecil dan berusaha mempertahankan bola dengan kombinasi passing bawah dan passing atas.

Latihan 5 – Permainan Sederhana
Peserta didik bermain dalam kelompok kecil melewati net dengan aturan sederhana. Fokus permainan adalah memilih passing yang tepat, bekerja sama, dan mempertahankan bola tetap dalam permainan.

H. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak memperhatikan arah datangnya bola.

  • Posisi kaki terlalu kaku.

  • Passing bawah menggunakan telapak tangan.

  • Passing atas dilakukan dengan telapak tangan secara tidak terkontrol.

  • Tidak bergerak mencari posisi.

  • Tidak berkomunikasi dengan teman.

  • Terlalu keras memukul atau mengarahkan bola.

  • Tidak memperhatikan keselamatan teman.

I. Soal Pilihan Ganda

1. Passing dalam permainan bola voli digunakan untuk ....
A. Mengendalikan dan mengarahkan bola
B. Menendang bola
C. Menghentikan permainan

2. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang ....
A. Sangat tinggi
B. Rendah atau sedang
C. Di luar lapangan

3. Passing atas dilakukan menggunakan ....
A. Kaki
B. Kepala
C. Kedua tangan

4. Saat melakukan passing bawah, bola mengenai bagian ....
A. Lengan bawah
B. Telapak kaki
C. Punggung

5. Ketika bola datang tinggi di depan tubuh, passing yang dapat digunakan adalah ....
A. Passing bawah saja
B. Passing atas
C. Menendang bola

6. Sebelum melakukan passing, pemain harus memperhatikan ....
A. Arah datangnya bola
B. Warna sepatu teman
C. Penonton

7. Jika ingin mempertahankan bola dalam permainan, pemain harus ....
A. Bekerja sama
B. Bermain sendiri
C. Saling menjauh

8. Ketika teman berada pada posisi yang baik, bola sebaiknya ....
A. Dibuang keluar
B. Diarahkan kepada teman
C. Dibiarkan jatuh

9. Dalam permainan sederhana, memilih passing yang sesuai dengan keadaan bola merupakan contoh ....
A. Strategi gerak
B. Istirahat
C. Permainan bebas

10. Sikap yang baik ketika melakukan permainan bola voli adalah ....
A. Mudah menyerah
B. Saling menyalahkan
C. Sportif dan bekerja sama

J. Soal Isian

1. Teknik menerima bola menggunakan kedua lengan bagian bawah disebut passing ....

2. Teknik mengoper bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala disebut passing ....

3. Passing bawah biasanya digunakan ketika bola datang .... atau sedang.

4. Sebelum melakukan passing, kita harus memperhatikan arah datangnya ....

5. Dalam permainan berkelompok, pemain harus saling .... agar permainan berjalan baik.

K. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan passing bawah dalam permainan bola voli?

2. Apa yang dimaksud dengan passing atas?

3. Kapan sebaiknya kita menggunakan passing bawah?

4. Mengapa pemain harus memilih jenis passing sesuai dengan situasi bola?

5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan agar kerja sama tim dalam permainan bola voli berjalan dengan baik!

L. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. A

  7. A

  8. B

  9. A

  10. C

Isian:

  1. Bawah

  2. Atas

  3. Rendah

  4. Bola

  5. Bekerja sama

Uraian:

  1. Passing bawah adalah teknik menerima atau mengarahkan bola menggunakan kedua lengan bagian bawah.

  2. Passing atas adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola menggunakan kedua tangan di atas atau di depan kepala.

  3. Passing bawah digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau sedang.

  4. Agar bola dapat diterima dan diarahkan dengan lebih tepat sesuai keadaan permainan.

  5. Berkomunikasi, saling membantu, dan mengarahkan bola kepada teman dengan baik.

13. Kesimpulan :

Passing bawah dan passing atas merupakan keterampilan penting dalam permainan net, khususnya bola voli. Passing bawah dapat digunakan ketika bola datang rendah atau sedang, sedangkan passing atas dapat digunakan ketika bola datang lebih tinggi. Pemain harus mampu membaca arah bola, bergerak mencari posisi, memilih jenis passing yang sesuai, dan mengarahkan bola kepada teman.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi pada arah datangnya bola, posisi tubuh, dan keputusan gerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa keterampilan passing yang telah dipelajari dapat digunakan dalam berbagai situasi permainan. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang aktif, menyenangkan, sportif, dan penuh kerja sama.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh dengan kemampuan bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan rezeki serta energi untuk belajar dan berolahraga. Oleh karena itu, keterampilan yang dimiliki harus digunakan dengan baik, menjaga keselamatan, serta menghargai dan bekerja sama dengan teman.


Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 3 dan 4

   

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru       : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal   : Jum'at/28 Agustus 2026
3. Fase / Kelas     : B/III.A
4. Mata Pelajaran : PJOK
5. Materi             : Mempraktikkan Variasi Gerak Menekuk dan Meliuk
6. Pertemuan Ke : Keempat (IV)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak menekuk dan meliuk sesuai dengan situasi gerak yang diberikan.

  2. Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan sikap tubuh yang benar, aman, dan terkendali.

  3. Mempraktikkan variasi gerak meliuk melalui beberapa bentuk gerakan sederhana.

  4. Mengombinasikan gerak menekuk dan meliuk dalam rangkaian gerak sederhana.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, dan keselamatan saat melakukan gerakan.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dan meliuk dengan aktivitas sehari-hari, seperti mengambil benda, menghindari rintangan, atau melakukan peregangan tubuh.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu melakukan aktivitas gerak dengan percaya diri, aktif, sportif, dan menyenangkan bersama teman.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengenali kembali bentuk dasar gerak menekuk dan meliuk serta manfaatnya bagi tubuh.

  2. Guru memberikan contoh variasi gerak menekuk dan meliuk yang dilakukan dengan teknik dan sikap tubuh yang benar.

  3. Peserta didik mempraktikkan variasi gerak menekuk secara bertahap dengan memperhatikan keseimbangan dan posisi tubuh.

  4. Peserta didik mempraktikkan variasi gerak meliuk melalui aktivitas sederhana secara individu maupun berkelompok.

  5. Peserta didik mengombinasikan gerak menekuk dan meliuk dalam rangkaian gerak sederhana melalui aktivitas permainan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi terhadap gerakan yang telah dilakukan dan memperbaiki gerakan berdasarkan arahan guru.

10. Apersepsi  :
Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana dengan bertanya, “Pernahkah kalian menekuk badan untuk mengambil sesuatu di lantai? Pernahkah kalian meliukkan badan ketika menghindari benda di samping?” Guru kemudian menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari gerak dasar tubuh yang akan dipraktikkan hari ini.

11. Model / Metode :
Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
Metode : Demonstrasi, praktik langsung, latihan terbimbing, permainan gerak, tanya jawab, dan refleksi.
Pelaksanaan : Praktik di lapangan dengan memperhatikan pemanasan, keselamatan, penggunaan ruang gerak, dan kemampuan masing-masing peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Allah memiliki tiga sifat kebesaran yang dapat kita renungkan dalam pembelajaran hari ini:

  • Allah Maha Khaliq (Pencipta)
    Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian yang dapat bergerak. Kita dapat menekuk dan meliukkan tubuh karena Allah memberikan persendian dan otot yang memungkinkan tubuh bergerak.

  • Allah Maha Malik (Memelihara)
    Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, melakukan pemanasan, dan tidak memaksakan diri.

  • Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
    Allah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman yang membantu tubuh memperoleh energi untuk belajar dan bergerak. Karena itu, kita harus bersyukur dengan menggunakan tubuh untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.

B. Pengertian Gerak Menekuk

Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian. Gerakan ini dapat dilakukan pada lutut, siku, pinggang, atau bagian tubuh lainnya.

Contoh:

  • Menekuk kedua lutut.

  • Menekuk siku.

  • Menekuk badan ke depan.

  • Menekuk badan ke samping.

Saat melakukan gerak menekuk, tubuh harus dilakukan secara terkendali dan tidak dipaksakan.

C. Pengertian Gerak Meliuk

Gerak meliuk adalah gerakan menggerakkan atau membengkokkan tubuh ke arah tertentu, seperti ke kanan dan ke kiri. Gerakan meliuk dapat membantu tubuh menjadi lebih lentur dan terkoordinasi.

Contoh:

  • Meliukkan badan ke kanan.

  • Meliukkan badan ke kiri.

  • Meliukkan badan sambil menggerakkan kedua tangan.

  • Meliukkan badan untuk mengikuti arah gerakan.

D. Variasi Gerak Menekuk dan Meliuk

Variasi gerak berarti melakukan gerakan dalam bentuk yang berbeda-beda. Pada pembelajaran ini peserta didik dapat melakukan:

  1. Menekuk kedua lutut lalu kembali berdiri.

  2. Menekuk badan ke depan lalu kembali tegak.

  3. Menekuk badan ke samping kanan dan kiri.

  4. Meliukkan badan ke kanan dan kiri.

  5. Menekuk kemudian meliukkan badan.

  6. Melakukan rangkaian menekuk dan meliuk melalui permainan sederhana.

E. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Praktik

  • Melakukan pemanasan terlebih dahulu.

  • Mengikuti contoh dan arahan guru.

  • Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.

  • Menjaga keseimbangan tubuh.

  • Tidak mendorong atau mengganggu teman.

  • Menggunakan area latihan dengan tertib.

  • Berani mencoba dan tetap sportif.

  • Berhenti jika merasa tidak nyaman dan menyampaikan kepada guru.

F. Latihan Praktik

Peserta didik melakukan rangkaian sederhana:

Gerakan 1: Berdiri tegak → menekuk kedua lutut → kembali berdiri.
Gerakan 2: Berdiri tegak → menekuk badan ke depan → kembali tegak.
Gerakan 3: Berdiri tegak → meliukkan badan ke kanan → kembali ke tengah → meliukkan badan ke kiri.
Gerakan 4: Menekuk → berdiri → meliuk ke kanan dan kiri.
Gerakan 5: Melakukan rangkaian menekuk dan meliuk mengikuti aba-aba guru.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....
A. Menekuk
B. Melompat
C. Berlari

2. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. Berlari ke depan
B. Menekuk kedua lutut
C. Melompat jauh

3. Gerakan meliuk dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Depan saja

4. Saat melakukan gerak menekuk dan meliuk, tubuh harus ....
A. Dipaksakan
B. Tidak terkendali
C. Dilakukan dengan terkendali

5. Sebelum melakukan aktivitas gerak di lapangan sebaiknya kita melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk diam

6. Saat melakukan gerak meliuk ke kanan, tubuh diarahkan ke ....
A. Kiri
B. Kanan
C. Bawah

7. Salah satu manfaat melakukan gerakan menekuk dan meliuk adalah membantu ....
A. Kelenturan tubuh
B. Membuat tubuh tidak bergerak
C. Mengurangi keseimbangan

8. Ketika melakukan praktik bersama teman, kita harus ....
A. Saling mendorong
B. Berebut tempat
C. Menjaga keselamatan dan ketertiban

9. Gerakan menekuk dan meliuk dapat dilakukan dalam bentuk ....
A. Rangkaian gerak
B. Duduk sepanjang waktu
C. Diam tanpa bergerak

10. Jika merasa tidak nyaman ketika melakukan gerakan, sebaiknya ....
A. Tetap memaksakan gerakan
B. Berhenti dan menyampaikan kepada guru
C. Mengganggu teman

H. Soal Isian

1. Gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian disebut gerak ....

2. Gerak meliuk dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

3. Sebelum melakukan praktik gerak, kita melakukan ....

4. Gerak menekuk dan meliuk harus dilakukan secara .... dan terkendali.

5. Saat praktik bersama teman, kita harus menjaga .... dan ketertiban.

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?

2. Sebutkan dua contoh gerak menekuk!

3. Apa yang dimaksud dengan gerak meliuk?

4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum praktik gerak menekuk dan meliuk?

5. Bagaimana sikap yang baik saat melakukan praktik gerak bersama teman?

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. A

  4. C

  5. A

  6. B

  7. A

  8. C

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Menekuk

  2. Kiri

  3. Pemanasan

  4. Perlahan

  5. Keselamatan

Uraian:

  1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian.

  2. Contohnya menekuk kedua lutut dan menekuk siku.

  3. Gerak meliuk adalah gerakan membengkokkan atau menggerakkan tubuh ke arah tertentu, seperti ke kanan dan kiri.

  4. Agar tubuh siap bergerak dan membantu mengurangi risiko cedera.

  5. Mengikuti arahan guru, tertib, sportif, tidak mengganggu teman, dan menjaga keselamatan bersama.

13. Kesimpulan :
Gerak menekuk dan meliuk merupakan bagian dari gerak dasar tubuh yang dapat dilakukan dalam berbagai variasi dan rangkaian sederhana. Melalui praktik, peserta didik belajar mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan, dan menyesuaikan gerakan dengan situasi. Pembelajaran dilakukan dengan penuh perhatian (Mindful), dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari (Meaningful), serta dilaksanakan melalui aktivitas yang aktif, menyenangkan, dan sportif (Joyful).

Peserta didik juga diajak mensyukuri tubuh sebagai ciptaan Allah Yang Maha Khaliq, menjaga tubuh sebagai bentuk kesadaran bahwa Allah Maha Malik, serta memanfaatkan energi dan kesehatan yang diberikan Allah Maha Razaq untuk melakukan aktivitas yang baik dan bermanfaat.


  

Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru         : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal     : Jum'at/28 Agustus 2026
3. Fase / Kelas         : B/IV.A
4. Mata Pelajaran     : PJOK
5. Materi                 : Mempraktikkan Variasi Gerak Memutar dalam Berbagai Situasi
6. Pertemuan Ke     : Keempat (IV)

7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.

8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyesuaikan strategi gerak memutar untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak yang baik dan benar.

  2. Mempraktikkan variasi gerak memutar dengan posisi tubuh dan keseimbangan yang tepat.

  3. Mempraktikkan gerak memutar ke berbagai arah sesuai dengan situasi dan aba-aba.

  4. Mengombinasikan gerak memutar dengan gerak dasar lainnya dalam rangkaian gerak sederhana.

  5. Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, arah gerakan, dan keselamatan selama melakukan gerak memutar.

  6. Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak memutar dengan aktivitas sehari-hari dan berbagai kegiatan olahraga.

  7. Joyful Learning: peserta didik mampu melakukan gerak memutar dengan percaya diri, aktif, sportif, dan menyenangkan melalui permainan gerak.

9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

  1. Peserta didik mengingat kembali pengertian dan bentuk dasar gerak memutar serta manfaatnya dalam aktivitas gerak.

  2. Guru memberikan contoh variasi gerak memutar dengan arah dan posisi tubuh yang berbeda.

  3. Peserta didik mempraktikkan gerak memutar ke kanan dan kiri dengan memperhatikan keseimbangan tubuh.

  4. Peserta didik melakukan variasi gerak memutar dalam berbagai situasi berdasarkan aba-aba atau instruksi guru.

  5. Peserta didik mengombinasikan gerak memutar dengan gerakan sederhana lainnya melalui aktivitas permainan.

  6. Peserta didik melakukan refleksi dan memperbaiki gerakan berdasarkan hasil pengamatan dan arahan guru.

10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik berdiri dan melakukan gerakan sederhana seperti memutar kepala, bahu, badan, dan lengan secara perlahan. Guru bertanya, “Pernahkah kalian memutar badan ketika ingin melihat sesuatu yang berada di belakang? Bagaimana agar gerakan memutar dapat dilakukan dengan aman dan seimbang?” Guru menghubungkan jawaban peserta didik dengan materi pembelajaran hari ini.

11. Model / Meode :
Model Pembelajaran : Direct Instruction dan Cooperative Learning
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning
Metode : Demonstrasi, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, tanya jawab, dan refleksi.
Pelaksanaan : Praktik di lapangan dengan memperhatikan pemanasan, penggunaan ruang gerak, keseimbangan, keselamatan, dan kemampuan masing-masing peserta didik.

12. Penjabaran Materi :

A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah

Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:

  • Allah Maha Khaliq (Pencipta)
    Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian tubuh yang dapat bergerak. Tubuh dapat melakukan gerakan memutar karena Allah menciptakan tulang, persendian, otot, dan bagian tubuh lainnya dengan sempurna.

  • Allah Maha Malik (Memelihara)
    Allah memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan secara benar, teratur, serta tidak memaksakan kemampuan tubuh.

  • Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
    Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber energi bagi tubuh. Dengan energi tersebut, kita dapat belajar, bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kita harus bersyukur dengan menggunakan kesehatan dan energi tersebut untuk kegiatan yang baik.

B. Pengertian Gerak Memutar

Gerak memutar adalah gerakan menggerakkan bagian tubuh atau tubuh secara berputar pada arah tertentu. Gerakan memutar dapat dilakukan menggunakan kepala, lengan, bahu, pinggang, maupun seluruh tubuh sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

Gerakan memutar harus dilakukan dengan perlahan, terkendali, dan sesuai kemampuan tubuh.

C. Contoh Variasi Gerak Memutar

Beberapa variasi gerak memutar yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memutar kedua lengan ke depan.

  2. Memutar kedua lengan ke belakang.

  3. Memutar bahu secara perlahan.

  4. Memutar badan ke kanan.

  5. Memutar badan ke kiri.

  6. Memutar badan dengan posisi kaki tetap.

  7. Memutar badan sambil berpindah arah.

  8. Mengombinasikan gerak memutar dengan gerak berjalan atau melangkah.

D. Mempraktikkan Gerak Memutar dalam Berbagai Situasi

Gerak memutar dapat dilakukan dalam berbagai situasi, misalnya:

  • Memutar badan ke kanan ketika mendapat aba-aba kanan.

  • Memutar badan ke kiri ketika mendapat aba-aba kiri.

  • Memutar lengan saat melakukan aktivitas pemanasan.

  • Memutar badan kemudian berjalan menuju arah yang ditentukan.

  • Melakukan gerak memutar dalam permainan mengikuti arah atau tanda yang diberikan guru.

E. Cara Melakukan Gerak Memutar dengan Benar

  1. Berdiri dengan posisi tubuh seimbang.

  2. Pandangan diarahkan sesuai arah gerakan.

  3. Lakukan gerakan secara perlahan.

  4. Putar tubuh sesuai kemampuan dan tidak dipaksakan.

  5. Jaga jarak dengan teman.

  6. Ikuti aba-aba guru.

  7. Setelah memutar, kembali ke posisi seimbang.

  8. Lakukan pemanasan sebelum aktivitas.

F. Latihan Praktik di Lapangan

Peserta didik melakukan latihan secara bertahap:

Latihan 1: Berdiri tegak → memutar kedua lengan ke depan dan ke belakang.

Latihan 2: Berdiri tegak → memutar badan ke kanan → kembali ke posisi awal → memutar ke kiri.

Latihan 3: Berjalan beberapa langkah → berhenti → memutar badan sesuai aba-aba guru.

Latihan 4: Mengombinasikan gerak berjalan, memutar, dan kembali ke posisi semula.

Latihan 5: Permainan arah. Guru memberikan aba-aba “kanan”, “kiri”, atau “putar”, kemudian peserta didik melakukan gerakan sesuai instruksi dengan tetap menjaga keseimbangan dan jarak.

G. Soal Pilihan Ganda

1. Gerakan menggerakkan tubuh secara berputar disebut gerak ....
A. Memutar
B. Melompat
C. Berlari

2. Gerak memutar badan ke kanan berarti tubuh diarahkan ke ....
A. Kiri
B. Kanan
C. Bawah

3. Sebelum melakukan aktivitas gerak memutar, sebaiknya kita melakukan ....
A. Tidur
B. Duduk
C. Pemanasan

4. Saat melakukan gerak memutar, gerakan sebaiknya dilakukan ....
A. Secara terkendali
B. Secepat mungkin
C. Dengan dipaksakan

5. Salah satu bagian tubuh yang dapat melakukan gerak memutar adalah ....
A. Rambut
B. Lengan
C. Kuku

6. Saat melakukan gerak memutar bersama teman, kita harus ....
A. Berdesakan
B. Mendorong teman
C. Menjaga jarak

7. Gerak memutar dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. Berjalan
B. Tidur
C. Diam

8. Ketika guru memberikan aba-aba “putar ke kiri”, peserta didik harus ....
A. Berlari ke depan
B. Memutar badan ke kiri
C. Melompat ke kanan

9. Agar tetap seimbang setelah melakukan gerak memutar, kita harus ....
A. Mengendalikan gerakan tubuh
B. Menutup mata dan berlari
C. Mendorong teman

10. Gerak memutar dalam permainan harus dilakukan dengan sikap ....
A. Ceroboh
B. Sportif dan tertib
C. Saling mengganggu

H. Soal Isian

1. Gerakan tubuh secara berputar disebut gerak ....

2. Gerak memutar badan dapat dilakukan ke arah kanan dan ....

3. Sebelum melakukan praktik, kita sebaiknya melakukan ....

4. Saat melakukan gerak memutar, kita harus menjaga .... tubuh.

5. Saat melakukan praktik bersama teman, kita harus menjaga .... agar tetap aman.

I. Soal Uraian

1. Apa yang dimaksud dengan gerak memutar?

2. Sebutkan dua contoh variasi gerak memutar!

3. Mengapa gerak memutar harus dilakukan secara terkendali?

4. Sebutkan dua hal yang harus diperhatikan saat melakukan gerak memutar bersama teman!

5. Berikan satu contoh gerak memutar yang dapat dikombinasikan dengan gerak berjalan!

J. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. A

  2. B

  3. C

  4. A

  5. B

  6. C

  7. A

  8. B

  9. A

  10. B

Isian:

  1. Memutar

  2. Kiri

  3. Pemanasan

  4. Keseimbangan

  5. Jarak

Uraian:

  1. Gerak memutar adalah gerakan menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar pada arah tertentu.

  2. Contohnya memutar kedua lengan dan memutar badan ke kanan atau kiri.

  3. Agar gerakan dapat dilakukan dengan aman, seimbang, dan tidak membahayakan tubuh.

  4. Menjaga jarak dengan teman dan mengikuti arahan guru.

  5. Contohnya berjalan beberapa langkah, berhenti, kemudian memutar badan ke kanan atau kiri sesuai aba-aba guru.

13. Kesimpulan :
Gerak memutar merupakan salah satu gerak dasar yang dapat dilakukan oleh berbagai bagian tubuh maupun seluruh tubuh. Gerakan dapat dilakukan ke kanan, ke kiri, ke depan, atau ke belakang sesuai dengan situasi dan kebutuhan gerak. Dalam praktiknya, peserta didik perlu memperhatikan keseimbangan, arah gerakan, jarak dengan teman, serta keselamatan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi dan menyadari posisi tubuh saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak memutar dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan berbagai kegiatan olahraga. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak secara aktif, percaya diri, sportif, dan menyenangkan.

Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi sehingga kita dapat belajar dan berolahraga dengan baik.

Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Kelas 5 dan 6

  


Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru         : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal     : Kamis/27 Agustus 2026
3. Fase / Kelas        : C/V.A
4. Mata Pelajaran    : PJOK
5. Materi                 : Mengenal Pola Gerak Dasar Passing Atas
6. Pertemuan Ke     : Ketiga (III)


7. Capaian Pembelajaran (CP)

Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.


8. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pola gerak dasar passing atas dalam permainan bola voli.

  2. Mengenali posisi tubuh, kaki, tangan, dan jari-jari saat melakukan passing atas.

  3. Menjelaskan fungsi passing atas dalam permainan bola voli.

  4. Mengidentifikasi tahapan gerakan passing atas mulai dari sikap awal, pelaksanaan, hingga sikap akhir.

  5. Menjelaskan kesalahan umum yang perlu dihindari saat melakukan passing atas.

  6. Menganalisis hubungan antara posisi tubuh, arah bola, dan sasaran dalam melakukan passing atas.

  7. Mentransfer strategi gerak yang telah dipelajari ke dalam situasi latihan passing atas yang berbeda.

Mindful Learning:
8. Peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, arah datangnya bola, posisi tangan dan jari, serta sasaran ketika mengamati pola gerak passing atas.

Meaningful Learning:
9. Peserta didik mampu menghubungkan pola gerak passing atas dengan penggunaannya dalam permainan bola voli, terutama untuk mengontrol dan mengarahkan bola kepada teman.

Joyful Learning:
10. Peserta didik mampu mengenal pola gerak passing atas melalui kegiatan pengamatan, diskusi, permainan sederhana, dan aktivitas kelompok dengan aktif, percaya diri, serta menyenangkan.


9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

  2. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali permainan bola voli dan teknik passing yang pernah diketahui.

  3. Guru menjelaskan pengertian dan fungsi passing atas dalam permainan bola voli.

  4. Guru memperagakan pola gerak passing atas dan peserta didik mengamati setiap tahap gerak.

  5. Peserta didik mengenali posisi kaki, badan, tangan, dan jari-jari pada sikap awal, pelaksanaan, dan sikap akhir.

  6. Guru memberikan contoh beberapa situasi sederhana dan peserta didik menentukan posisi passing atas yang tepat.

  7. Peserta didik berdiskusi secara berpasangan atau kelompok kecil mengenai tahapan dan kesalahan yang harus dihindari.

  8. Peserta didik mencoba pola gerak dasar passing atas secara sederhana sesuai arahan guru.

  9. Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap pemahaman peserta didik.

  10. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan pola gerak dasar passing atas.


10. Apersepsi (Singkat)

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Siapa yang pernah melihat permainan bola voli?”

“Dalam permainan bola voli, bagaimana cara pemain mengarahkan bola kepada temannya?”

“Apakah kalian pernah melihat pemain mengoper bola menggunakan kedua tangan di atas kepala?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Hari ini kita akan mengenal pola gerak dasar passing atas. Kita akan mempelajari posisi tubuh, tangan, dan jari-jari serta tahapan gerakan yang benar agar dapat melakukan passing atas dengan baik.”


11. Model / Metode

Model Pembelajaran

  • Mindful Learning

  • Meaningful Learning

  • Joyful Learning

  • Cooperative Learning

Metode Pembelajaran

  • Tanya jawab.

  • Demonstrasi.

  • Pengamatan.

  • Diskusi.

  • Penjelasan langsung.

  • Identifikasi gerak.

  • Praktik sederhana.

  • Latihan berpasangan.

  • Permainan edukatif.

  • Refleksi.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran diawali dengan penjelasan mengenai pengertian dan fungsi passing atas. Guru kemudian memperagakan pola gerak dasar passing atas secara bertahap.

Peserta didik mengamati posisi kaki, badan, tangan, dan jari-jari. Setelah memahami tahapan gerak, peserta didik mencoba pola gerak secara sederhana melalui latihan individu maupun berpasangan.


12. Penjabaran Materi

A. Kebesaran Allah melalui Kemampuan Bergerak

1. Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Pencipta.

Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai anggota tubuh yang dapat bergerak dan bekerja sama. Dalam pembelajaran passing atas, kita menggunakan tangan, jari-jari, kaki, mata, dan tubuh untuk melakukan gerakan.

Kemampuan tubuh untuk bergerak merupakan nikmat dari Allah yang harus kita syukuri.

2. Allah Al-Malik (Maha Memelihara)

Allah adalah Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara.

Allah memelihara tubuh kita sehingga dapat digunakan untuk belajar, bermain, dan berolahraga.

Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan melakukan aktivitas olahraga dengan gerakan yang benar dan aman.

3. Allah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Allah adalah Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Pemberi Rezeki.

Allah memberikan makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita melakukan berbagai aktivitas, termasuk belajar dan berolahraga.


B. Pengertian Passing Atas

Passing atas adalah salah satu pola gerak dasar dalam permainan bola voli yang dilakukan dengan menggunakan jari-jari tangan untuk menerima, mengontrol, dan mengarahkan bola.

Passing atas biasanya dilakukan ketika bola datang pada posisi yang memungkinkan pemain menggunakan kedua tangan di atas depan kepala.

Passing atas dapat digunakan untuk:

  • Mengontrol bola.

  • Mengarahkan bola kepada teman.

  • Mengatur bola agar mudah dimainkan.

  • Mempersiapkan serangan.


C. Pola Gerak Dasar Passing Atas

Pola gerak passing atas terdiri atas beberapa tahap, yaitu:

1. Sikap Awal

Pada sikap awal:

  • Berdiri dengan kaki dibuka secukupnya.

  • Lutut sedikit ditekuk.

  • Badan dalam posisi seimbang.

  • Pandangan mengarah kepada bola.

  • Kedua tangan berada di depan atas kepala.

  • Jari-jari tangan terbuka dan siap menerima bola.

Sikap awal yang baik membantu tubuh lebih siap melakukan gerakan.


2. Posisi Tangan dan Jari

Ketika melakukan passing atas:

  • Kedua tangan berada di atas depan kepala.

  • Jari-jari tangan terbuka.

  • Kedua tangan membentuk posisi seperti akan menerima bola.

  • Bola diarahkan menggunakan jari-jari tangan.

  • Telapak tangan tidak digunakan untuk memukul bola.

Peserta didik perlu memperhatikan posisi jari agar bola dapat diarahkan dengan baik.


3. Pelaksanaan Gerakan

Saat bola datang:

  1. Mata mengikuti arah datangnya bola.

  2. Kedua tangan berada di atas depan kepala.

  3. Bola disentuh menggunakan jari-jari tangan.

  4. Kaki dan lutut membantu memberikan dorongan.

  5. Kedua tangan mendorong bola menuju sasaran.

Gerakan tangan, kaki, dan tubuh dilakukan secara terkoordinasi.


4. Sikap Akhir

Setelah bola diarahkan:

  • Kedua tangan mengikuti arah bola.

  • Tubuh kembali dalam posisi seimbang.

  • Pandangan tetap mengikuti arah bola.

  • Kaki siap bergerak untuk menerima atau melakukan gerakan berikutnya.


D. Fungsi Passing Atas

Passing atas memiliki beberapa fungsi dalam permainan bola voli, yaitu:

  1. Mengontrol bola yang datang.

  2. Mengarahkan bola kepada teman.

  3. Mengatur bola agar mudah dimainkan.

  4. Membantu membangun serangan.

  5. Menjaga bola tetap berada dalam permainan.


E. Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat melakukan pola gerak passing atas, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Pandangan mengikuti bola.

  • Posisi kaki harus seimbang.

  • Lutut sedikit ditekuk.

  • Kedua tangan berada di atas depan kepala.

  • Jari-jari terbuka.

  • Bola diarahkan menggunakan jari-jari.

  • Gerakan dilakukan dengan koordinasi tubuh.

  • Arah passing disesuaikan dengan sasaran.


F. Kesalahan yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika mengenal pola gerak passing atas:

  1. Berdiri terlalu kaku.

  2. Tidak memperhatikan arah datangnya bola.

  3. Posisi tangan terlalu rendah.

  4. Jari-jari terlalu rapat.

  5. Menggunakan telapak tangan untuk memukul bola.

  6. Tidak memperhatikan sasaran.

  7. Tidak menjaga keseimbangan tubuh.


G. Contoh Latihan Pola Gerak Passing Atas

Latihan 1: Gerak Tanpa Bola

Peserta didik berdiri kemudian mempraktikkan posisi:

Sikap awal → tangan di atas depan kepala → gerakan mendorong → sikap akhir.

Latihan dilakukan tanpa bola terlebih dahulu agar peserta didik memahami pola gerak.

Latihan 2: Menggunakan Bola

Peserta didik dapat menggunakan bola untuk mencoba gerakan passing atas secara sederhana dengan arahan guru.

Latihan 3: Berpasangan

Dua peserta didik berdiri berhadapan. Salah satu peserta didik memberikan bola secara perlahan, kemudian temannya mencoba mengarahkan bola menggunakan pola gerak passing atas.

Latihan dilakukan dengan jarak yang sesuai kemampuan peserta didik.


LATIHAN PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Passing atas merupakan salah satu pola gerak dasar dalam permainan ....
A. bola voli
B. sepak bola
C. bola basket

2. Passing atas dilakukan terutama menggunakan ....
A. kaki
B. jari-jari tangan
C. kepala

3. Pada sikap awal passing atas, lutut sebaiknya ....
A. sedikit ditekuk
B. dikunci lurus
C. diangkat tinggi

4. Saat melakukan passing atas, pandangan sebaiknya mengarah kepada ....
A. tanah
B. belakang
C. bola

5. Kedua tangan saat melakukan passing atas berada di ....
A. bawah pinggang
B. depan atas kepala
C. belakang badan

6. Jari-jari tangan saat melakukan passing atas sebaiknya ....
A. terbuka
B. mengepal
C. disembunyikan

7. Salah satu fungsi passing atas adalah ....
A. mengontrol dan mengarahkan bola
B. menendang bola
C. menangkap bola

8. Saat bola datang, pemain harus memperhatikan ....
A. arah datangnya bola
B. warna lapangan
C. jumlah penonton

9. Bola pada passing atas diarahkan dengan bantuan ....
A. jari-jari tangan dan koordinasi tubuh
B. kaki saja
C. kepala saja

10. Setelah melakukan passing atas, tubuh sebaiknya ....
A. tetap seimbang dan siap bergerak
B. langsung duduk
C. membelakangi bola


B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Passing atas merupakan salah satu pola gerak dasar dalam permainan ....

2. Passing atas menggunakan .... tangan untuk mengarahkan bola.

3. Saat melakukan passing atas, lutut sedikit ....

4. Pandangan saat melakukan passing atas diarahkan kepada ....

5. Kedua tangan berada di .... depan kepala saat melakukan passing atas.


C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat!

1. Apa yang dimaksud dengan passing atas dalam permainan bola voli?

2. Jelaskan sikap awal dalam melakukan passing atas!

3. Bagaimana posisi tangan dan jari-jari ketika melakukan passing atas?

4. Sebutkan tiga hal yang harus diperhatikan saat melakukan passing atas!

5. Jelaskan secara singkat tahapan melakukan passing atas mulai dari sikap awal sampai sikap akhir!


KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

  1. A. bola voli

  2. B. jari-jari tangan

  3. A. sedikit ditekuk

  4. C. bola

  5. B. depan atas kepala

  6. A. terbuka

  7. A. mengontrol dan mengarahkan bola

  8. A. arah datangnya bola

  9. A. jari-jari tangan dan koordinasi tubuh

  10. A. tetap seimbang dan siap bergerak

B. Isian

  1. bola voli

  2. jari-jari

  3. ditekuk

  4. bola

  5. atas

C. Uraian

1. Passing atas adalah pola gerak dasar permainan bola voli yang menggunakan jari-jari tangan untuk menerima, mengontrol, dan mengarahkan bola.

2. Sikap awal dilakukan dengan berdiri seimbang, kaki dibuka secukupnya, lutut sedikit ditekuk, pandangan ke arah bola, dan kedua tangan berada di depan atas kepala.

3. Kedua tangan berada di depan atas kepala dan jari-jari terbuka untuk menerima serta mengarahkan bola.

4. Contohnya memperhatikan arah bola, menjaga keseimbangan tubuh, dan menempatkan tangan serta jari-jari dengan benar.

5. Tahapannya adalah mengambil sikap awal, memperhatikan arah bola, menempatkan kedua tangan di atas depan kepala, menyentuh dan mengarahkan bola menggunakan jari-jari, kemudian kembali ke posisi seimbang dan siap bergerak.


13. Kesimpulan

Passing atas merupakan salah satu pola gerak dasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima, mengontrol, dan mengarahkan bola. Passing atas dilakukan dengan menggunakan jari-jari tangan yang berada di atas depan kepala.

Dalam melakukan passing atas, peserta didik perlu memperhatikan sikap awal, posisi kaki, lutut, badan, tangan, jari-jari, arah pandangan, pelaksanaan gerakan, dan sikap akhir.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar berkonsentrasi terhadap arah datangnya bola dan posisi tubuh ketika melakukan pola gerak passing atas.

Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa passing atas memiliki fungsi penting untuk mengontrol dan mengarahkan bola kepada teman dalam permainan bola voli.

Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar mengenal dan mencoba pola gerak passing atas melalui kegiatan yang aktif, menyenangkan, percaya diri, dan bekerja sama.

Allah Al-Khaliq adalah Maha Pencipta yang menciptakan tubuh manusia dengan kemampuan untuk bergerak. Allah Al-Malik adalah Maha Memelihara sehingga kita harus menjaga tubuh dan menggunakannya dengan baik. Allah Ar-Razzaq adalah Maha Pemberi Rezeki yang memberikan makanan dan minuman sebagai sumber energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Dengan memahami pola gerak dasar passing atas, peserta didik diharapkan mampu mengenali dan menerapkan gerakan tersebut secara benar serta menggunakannya dalam situasi permainan bola voli yang sederhana.




Identitas Pembelajaran

1. Nama Guru         : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2. Hari / Tanggal     : Kamis/27 Agustus 2026
3. Fase / Kelas        : C/VI.A
4. Mata Pelajaran    : PJOK
5. Materi                 : Memperagakan Modifikasi Variasi Passing Bola Voli
6. Pertemuan Ke     : Keempat (IV)


7. Capaian Pembelajaran (CP)

Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak; mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; dan menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.


8. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kembali teknik dasar passing bawah dan passing atas dalam permainan bola voli.

  2. Memperagakan teknik passing bawah dengan posisi tubuh, tangan, dan arah gerak yang tepat.

  3. Memperagakan teknik passing atas dengan koordinasi tangan dan tubuh yang baik.

  4. Mempraktikkan variasi passing dengan mengubah arah, jarak, dan sasaran.

  5. Mempraktikkan modifikasi passing melalui latihan berpasangan dan kelompok sesuai dengan kemampuan.

  6. Mentransfer strategi passing yang telah dikuasai ke dalam berbagai situasi permainan bola voli sederhana.

  7. Menyesuaikan jenis passing dengan arah datangnya bola dan posisi teman.

  8. Mengombinasikan variasi passing dalam permainan bola voli yang dimodifikasi.

Mindful Learning:
9. Peserta didik mampu memusatkan perhatian pada arah datangnya bola, posisi tubuh, posisi tangan, sasaran passing, serta melakukan gerakan dengan kontrol yang baik.

Meaningful Learning:
10. Peserta didik mampu memahami bahwa keterampilan passing dapat digunakan untuk menerima, mengontrol, dan mengarahkan bola kepada teman dalam berbagai situasi permainan.

Joyful Learning:
11. Peserta didik mampu memperagakan berbagai variasi passing dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan melalui latihan serta permainan bola voli yang dimodifikasi.


9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

  2. Guru mengingatkan kembali teknik passing bawah dan passing atas yang telah dipelajari sebelumnya.

  3. Guru memperagakan teknik passing bawah dan passing atas dengan gerakan yang benar.

  4. Peserta didik mengamati kemudian memperagakan kembali teknik passing secara individu.

  5. Peserta didik melakukan latihan passing secara berpasangan dengan jarak yang disesuaikan.

  6. Guru memberikan variasi arah dan jarak passing, kemudian peserta didik menyesuaikan kekuatan dan arah gerakan.

  7. Peserta didik melakukan modifikasi passing dalam kelompok dengan sasaran yang berbeda.

  8. Peserta didik menerapkan variasi passing dalam permainan bola voli sederhana dengan aturan yang dimodifikasi.

  9. Guru memberikan umpan balik dan memperbaiki kesalahan gerak peserta didik.

  10. Peserta didik melakukan refleksi dan menyimpulkan penggunaan variasi passing sesuai dengan situasi permainan.


10. Apersepsi (Singkat)

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Pada pembelajaran sebelumnya, kita sudah mengenal passing bawah dan passing atas. Siapa yang masih ingat bagaimana posisi tangan ketika melakukan passing bawah?”

“Bagaimana jika teman kita berada di samping, bukan di depan? Apakah arah passing tetap sama?”

Guru kemudian menyampaikan:

“Hari ini kita akan memperagakan modifikasi variasi passing bola voli. Kita akan mencoba passing dengan berbagai arah, jarak, dan sasaran sehingga dapat menyesuaikan gerakan dengan situasi permainan.”


11. Model / Metode

Model Pembelajaran

  • Mindful Learning

  • Meaningful Learning

  • Joyful Learning

  • Cooperative Learning

  • Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran

  • Demonstrasi.

  • Tanya jawab.

  • Pengamatan.

  • Praktik langsung.

  • Latihan berpasangan.

  • Latihan kelompok.

  • Eksplorasi gerak.

  • Permainan bola voli yang dimodifikasi.

  • Refleksi.

Pelaksanaan Praktik di Lapangan

Pembelajaran diawali dengan demonstrasi guru mengenai passing bawah dan passing atas. Peserta didik kemudian memperagakan gerakan secara individu untuk memastikan posisi tubuh dan tangan sudah benar.

Selanjutnya, peserta didik melakukan latihan secara berpasangan dan berkelompok dengan modifikasi jarak, arah, dan sasaran passing. Setelah peserta didik menguasai gerakan, keterampilan tersebut diterapkan dalam permainan bola voli sederhana dengan aturan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.


12. Penjabaran Materi

A. Kebesaran Allah dalam Kemampuan Bergerak

1. Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Pencipta.

Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang memiliki berbagai anggota dan kemampuan bergerak. Tangan, lengan, kaki, mata, dan bagian tubuh lainnya dapat bekerja sama ketika kita melakukan aktivitas olahraga.

Ketika kita dapat memperagakan passing bola voli, kita menggunakan kemampuan tubuh yang telah Allah ciptakan.

2. Allah Al-Malik (Maha Memelihara)

Allah adalah Al-Malik, yaitu Allah Maha Memelihara.

Allah memelihara tubuh kita sehingga dapat digunakan untuk belajar, bermain, dan berolahraga. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak dengan baik.

Dalam melakukan passing, kita harus mengontrol gerakan agar tidak dilakukan secara sembarangan.

3. Allah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Allah adalah Ar-Razzaq, yaitu Allah Maha Pemberi Rezeki.

Allah memberikan makanan dan minuman yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Energi tersebut membantu kita melakukan aktivitas, termasuk berlatih dan bermain bola voli.


B. Pengertian Passing Bola Voli

Passing adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola kepada teman atau sasaran tertentu dalam permainan bola voli.

Passing digunakan untuk:

  • Menerima bola.

  • Mengontrol bola.

  • Mengarahkan bola kepada teman.

  • Mempertahankan bola tetap dalam permainan.

  • Mempersiapkan serangan.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik memperagakan passing bawah dan passing atas dengan berbagai variasi dan modifikasi.


C. Memperagakan Passing Bawah

Passing bawah dilakukan dengan menggunakan kedua lengan bagian bawah.

Cara memperagakan passing bawah:

  1. Berdiri dengan kaki dibuka secukupnya.

  2. Lutut sedikit ditekuk.

  3. Badan sedikit condong ke depan.

  4. Kedua tangan dirapatkan.

  5. Kedua lengan diluruskan ke depan.

  6. Bola mengenai bagian lengan bawah.

  7. Arahkan bola menuju sasaran.

  8. Sesuaikan kekuatan gerakan dengan jarak sasaran.

Passing bawah dapat digunakan ketika bola datang dengan posisi rendah atau berada di depan tubuh.


D. Memperagakan Passing Atas

Passing atas dilakukan dengan menggunakan jari-jari tangan di bagian atas depan kepala.

Cara memperagakan passing atas:

  1. Berdiri dalam posisi seimbang.

  2. Kedua kaki dibuka secukupnya.

  3. Kedua tangan berada di depan atas kepala.

  4. Jari-jari tangan terbuka dan siap menerima bola.

  5. Bola diarahkan menggunakan jari-jari tangan.

  6. Dorong bola menuju sasaran.

  7. Koordinasikan gerakan tangan, kaki, dan tubuh.

Passing atas dapat digunakan untuk mengarahkan bola kepada teman atau menyiapkan bola dalam permainan.


E. Variasi Passing Bola Voli

Variasi passing adalah melakukan gerakan passing dengan bentuk, arah, jarak, atau sasaran yang berbeda.

Contoh variasi:

  1. Passing ke depan.

  2. Passing ke kanan.

  3. Passing ke kiri.

  4. Passing dengan jarak dekat.

  5. Passing dengan jarak lebih jauh.

  6. Passing secara berpasangan.

  7. Passing secara berkelompok.

Variasi tersebut membantu peserta didik menyesuaikan passing dengan keadaan permainan.


F. Modifikasi Passing Bola Voli

Modifikasi passing adalah penyesuaian bentuk latihan agar peserta didik dapat melakukan latihan sesuai dengan kemampuan.

Modifikasi dapat dilakukan dengan mengubah:

  • Jarak antar pemain.

  • Arah sasaran.

  • Jumlah pemain.

  • Ukuran area permainan.

  • Tinggi net.

  • Bentuk latihan.

  • Jumlah sentuhan bola.

Contohnya, peserta didik yang masih kesulitan melakukan passing jarak jauh dapat berlatih dari jarak dekat terlebih dahulu. Setelah gerakan lebih dikuasai, jaraknya dapat ditambah secara bertahap.


G. Memperagakan Variasi Passing

1. Passing Berpasangan

Dua peserta didik berdiri berhadapan.

Peserta didik pertama melakukan passing kepada temannya. Teman tersebut menerima bola dan mengembalikannya.

Jarak dapat diubah sesuai kemampuan.

2. Passing dengan Perubahan Arah

Peserta didik melakukan passing ke depan, kemudian mengarahkan bola kepada teman yang berada di sebelah kanan atau kiri.

Tujuannya agar peserta didik mampu menyesuaikan arah passing dengan posisi teman.

3. Passing dengan Perubahan Jarak

Peserta didik melakukan passing dari jarak dekat. Setelah berhasil, jarak dapat ditambah secara bertahap.

Peserta didik belajar menyesuaikan kekuatan passing dengan jarak sasaran.

4. Passing dalam Kelompok

Peserta didik membentuk kelompok kecil.

Bola dipassing dari satu peserta didik kepada peserta didik lainnya dengan arah yang berbeda.

Peserta didik harus memperhatikan posisi teman sebelum melakukan passing.


H. Menerapkan Passing dalam Permainan yang Dimodifikasi

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Permainan dilakukan dengan lapangan yang disesuaikan dan aturan sederhana.

Contohnya:

  • Setiap pemain berusaha mengarahkan bola kepada teman.

  • Bola boleh dipassing sebelum dikembalikan ke daerah lawan.

  • Jarak pemain disesuaikan dengan kemampuan.

  • Guru dapat memberikan target tertentu sebagai sasaran passing.

Tujuan utama permainan adalah agar peserta didik mampu memperagakan dan menerapkan variasi passing dalam situasi permainan yang berbeda.


LATIHAN PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Passing dalam permainan bola voli digunakan untuk ....
A. mengoper dan mengarahkan bola
B. membawa bola sambil berlari
C. menendang bola ke arah teman

2. Passing bawah dilakukan menggunakan ....
A. kepala
B. kedua lengan bagian bawah
C. telapak kaki

3. Passing atas dilakukan dengan menggunakan ....
A. jari-jari tangan
B. lutut
C. telapak kaki

4. Saat melakukan passing bawah, kedua tangan sebaiknya ....
A. dirapatkan
B. dimasukkan ke saku
C. diletakkan di belakang badan

5. Variasi passing dapat dilakukan dengan mengubah ....
A. warna pakaian
B. arah dan jarak passing
C. nama pemain

6. Jika teman berada di sebelah kanan, bola dapat diarahkan dengan passing ke ....
A. kiri
B. belakang saja
C. kanan

7. Modifikasi latihan passing dapat dilakukan dengan mengubah ....
A. jarak antar pemain
B. nama permainan
C. warna lapangan

8. Jika peserta didik belum mampu melakukan passing dengan jarak jauh, latihan sebaiknya dimulai dari ....
A. jarak yang sangat jauh
B. jarak yang lebih dekat
C. tanpa menggunakan bola

9. Dalam memperagakan variasi passing, pemain harus memperhatikan ....
A. arah dan posisi sasaran
B. warna bola saja
C. jumlah penonton

10. Contoh modifikasi variasi passing yang tepat adalah ....
A. passing dengan arah dan jarak yang berbeda
B. membawa bola menggunakan tangan
C. menendang bola melewati net


B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Teknik mengoper atau mengarahkan bola dalam permainan bola voli disebut ....

2. Passing yang menggunakan kedua lengan bagian bawah disebut passing ....

3. Passing yang menggunakan jari-jari tangan di atas depan kepala disebut passing ....

4. Perubahan arah, jarak, atau sasaran dalam melakukan passing disebut .... passing.

5. Penyesuaian bentuk latihan passing sesuai kemampuan pemain disebut .... passing.


C. Uraian

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat!

1. Jelaskan pengertian passing dalam permainan bola voli!

2. Jelaskan cara memperagakan passing bawah dengan benar!

3. Jelaskan cara memperagakan passing atas dengan benar!

4. Sebutkan tiga contoh variasi passing bola voli yang dapat diperagakan dalam latihan!

5. Jelaskan satu contoh modifikasi latihan passing bola voli dan bagaimana cara melakukannya!


KUNCI JAWABAN

A. Pilihan Ganda

  1. A. mengoper dan mengarahkan bola

  2. B. kedua lengan bagian bawah

  3. A. jari-jari tangan

  4. A. dirapatkan

  5. B. arah dan jarak passing

  6. C. kanan

  7. A. jarak antar pemain

  8. B. jarak yang lebih dekat

  9. A. arah dan posisi sasaran

  10. A. passing dengan arah dan jarak yang berbeda

B. Isian

  1. passing

  2. bawah

  3. atas

  4. variasi

  5. modifikasi

C. Uraian

1. Passing adalah teknik mengoper atau mengarahkan bola kepada teman atau sasaran tertentu dalam permainan bola voli.

2. Berdiri dengan kaki dibuka secukupnya, lutut sedikit ditekuk, badan condong ke depan, kedua tangan dirapatkan, kemudian bola mengenai lengan bagian bawah dan diarahkan menuju sasaran.

3. Berdiri dalam posisi seimbang, kedua tangan berada di atas depan kepala, jari-jari terbuka, kemudian bola diarahkan menggunakan jari-jari tangan menuju sasaran.

4. Contohnya passing ke depan, passing ke kanan, dan passing ke kiri. Variasi juga dapat dilakukan dengan mengubah jarak passing.

5. Contohnya modifikasi jarak. Latihan dimulai dengan jarak dekat antara dua pemain. Setelah peserta didik mampu melakukan passing dengan baik, jarak secara bertahap diperjauh.


13. Kesimpulan

Passing merupakan salah satu keterampilan penting dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima, mengontrol, mengoper, dan mengarahkan bola.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik memperagakan passing bawah dan passing atas, kemudian mencoba berbagai variasi passing melalui perubahan arah, jarak, dan sasaran. Peserta didik juga mengenal modifikasi passing dengan menyesuaikan bentuk latihan berdasarkan kemampuan.

Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan arah datangnya bola, posisi tubuh, posisi tangan, sasaran, dan kekuatan passing.

Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa keterampilan passing dapat digunakan untuk mengontrol dan mengarahkan bola kepada teman dalam berbagai situasi permainan.

Melalui Joyful Learning, peserta didik memperagakan berbagai variasi passing secara aktif, percaya diri, bekerja sama, dan menyenangkan.

Allah Al-Khaliq adalah Maha Pencipta yang menciptakan tubuh manusia beserta kemampuan untuk bergerak. Allah Al-Malik adalah Maha Memelihara sehingga kita harus menjaga dan menggunakan tubuh dengan baik. Allah Ar-Razzaq adalah Maha Pemberi Rezeki yang memberikan makanan dan minuman sebagai sumber energi bagi tubuh.

Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu memperagakan modifikasi variasi passing bola voli serta menyesuaikan keterampilan passing dengan arah, jarak, sasaran, dan situasi permainan yang berbeda.