Materi Ajar Kelas 3 dan 4

IDENTITAS PEMBELAJARAN
1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Jum'at / 04 September 2026
3.Fase / Kelas : B/III.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)
7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian sederhana tentang gerak non-lokomotor dan memberikan contoh gerak non-lokomotor.
Mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor seperti membungkuk, menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk dengan benar.
Menyesuaikan gerakan dengan aturan dan situasi dalam permainan sederhana.
Menggabungkan beberapa gerak non-lokomotor dalam rangkaian permainan sederhana.
Mindful Learning: peserta didik mampu berkonsentrasi, memperhatikan posisi tubuh, mengikuti instruksi guru, dan melakukan gerakan dengan aman.
Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dengan aktivitas sehari-hari dan permainan yang pernah dilakukan.
Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan dengan gembira, percaya diri, aktif, bekerja sama, dan menghargai teman.
9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik mengenali dan memahami gerak non-lokomotor serta contoh-contohnya.
Peserta didik mengamati demonstrasi guru kemudian mempraktikkan variasi gerak membungkuk, menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk.
Peserta didik melakukan variasi gerak non-lokomotor secara individu, berpasangan, dan berkelompok.
Peserta didik menerapkan variasi gerak non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti aturan.
Peserta didik memperbaiki gerakan berdasarkan arahan guru serta menunjukkan sikap percaya diri, kerja sama, dan sportif.
10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, memutar badan, mengayunkan tangan, dan membungkukkan badan. Guru kemudian bertanya, “Apakah ketika melakukan gerakan tadi kita berpindah tempat?” Dari jawaban peserta didik, guru mengarahkan mereka untuk memahami bahwa gerakan tersebut termasuk gerak non-lokomotor.
11. Model / Meode :
Model Pembelajaran:
Practice Based Learning melalui kegiatan praktik gerak.
Pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode Pembelajaran:
Demonstrasi
Tanya jawab
Pengamatan
Latihan individu
Latihan berpasangan
Latihan kelompok
Praktik langsung
Permainan sederhana
Refleksi
Kegiatan Praktik di Lapangan:
Peserta didik melakukan pemanasan, kemudian mengikuti contoh gerakan dari guru. Selanjutnya peserta didik mempraktikkan berbagai variasi gerak non-lokomotor secara individu dan berkelompok. Guru memberikan permainan sederhana yang mengharuskan peserta didik melakukan gerakan seperti menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk sesuai aba-aba. Kegiatan diakhiri dengan pendinginan dan refleksi singkat.
12. Penjabaran Materi :
A. Keterkaitan Kebesaran Allah dengan Materi Pembelajaran
1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Maha Pencipta. Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai bagian yang dapat digunakan untuk bergerak. Tangan dapat mengayun, tubuh dapat memutar dan meliuk, serta lutut dapat menekuk. Semua kemampuan tersebut merupakan nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dengan menggunakannya untuk kegiatan yang baik.
2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Saat melakukan aktivitas PJOK, kita perlu melakukan pemanasan, mengikuti petunjuk guru, menggunakan tempat bermain dengan aman, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman.
3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah Maha Razaq atau Maha Pemberi Rezeki. Kesehatan, tubuh yang dapat bergerak, kesempatan belajar, dan teman untuk bermain merupakan nikmat yang patut disyukuri. Dengan berolahraga, kita dapat menjaga tubuh agar tetap sehat dan dapat melakukan berbagai aktivitas dengan baik.
B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh atau anggota tubuh bergerak, tetapi posisi tempat kita tetap.
Contoh gerak non-lokomotor antara lain:
Menekuk
Membungkuk
Memutar
Mengayun
Meliuk
Meregangkan tubuh
Mencondongkan badan
C. Variasi Gerak Non-Lokomotor
1. Gerak Menekuk
Menekuk adalah mengubah posisi bagian tubuh menjadi lebih pendek atau membentuk sudut. Contohnya menekuk lutut atau siku.
2. Gerak Membungkuk
Membungkuk adalah menggerakkan badan ke arah depan dengan tetap menjaga keseimbangan.
3. Gerak Memutar
Memutar adalah menggerakkan bagian tubuh dengan arah berputar. Contohnya memutar badan ke kanan dan ke kiri.
4. Gerak Mengayun
Mengayun adalah menggerakkan anggota tubuh secara berulang ke depan-belakang atau ke samping. Contohnya mengayunkan kedua lengan.
5. Gerak Meliuk
Meliuk adalah menggerakkan tubuh ke kanan dan ke kiri dengan menjaga keseimbangan.
D. Variasi Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan Sederhana
Gerak non-lokomotor dapat dilakukan dalam permainan sederhana. Contohnya:
Mengikuti aba-aba guru dengan melakukan gerak tertentu.
Menirukan gerakan teman.
Melakukan gerakan sesuai kartu atau instruksi.
Melakukan rangkaian gerak secara berkelompok.
Melakukan gerakan dengan irama atau hitungan.
Dalam permainan, peserta didik harus memperhatikan aturan, menjaga jarak dengan teman, dan melakukan gerakan sesuai kemampuan.
E. Penerapan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning
Mindful Learning:
Peserta didik fokus mendengarkan aba-aba guru, memperhatikan gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, dan berhati-hati agar tidak bertabrakan dengan teman.
Meaningful Learning:
Peserta didik memahami bahwa gerak menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti mengambil benda, melihat ke samping, mengayunkan tangan, atau melakukan peregangan.
Joyful Learning:
Peserta didik belajar melalui permainan sederhana yang menyenangkan, aktif bergerak, bekerja sama, dan saling memberikan semangat kepada teman.
F. Soal Pilihan Ganda
1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. non-lokomotor
B. lokomotor
C. berpindah
2. Contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. berlari
B. berjalan
C. memutar badan
3. Ketika menekuk lutut, posisi tubuh kita ....
A. berpindah ke depan
B. tetap berada di tempat
C. berlari ke samping
4. Gerakan mengayunkan tangan termasuk gerak ....
A. lokomotor
B. non-lokomotor
C. berjalan
5. Gerakan memutar badan dapat dilakukan ke arah ....
A. kanan dan kiri
B. depan saja
C. belakang saja
6. Saat melakukan gerak meliuk, kita harus menjaga ....
A. suara
B. keseimbangan
C. kecepatan lari
7. Sebelum melakukan permainan di lapangan, sebaiknya kita melakukan ....
A. tidur
B. makan
C. pemanasan
8. Dalam permainan kelompok, kita harus ....
A. bekerja sama
B. mengganggu teman
C. bermain sendiri
9. Saat guru memberikan aba-aba gerak, sebaiknya kita ....
A. berlari meninggalkan lapangan
B. memperhatikan dan mengikuti instruksi
C. berbicara dengan teman
10. Salah satu sikap yang baik saat melakukan permainan adalah ....
A. mengejek teman
B. tidak mau mengikuti aturan
C. sportif dan menghargai teman
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
A
C
B
B
A
B
C
A
B
C
G. Soal Isian
1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
2. Menekuk lutut merupakan contoh gerak ....
3. Menggerakkan badan ke kanan dan kiri dengan tetap di tempat disebut gerak ....
4. Menggerakkan kedua lengan ke depan dan belakang disebut gerak ....
5. Sebelum melakukan aktivitas olahraga, kita harus melakukan ....
Kunci Jawaban Isian
Non-lokomotor
Menekuk
Meliuk
Mengayun
Pemanasan
H. Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?
2. Sebutkan lima contoh gerak non-lokomotor!
3. Jelaskan cara melakukan gerak memutar badan!
4. Mengapa kita harus melakukan pemanasan sebelum bermain?
5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan ketika mengikuti permainan sederhana bersama teman!
Kunci Jawaban Uraian
1. Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.
2. Contohnya adalah menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk.
3. Gerak memutar badan dilakukan dengan memutar tubuh ke arah kanan atau kiri sambil tetap menjaga keseimbangan dan posisi kaki.
4. Pemanasan dilakukan untuk mempersiapkan tubuh sebelum bergerak dan membantu mengurangi risiko cedera.
5. Contohnya bekerja sama, mematuhi aturan, sportif, menghargai teman, percaya diri, dan menjaga keselamatan.
13. Kesimpulan :
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Dalam pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempraktikkan berbagai variasi gerak non-lokomotor, seperti menekuk, membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk melalui permainan sederhana.
Peserta didik belajar untuk melakukan gerakan dengan benar, menjaga keseimbangan, mengikuti aturan, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman. Peserta didik juga belajar menyesuaikan gerakan dengan situasi permainan dan bekerja sama dalam kelompok.
Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar fokus dan memperhatikan setiap gerakan. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak non-lokomotor juga digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik dapat belajar sambil bermain dengan suasana yang menyenangkan, aktif, percaya diri, dan sportif.
Kemampuan tubuh untuk bergerak merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Kesehatan dan keselamatan merupakan bentuk pemeliharaan dari Allah Maha Malik (Memelihara), sedangkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berolahraga merupakan rezeki dari Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki). Oleh karena itu, peserta didik hendaknya selalu bersyukur dengan menjaga kesehatan tubuh, rajin berolahraga, dan menggunakan kemampuan geraknya untuk kegiatan yang baik.

IDENTITAS PEMBELAJARAN
1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Jum'at / 04 September 2026
3.Fase / Kelas : B/IV.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Variasi Gerak Menekuk dan Kombinasi Gerak Nonlokomotor dalam Permainan Sederhana
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)
7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Menghaluskan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam situasi gerak yang baru; menyesuaikan strategi gerak untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak; dan memperagakan berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan dalam rangkaian gerak.
8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian gerak menekuk sebagai salah satu bentuk gerak nonlokomotor.
Mengidentifikasi berbagai bentuk gerak menekuk yang dapat dilakukan dalam permainan sederhana.
Mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan teknik, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang baik.
Mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak nonlokomotor lainnya dalam permainan sederhana.
Menyesuaikan gerakan dan strategi dengan aturan serta situasi permainan.
Mindful Learning: peserta didik mampu memusatkan perhatian pada posisi tubuh, keseimbangan, instruksi guru, dan keselamatan saat melakukan gerakan.
Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor dengan aktivitas sehari-hari serta pengalaman bermain.
Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti aktivitas dengan senang, percaya diri, aktif, bekerja sama, dan menghargai teman selama permainan.
9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik memahami pengertian gerak menekuk dan contoh penerapannya sebagai gerak nonlokomotor.
Peserta didik mengamati demonstrasi guru dan mempraktikkan variasi gerak menekuk dengan posisi tubuh yang benar.
Peserta didik mengombinasikan gerak menekuk dengan gerak nonlokomotor lainnya, seperti membungkuk, memutar, mengayun, dan meliuk.
Peserta didik menerapkan kombinasi gerak tersebut dalam permainan sederhana secara individu maupun kelompok.
Peserta didik menyesuaikan gerakan berdasarkan situasi permainan serta memperbaiki gerak melalui arahan guru.
10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik melakukan gerakan sederhana di tempat, seperti menekuk lutut, membungkukkan badan, mengayunkan tangan, dan memutar badan. Guru kemudian bertanya, “Ketika kita menekuk lutut atau mengayunkan tangan, apakah kita berpindah tempat?” Peserta didik menjawab berdasarkan pengamatan, kemudian guru menghubungkan jawaban tersebut dengan materi variasi gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor.
11. Model / Meode :
Model Pembelajaran:
Practice Based Learning melalui kegiatan praktik keterampilan gerak.
Pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode Pembelajaran:
Demonstrasi
Tanya jawab
Pengamatan
Latihan individu
Latihan berpasangan
Latihan kelompok
Praktik langsung di lapangan
Permainan sederhana
Refleksi
Kegiatan Praktik di Lapangan:
Peserta didik melakukan pemanasan terlebih dahulu. Guru kemudian memberikan contoh variasi gerak menekuk dan kombinasi gerak nonlokomotor. Peserta didik mempraktikkan gerakan secara bertahap, kemudian menggabungkannya dalam permainan sederhana. Guru memberikan aba-aba atau instruksi tertentu yang harus diikuti peserta didik. Kegiatan dilakukan secara individu, berpasangan, dan berkelompok dengan memperhatikan jarak, keseimbangan, keselamatan, kerja sama, serta sportivitas.
12. Penjabaran Materi :
A. Keterkaitan Kebesaran Allah dengan Materi Pembelajaran
1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Maha Pencipta. Allah menciptakan tubuh manusia dengan berbagai anggota tubuh yang dapat digunakan untuk bergerak. Lutut dapat ditekuk, tubuh dapat membungkuk, tangan dapat mengayun, dan badan dapat memutar serta meliuk. Kemampuan tersebut merupakan nikmat dari Allah yang harus disyukuri dengan melakukan aktivitas yang baik.
2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara. Oleh karena itu, tubuh harus dijaga dengan baik. Dalam melakukan aktivitas PJOK, peserta didik perlu melakukan pemanasan, menggunakan lapangan dengan aman, mengikuti arahan guru, menjaga jarak dengan teman, dan melakukan gerakan sesuai kemampuan.
3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah Maha Razaq atau Maha Pemberi Rezeki. Kesehatan, tubuh yang dapat bergerak, kesempatan belajar, serta teman untuk bermain merupakan nikmat yang patut disyukuri. Dengan berolahraga secara teratur, peserta didik dapat menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan kemampuan yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya.
B. Pengertian Gerak Menekuk
Gerak menekuk adalah gerakan mengubah posisi bagian tubuh dengan cara membengkokkan persendian. Gerak menekuk termasuk gerak nonlokomotor karena dilakukan tanpa berpindah tempat.
Contohnya:
Menekuk lutut.
Menekuk siku.
Menekuk badan.
Menekuk kaki.
Menekuk tangan.
Gerakan menekuk perlu dilakukan dengan seimbang dan tidak dipaksakan.
C. Variasi Gerak Menekuk
Beberapa variasi gerak menekuk yang dapat dilakukan adalah:
1. Menekuk Lutut
Berdiri tegak kemudian menekuk kedua lutut secara perlahan. Badan tetap seimbang dan pandangan ke depan.
2. Menekuk Siku
Kedua tangan dapat ditekuk pada bagian siku, kemudian diluruskan kembali secara terkontrol.
3. Menekuk Badan
Badan dapat ditekuk ke depan secara perlahan dengan tetap menjaga keseimbangan.
4. Menekuk Salah Satu Kaki
Salah satu kaki ditekuk sementara kaki lainnya menjadi tumpuan. Gerakan dilakukan secara bergantian dan terkontrol.
D. Kombinasi Gerak Nonlokomotor
Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak nonlokomotor lainnya, seperti:
Menekuk dan mengayun.
Menekuk dan membungkuk.
Menekuk dan memutar.
Menekuk dan meliuk.
Contoh rangkaian gerakan:
Menekuk lutut → mengayunkan tangan → memutar badan → meliukkan badan.
Dalam melakukan kombinasi gerak, peserta didik perlu memperhatikan urutan gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan ketepatan mengikuti aba-aba.
E. Gerak Menekuk dalam Permainan Sederhana
Gerak menekuk dapat diterapkan dalam permainan sederhana. Misalnya dalam permainan mengikuti aba-aba:
Saat guru mengatakan “Tekuk!”, peserta didik menekuk lutut.
Saat guru mengatakan “Ayun!”, peserta didik mengayunkan tangan.
Saat guru mengatakan “Putar!”, peserta didik memutar badan.
Saat guru mengatakan “Liuk!”, peserta didik meliukkan badan.
Gerakan dapat dikombinasikan sesuai instruksi guru. Permainan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan tidak saling mendorong.
F. Menyesuaikan Strategi Gerak
Dalam permainan sederhana, peserta didik perlu menyesuaikan gerakan dengan situasi. Jika permainan dilakukan secara berkelompok, setiap peserta didik harus memperhatikan posisi teman agar dapat bergerak dengan aman.
Menyesuaikan strategi gerak dapat dilakukan dengan:
Memperhatikan aba-aba.
Mengatur posisi tubuh.
Menjaga keseimbangan.
Mengatur jarak dengan teman.
Mengikuti urutan gerakan.
Menyesuaikan gerakan dengan kemampuan diri.
G. Penerapan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning
Mindful Learning:
Peserta didik fokus mendengarkan instruksi, memperhatikan posisi tubuh, menjaga keseimbangan, dan melakukan gerakan dengan aman.
Meaningful Learning:
Peserta didik memahami bahwa gerak menekuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika duduk, mengambil benda, mengikat tali sepatu, atau melakukan aktivitas lainnya.
Joyful Learning:
Peserta didik melakukan variasi dan kombinasi gerak melalui permainan sederhana yang menyenangkan sehingga mereka lebih aktif, percaya diri, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
H. Soal Pilihan Ganda
1. Gerak menekuk termasuk gerak ....
A. nonlokomotor
B. lokomotor
C. berpindah tempat
2. Contoh gerak menekuk adalah ....
A. berlari
B. menekuk lutut
C. berjalan
3. Ketika melakukan gerak menekuk lutut, sebaiknya tubuh tetap ....
A. bergerak ke depan
B. berlari
C. seimbang
4. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak ....
A. mengayun
B. berlari cepat
C. berjalan jauh
5. Gerakan menekuk siku dilakukan pada bagian ....
A. lutut
B. siku
C. kepala
6. Contoh kombinasi gerak nonlokomotor adalah ....
A. berlari dan berjalan
B. berjalan dan melompat
C. menekuk dan mengayun
7. Saat guru memberikan aba-aba dalam permainan, kita harus ....
A. memperhatikan dan mengikuti instruksi
B. berbicara sendiri
C. meninggalkan lapangan
8. Agar tidak bertabrakan saat bermain, kita harus menjaga ....
A. suara
B. jarak
C. pakaian
9. Sebelum melakukan aktivitas gerak di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. duduk
B. tidur
C. pemanasan
10. Sikap yang tepat ketika bermain bersama teman adalah ....
A. sportif dan bekerja sama
B. mengejek teman
C. mendorong teman
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
I. Soal Isian
1. Gerak menekuk termasuk gerak ....
2. Menekuk lutut dilakukan dengan cara .... lutut.
3. Gerak menekuk dapat dikombinasikan dengan gerak .... tangan.
4. Saat melakukan permainan bersama teman, kita harus menjaga .... agar tidak bertabrakan.
5. Sebelum melakukan aktivitas olahraga, kita melakukan ....
Kunci Jawaban Isian
Nonlokomotor
Membengkokkan/menekuk
Mengayun
Jarak
Pemanasan
J. Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan gerak menekuk?
2. Sebutkan tiga contoh gerak menekuk!
3. Sebutkan tiga contoh kombinasi gerak nonlokomotor yang dapat dilakukan dalam permainan sederhana!
4. Mengapa kita harus menjaga keseimbangan ketika melakukan gerak menekuk?
5. Sebutkan tiga sikap yang harus dilakukan ketika mengikuti permainan sederhana bersama teman!
Kunci Jawaban Uraian
1. Gerak menekuk adalah gerakan membengkokkan bagian tubuh pada persendian tanpa berpindah tempat.
2. Contohnya menekuk lutut, menekuk siku, dan menekuk badan.
3. Contohnya menekuk dan mengayun, menekuk dan membungkuk, serta menekuk dan memutar.
4. Agar tubuh tetap stabil, gerakan dapat dilakukan dengan benar, dan kita tidak mudah kehilangan keseimbangan.
5. Contohnya bekerja sama, mematuhi aturan, sportif, menghargai teman, menjaga keselamatan, dan percaya diri.
13. Kesimpulan :
Gerak menekuk merupakan salah satu gerak nonlokomotor, yaitu gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Pada pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempraktikkan berbagai variasi gerak menekuk, seperti menekuk lutut, menekuk siku, menekuk badan, dan menekuk kaki, serta mengombinasikannya dengan gerak nonlokomotor lainnya seperti mengayun, membungkuk, memutar, dan meliuk.
Melalui permainan sederhana, peserta didik belajar menyesuaikan gerakan dengan aba-aba, situasi permainan, dan posisi teman. Peserta didik juga belajar menjaga keseimbangan, mengikuti aturan, bekerja sama, percaya diri, dan menjaga keselamatan selama aktivitas berlangsung.
Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar fokus dan memperhatikan setiap gerakan. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak menekuk juga digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar melalui permainan yang menyenangkan sehingga lebih aktif dan bersemangat.
Kemampuan tubuh untuk bergerak merupakan nikmat dari Allah Maha Khaliq (Pencipta). Kesehatan dan keselamatan merupakan bentuk pemeliharaan dari Allah Maha Malik (Memelihara), sedangkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berolahraga merupakan rezeki dari Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki). Oleh karena itu, peserta didik hendaknya selalu bersyukur dengan menjaga kesehatan, rajin berolahraga, mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, serta menggunakan kemampuan geraknya untuk kegiatan yang baik.
