Materi Kelas 1 dan 2
Identitas Pembelajaran
1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/01 September 2026
3.Fase / Kelas : A/1.A (Teori) dan 1.B (Praktek)
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mengenal Gerak Mendorong dan Menarik (Teori) dan Mempraktikkan Kombinasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor dalam Permainan (Praktek)
6.Pertemuan Ke : Kelima dan Keenam (V dan VI)
7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.
8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Mengenal gerak mendorong dan menarik sebagai bagian dari gerak dasar non-lokomotor.
Menyebutkan contoh gerak mendorong dan menarik dalam kegiatan sehari-hari.
Mengenali berbagai bentuk gerak non-lokomotor sederhana seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.
Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana melalui permainan.
Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam permainan sederhana dengan mengikuti arahan guru.
Melakukan gerakan mendorong dan menarik dengan memperhatikan posisi tubuh dan keselamatan.
Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi guru, menyadari posisi tubuh, serta melakukan gerakan dengan hati-hati dan terkendali.
Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak mendorong dan menarik dengan kegiatan sehari-hari, seperti membuka pintu, menarik benda, atau mendorong benda ringan.
Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti kegiatan permainan gerak dengan gembira, aktif, percaya diri, dan bekerja sama dengan teman.
9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik mengenal pengertian sederhana gerak mendorong dan menarik serta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menunjukkan contoh gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.
Peserta didik mengamati dan mencoba gerakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.
Peserta didik mengenal kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana.
Peserta didik mempraktikkan kombinasi gerak mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun melalui permainan di lapangan.
Peserta didik melakukan refleksi sederhana dengan menyebutkan gerakan yang telah dilakukan dan manfaatnya.
10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di sekitar kelas. Guru bertanya, “Pernahkah kalian mendorong pintu? Pernahkah kalian menarik laci atau menarik tas?” Peserta didik diajak mencoba menirukan gerakan mendorong dan menarik tanpa menggunakan benda berat. Guru menjelaskan bahwa mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
11. Model / Meode :
Model Pembelajaran Teori : Direct Instruction dan pembelajaran kontekstual.
Model Pembelajaran Praktik : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Cerita sederhana, tanya jawab, demonstrasi, pengamatan, menirukan gerakan, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan gerak, kerja kelompok, dan refleksi.
Pelaksanaan Teori Kelas 1.A :
Guru menjelaskan gerak mendorong dan menarik menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Peserta didik mengamati gambar atau contoh gerakan, menjawab pertanyaan sederhana, dan menirukan beberapa gerakan dengan aman.
Pelaksanaan Praktik Kelas 1.B :
Guru mengawali kegiatan dengan pemanasan. Peserta didik kemudian mempraktikkan kombinasi pola gerak non-lokomotor melalui permainan sederhana, seperti mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun. Guru memberikan contoh dan memastikan kegiatan dilakukan dengan tertib serta aman.
12. Penjabaran Materi :
A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah
Pembelajaran gerak mendorong, menarik, dan gerak non-lokomotor dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:
1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta tubuh manusia. Allah memberikan tangan, kaki, otot, dan persendian sehingga kita dapat melakukan berbagai gerakan. Kita dapat mendorong, menarik, menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan baik.
2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan baik. Kita perlu berolahraga, melakukan gerakan dengan benar, tidak menggunakan benda yang berat, dan menjaga keselamatan saat bermain.
3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai rezeki dan sumber tenaga bagi tubuh. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, bergerak, dan berolahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga tubuh dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.
B. Pengertian Gerak Mendorong
Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
Mendorong pintu.
Mendorong meja ringan.
Mendorong bola.
Mendorong benda dengan kedua tangan.
Saat belajar di sekolah, gerakan mendorong dapat dilakukan tanpa menggunakan benda berat.
C. Pengertian Gerak Menarik
Menarik adalah gerakan menggerakkan atau membawa benda mendekati tubuh dengan menggunakan tenaga.
Contoh:
Menarik pintu.
Menarik laci.
Menarik tali.
Menarik benda ringan.
Gerakan menarik harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan benda yang berat.
D. Gerak Mendorong dan Menarik sebagai Gerak Non-Lokomotor
Gerak mendorong dan menarik dapat dilakukan tanpa berpindah tempat. Tubuh tetap berada pada tempatnya, sedangkan tangan dan bagian tubuh lainnya melakukan gerakan.
Contoh:
Mendorong:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan mendorong → kembali ke posisi awal.
Menarik:
Berdiri tegak → kedua tangan ke depan → lakukan gerakan menarik ke arah tubuh → kembali ke posisi awal.
E. Bentuk Gerak Non-Lokomotor Lainnya
Selain mendorong dan menarik, beberapa gerak non-lokomotor yang dapat dilakukan adalah:
1. Menekuk
Membengkokkan bagian tubuh, seperti menekuk lutut atau siku.
2. Membungkuk
Menurunkan atau membengkokkan badan ke arah depan.
3. Memutar
Menggerakkan tubuh atau bagian tubuh secara berputar.
4. Mengayun
Menggerakkan tangan atau bagian tubuh ke depan-belakang atau ke kanan-kiri.
F. Kombinasi Pola Gerak dalam Permainan
Gerak non-lokomotor dapat digabungkan menjadi sebuah rangkaian gerakan.
Contoh rangkaian:
Mendorong → menarik → menekuk → berdiri kembali.
Contoh lainnya:
Mengayun tangan → memutar badan → membungkuk → berdiri kembali.
Gerakan dilakukan secara perlahan, mengikuti arahan guru, dan sesuai kemampuan peserta didik.
G. Contoh Permainan Praktik
Permainan “Ikuti Gerak Guru”
Peserta didik berdiri dengan jarak yang cukup.
Guru memberikan contoh gerakan.
Peserta didik menirukan gerakan guru.
Guru memberikan beberapa gerakan secara berurutan.
Peserta didik mengikuti rangkaian gerak.
Contoh aba-aba:
“Dorong!” → kedua tangan melakukan gerakan mendorong.
“Tarik!” → kedua tangan melakukan gerakan menarik.
“Tekuk!” → menekuk lutut.
“Bungkuk!” → membungkukkan badan.
“Putar!” → memutar badan secara perlahan.
“Ayun!” → mengayunkan tangan.
H. Hal yang Harus Diperhatikan
Saat melakukan aktivitas, peserta didik harus:
Mendengarkan instruksi guru.
Melakukan gerakan sesuai contoh.
Tidak menggunakan benda berat.
Tidak saling mendorong teman.
Tidak menarik tubuh atau pakaian teman.
Menjaga jarak dengan teman.
Melakukan pemanasan sebelum bermain.
Melakukan gerakan secara perlahan dan terkendali.
Berhenti jika merasa tidak nyaman.
I. Soal Pilihan Ganda
1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
A. Mendorong
B. Menarik
C. Membungkuk
2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
A. Memutar
B. Menarik
C. Mengayun
3. Contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong pintu
C. Mengayunkan tangan
4. Contoh gerak menarik adalah ....
A. Menarik laci
B. Mendorong meja
C. Melompat
5. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Berpindah
C. Non-lokomotor
6. Saat melakukan gerak mendorong dan menarik, kita harus ....
A. Berhati-hati
B. Saling mendorong
C. Berlari
7. Sebelum melakukan permainan gerak, kita sebaiknya melakukan ....
A. Tidur
B. Pemanasan
C. Makan
8. Gerakan membengkokkan lutut disebut ....
A. Menekuk
B. Menarik
C. Mendorong
9. Dalam permainan bersama teman, kita harus ....
A. Saling mengganggu
B. Bekerja sama
C. Berebut tempat
10. Jika guru berkata “Tarik!”, gerakan yang dilakukan adalah ....
A. Mendorong tangan ke depan
B. Menarik tangan ke arah tubuh
C. Melompat ke depan
J. Soal Isian
1. Gerakan memberikan tenaga ke arah depan disebut ....
2. Gerakan membawa benda mendekati tubuh disebut ....
3. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
4. Sebelum melakukan aktivitas gerak, kita melakukan ....
5. Saat bermain bersama teman, kita harus saling ....
K. Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan gerak mendorong?
2. Apa yang dimaksud dengan gerak menarik?
3. Sebutkan dua contoh gerak mendorong dalam kehidupan sehari-hari!
4. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor selain mendorong dan menarik!
5. Mengapa kita harus berhati-hati saat melakukan permainan gerak bersama teman?
L. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda:
A
B
B
A
C
A
B
A
B
B
Isian:
Mendorong
Menarik
Non-lokomotor
Pemanasan
Bekerja sama
Uraian:
Mendorong adalah gerakan memberikan tenaga ke arah depan atau arah tertentu terhadap suatu benda.
Menarik adalah gerakan membawa atau menggerakkan benda mendekati tubuh.
Contohnya mendorong pintu dan mendorong benda ringan.
Menekuk, membungkuk, dan memutar.
Agar kegiatan berlangsung aman, tidak bertabrakan, dan tidak membuat teman terluka.
13. Kesimpulan :
Gerak mendorong dan menarik merupakan gerakan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan tersebut dapat dilakukan tanpa berpindah tempat dan termasuk dalam aktivitas gerak non-lokomotor. Selain mendorong dan menarik, gerak non-lokomotor juga dapat berupa menekuk, membungkuk, memutar, dan mengayun.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan mempraktikkan berbagai gerak sederhana serta menggabungkannya menjadi sebuah rangkaian gerak dalam permainan.
Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi guru, posisi tubuh, dan keselamatan saat bergerak. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa gerak mendorong dan menarik sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, bekerja sama, dan penuh kegembiraan.
Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar dan bermain. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dan menggunakan kemampuan bergerak untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.
Identitas Pembelajaran
1.Nama Guru : Maulvi Nazir Ahmad, S.Pd
2.Hari / Tanggal : Selasa/01 September 2026
3.Fase / Kelas : A/2.A
4.Mata Pelajaran : PJOK
5.Materi : Mempraktikkan Permainan Berkelompok dengan Menerapkan Gerak Non-Lokomotor dan Fair Play
6.Pertemuan Ke : Keenam (VI)
7. Capaian Pembelajaran (CP) :
Mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi gerak yang berbeda; mengeksplorasi berbagai strategi gerak; dan mengeksplorasi berbagai konsep gerak serta menyimpulkan efektivitasnya.
8. Tujuan Pembelajaran (TP) :
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan kembali pengertian gerak non-lokomotor dengan bahasa sederhana.
Mengenali berbagai gerak non-lokomotor yang dapat digunakan dalam permainan berkelompok.
Mempraktikkan gerak non-lokomotor seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun dalam permainan sederhana.
Mengeksplorasi berbagai strategi gerak sederhana untuk menyelesaikan tugas dalam permainan kelompok.
Menerapkan aturan permainan dengan tertib dan mengikuti instruksi guru.
Menunjukkan sikap fair play dengan bermain jujur, mau bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.
Mindful Learning: peserta didik mampu memperhatikan instruksi, posisi tubuh, gerakan teman, serta menjaga keselamatan selama permainan.
Meaningful Learning: peserta didik mampu menghubungkan gerak non-lokomotor dan sikap fair play dengan kegiatan sehari-hari, seperti bergantian, bekerja sama, menaati aturan, dan menghargai orang lain.
Joyful Learning: peserta didik mampu mengikuti permainan dengan aktif, percaya diri, gembira, sportif, dan bekerja sama dengan teman.
9. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik mengingat kembali gerak non-lokomotor dan sikap fair play yang telah dipelajari.
Guru memberikan contoh gerak menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun serta menjelaskan aturan permainan.
Peserta didik melakukan latihan gerak non-lokomotor secara individu dan berpasangan.
Peserta didik melakukan permainan berkelompok dengan menerapkan variasi gerak non-lokomotor sesuai instruksi.
Peserta didik menerapkan fair play dengan mengikuti aturan, bergantian, bekerja sama, dan menghargai teman.
Peserta didik melakukan refleksi sederhana tentang gerakan, strategi, kerja sama, dan sikap fair play yang telah dilakukan.
10. Apersepsi (Singkat) :
Guru mengajak peserta didik mengingat gerakan yang telah dipelajari sebelumnya dengan melakukan gerakan menekuk, meliuk, memutar, dan mengayun di tempat. Guru kemudian bertanya, “Bagaimana caranya agar kita bisa bermain bersama teman dengan tertib dan menyenangkan?” Guru mengarahkan peserta didik untuk menjawab dengan kata-kata seperti bergantian, bekerja sama, mengikuti aturan, tidak curang, dan menghargai teman.
11. Model / Meode :
Model Pembelajaran : Cooperative Learning dan Teaching Games for Understanding sederhana.
Pendekatan : Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, latihan terbimbing, praktik langsung, permainan berkelompok, kerja sama, pemberian contoh, dan refleksi.
Pelaksanaan : Pembelajaran dilaksanakan di lapangan. Kegiatan diawali dengan pemanasan, kemudian guru memberikan contoh gerak non-lokomotor. Peserta didik berlatih secara individu dan berpasangan, kemudian mengikuti permainan berkelompok dengan menerapkan gerak non-lokomotor dan prinsip fair play. Guru mengamati gerakan, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap peserta didik selama permainan.
12. Penjabaran Materi :
A. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah
Pembelajaran hari ini dapat dikaitkan dengan tiga kebesaran Allah:
1. Allah Maha Khaliq (Pencipta)
Allah adalah Pencipta seluruh manusia. Allah menciptakan tubuh kita dengan tangan, kaki, tulang, otot, dan persendian sehingga kita dapat bergerak. Kita dapat menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun karena tubuh kita diciptakan dengan sempurna.
2. Allah Maha Malik (Memelihara)
Allah Maha Memelihara tubuh kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga tubuh dengan berolahraga dan melakukan gerakan dengan benar. Saat bermain bersama teman, kita juga harus menjaga keselamatan diri sendiri dan teman.
3. Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki)
Allah memberikan makanan dan minuman sebagai sumber tenaga. Dengan tenaga tersebut kita dapat belajar, bermain, dan melakukan aktivitas olahraga. Kita harus bersyukur dengan menjaga kesehatan dan menggunakan tenaga untuk kegiatan yang baik.
B. Pengertian Gerak Non-Lokomotor
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.
Dalam permainan, kita dapat menggunakan berbagai gerak non-lokomotor, seperti:
Menekuk.
Meliuk.
Memutar.
Membungkuk.
Mengayun.
Meregangkan tubuh.
Walaupun tidak berpindah tempat, gerakan harus dilakukan dengan baik dan terkendali.
C. Contoh Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan
1. Menekuk
Menekuk lutut atau siku tanpa berpindah tempat.
2. Meliuk
Meliukkan badan ke kanan dan kiri.
3. Memutar
Memutar badan atau lengan secara perlahan.
4. Membungkuk
Membungkukkan badan ke arah depan.
5. Mengayun
Mengayunkan kedua tangan ke depan dan belakang atau ke kanan dan kiri.
D. Pengertian Fair Play
Fair play berarti bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.
Dalam permainan berkelompok, fair play dapat dilakukan dengan:
Mengikuti aturan permainan.
Menunggu giliran.
Tidak curang.
Tidak mendorong teman.
Mau bekerja sama.
Tidak mengejek teman.
Menghargai kelompok lain.
Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.
E. Penerapan Gerak Non-Lokomotor dalam Permainan
Guru dapat memberikan permainan sederhana “Gerak dan Ikuti”.
Cara bermain:
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
Setiap kelompok berdiri pada tempat yang telah ditentukan.
Guru memberikan aba-aba gerak.
Peserta didik melakukan gerakan sesuai aba-aba.
Gerakan dilakukan secara berurutan.
Kelompok harus bekerja sama dan mengikuti aturan.
Contoh aba-aba:
“Tekuk!” → menekuk lutut.
“Liuk kanan!” → meliukkan badan ke kanan.
“Liuk kiri!” → meliukkan badan ke kiri.
“Putar!” → memutar badan.
“Bungkuk!” → membungkukkan badan.
“Ayun!” → mengayunkan tangan.
F. Permainan Kelompok
Permainan “Rangkaian Gerak Bersama”
Setiap kelompok membuat rangkaian gerak sederhana berdasarkan arahan guru.
Contoh:
Menekuk → mengayun → meliuk → memutar → kembali ke posisi awal.
Dalam permainan ini peserta didik belajar:
Mengingat urutan gerak.
Mengikuti aba-aba.
Menjaga keseimbangan.
Bekerja sama.
Menunggu giliran.
Menghargai teman.
Bermain secara sportif.
G. Strategi Sederhana dalam Permainan
Agar permainan kelompok berjalan dengan baik, peserta didik dapat melakukan strategi sederhana:
Mendengarkan arahan guru.
Mengingat urutan gerakan.
Membagi kesempatan dengan teman.
Saling mengingatkan gerakan.
Bekerja sama.
Tetap mengikuti aturan permainan.
Tidak menyalahkan teman ketika melakukan kesalahan.
H. Sikap Fair Play Saat Bermain
Sikap yang baik:
Jujur.
Mau bergantian.
Menghargai teman.
Membantu teman.
Mengikuti aturan.
Tidak mengejek.
Tidak curang.
Menerima hasil permainan dengan sportif.
Sikap yang tidak baik:
Merebut giliran.
Curang.
Mendorong teman.
Mengejek teman.
Marah ketika kalah.
Tidak mau mengikuti aturan.
I. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Praktik
Peserta didik harus:
Melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Mengikuti instruksi guru.
Menjaga jarak dengan teman.
Melakukan gerakan sesuai kemampuan.
Tidak mendorong atau menarik teman.
Tidak menggunakan gerakan secara berlebihan.
Menjaga keselamatan diri dan teman.
Bermain dengan gembira dan sportif.
J. Soal Pilihan Ganda
1. Gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
A. Lokomotor
B. Non-lokomotor
C. Berjalan
2. Salah satu contoh gerak non-lokomotor adalah ....
A. Menekuk lutut
B. Berlari
C. Berjalan
3. Saat melakukan permainan berkelompok, kita harus ....
A. Bekerja sama
B. Bertengkar
C. Bermain sendiri
4. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
A. Curang
B. Fair play
C. Bermalas-malasan
5. Jika teman sedang mendapat giliran, kita sebaiknya ....
A. Merebut giliran
B. Mendorong teman
C. Menunggu giliran
6. Gerakan meliukkan badan dapat dilakukan ke arah ....
A. Kanan dan kiri
B. Atas saja
C. Bawah saja
7. Jika kelompok kita kalah, sikap yang baik adalah ....
A. Marah
B. Menangis
C. Tetap sportif
8. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita sebaiknya melakukan ....
A. Pemanasan
B. Tidur
C. Duduk sepanjang waktu
9. Saat bermain bersama teman, kita tidak boleh ....
A. Bekerja sama
B. Mengikuti aturan
C. Mendorong teman
10. Tujuan bermain dengan fair play adalah agar permainan menjadi ....
A. Adil dan menyenangkan
B. Penuh pertengkaran
C. Tidak memiliki aturan
K. Soal Isian
1. Gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat disebut gerak ....
2. Menekuk, meliuk, dan memutar merupakan contoh gerak ....
3. Bermain dengan jujur dan adil disebut ....
4. Sebelum melakukan permainan di lapangan, kita melakukan ....
5. Dalam permainan kelompok, kita harus saling ....
L. Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan gerak non-lokomotor?
2. Sebutkan tiga contoh gerak non-lokomotor!
3. Apa yang dimaksud dengan fair play?
4. Sebutkan tiga contoh sikap fair play dalam permainan berkelompok!
5. Mengapa kita harus bekerja sama dan mengikuti aturan saat melakukan permainan berkelompok?
M. Kunci Jawaban
Pilihan Ganda:
B
A
A
B
C
A
C
A
C
A
Isian:
Non-lokomotor
Non-lokomotor
Fair play
Pemanasan
Bekerja sama
Uraian:
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat.
Menekuk, meliuk, dan memutar.
Fair play adalah bermain dengan jujur, adil, tertib, sportif, dan menghargai teman.
Mengikuti aturan, mau bergantian, dan tidak mengejek teman.
Agar permainan berjalan tertib, aman, menyenangkan, dan semua anggota dapat mengikuti permainan dengan baik.
13. Kesimpulan :
Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat, seperti menekuk, meliuk, memutar, membungkuk, dan mengayun. Gerakan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai permainan sederhana secara individu, berpasangan, maupun berkelompok.
Dalam permainan berkelompok, peserta didik tidak hanya belajar melakukan gerakan, tetapi juga belajar menerapkan fair play. Fair play berarti bermain dengan jujur, mengikuti aturan, mau bergantian, bekerja sama, menghargai teman, tidak curang, dan menerima hasil permainan dengan sportif.
Melalui Mindful Learning, peserta didik belajar memperhatikan instruksi, gerakan tubuh, gerakan teman, dan keselamatan selama bermain. Melalui Meaningful Learning, peserta didik memahami bahwa sikap bekerja sama, bergantian, mengikuti aturan, dan menghargai teman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Joyful Learning, peserta didik belajar bergerak dengan aktif, percaya diri, gembira, dan menyenangkan.
Peserta didik juga diajak bersyukur kepada Allah Maha Khaliq karena telah menciptakan tubuh yang dapat bergerak, kepada Allah Maha Malik karena telah memelihara tubuh kita, dan kepada Allah Maha Razaq karena memberikan makanan serta energi untuk belajar, bermain, dan berolahraga. Oleh karena itu, mari menjaga tubuh, bermain dengan sportif, bekerja sama, dan menghargai setiap teman.

